NovelToon NovelToon
Akhirnya Ku MenemukanMu

Akhirnya Ku MenemukanMu

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:673.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Alendra

Kira, cewek gaul yang selalu gonta ganti pacar hingga dia di cap play girls oleh beberapa pria,penampilan nya yang sexy selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk setiap pria , Kira hanya ingin mencari pasangan yang sesuai standartnya sendiri, yaitu cowok yang sama sekali tidak mesum, Dia akan selalu meminta putus kalo sampek pacarnya itu mesum,


Sementara Arsya adalah cowok manis, suka mesum, dia juga hipper sex, Arsya juga sering gonta ganti pasangan, sama seperti Kira, Arsya hanya ingin bisa mencari wanita yang bisa menjaga harga dirinya. Selama ini dia belum pernah menemukan cewek yang sesuai dengan tipenya, apalagi Arsya selalu jijik melihat Kira yang selalu di cap nya murahan.


apakah mereka bisa bersatu setelah tau kebenaran tentang Kira, apakah Arsya dan Kira bisa bersama bersama...???


yuk baca dari pada penasan nie....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

' BAB 30 '

~pov Kira ~

Hari senin adalah hari dimana semua memulai aktifitas kembali setelah rehat sejenak di weekend yang sangat singkat namun sangat bearti bagi pagi para pekerja.

Aku pun juga sudah berada di kantor seperti biasanya. Rasa khawatir ku semalaman membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Aku jadi penasaaran apakah Arsya masih sakit atau sudah mulai bekerja seperti ku.

Dengan lancang aku melangkah naik lift menuju lantai 6, dimana ruangan bos besar ku itu berada. Sekarang aku sudah berada di depan ruangannya, aku terpaku di sana,aku bingung apa yang akan aku katakana saat di menanyakan niat ku kesini.

Aku membalikkan badanku untuk mewurungkan niat ku, namun di lubuk hatiku paling dalam menyuruh ku memastikan keadaaannya.

“ ok lah masuk saja, terserah nanti dia mau bilang apa.” Dengan yakin aku menarik knok pintu dan mendorong pintu ke dalam.

“ permisi. . .” aku masuk dan mencoba menyapa.

“pak Asya. . . saya Kira pak, saya masuk ya pak.”

Kenapa dia tidak menjawab. Aku semakin melangkah masuk kedalam dan mulai clingukan mengedarkan pandangan sekeliling ruagan pak Arsya. Namun nihil, aku tidak menemukan apa-apa di sini.

Aku kembali ke lantai lima dimana tempat ku bekerja. Semua sedang serius bekerja, mengerjaakan rencana pemasaran untuk produk furniture untuk appartemen baru yang akan di buka didaerah tengah kota. Namun aku tidak bisa fokus sama sekali. Entah kenapa pikiranku di penuhi oleh pak Arsya.

“ kenapa Ra?” Tanya kak Bima saat aku sudah duduk di meja ku.

“ gak papa Kak,”

“ dari mana kamu?”

“ dari kantin tadi ngopi bentar biar gak gantuk.” Jawabku bohong padanya.

Aku berusaha kembali fokus pada pekerjaanku. Aku mulai menyiapkan pressentasi baru untuk proyek ini.

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 17: 00 WIB, semua pekerja termasuk aku sudah bersiap untuk pulang. aku,Ana dan kak Bima kami turun bersama sementara seluruh staf tim kami yang lain sudah pada kabur duluan.

“ Ra, gue gak bisa nganter loe pulang ni, ada keperluan mendadak.” Kata kak Bima pada ku saat kami melai turun dari litf.

“ tenang aja kak, gue bukan orang manja kok.” Jawabku.

“ pulang bareng gue aja Ra, kebetulan gue di jemput ama Rafi.” Sahut Ana.

“ ogah ah, gak mau ganggu orang pacaran gue.”

“ apaan si Ra.” Ana mencubit lengan ku karna malu.

Kak bima pun ikut tersenyum tipis melihat tinggah Ana, Kak Bima langsung pamit pada kami. Sementara aku dan Ana berjalan keluar.

Di depan kantor aku sudah melihat Rafi yang berdiri di samping mobilnya menunggu Ana, “hay. . .” sapa Ana. Dan Rafi tersenyum.

“ haloo Kira.” Rafi menyapaku dengan sangat ramah. Aku membalasnya dengan senyum.

“ eh Raf, temen loe gimana?masih dirumah sakit?” Tanya ku pada Rafi kemudian.

“ baru aja gue nganter dia pulang.”

“ ooooo.”

“ kalo loe mau jenguk langsung aja ke appaartementnya.”

“ gak! Loe gak boleh kesana Ra, loe pulang aja, ayok bareng kita.” Sahut Ana dengan tegas, Ana memang sangat menentang banget kalo aku deket dengan pak Arsya. Aku tau kog maksud Ana baik cuman aku kan hanya penasaran aja gimana keadaan Arsya.

“ iya iya gue pulang kok, cuman gue pulang sendiri aja, gak mau gue jadi obat nyamuk.” Aku menyakinkan Ana.

“ kita anterin gak papa.”

“ enggak Ana udah kalian pulang aja.” Aku menyakinkan Ana, dan akhirnya Ana pun akirnya pulang.

Ok serakarang aku akan kerumah pak Arsya, gak ada salahnya kan kalo aku menjenguk dia. Aku membulatkan tekad ku.

*****

~author pov~

“ Na, kamu kog gitu sih?” kata Rafi dalam perjalanan mengantar Ana pulang.

“ gitu apanya ni?”

“ kenapa kamu ngelarang-ngelarang Kira buat jengukin Arsya?”

“ karna pak Arsya itu bukan laki-laki baik buat Kira.”

“ kenapa kamu ngomong kayak gitu, Arsya itu orangnya baik Na.” Rafi tidak terima dengan perkataan Ana tentang sahabatnya itu karna Rafi yakin dengan betul kalo sahabatnya orang yang sangat baik.

“ Rafi, pak Arsya memang orang baik, tapi dia bukan lelaki baik yang tepat untuk Kira.” Ana menjawab Rafi dengan penekanan di setiap ucapannya.

“ kamu gak tau Na, Arsya itu sangat menyukai Kira, selama aku berteman dengan dia bertahun-tahun baru kali ini aku melihat dia mencintai perempuan. Dan asal kamu tau apa yang menimpa dia kemaren sampek masuk rumah sakit itu karna Kira.” Rafi mencoba menjelaskan dengan pelan.

“ karna Kira? Memang kenapa dengan Kira?” ana sedikit tertarik dengan cerita Rafi.

“ Saat hari sabtu Arsya ingin mengajak Kira jalan, dengan keyakinan yang tinggi tanpa membuat janji Arsya dating ke appartemen Kira, namun tak disangka dia malah melihat Kira sedang bersama dengan Bima. Arsya sempat membuntutu mereka dan akhirnya dia tidak tahan melihat Kira dan Bima, dia pulang.

kecemburuannya membuatnya brutal dan menghancurkan seluruh isi rumah nya, dia pun juga melukai dirinya sendiri.” Ana sempat terhanyut mendengar cerita dari Rafi namun dia kembali pada tekatya.

“ tetep aja teman kamu tidak baik, dia itu play boy, suka gonta ganti cewek dan juga parahnya dia gampang banget nidurin cewek.”

“ itu dulu Ana,sebelum dia kenal Kira dengan baik.” Rafi tak mau kalah membela Arsya. “ lagi pula itu masa lalu, dan semua orang juga punya kesempatan untuk berubah.”

Ana menghela nafas, dan dia keukeh tetap tidak suka pada Arsya. Saking serunya ngobrol di jalan smapek mera tidak sadar kalo sekarang sudah sampai di ddepan rumah Ana.

Ana yang sedikit merasa kesal dengan Rafi karna terus menerus membela Arsya dia langsung turun dan masuk ke halaman rumahnya.

“ sudahlah, nanti juga sendiri.” Gerutu Rafi pada Ana, Rafi pun berlalu pergi melajukan mobilnya.

“ kog gue gak di panggil sih dia malah pergi.” Gerutu Ana setelah menoleh ke belakang ternyata Rafi sudah berlalu.

BERSAMBUNG. . .

Like dan Vote jangan lupa readers…

Lop u. . . lop u. . .

1
ARSYAD Ganz
favorit
Devi Kristiana
seruuu
Devi Kristiana
menegang seketika
Devi Kristiana
seru seru
Devi Kristiana
deg deg an
Karunia Pangastuti
sayang banget baru baca pas sudah end. . . keren tor
Karunia Pangastuti
ceritanya menarik banget
Karunia Pangastuti
seru
Devi Kristiana
bima lagi/Shy/
Devi Kristiana
ikut terharu thor/Sob//Sob/
Devi Kristiana
wkwkwkwkk emang boleh separno itu arsya/Facepalm/
Devi Kristiana
mampus kau bima/Joyful/
Devi Kristiana
kedoknya terbongkar
Devi Kristiana
di luar prediksi BMKG si akira
Devi Kristiana
Luar biasa
Devi Kristiana
awokawokawok/Facepalm/
Devi Kristiana
udah mulai panas ni critanya thor
Kasmin Bobihu
makin seru
eka aLendRa
seru
scarlet
merubah karakter dan kebiasaan itu gak semudah mengatakan,,, sex itu sprt candu, buat org ketagihn,, byk org yg sebenarnya baik tp gak bs setia coz mudah sekali tergoda,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!