Tania seorang gadis manis dan ceria adalah anak seorang Profesor yang bernama Zakaria. Dia gagal menikah karena rombongan calon pengantin laki - laki mengalami kecelakaan dalam perjalanan.
Kejadian tersebut membuat ayah Tania terkena serangan jantung dan dirawat di rumah sakit. Takut Tania akan sendirian, sang ayah meminta mantan muridnya Galih untuk menikah dengan putri semata wayangnya. Galih adalah seorang pegawai kantoran yang introvert, culun dan pemalu.
Bagaimana kisah cinta Tania dan Galih selanjutnya? Ikuti kisah cinta mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tabir Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
Tak berapa lama, Galih pun sampai di tempat bengkel Rendi lalu melepas mantel.
"Istrimu ada di dalam menunggu dari tadi." ujar pemilik bengkel tersebut yang memang menginap di bengkel tersebut.
"Terimakasih."
Galih berjalan masuk ke dalam bengkel dan melihat Tania duduk sendirian seraya membawa teh saat karyawan pemilik bengkel itu lewat.
"Selamat malam Tania! Kupikir kamu sudah lupa dengan Rendi sang pujangga cinta!" sapa Galih berjalan menghampiri Tania dengan gaya narsisnya.
Tania langsung menoleh ke kiri saat melihat Galih datang dengan perasaan gelisahnya.
"Pernyataan cintaku padamu apakah sedikit mengganggumu? Oh, lupakan kejadian itu semua dan minum teh hangat ini agar badanmu lebih hangat." ujar Galih saat berada di depan Tania dengan posisi jongkok.
Tania merasa heran akan sikap Rendi yang seolah tak terjadi apa - apa setelah kejadian waktu itu.
"Ada apa Tania? Apakah ada masalah, kenapa kamu menatapku seperti itu?" tanya Rendi bingung seraya tersenyum canggung menutupi hatinya yang saat ini sedang berdebar.
"Bagaimana kamu bisa begitu bahagia Ren, setelah apa yang terjadi!" tukas Tania yang masih bingung dengan sikap Rendi.
"Bagaimana bisa kamu mencintaiku tanpa mengharap balasan cinta dariku. Apakah kamu tidak merasakan sakit dalam hatimu saat mencintai sesesorang?" tanya Tania lagi dengan wajah sedihnya.
"Sakit! Cinta itu karunia dari Tuhan, jadi bagaimana bisa ada rasa sakit dalam cinta. Tentang mengharapkan balasan cinta, cinta itu tidak harus terbalas Tania." jawab Rendi dengan tenang dan tanpa memikirkan perasaan wanita yang ada di depannya yang ingin mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari Rendi.
"Begini Tania, aku jatuh cinta padamu karena saya telah melihat dirimu dalam setiap sholat dan doaku setiap hari. Kalau kamu melihat seseorang dalam sholat dan doamu, kamu pasti akan jatuh cinta padanya. Hanya itu saja." ujar Rendi menasehati Tania.
"Sekarang kamu jangan khawatir tentang semua ini, ayo minum teh ini mumpung lagi hangat." tukas Rendi lagi seraya tersenyum agar Tania mau minum.
"Hidupku tak sesederhana itu Ren. Aku tidak pernah melakukan kewajibanku sebagai umat muslim dengan benar. Aku belum pernah melakukan seperti apa yang kamu lakukan." jawab Tania setelah mendengar perkataan Rendi.
Rendi semakin gelisah dengan sikap Tania dan mendengar setiap curahan hatinya dan menaruh gelas itu di kursi.
Tania kemudian berdiri menatap sekitar dengan meneteskan air mata yang sedari tadi ditahannya.
"Aku telah menutup rapat semua pintu untuk cinta Rendi. Lalu, kamu datang tertawa, bernyanyi dan menari bersamaku. Setelah itu kamu menyatakan kata cinta I Love You, dari kamu sekarang aku tahu apa cinta sejati itu. Bahwa tidak ada rasa sakit dalam cinta sejati." kata Tania mengingat semua kenangan beberapa bulan terakhir.
Rendi langsung berdiri saat Tania bercerita sejak awal pertemuannya di tempat kelas menari.
"Kamu tahu Ren! Kamu telah membangkitkan cinta dalam diriku sekali lagi, cinta yang telah lama aku kubur dalam hatiku." ungkap Tania seraya berbalik menatap ke arah Rendi.
"Mengapa kamu datang ke dalam hidupku Rendi? Apa yang harus aku lakukan sekarang Ren? Aku wanita yang telah menikah." kata Tania berlinang air mata meminta Rendi menjawab semua pertanyaannya.
"Jadi sekarang, mengapa kamu tidak menjawab sebuah pertanyaan sederhana ini Rendi?" tanya Tania yang merasa bingung dengan sikapnya kali ini.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan Rendi? Apa!" gumam Tania yang masih bisa di dengar Rendi dengan jelas.
Galih yang sedang dalam penyamaran Rendi tercengang apa yang diinginkan Tania saat ini. Dirinya menyadari, bahwa Tania telah jatuh cinta pada seorang Rendi yang telah membuat Tania tertawa dan tersenyum setiap hari.
Kini, Galih yakin bahwa dirinya telah kalah dengan seorang Rendi walau pada dasarnya Rendi adalah Galih. Tapi inilah kenyataan yang harus diterimanya, bahwa Tania istrinya mencintai Rendi yang penuh humoris daripada Galih yang terkesan pendiam dan tak banyak bicara.
Terimakasih sudah mampir, Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen ya gaes.
Selamat Membaca