Bagaimana, jika kau seorang istri yang tidak pernah di perkenalkan ke publik dengan alasan yang menurut mu tidak masuk akal.
Bahkan, kamu juga tidak mengetahui bahwa pria yang menjadi suami mu telah memiliki istri lain selain diri mu dan kamu hanya sebatas istri simpanan dan di jadikan seseorang untuk mengandung benihnya saja.
Raka Jagad Pramudia, Sosok pengusaha ternama yang menikahi seorang gadis 20 tahun dan hanya di sembunyikan dari banyak orang.
Sandra Larisa, Sosok gadis berusia 20 tahun yang terpaksa menikahi pria yang ternyata sudah memiliki istri lain selain dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bercerai
Di saat Sandra tengah menikmati hidupnya di luar sana bersama para pembantu rumah merek Nia dan Nina, lain pula dengan yang Raka tengah uring-uringan dan berpikir panjang.
Kapan dia akan menyelesaikan masalahnya dengan Monica dan hidup dengan tenang bersama Sandra?
Brak!
" Tidak bisa kah bersikap lebih baik Monica? ini perusahaan ku dan ini ruangan kerja ku. Jamu harus bersikap sopan di sini." Monica hanya tertawa saja mendengar kata sambutan dari Raka.
Dia tidak menyangka jika akhir-akhir ini Raka semakin menjauh darinya.
" Aku penasaran apa yang telah kamu ceritakan kepada mama dan papa mu hingga mereka terbang dari Singapura ke Jakarta hanya untuk menanyakan apakah aku mengurus kamu dengan baik atau tidak." Raka sudah menduga ini pasti akan terjadi.
Monica tidak semudah itu untuk di ajak bicara dan mungkin saat ini adalah waktunya untuk dia membicarakan tentang perpisahan mereka.
" Pesankan dua gelas ice cappucino latte dan beberapa cake ke ruangan ku."
" Apa kita sedang merayakan pesta ulang tahun? Apa ini ada kaitannya dengan simpanan mu itu? Uppss ..rasanya terlalu baik sekali aku menyebutnya wanita simpanan. Apa aku harus menyebutnya pelacur?" Tanya Monica pada Raka.
Raka sendiri dia tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita berpendidikan seperti Monica dengan mudah mengatakan hal seperti itu.
Bisa-bisanya Monica mengatakan Sandra wanita simpanan dan pelacur seperti itu.
" Sebenarnya apa yang kau inginkan Monica? kau selalu berlagak seolah aku harus menurutimu dan ikut dengan aturanmu. Sementara di sini akulah kepala keluarganya. Aku suamimu jika kau masih mengingat itu." Tekan Raka.
Dia bahkan sudah siap berperang kata dengan Monica saat ini jika memang itu yang diinginkan istrinya.
" Kau mengatakan seolah kau adalah suamiku, sementara kau sendiri melupakan istrimu yang berada di rumah dan lebih menikmati hari-harimu bersama wanita. Apa aku salah?"
" Jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang kau perbuat sendiri Monica. Seharusnya kau sadar apa yang harus kau perbuat untukku sebagai seorang istri. Kau tidak pernah melakukan hal sekecil apapun termasuk mengikat dasiku." Ternyata ini lagi yang mereka bahas.
" Kenapa setelah menjelang 4 tahun pernikahan kau baru membahasakan ini denganku. Kenapa setelah saat menemukan wanita lain kau baru menginginkan perhatian lebih dariku sementara selama ini tidak seperti itu. Apa aku harus sujud syukur atau bersimpuh di hadapan wanita itu yang telah menyadarkan suami ku? atau aku harus memberikan salam perkenalan karena telah berhasil merebut suamiku." Monica tersenyum miris melihat Raka yang terus-terusan saja mengungkit tentang pelayanan sebagai seorang istri.
" Sudah aku katakan jangan pernah menyalahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri Monica. Seharusnya aku maafkan ini sejak dulu karena aku tidak pernah mencintaimu.Saku sudah berusaha selama 4 tahun ini untuk mencintaimu namun kenyataannya aku tidak bisa sama sekali mencintaimu karena memang aku tidak pernah mencintaimu Monica."
" Omong kosong macam apa ini Raka!" Suara Monica mulai meninggi. Dia tidak terima saat akan membicarakan hal ini terus-terusan dan terus saja mengatakan bahwa dia tidak mencintainya.
Mereka hidup di zaman modern dan mereka tidak membutuhkan cinta dalam sebuah pernikahan. Jadi untuk apa membicarakan soal cinta sementara mereka tidak membutuhkan itu sama sekali.
" Mari kita bercerai!"
Jeder!
Tubuh Monica memegang kaku seperti tersambar petir di siang bolong saat mendengar tiga kata yang keluar dari bibir Raka yang mampu menghancurkan seluruh angan dan impian.
" Apa kau kurang tidur semalam? omong kosong macam apa ini? kau berkata ingin bercerai denganku seolah tiga kata yang kau sebutkan itu tidak berarti apapun di sini. Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan itu?"
" Ya! Aku sandal dengan apa yang aku katakan dan aku benar-benar sadar dan tidak dalam keadaan mabuk saat mengatakan ini padamu. Aku akan menceraikan mu dan membiarkanmu hidup bebas di luar sana sesuai dengan yang kau inginkan tanpa harus memikirkan ku lagi. Aku akan membebaskanmu dari tugas yang harusnya memang kau kerjakan untukku. Jika soal nafkah kau tidak perlu takut karena aku tidak akan melupakan hal itu walau kau sudah tidak lagi menjadi."
Prang!
Monika mengamuk dan melemparkan vas bunga yang ada di meja ruang kerja suaminya.
Dia tidak menyangka jika apa yang dipertahankannya selama ini akan hilang begitu saja dari genggaman tangannya.
" Kau gila Monica!" Umpat Raka yang tidak menyangka jika Monica bisa melakukan hal ini padanya.
" Ya! Aku memang gila dan kah yang membuat ku gila! Kau Raka!" Tunjuknya dengan penuh emosi pada tubuh pria tampan di depannya saat ini.
...🤍🤍🤍...