Tentang seorang gadis yang memiliki trauma akan sebuah keluarga, yang menjadikan nya seorang anak jalanan.
Hidup bebas dan urakan, sering terjebak perkelahian, balapan liar hingga kejaran polisi.
Eleena Sora, harus di kirimkan ke sebuah tempat yang sangat jauh dari dunianya.
Sebuah tempat yang menurut keluarganya bisa membuat nya menjadi lebih baik. Namun, justru terlihat seperti neraka bagi Eleena.
Sanggupkah Eleena bertahan dan bisa menjadi seperti yang keluarganya harapkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jerry
...~Happy Reading~...
"Jaga mata lo woy!" seru Eleena yang langsung menutup mata sahabat nya dengan satu pack roti tawar yang ia ambil di depan nya.
"Anjirrr, Eleena sialan!" pekik Sarah dan langsung menepis kasar sebungkus roti tawar di depan nya.
Eleena tidak menanggapi kemarahan Sarah, ia berjalan menghampiri laki laki yang sejak tadi memanggil nya di ujung lorong.
"Ada apa?" tanya Eleena yang kini sudah menatap Yusuf di depan nya.
"Apakah masih lama? Aku mendadak ada urusan," ujar Yusuf seraya menatap jam di tangan nya.
"Masih lama!" seru Sarah dari kejauhan dan langsung menghampiri ke arah Eleena dan Yusuf.
"Maaf—"
"Ah, kenalkan nama saya Sarah," ucap Sarah sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat dan berkenalan.
Di luar dugaan Sarah, Yusuf justru hanya tersenyum menganggukkan kepala nya sambil mengantupkan kedua tangan nya di dagu.
"Yusuf!"
Sarah sedikit kecewa lantaran jabatan tangan nya di abaikan oleh Yusuf. Namun, hal itu justru malah membuat Eleena tertawa terbahak bahak.
"Buahahaha, mending lo pegangan sama Jerry noh!" titah Eleena masih dengan tawa nya hingga membuat Sarah semakin mendengus kesal.
"Perasan tangan gue gak kotor deh!" cetus Sarah menghela napas nya kasar.
Mengabaikan ocehan Sarah, Eleena kembali menatap ke arah Yusuf, "Kalau kamu mau pulang, pergilah dulu. Aku akan pulang sama mereka,"
Sejujurnya Yusuf tidak rela. Ia sedikit takut jika Eleena akan kembali kabur. Namun, ia juga tidak bisa berlama lama di sana, lantaran ada pekerjaan yang mendadak.
"Pergilah, Eleena biar gue yang urus," ucap Jerry yang tiba tiba datang dan ikut bersuara hingga membuat Yusuf langsung mendongak dan menatap ke arah laki laki yang kini berdiri tepat di tengah tengah Sarah dan Eleena.
"Maaf, kalian bukan mahram, bisa tolong sedikit jaga jarak!" ujar Yusuf dengan suara lembut nya sambil melirik ke arah dimana Jerry yang berada sangat dekat dengan Eleena.
Bukan hanya dekat, bahkan tubuh mereka berdempetan sehingga terlihat seperti Jerry tengah memeluk dua wanita sekaligus.
"Jangan berlebihan bro, kita sudah—" Belum sempat Jerry menyelesaikan perkataan nya, tiba tiba Eleena sudah lebih dulu menghindar dan memberikan jarak dari laki laki tersebut.
"El!"
"Sorry Jer, dia benar. Bukannya tadi lo yang bilang, kalau gue—"
"Aku!" potong Yusuf dengan cepat meralat ucapan Eleena.
Seketika itu juga, Eleena langsung menghela napas nya berat, "Iya aku!"
"Sorry Jer, tapi tadi bukan nya kamu yang bilang, kecantikan ku akan seratus persen jika aku memperbaiki akhlak ku. Dan salah satu nya ya dengan menjaga jarak dengan lawan jenis, kurasa begitu," imbuh Eleena panjang lebar meralat ucapan nya.
"Iya tapi gak sama gue juga El, dan kenapa lo bisa langsung nurut banget sama dia. Di suruh jaga jarak sampai ubah kata segala, astaga!" keluh Jerry mengusap wajah nya dengan kasar.
Baginya, Eleena benar benar sudah sangat berubah. Mengapa dia selalu mendengarkan sosok laki laki yang baru saja datang itu. Padahal, dulu mereka cukup dekat.
Sering balapan bersama, bahkan clubing juga bersama, tapi sekarang mereka seperti orang asing sampai harus jaga jarak dan menyebut kata aku-kamu.
"Dia guru aku, dia yang mengajari ku tentang agama. Jadi, tolong hargai itu," jawab Eleena dengan tegas.
"Ele, ayo pulang!" panggil seorang gadis yang tiba tiba berada di belakang Yusuf dan Eleena.
"Mai!" gumam Eleena langsung menganga lebar saat melihat sahabat nya sudah mendorong sebuah troli besar dengan belanjaan penuh hampir tak muat.
Yang kekeuh ingin keluar dan berpura pura belanja kan Eleena. Namun mengapa justru Maira yang memborong begitu banyak sampai troli nya penuh dan hampir tak muat, pikir Eleena..
...~To be continue.... ...