Buset dah, siapa yang berani parkir sembarangan disini. Jika begini kan, mobil saya tidak bisa keluar! kesal Henderson seorang pria tampan, yang baru beberapa bulan yang lalu menyandang gelar duda. Setelah Sang istri tercinta Mauren meninggal pasca melahirkan sang putri baby Queen mengisahkan luka yang mendalam.
Hingga sang kakek hendak menjodohkannya dengan seorang gadis berparas cantik bernama Mince Norin yang saat ini bekerja di salah satu Bengkel motor. Apakah Henderson akan menerima perjodohan itu? dan bagaimana hubungan keduanya kelak?
by Morata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Morata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30. AKU YANG MADUL
Nyonya Anjani begitu terhenyak kali ini Lina berani menjawabnya. Padahal selama ini Lina hanya terus menangis jika Nyonya Anjani memanggilnya dan mengatainya wanita mandul.
Saat Lina meninggalkan Nyonya Anjani, Nyonya Anjani pun kepikiran apa yang diucapkan oleh Lina. Dia pun berinisiatif untuk mengajak Devano memeriksakan kondisinya.
Nyonya Anjani meraih ponsel miliknya, berniat menghubungi putranya yang saat ini sedang berada di kantor.
Kring
Kring
Kring
Suara dengan ponsel milik Devano terdengar jelas di telinganya. Suara ponsel itu mengalihkan atensi Devano. Ia yang sedang asyik berkutat di laptopnya, menghentikan sejenak aktivitasnya.
Devano meraih ponselnya dan melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya nomor ponsel Nyonya Anjani. Devano mengerutkan keningnya. Ia begitu terkejut melihat nomor ponsel Nyonya Anjani tiba-tiba menghubungi dirinya di siang bolong seperti ini.
Karena penasaran, Devano pun akhirnya menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya, agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Nyonya Anjani.
"Hallo Ma, selamat siang ada apa menghubungi Devano, siang-siang begini? tanya Devano di dalam sambungan telepon selulernya.
"Mama saat ini berada di rumah sakit, kamu sekarang ke sini."ucap Nyonya Anjani lalu langsung memutuskan sambungan telepon selulernya dengan sepihak setelah memberitahu di mana Rumah Sakit Nyonya Anjani saat ini berada.
Devano yang sedikit panik karena nyonya Anjani mengatakan dirinya sedang berada di rumah sakit, ia langsung bangkit berdiri dari kursi kerjanya.
"Ia berlari keluar dari ruang kerjanya menuju lift. Tampak Tuan Wijaya melihat putranya keluar dengan buru-buru mengerutkan keningnya.
"Mau kemana itu anak lari-lari masuk ke lift?" gumam Tuan Wijaya di dalam hati.
Sementara Devano yang sudah begitu panik Setelah tiba di parkiran mobil ia langsung masuk ke dalam mobil, dan menghidupkan mesin mobil miliknya meninggalkan kantor menuju rumah sakit di mana Nyonya Anjani berada.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih lima belas menit membelah jalanan ibukota, Devano pun akhirnya tiba di rumah sakit.
Terlihat Nyonya Anjani sudah menunggu di sana.
"Ada apa Ma, Mengapa Mama berada di rumah sakit apa Mama sakit? tanya Devano bertubi-tubi.
"Iya Mama sakit, Mama sakit hati karena istri mandul kamu itu mengataimu, diantara Kalian kamu yang salah. Karena dokter mengatakan kalau rahim istrimu itu baik-baik saja. Justru istrimu itu mencurigaimu, kalau kamu yang salah diantara Kalian. Sehingga kalian hingga sekarang tidak memiliki seorang anak."ucap Nyonya Anjani, membuat Devano langsung tertunduk.
"Ayo kita periksakan sekarang, Mama tidak suka wanita mandulmu itu mengatakan kamu yang salah. Mama ingin membuktikannya sekarang juga, kalau kamu itu laki-laki perkasa. Mama tidak ingin wanita itu merendahkanmu.
"Stop Ma! Jangan pernah mengatai Lina wanita mandul. Karena apa yang dikatakan Lina itu benar adanya.
"Akulah yang salah, aku yang tidak bisa memberikan keturunan untuk Lina."sahut Devano membuat nyonya Anjani langsung terdiam.
"Tidak! Kamu pasti berbohong, tidak mungkin kamu impoten."ucap Nyonya Anjani tidak percaya akan apa yang diucapkan oleh Devano.
"Iya ma, selama ini Devano menolak memeriksakan kondisi Devano bersama Lina. dengan berbagai macam alasan. Karena Devano tidak ingin Lina meninggalkan Devano dengan kondisi Devano yang sebenarnya.
Tetapi diam-diam Devano memaksakan kondisi Devano yang sebenarnya, dan dokter menyesalkan kalau Devano yang selama ini tidak dapat memberikan keturunan untuk Lina."ucap Devano
Bagai petir di siang bolong, Nyonya Anjani langsung terdiam lalu air bening mengalir begitu deras di wajahnya yang sudah mulai memiliki keriput di wajahnya.
"Tidak, tidak mungkin kamu mandul!"
"Devano juga tidak menginginkan ini terjadi kepada Devano. Devano merasa laki-laki yang tidak ada gunanya, tapi Devano berusaha untuk tegar, agar Lina tidak mengetahuinya dan Lina tidak meninggalkan Devano.
Oleh karena itulah, selama ini Devano tidak pernah meninggalkan dan memiliki niat untuk menikah lagi seperti yang Mama inginkan. Coba Mama pikir wanita mana yang akan mau menikah dengan Devano jika mengetahui kondisi Devano yang sebenarnya.
Tak akan ada wanita yang mau menikah dengan Devano Ma, jika mereka mengetahuinya dari awal kondisi Devano. Kini Devano tidak dapat membendung air matanya. Ia pun merasa bersalah menutupi kondisinya kepada istrinya, Sehingga istrinya yang menanggung beban itu sendiri dikatai dan dihina oleh ibunya sendiri di mana-mana.
Nyonya Anjani seolah tidak terima. Ia pun berlalu meninggalkan Devano begitu saja di rumah sakit, dan menaiki taksi yang kebetulan melintas di sana dan meminta kepada sopir taksi itu untuk segera menghantarkannya ke rumah utama keluarga Wijaya.
*****
Persiapan pernikahan Henderson dengan Norin sudah 80%. Norin meminta kepada Tuan Samera dan nyonya Carlota Kalau acara pernikahan mereka dilaksanakan secara sederhana.
Nyonya Carlota menyanggupinya, tapi diam-diam Nyonya Carlota dan Tuan Samera mempersiapkan pernikahan yang begitu mewah untuk putra dan calon menantu mereka.Tampa sepengetahuan Norin sama sekali, tapi sepertinya Henderson mengetahui rencana kejutan yang diberikan oleh Tuan Samera dan Nyonya Carlota untuk sang menantu.
Tapi Henderson membiarkan begitu saja, dia membiarkan kedua orang tuanya untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Tidak ada niatan untuk melarang kedua orang tuanya melakukan yang terbaik untuk mereka.
"Ce, ada kabar aku dengar kalau kamu akan menikah, Apa yang kamu katakan tempo hari benar adanya, kalau kamu dijodohkan dengan pria kaya itu?"tanya Michael kepada Mince Norin saat Mince Norin tiba di bengkel.
Mince Norin yang membuka helmnya. "Kamu itu kalau melontarkan pertanyaan, seharusnya kamu biarkan aku duduk dengan santai dulu."
Jangan datang-datang sudah langsung disambut dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak berbobot itu."ucap Mince sambil mengerucutkan bibirnya. Kesal saat sahabatnya itu mengingatkan dirinya akan perjodohan nya dengan Henderson.
"Iya maaf maaf, princess silakan duduk."ucap Michael mempersilahkan Norin duduk di tempat duduk yang ada di sana.
"Katakan kepadaku yang sebenarnya, Apa benar perjodohan itu benar-benar dilaksanakan?"tanya Michael penasaran
Norin mengganggukan kepalanya sembari menjerit menangis memeluk sahabatnya itu.
"Cup.... cup....cup, jangan menangis princess, Nanti cantiknya hilang."ucap Michael sambil mengelus pundak sang sahabat.
"Ih aku juga mau dipeluk tuh."gerutu Ricky yang merasa protes karena saat ini Michael sedang berpelukan dengan wanita cantik seperti Norin.
"Diam lo, ikut-ikutan saja, nggak tahu nih princess kita lagi sedih."sahut Michael sambil menatap Ricky dengan tatapan kurang bersahabat.
Cie illeh.... princess menangis, biasanya princess paling cerewet dan tidak mau kalah jika berbicara. Tapi mengapa hari ini sepertinya princess Kurang semangat dan justru sedih seperti ini? tanya Ricky.
"Kamu ini, tidak tahu apa memang pura-pura tidak tahu?" gerutu Norin dan Michael menatap Ricky dengan tatapan membunuh.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA TEMAN EMAK.
semuga maorin dan bayi nya selamat🤲
lanjut kakak yg semangat up-nya. uji dulu tu si nenek peot buat dia sakit lalu ga ada yg perhatikan, baru deh kasih Lina tu yg rawat. bisa tidak dia berkutik .