Alana Wijaya sosok gadis cantik yang hidupnya berubah dalam waktu semalam dan kenyataan ini membuatnya hampir bunuh diri, dalam keadaan frustasi Alana pergi ke sebuah club malam berakhir di ranjang bersama seseorang yang tidak dikenalnya. Bagaimana nasib Alana selanjutnya mari kita ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukhayati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikmati Waktu Bersamamu
Alana pun mengganti pakaiannya dan turun ke lantai bawah untuk santai di taman belakang seperti yang biasa dia lakukan jika ada waktu senggang.
Tiba tiba Max datang menghampiri Alana yang sedang duduk di gazebo belakang rumah, Max berbaring dan membaringkan kepalanya di pangkuan Alana.
Alana yang baru pertama kali mendapatkan perlakuan seperti ini dari Max pun menjadi salah tingkah Max pun menyadari keadaan Alana saat ini.
"Biarkan seperti ini sebentar Ana! Aku hanya ingin bersantai dan menenangkan pikiranku yang selama beberapa hari ini harus bekerja keras untuk tanpa istirahat ditambah lagi dengan dirimu yang tidak ada di sisiku itu semakin membuat diriku tersiksa bahkan aku melupakan kondisiku yang belum membaik benar," ucap Max sambil memejamkan matanya.
Max menikmati ketenangan dan kenyamanan yang dia peroleh saat bersama Alana, dia tidak pernah merasakan perasaan seperti ini sebelumnya.
Alana yang mendengar ucapan Max pun merasa bersalah karena selama beberapa hari ini dia tidak bertanggung jawab sebagai seorang istri meninggalkan suaminya dalam keadaan sakit seorang diri
"Iya maafkan aku Max! Aku salah telah meninggalkan dirimu beberapa hari ini dalam keadaan sakit dan sakitmu pun karena menyelamatkan aku tapi sebenarnya kesalahan itu bukan sepenuhnya merupakan kesalahanku, kamu pun bersalah kamu tidak jujur padaku siapa sebenarnya dirimu," ucap Alana sambil mengerucutkan bibirnya.
Max yang sedang memejamkan matanya pun bisa membayangkan bagaimana penampakan yang ada di wajah Alana sekarang.
"Ckkk ... dasar kamu Ana sudah merasa bersalah kini mlh balik menyalahkan aku dasar keras kepala! Iya aku salah maafkan aku!" ucap Max masih dalam posisinya.
"Aku bukan keras kepala Max! Aku hanya bicara kenyataan," ucap Alana membela diri.
"Iya ...iya aku mengerti! Ana bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Max.
"Boleh asalkan jangan yang aneh aneh yang kamu minta atau barang branded jelas aku tidak bisa membelinya," jawab Alana.
"Ngawur kamu Ana tidak mungkin aku meminta barang seperti itu aku sudah memiliki itu semua bahkan aku bisa membeli barang semacam itu beserta pabriknya," ucap Max.
"Cih sombong sekali kamu Max! Iya aku tahu hartamu tidak akan habis tujuh turunan, tujuh belokan, tujuh tanjakan bahkan tujuh tikungan, cepat katakan apa yang ingin kamu minta!" ucap Alana kesal.
Max pun tersenyum mendengar perkataan Alana yang terdengar mulai kesal.
"Jangan salah Ana bahkan aku akan meminta sesuatu yang lebih mahal dari apapun yang ada di dunia ini," ucap Max.
"Ahhhh lama! Cepat katakan apa maumu Max! Sebelum aku mati penasaran," ucap Alana.
"Aku ingin kamu selalu berada di sisiku Ana, aku sangat mencintaimu bahkan aku terasa tidak bernyawa saat kamu tidak ada di sampingku, jangan pernah tinggalkan aku lagi Ana! Cukup sekali aku merasakan rasa sakit dan tersiksa seperti kemarin dan bodohnya aku yang tidak tahu bagaimana cara membujukmu," ucap Max jujur.
Alana pun terenyuh dan bahkan merasa saat ini dia tidak berpijak di bumi, dia merasa melayang saking bahagianya mendengar ucapan Max
Tidak terasa air matanya jatuh dan tanpa sengaja jatuh tepat di pipi Max, Max yang merasakan ada cairan bening dan hangat jatuh tepat di pipinya pun segera membuka matanya dan tanpa sengaja tatapan mereka beradu dan Max bisa melihat kalau saat ini Alana tengah menangis
Max segera bangkit dan menghapus air mata Alana dengan jari jarinya yang besar.
"Hei kok malah nangis! Apa kata kataku menyakitimu?" tanya Max dan menarik Alana dalam pelukannya.
Alana yang merasakan dada Max yang nyaman itu pun semakin menjadi tangisnya entah kenapa ketenangan yang dia peroleh rasanya sangat nyaman sehingga dia bebas meluapkan segala emosinya, Alana adalah sosok yang jarang sekali menangis di depan seseorang ini baru pertama kali baginya.
Biasanya Alana akan bersikap sok kuat di depan orang lain walaupun jika dia sendiri di dalam kamar akan menangis sejadi jadinya.
Max mengelus punggung Alana yang sedang menangis dalam pelukannya, dia ingin membuat Alana merasa nyaman dan tenang dia yakin kalau Alana sudah tenang pasti akan bercerita apa sebabnya dia menangis.
Benar dugaan Max setelah merasa lebih tenang Alana pun membuka matanya dan keluar dari pelukan Max.
Max yang melihat sisa air mata di pipi Alana pun segera menghapusnya
"Kalau kamu belum ingin bercerita aku tidak memaksa," ucap Max sambil tersenyum..
"Tidak Max aku tidak kenapa kenapa hanya saja aku merasa terharu dengan ucapanmu, selama ini tidak ada orang yang menyayangiku sampai seperti itu setelah kepergian Ibuku, Ayah jadi sibuk dengan pekerjaannya sedangkan ibu tiriku dia tidak peduli padaku," ucap Alana.
Max yang mendengar ucapan Alana pun merasakan dadanya ikutan sesak seakan akan dia bisa merasakan bagaimana perasaan Alana selama ini.
"Mulai saat ini aku ada aku yang akan selalu menyayangi dirimu, aku akan menjaga hatimu dan tidak akan aku biarkan ada orang yang menyakitimu," ucap Max sambil tersenyum manis.
Alana yang melihat itu pun merasa hatinya luluh dia memeluk Max dan mengucapkan terima kasih padanya.
"Terima kasih Max ... terima kasih untuk semuanya," ucap Alana.
Max pun menegang mendapatkan pelukan dari Alana, ini merupakan pelukan pertama yang di mulai Alana dulu yang memeluk sebelum selalu saja Max yang memulai apapun yang terjadi di antara mereka berdua.
Dan sialnya sikap Alana yang seperti ini mengingatkan Max pada seseorang di masa lalunya.
Alana terus terhanyut dalam rasa nyaman yang dia peroleh dari pelukan itu hingga dia betah berada dalam kungkunan lengan kekar milik Max hingga bunyi ponselnya membuat Alana terpaksa melepaskan pelukan itu.
Alana mengambil ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponsel betapa kagetnya Alana ketika mengingat kalau dia belum mengabari Agnes.
Kini Agnes telah menghubungi dirinya dan ini pertanda kalau Alana akan mendapat wejangan dari Agnes.
Max yang melihat Alana tidak segera menjawab panggilan di ponselnya pun segera bertanya.
"Kenapa tidak diangkat dari siapa?" tanya Max penasaran.
Alana pun menunjukkan ponselnya dan Max pun melihat di sana kalau yang saat ini menghubungi istrinya adalah Agnes sahabat Alana.
"Angkatlah mungkin dia mengkhawatirkan dirimu karena tadi waktu dia bangun tidak menemukan dirimu di rumah," ucap Max.
Alana pun mengangguk dan segera menjawab telepon dari by Agnes.
"Alanaaaa di mana kamu sekarang? Mengapa tiba-tiba ada orang orang es ini datang ke rumahku dan berkata ingin mengambil barang-barangmu? Apakah saat ini kamu sudah kembali ke rumah dan sedang bersama Max?" tanya Agnes penasaran.
"Iya Agnes maafkan aku! Aku saat ini sedang berada di rumah semalam aku pulang," ucap Alana gugup.
Agnes yang mendengar perkataan Alana sebenarnya sangat kesal dia sudah melepas 20juta demi Alana kini malah seenaknya sendiri Alana kembali pada Max, ini tidak bisa dibiarkan Agnes pun berencana ingin memberi pelajaran pada Alana, Agnes pun tersenyum misterius.
apakah Tante helen
Alana diratukan Max..