NovelToon NovelToon
CINTA LUAR BIASA - CHAPTER TWO

CINTA LUAR BIASA - CHAPTER TWO

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Tamat
Popularitas:437.1k
Nilai: 5
Nama Author: laplusbelle

Ini tentang kisah Aura Lika Girindrawardhana dan Aurora Kila Girindrawardhana

Si kembar yang berbeda, sifat dan pilihan pria.

Akankah mereka mendapatkan pria yang seperti ayahnya? Raditya Bayuaji Girindrawardhana?

[sebelumnya harus baca Cinta Luar Biasa part 1]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laplusbelle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

It's Like Being Shot

3 bulan setelah pernikahan Hugo dan Kila dengan bulan madu di beberapa negara yang di kunjungi, akhirnya Kila yang memutuskan untuk kembali ke Berlin, ia mulai jenuh hidup nomaden. Berpindah-pindah dari negara satu ke negara lain, Kila rindu rumah mereka.

Hugo sudah kembali bekerja kantoran sehari setelah kedatangan mereka. Suaminya tidak full mengambil jam kerjanya, sekitar pukul 3 sore tiap harinya Hugo telah sampai di rumah. Higo tidak ingin membuat Kila menunggu lama sendirian di rumah.

Terkadang saat menunggu, Kila berbalas email dengan Radit, ayahnya. Ia tetap membantu Radit dalam pengambilan keputusan produk-produk Girindrawardhana Timberland.

Setelah itu usai, Kila melahap buku-buku bacaannya. Ia kemudian memasak menyiapkan menu makan malam. Menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Tin !

Suara klakson mobil Hugo begitu memasuki pekarangan rumah, menjadi tanda buat Kila jika suaminya telah datang. Dengan buru-buru Kila mencuci tangannya yang baru mengiris bawang. Rencananya ia akan membuat sup daging sapi dan tempe goreng. Tempe di Berlin? Ya ada. Kila akhirnya tahu jika ada toko yang menjual semua barang-barang khas Indonesia, cemilan, mie instan, bumbu-bumbu, ikan asin, dan tempe. Walau tempenya tidak sesegar seperti di Indonesia, karena semuanya di simpan di lemari pendingin selama berhari-hari, namun cukuplah mengobati kerinduan akan makanan khas Indonesia.

Ibu Gayatri nama pemilik toko "Nusantara" yang telah tinggal di Berlin selama 30 tahun bersama suaminya. Tokonya ramai oleh orang-orang Indonesia yang berbelanja, dan menjadi ajang bertemu dengan sesama perantau. Toko berlantai tiga itu, yang lantai bawahnya sebagai mini resto bermeja 3, yang menyediakan makanan khas, seperti nasi goreng, rawon dan lain sebagainya.

"Selamat datang.... " Sapa Kila memeluk Hugo yang terlihat bahagia melihat dirinya di tunggu di depan beranda rumah "bagaimana harimu schatzi?" Lanjutnya mengalunkan manja tangannya di leher suaminya.

"Seperti biasa... Meeting, tanda tangan, berdiskusi dengan beberapa manager" jawab Hugo menyatukan dahi mereka dan mengecup bibir istrinya dengan ringan.

"Lelah?" Tanya Kila menggenggam tangan Hugo, mengarahkan langkah mereka masuk ke dalam rumah.

"Tidak terlalu.. apalagi setelah melihat kekasihku" kata Hugo melirik Kila yang mencepol rambutnya, dengan muka yang polos tanpa menggunakan apapun. Cantik, seperti biasanya.

Hugo memilih mandi, menyegarkan badannya sembari menunggu Kila selesai memasak. Istrinya semakin hari semakin pintar dalam hal urusan dapur, jika mengingat masa lalu mereka, Hugo pasti akan membingkai senyuman simpul, bagaimana seorang Kila hanya mengerti segala sesuatunya semua beres. Tinggal makan, tinggal singgah di warung, restoran. Dan paling sering mereka lakukan menyelinap tengah malam menuju restoran cepat saji, baik saat di Jogja maupun di Bali.

Masa lalu itu, masa remaja mereka jika di ulang dalam ingatan terasa sangat indah. Walau sekarang Kila telah jadi miliknya, namun jaman dulu adalah masa-masa keemasan mereka. Muda tanpa beban, yang mereka tahu hanyalah kuliah yang asal, nongkrong, nonton, berkelahi cari musuh, kelayapan, dan tidur.

...

"Sudah berapa hari kamu tidak keluar dari rumah baby girl, apa tidak bosan?" Tanya Hugo sambil memotong tempe menjadi separuh dan memasukkan dalam mulutnya, rasa asin dan bawang putih bercampur di indera pengecapnya. Ia seperti kembali ke Jogja, dengan menu masakan istrinya malam itu

"Tidak juga... aku senang tinggal di rumah" sahut Kila melemparkan senyuman simpul ke arah suaminya. Mereka memilih makan malam di meja formal, tidak seperti biasanya di meja luar dekat kolam. Ini disebabkan cuaca sudah mulai dingin, sebentar lagi musim dingin akan di mulai di kota ini.

"Besok kita ke kota, berbelanjalah apa yang kamu inginkan Kei... Aku sungguh merisaukan dirimu bosan menungguku di rumah. Kamu juga jenuh jika kita travelling"

"Aku tidak bosan schatzi.. sungguh. Mungkin kita istirahat dulu beberapa bulan dari jalan-jalan ke luar negeri. Tapi berikutnya kita ke USA, menjelang natal. Aku ingin merasakan dinginnya kota New York dan melihat christmas tree di Rockefeller" kata Kila dengan wajah berbinar.

Hugo tersenyum lebar, tangannya mengacak rambut Kila dengan lembut.

"Tapi besok kita ke kota, antar aku ke kantor dan kamu bisa berbelanja setelah itu temui aku di kantor dan kita pergi makan siang bersama. Bagaimana?" Tanya Hugo menatap penuh cinta ke arah istrinya.

Kila pun mengangguk, tersenyum dengan mata menyipit.

...

Usai makan malam mereka memutuskan untuk bersantai di tempat tidur sembari menonton film di televisi. Kila mengambil posisi favoritnya, merebahkan kepala di dada Hugo.

"Kamu menangis baby girl?" Tanya Hugo sambil meraih wajah Kila, yang berlinangan air mata.

"Sedih.... Filmnya. Kalau dia cinta kenapa harus dilepaskan sama pria lain!" Gerutu Kila menatap sengit ke arah Hugo.

"Hei... " Ucap Hugo mencubit pipi istrinya

"Ini seperti kisah cintaku" lanjutnya sambil mengusap air mata.

"Mananya sama? Hah?... Kamu sudah jadi istri kok Kei"

"Tapi kamu pernah ngasih aku ke Dylan!" Kata Kila mendengus kasar.

Hugo tertawa ringan

"Sinii...." Kata Hugo meraih tubuh Kila dalam rengkuhannya "maafkan aku Kei, ini sudah berkali-kali aku katakan. Saat itu aku pikir kamu tidak mencintaiku. Kamu masih memikirkan Dylan, masih ingin kembali dengannya. Jadi aku lepaskan, walau aku sangat mencintaimu"

"Dasar bodoh" geram Kila yang tidak bisa moveon dari kejadian berapa bulan yang lalu.

"Bagaimana kabar dia?" Tanya Hugo sambil membelai lembut rambut Kila.

Kila menutup matanya sambil menikmati sentuhan suaminya.

"Baik.. sepertinya dia baik-baik saja. Aku lihat di sosial medianya yang sering mengunggah foto dengan Mike. Dan istrinya cuma satu foto dipamerkannya. Dylan suka memberikan 'like' pada foto-foto bulan madu kita. Schatzi, kenapa kita membahas pria lain di tempat tidur?" Protes Kila membuka matanya menatap lekat pria bermata sipit itu.

Hugo terkekeh.

"Hanya ingin tahu kabarnya saja..."

Kila mendesis, melepaskan diri dari pelukan Hugo.

"Aku mau tidur..."

"Tidak semudah itu baby girl" kata Hugo menarik agak keras tubuh istrinya.

"Dasar maniak!" Ucap Kila yang selanjutnya tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi. Ada bibir panas membungkamnya.

...

Hugo memberikan Kila mobil Mercedes Maybach berwarna hitam sebagai mobil yang akan di pakainya sehari-hari. Maybach berharga ratusan ribu euro itu tidak sebanding dengan mobil Aston Martin Hugo, yang ditolak Kila untuk mengendarainya. Kila jujur belum bisa membiasakan diri menjadi orang sekaya Navarro.

Mobil ini di pilih Kila sendiri dari showroom pribadi Hugo, yang saat melihat koleksi suaminya, bibirnya tidak bisa mengatup dengan deretan mobil-mobil yang luar biasa. Beberapa mobil yang di produksi terbatas namun ada ikut berjejer rapi dengan mobil lainnya.

Menabrakkan sebuah Aston Martin hal yang kecil bagi Hugo, jika dibandingkan koleksi 1 showroomnya.

"Kamu yang menyetir kan Kei, biar kamu terbiasa dengan jalanan Berlin" kata Hugo membuka pintu penumpang dan mendudukkan bokongnya dengan pelan.

Kila lalu mengikuti Hugo dan duduk di belakang kemudi, matanya menatap dalam ke arah suaminya. Pria berjas hitam bermotif, kemeja putih dan dasi maroon melengkapi penampilan suaminya.

"Kamu seperti malaikat yang sangat keren" puji Kila menyunggingkan senyuman manisnya.

"Terima kasih gombalnya" Hugo terkekeh memberikan ciuman di pipi mulus istrinya.

Kila pun tertawa ringan dan melajukan mobilnya, tak lupa menyetel band favorit mereka, Coldplay. Dengan riang keduanya mengikuti suara Chris Martin memenuhi mobil sedan yang membelah jalanan.

I used to rule the world

Seas would rise when I gave the word

Now in the morning, I sleep alone

*Sweep the streets I used to own

Viva la Vida*-

...

Kila memeluk erat tubuh suaminya, sesaat mobil berhenti di depan lobby kantor Navarro Group.

"Aku mencintaimu Hugo Chan" bisik Kila di telinga suaminya dan memberikan kecupan di pipi Hugo

"Selalu... " Kata Hugo menguraikan pelukan dan mengusap lembut pipi Kila.

Hugo kemudian turun dari mobil dan melambaikan tangannya, sebuah senyuman lebar mengantarkan Kila keluar dari area kantor suaminya.

Kila memilih butik yang berada tak jauh dari toko buku milik Mr. Hans untuk berbelanja, mobilnya pun di parkir di bahu jalan depan toko tersebut. Ia hanya perlu berjalan sekitar 6 toko dari toko Hans, yang nantinya ia akan menunggu Hugo di tempat itu. Suaminya akan datang di antar oleh Mr. Alard.

Setelah memilih beberapa stel pakaian musim dingin yang terdiri dari sweater tebal, coat dan syal yang lembut dan hangat. Kila membayar belanjaannya dengan kartu platinum miliknya. Kartu yang di buat khusus untuk dirinya, dari Hugo.

Kila menenteng belanjaannya bersenandung dengan riang mengikuti suara lagu yang mengalun di handsfree. Ia lalu membuka pintu mobil dan menaruh kantongan belanjaannya di jok belakang.

"Selamat siang Mr. Hans" sapa riang Kila begitu memasuki toko buku berdinding bata kuning itu

"Hai Mrs. Navarro.. apa kabar? Mana Mr. Navarro kenapa dia tidak bersamamu?" Tanya Hans tersenyum lebar melihat Kila, pelanggan favoritnya, gadis Asia yang cantik dan senyuman yang sangat memukau.

"Dia bekerja Hans, tapi nantinya akan ke sini" jawab Kila tersenyum simpul "aku akan mencari novel" lanjutnya menunjuk ke bagian rak sastra.

Hans mengangguk mengiyakan, Hugo Navarro tidak berbohong kepadanya saat mengatakan gadis cantik itu adalah kekasihnya. Sebulan berikutnya berita pernikahan pewaris Navarro Grup menghiasinya surat kabar dan majalah.

Keduanya disukai oleh orang banyak karena kisah cintanya yang rupanya menunggu 7 tahun untuk bersatu.

Bunyi pesan masuk di handsfree membuat Kila mengambil ponselnya, pesan masuk dari Hugo

Sebentar aku sampai baby girl.

Kila mengambil semua buku yang berjumlah selusin dalam genggamannya menuju kasir

"Wow.. kamu bisa membaca ini semua Mrs. Navarro?"

"Iya, pastinya Hans" jawab Kila memamerkan gigi putihnya berbaris rapi sambil menyodorkan kartu debitnya

Hans tertawa ringan, menyambut kartu Kila setelah memasukkan buku-buku sebanyak itu dalam tote bag Nyonya Navarro.

"Thank you Hans" ucap Kila kembali mengumbar senyuman manisnya

Kila melangkahkan kakinya keluar dari toko Hans, sembari melirik ponselnya. Sebentar Hugo akan sampai.

"Woiii ****** !!!" Teriak seorang wanita dari belakang Kila.

Kila berbalik melihat yang meneriakinya, Lilian berdiri tak lebih 10 meter darinya

"Ini untukmu !!" Pekik Lillian meraih senjata api tipe Glock 17 dari handbagnya dan menodongkan ke arah Kila.

Duarrrr!!!!

Dentuman memekakkan telinga, peluru itu bersarang di dada Kila.

Duarrrrr!!

Kembali terdengar

Peluru kedua merobek tubuh Kila yang hanya berapa centimeter dari peluru pertama bersarang

Semuanya gelap dalam sesaat di pandangan Kila

Tuhan, aku belum mau mati...

Tubuhnya pun ambruk ke bumi.

...

Hugo baru saja ingin menelepon Kila saat mendengar bunyi dentuman seperti suara senjata api, jarak toko buku Hans tinggal 50 meter. Matanya nanar menatap keluar ke jalanan, jeritan orang-orang berlari berhamburan.

Duarrr !!

Dentuman kedua, ia melihat tubuh istrinya tersentak ke belakang, lalu roboh ke pedestarian

"Tidakkkkkkk !!" Teriak Hugo histeris melompat turun dari mobil, ia berlari menerjang orang-orang. Matanya tertuju pada tubuh Kila yang terbaring tanpa ada gerakan, darah segar merembes membasahi bajunya.

Hugo berlinangan air mata meraih tubuh Kila.

"Keiiiii !!!!" Pekiknya sambil menatap si pelaku dengan pandangan tajam, dingin, ingin membunuhnya. Emosinya memuncak, besar keinginan Hugo untuk berlari ke arah wanita yang tidak akan ia sebut namanya dan menghancurkan kepalanya saat itu juga. Tapi ia ingat Kila dalam gendongannya ala bridal style yang tidak disukai istrinya, Hugo lalu berlari membawanya ke mobil.

"Mr. Alard RUMAH SAKIT !!!!" pekik keras Hugo dengan hati yang hancur melihat darah yang tak henti keluar dari tekanan tangannya pada dua luka tembak itu.

DUARRRR !!

Dentuman senjata kembali terdengar saat mobil berjalan, Hugo melihat Lillian mengakhiri hidupnya dengan satu tembakan merobek rongga mulutnya.

"Keiiii.... Bertahanlah sayang!! Tolong bertahanlah!!!" Teriak Hugo histeris dengan tubuh tersengal-sengal dan matanya telah banjir air mata yang panas, sangat panas.

###

1
Cicak Speed
nekad lungo Kei
Cicak Speed
sampe keselek2 mas Hugo mesakne rekk
Cicak Speed
kamu kesuweenn Hugo chan
Cicak Speed
sky n Kai
Cicak Speed
melase Hugo dibilang hantu
Cicak Speed
wet q lupa D kenapa Rien rambutnya pirang ya,,emak bapak nya Indo
Cicak Speed
sedihhh...
Cicak Speed
HUGO CHAN NAVARO
🌼mami cia🌼
ini kali ke tiga aq baca hugo-kila sumpah ini sangat2 manis 😀
Wied Indah Widyastuti
Dari semua karya mu ada garis merah yg bisa ku tarik, bahwa hidup ini indah, berwarna, bahagia bila di landaskan oleh saling mengasihi dengan tulus. Drama dan kawan kawan nya itu hanya milik mereka yang belum paham arti hidup yg semestinya. Terima kasih, keluarga adalah fondasi yang utama dlm meniti kerasnya hidup ini. 🤗🥰
Fawas Aficieanna
ni cerita tentang cinta luar biasa hugo ke kila 🥺
Reyma Bustami
kok aq jatuh cinta ya sama CLB 1 ma 2,,,
Reyma Bustami
cwe bnget dia klo dgn rambut hitam, siapa nama asli aktor ini?
Pak Eko
Dylan aja jgn LG Hugo, enak aja jd laki2 n salah sendiri TDK tegas.
lidya makadada
plontos kyknya lebih jantan🤭🤭
susan
hhh.. hembuskan nafas.
susan
duuuh... berkeping2
L A
ini baca yg kedua kalinya .....
tetap ada di novel favorit ...🌹
Radit Girindrawardhana: ohh haiiii 🥳❤️
total 1 replies
L A
penasaran.....tinggi author berapa yah ini semua tokohnya diatas 170 cm hmmmm
L A: 160 kak hehehehe
total 2 replies
ㅤㅤ
terus berkarya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!