Menceritakan tentang seorang gadis bernama Rachelia Edward yang harus hidup dengan menyembunyikan identitasnya karena sebuah perselisihan yang dapat mengancam nyawanya.
Ketika ia berusia 19 tahun, terungkap fakta mengejutkan mengenai kematian orang tuanya. Dengan berbekal kemampuan IT yang ia miliki, Michel mulai menjalankan rencana balas dendamnya. Namun, di tengah rencana, Michel justru di pertemukan dengan Calvin Archer, pria yang berhasil mencuri hatinya, namun memiliki rahasia yang berhubungan dengan misi balas dendam Michel.
Lalu manakah yang akan di pilih Michel, cinta atau misi balas dendam?
Yuk baca cerita lengkapnya.
Sebelum baca jangan lupa subscribe/favorite, dan tinggalkan jejak like dan koment yah agar Authornya semangat 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UQies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30 Undang Pengacara
Di DA Group
Pagi ini, William benar-benar dibuat pusing dengan berita yang tiba-tiba muncul dan menghebohkan publik. Pasalnya, setelah berita itu muncul, ponsel William tidak pernah berhenti berbunyi.
Para rekan bisnis Darold menelfonnya secara bergantian, belum lagi para wartawan berita lain yang ingin mengetahui kebenaran berita itu secara langsung.
"Oh ya ampun, bisa-bisa aku segera masuk panti jompo jika seperti ini terus," gerutu William di dalam ruang kerjanya semvari menjambak rambutnya sendiri.
Tak lama setelah itu, ponsel William kembali berbunyi. Rasanya William ingin segera membanting ponselnya karena merasa frustasi, namun segera ia urungkan niatnya saat melihat siapa yang menelfonnya.
"Leni? ada berita apa kali ini?" monolognya lalu segera mengangkat telfonnya.
William cukup lama berbicara dengan Leni melalui telfon. Leni merupakan salah satu anggota Black Wolf yang ditugaskan bekerja di firma hukum Dex untuk memata-matai Thomas selaku pengacara kepercayaan Edward. Leni sudah cukup lama bekerja disana, bahkan sebelum Edward dan istrinya meninggal.
Raut wajah William semakin bertambah khawatir setelah berbicara dengan Leni. Tak ingin menunggu lama, William segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya untuk menemui Darold yang juga saat ini sedang berada di ruangannya.
"Selamat pagi tuan," sapa William sambil menunduk sopan.
"Bagaimana berita pagi ini Will, apa sudah kau tangani?" tanya Darold yang saat ini sedang memeriksa berkas untuk ditanda tangani.
"Maaf tuan, saya sudah menghubungi pemilik situs berita itu, namun katanya, mereka tidak pernah memposting berita itu di situs berita onlinenya, ada kemugkinan situs berita mereka di hack. Mereka juga tidak bisa menghapus berita itu karena sistemnya akan error saat mereka mencoba menghapusnya," terang William, dan itu berhasil membuat Darold menghentikan pekerjaannya saat ini.
"Hubungi pengacara Gery untuk menyelesaikan masalah ini segera!" perintah Darold.
"Saya sudah menghubunginya tuan, tapi ada yang harus anda ketahui saat ini tuan."
Darold mengerutkan keningnya, "katakan, Wil!" seru Darold.
"Saya baru saja mendapat laporan dari Leni, bahwa baru saja tadi pagi, ada wanita muda yang datang untuk menemui Thomas,"
"Apakah Leni mengetahui namanya? bagaimana ciri-cirinya?" sela Darold penasaran.
"Sayangnya wanita itu tidak memberitahukan namanya tuan, tapi kata Leni, dia memiliki tubuh tinggi, kulit putih, rambut coklat panjang, memakai setelan biru navy, dan memakai kacamata hitam," terang William.
"Panggilkan Fino kesini sekarang, Wil, aku ingin melihatnya langsung melalui CCTV!" perintah Darold.
"Baik tuan," sahut William, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Fino yang saat ini sedang berada di markas Black Wolf.
Tak berselang lama, Fino kini telah berada di ruangan Darold. Oleh Darold, Fino diperintahkan untuk meretas CCTV yang berada di firma hukum Dex, Darold ingin melihat langsung wanita itu. Namun sayangnya, di CCTV tidak ada sama sekali jejak wanita dengan ciri-ciri seperti yang disebutkan oleh William.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Darold bingung.
"Sesuai kecurigaan kita tempo hari tuan, orang ini adalah orang yang sama dengam orang yang mengirimkan surel kepada rekan polisi anda, dia memang sangat lihai dalam menggunakan komputer dan meretas. Dan CCTV di firma hukum Dex sepertinya juga telah ia retas dan manipulasi, sehingga keberadaannya disana tidak tertangkap oleh kamera CCTV" papar Fino.
"Ck, siapa sebenarnya orang ini, jika dia wanita, sangat besar kemungkinannya dia adalah Rachelia Edward," gumam Darold seraya memijit pelipisnya.
Hening sejenak, ketiga orang di ruangan itu larut dalam pikiran masing-masing.
"William?" Darold kembali buka suara.
"Iya tuan," jawab William tegas.
"Undang pengacara Thomas ke tempat rahasia kita, sepertinya kita perlu bernegosiasi dengannya," perintah Darold seraya menyeringai licik.
"Baik tuan," jawab William yang paham akan maksud Darold dengan kata mengundang.
--
Calvin sama sekali tidak mengetahui tentang masalah yang sedang dihadapi oleh ayahnya saat ini, karena Calvin sendiri saat ini tengah berada dalam perjalanan menuju tempat yang di tulis Michel. Calvin tak ingin menunggu lama, ia benar-benar ingin mengetahui apa yang terjadi pada ibunya.
Sebelum pergi, Calvin telah meminta izin kepada Darold bahwa untuk saat ini ia ingin nginap di hotel karena ingin fokus menyelesaikan tugas akhrinya, namun ia pergi sejak malam tadi saat Darold sedang tidur, sehingga Darold tidak tahu apa saja yang di bawa Calvin pergi malam itu.
Karena Calvin tidak pernah melihat sang Ibu, maka ia membawa seorang wanita paruh baya yang merupakan asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja di mansion Darold, sehingga sudah pasti ia pernah saling bertemu dengan ibunya. Ia juga membawa serta dua orang bodyguard kepercayaannya yang selama ini bertugas menjaga rumahnya.
Selain itu, Calvin juga membawa banyak persediaan makanan dan beberapa alat tidur dan pakaian. Ini sengaja Calvin lakukan karena ia sendiri tidak tahu tempat seperti apa yang akan dia datangi, Calvin hanya tahu bahwa tempat itu adalah tempat terpencil karena titik koordinatnya mengarah pada sebuah tempat yang jauh dan hanya terdiri dari beberapa rumah saja.
"Aku akan mencari ibuku terlebih dahulu, dan setelah ini, aku akan kembali untuk mencarimu Michel. Semoga kita masih sempat bertemu setelah ini, karena urusan kita belum selesai, masih banyak yang ingin aku ketahui tentangmu," batin Calvin sambil menatap keluar jendela.
-Bersambung-
Jarak tempuh indonesia ke washington dc itu setau saya sekitar 23jam. Apa iya, indonesia washington cuma 14jam ? hanya koreksi aja sih ..maaf ya 🙏