NovelToon NovelToon
Legenda Cincin Penguasa

Legenda Cincin Penguasa

Status: tamat
Genre:Action / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:793.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kamal Fauzi

Petualangan Pendekar Muda yang sangat berbakat namun tidak pandai memahami kehidupan.

Hingga akhirnya dia mengalami berbagai pertemuan dan perpisahan dalam hidupnya.Dapatkah dia menemukan arti dari kehidupan yang penuh pertarungan yang di jalaninya dengan menggunakan pusaka cincin penguasa yang memiliki kekuatan penghancur yang sangat besar?


Jika ada kesamaan nama,tempat dan kejadian mohon di maklumi karena cerita ini bersifat fiktif.Terima kasih dan selamat membaca bagi yang membacanya......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kamal Fauzi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siasat Arjunta

Arjunta yang terbangun tersenyum melihat Isyana berdiri di dekatnya. Betapa bahagianya dia melanjutkan hidupnya hari ini.

" Nona Isyana, wajahmu benar benar indah". Arjunta berdiri memandangi wajah Isyana.

Isyana yang masih memikirkan perasaan Sena. terkejut dengan perkataan dan tingkah laku Arjunta.

"Tuan Arjunta, sebaiknya hari ini kita berangkat menuju Kota Birawa". Isyana mengalihkan pembicaraan agar Arjunta berhenti menggodanya.

"Baiklah Isyana !!! Kemanapun kau pergi, daku akan selalu menjagamu". Arjunta tersenyum genit ke arah Isyana. Adegan mereka berdua terhenti mendengar suara hentakan - hentakan diluar rumah.

Mereka berdua melihat Sena melakukan latihan memperkuat tubuh dan menyerap tenaga dalam. Isyana yang melihat Sena seakan mulai merasakan sesuatu yang berdesir dihatinya.

" Dia bagaikan monster, umurnya mungkin sekitar 17 tahun namun tenaga dalamnya sudah mencapai tingkat langit". Arjunta menggelengkan kepalanya melihat Sena. Pantas saja dia dapat berkembang secara cepat melihat latihan yang dia lakukan.

Kini dia melirik ke arah Isyana yang memandangi Sena penuh arti. Timbul rasa cemburu melihat tatapan gadis di sampingnya.

" Apakah kamu menyukainya? ". Arjunta menghela nafas panjang memberanikan diri bertanya. Isyana salah tingkah mendengar pertanyaan Arjunta.

"Tidak, Kupikir dia sangat membenciku. Oh ya 2 jam dari sekarang kita akan berangkat. beritahu juga pemuda itu ". Isyana mencoba untuk tenang dan berjalan masuk kembali ke kamarnya.

***

Suasana kota Rando setelah terjadi pertempuran kembali ramai. Lalu lalang pedagang dan pendekar memenuhi jalan di Kota ini.

Terlihat Sena, Isyana dan Arjunta menyusuri Kota Rando. Isyana sedikit risih melihat Arjunta selalu mendekat dan mengajakya bicara sedangkan Sena hanya berjalan 2 meter di belakangnya.

Hari ini Isyana memutuskan menuju kota Birawa menemui pamannya. Sebelum melakukan perjalanan panjang mereka bertiga masuk ke rumah makan.

"Isyana dan Sena !!! Kita makan disini saja, biar saya yang mentraktir kalian". Dengan senyum menggoda, Arjunta mengajak Sena dan Isyana.

Isyana awalnya biasa saja tapi setelah beberapa lama dia mulai agak terganggu dengan tatapan orang orang kota Rando. Sejak keluar dari Kediamannya hingga masuk di rumah makan ini banyak tatapan kebencian yang mengarah kekelompoknya.

Arjunta dan Sena tidak mempedulikan hal itu, walaupun mereka mengetahui penyebab tatapan tatapan itu. Arjunta hanya bersyukur karena tidak ada pihak yang berani menyerang mereka.

Arjunta memandangi Sena yang hanya sibuk mengunyah makanannya tanpa peduli keadaan di sekitarnya.

" Itu dia pemuda yang menjadi Buronan Kerajaan"

" Pemuda itu mampu melawan Seorang Tumenggung"

"Dia yang telah melumpuhkan anak Tuan Praba Aji".

Terdengar berbagai komentar komentar melalui bisikan pengunjung mengenai Sena. Banyak pendekar pengelana mengetahui identitas Sena namun tak berani mencari masalah dengan pendekar Tingkat langit seperti Sena.

Mereka bertiga bergegas meninggalkan rumah makan setelah menyantap makanan. Kali ini Arjunta mengajak mereka terlebih dahulu ke pasar. Isyana hanya terus berjalan dengan rasa penasaran. Dia sesekali berbalik memandangi Sena yang masih terus mengikutinya dari belakang.

"Kalian tau mengapa penduduk kota ini memandangi kita?". Isyana memberanikan diri bertanya karena penasaran.

"Hmmmm Mungkin baru kali ini melihat bidadari yang berjalan". Goda Arjunta yang mengedipkan matanya ke arah Isyana.

Isyana hanya tersenyum kecut menghadapi godaan Arjunta. Tiada gunanya dia bertanya kepada kedua pria ini. Mereka terus berjalan menuju pasar.

Arjunta membeli sebuah kereta kuda kecil sebagai kendaraan menuju kota Birawa.

" Sena !!! Apakah kamu bisa menjadi kusir ?". Arjunta mulai menjalankan rencananya supaya lebih dekat dengan Isyana. Bila Sena menjadi kusir maka dia dan isyana bisa duduk berhadapan dibelakang kusir.

Namun harapan tinggal harapan, melihat Sena menggelengkan kepala, mulutnya terbuka karena tidak percaya. Mana ada pendekar hebat tidak bisa mengendalikan kuda.

"Sena tidak tahu, lebih baik saya yang jadi kusir". Isyana menimpali pertanyaan Arjunta.

Arjunta hanya menghela nafas panjang. Sebagai laki laki, bagaimana mungkin dia membiarkan seorang perempuan menjadi kusir kereta untuk mengangkut 2 laki laki.

" Baiklah, saya yang jadi kusir saja". Arjunta terkulai lemah.Namun tiba tiba terjadi kericuhan di pasar Kota Rando.

" Dasar pedagang miskin, Jika tidak bisa bayar pajak jangan berjualan disini". Hardik seorang pria yang bertugas sebagai pengawas pasar, kemudian hendak melayangkan pukulan ke wajah nenek tua yang menangis.

"Berhenti". Teriak Isyana dengan wajah geram.

Sejak kecil Isyana dibimbing oleh ayahnya untuk selalu menolong dan menghargai jadi ketika melihat sesuatu yang menyimpang dari hati nuraninya. Dia akan selalu mencoba menghentikannya.

Ketiga pria itu sejenak memandangi Wajah cantik Isyana namun hawa ketakutan langsung merasuk ketubuh mereka melihat Sena dengan tatapan tajam berjalan menuju mereka bertiga.

Isyana menaikkan alis melihat ekspresi ketakutan 3 pria yang terlihat bengis setelah melihat Sena. Bahkan ketiga pria itu bersujud menangis memohon ampun.

"Ternyata bukan karena tidak menjadi pendekar seseorang bisa berbuat semena - mena, tapi karena masih memiliki hati yang jahat. Tapi sayang, saya tidak bisa membunuh kalian, hanya bisa membatasi kejahatan yang kalian perbuat". Gumam Sena mengeluarkan aura kegelapan dari tubuhnya. Ketiga pria yang pernah menjadi pengawal Hartanta Praba itu berteriak kesakitan saat aura yang mirip kabut hitam menyelimuti tubuh mereka.

"Akhhhhhhh!!!!!! ampunnnn".

Kaki dan Tangan mereka remuk mengeluarkan darah melalui pori pori kulit. Ketiga Pria yang sebelumnya kehilangan pusat tenaga dalam itu di pastikan akan cacat seumur hidup tanpa bisa menggunakan kedua kaki dan tangannya.

1
Bang Haji
Ini cerita novel terbaik yg pernah saya baca... Luar biasa..
Daryus Effendi
justru bertele tele membosankan thor
Feri Hermanto
Luar biasa
Rahman Hartomo
guuru letoy
Asep Tile
Duh bos harusnya sena itu ama anak raja biar endingnya lebih pas. Kan putri raja punya tubuh abdi
Sak. Lim
kox smbong arogan sic mc nya jdi mles bacanya
Sak. Lim
munafik mc nya lebay
Ruslan Koban
ceritanya bagus mohon di lanjutkan
Zarabex
lanjut Thor 👍 mantap
Suparno Suparno
menurut Saya ceritanya bagus dan terarah . g melenceng dari judulnya ....Saya Suka...
𝙕𝙯𝙯: mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
Indra Kirana
cerita nya nggak tau mana awal mana akhir
Andang Yuliyanto
bagus


nagus...bagus
Sigit Purnomo
wow nasi bakar joooooossss
Sigit Purnomo
ojoooooossss
Sugiri
sunggguh luar biasa kekuatan sena seorang diri mampu memporak porandakan ratusan pasukan topeng perak lanjut
Sugiri
benar 2 sangat seru pertempuan sena melawan topeng mas
Sugiri
sadis ngeri kelakuan sena membantai mahluk binatang buas
Sugiri
pantesnya dujuluki pendekar salju
Sugiri
isnaya diam2 menaruh hati sama sena trlihat sekali dengan sikapnya kasian deh luo ajunta.
Sugiri
terungkap sudah trnyata arya sena keturunan dari keluarga trhormat siapa kedua orang tua arya kenapa dititipkan bi ratih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!