Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 30
Cyra berjalan pelan saat masuk ke rumah, Cyra melihat ke arah semuanya yang sudah duduk.
Minuman pun sudah tersedia seperti Bunda sudah tau semuanya akan datang.
"Cyra ngapain bengong, cepat duduk," ucap Arka saat melihat ke arah Cyra yang diam berdiri.
"Iya Ayah," kata Cyra langsung duduk di samping Ayahnya.
Cyra masih tetap bingung tapi jantungnya mulai berdebar-debar
"Cyra kamu tau gak kenapa semuanya di sini?" tanya Ayahnya
Cyra menggeleng saat melihat ke arah Ayahnya.
"Kemarin saat di pernikahan Dinda dan Rendy, Geral bilang ingin kembali bersama kamu," ucap Ayahnya
Cyra melihat ke arah Geral karna merasa tidak percaya. Saat itu juga jantungnya rasanya mau copot.
Geral hanya diam karna tidak tau mau bicara apa.
Anton menyenggol Geral supaya bicara, Geral menatap ke arah Anton, Anton kembali menyenggolnya.
Geral langsung melihat ke arah Cyra dan langsung mengucap basmalah.
"Ayah, Bunda dan Abang kamu sudah setuju kemarin saat aku meminta kamu, tinggal menunggu jawaban kamu mau atau tidak jika kita bersama lagi," kata Geral
Cyra masih merasa ini mimpi sehingga Ia cuma diam.
"Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa," ucap Geral lagi.
Cyra tersadar ini bukan mimpi.
"Saya masih bingung karna saya pikir kita berempat mau melihat lahan yang akan dibangun sebuah rumah," ucap Cyra
"Setelah ini kita memang akan ke sana, kami sengaja ikut karna kamu pasti tidak mau semobil berdua saja sama Pak Geral," ucap Kinanti
"Jika Cyra mau, sore ini langsung menikah," ucap Hana
"Sore ini?" tanya Cyra kaget karna itu sangat mendadak.
"Besok siang aku akan berangkat ke luar kota lagi," kata Geral
"Tapi kan pernikahan perlu persiapan," ucap Cyra
"Ini Cyra jawab dulu mau apa tidak?" ucap Arka
Cyra mengangguk hingga membuat semuanya tersenyum senang.
"Sore ini kalian menikah siri dulu, setelah Geral pulang dari luar kota baru kalian menikah lagi," ucap Arka.
"Kenapa gak sekalian pulang dari luar kota saja," kata Cyra bingung
"Selama aku di luar kota, aku ingin kamu tinggal di apartemen biar gak jauh dari kantor, ditambah dekat juga sama Anton dan Kinanti jadi gak perlu menyuruh mereka mengikuti kamu lagi, kalau kita gak menikah siri dulu kamu pasti gak mau tinggal di apartemen," kata Geral
Ini alasan kedua, alasan pertama karna aku gak sabar menikah sama kamu, batin Geral
"Ya baiklah," ucap Cyra
Lamaran kok gak ada romantis-romantisnya, batin Anton yang sedikit mentertawakan Geral dalam hati.
Cyra menunduk, Ini terlalu mendadak tapi Cyra beneran pengen jadi istrinya Kak Geral secepatnya , biar bisa telponan dan jalan bersama gak perlu takut dosa lagi, batin Cyra
Mereka sudah selesai bicara, semuanya sudah keluar dari rumah Cyra dan sudah dalam mobil kecuali Cyra yang memang disuruh tinggal sama Geral.
Anton menjalankan mobilnya menuju lahan kosong.
"Mobil Cyra bagaimana?" tanya Anton
"Ni kuncinya nanti biar saya yang bawa," ucap Geral
Hana langsung menelpon Gina karna mereka akan masak bersama, belanjaan sudah lengkap karna sudah belanja dari subuh.
"Jadi ini alasan kenapa Bunda dan Ayah subuh-subuh sudah belanja sayur," ucap Cyra
Hana mengangguk.
"Kalau tadi Cyra menolak, semua ini mubazir dong," kata Cyra sambil memegang beberapa sayur.
"Karna Bunda tau Cyra gak mungkin nolak makanya berani beli banyak seperti ini," kata Hana sambil sedikit tersenyum.
*
Sore hari Cyra yang masih di kamarnya langsung memakai cadarnya sebelum akhirnya turun.
Di ruang tamu sudah terlihat semua keluarganya, Dinda dan Rendy yang juga baru menikah kemarin ikut datang.
Mereka tersenyum ke arah Cyra yang berjalan pelan.
Karna ini hanya nikah siri jadi cuma 2 saksi saja yang orang luar.
Cyra langsung duduk tapi agak jauh dari Geral.
Kenapa jadi deg-degan padahal hal seperti ini sudah pernah terjadi batin Cyra
Geral juga berkeringat dingin karna grogi.
Saat ijab kabul berlangsung, Geral mengucapkan dengan salah sehingga harus diulang lagi.
Ia menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya untuk menghilangkan grogi.
"Ananda Geral Fano bin Fadli saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Cyra Alesia Wijaya binti Arka Wijaya dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat sholat dibayar tunai," ucap Arka
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Cyra Alesia Wijaya binti Arka Wijaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai," ucap Geral
Setelah saksi bilang sah dan berdoa baru Ia bernafas lega sambil tersenyum ke arah Cyra.
Cyra dipersilakan duduk mendekat untuk bersalaman dengan Geral.
Cyra mendekat dan langsung mencium tangan Geral sedikit lama.
Geral memegang wajah Cyra yang masih tertutup cadar.
Pancaran mata Cyra gak seperti dulu saat mereka menikah, sekarang yang ada hanya pancaran kebahagiaan.
Semua orang sedang makan bersama, hanya Cyra yang tidak, Cyra duduk sendiri agak jauh sambil memainkan ponselnya.
Geral yang sibuk mengobrol sama Ayah mertua melihat ke arah Cyra.
"Ayah, aku ke sana dulu," ucap Geral sambil menunjuk Cyra
"Iya," kata Arka
Geral mendekati Cyra dan langsung duduk di dekat Cyra.
"Lagi ngapain?" tanya Geral
"Ah ini lagi..." ucap Cyra terhenti
Dosa jika berbohong pada suami walau demi kebaikan dia juga, lebih baik jujur walau nanti dia sedikit marah, batin Cyra
"Ini Kak, waktu itu ada teman Cyra minta Cyra taarufan sama Abangnya terus seminggu yang lalu baru Cyra jawab iya," kata Cyra sedikit gak enak
"Terus?" tanya Geral menatap Cyra serius
"Kita menikah mendadak jadi Cyra belum sempat mengabarinya, pasti nanti dia mikirnya Cyra mengolok-ngolok keluarga mereka," ucap Cyra
"Pokoknya gak mau tau, nanti malam urusan sama anak pemilik pesantren harus sudah selesai," ucap Geral pura-pura marah.
"Kok Kak Geral tau kalau mereka anak pemilik pesantren?" tanya Cyra sambil membenarkan duduknya menghadap Geral.
"Dinda yang bilang," jawab Geral
"Ohhhh. Cyra mau ngirim pesan sekarang, bantu Cyra memikirkan kata-katanya ya," ucap Cyra sambil memegang lengan Geral.
Geral melihat ke arah lengannya, Cyra buru-buru melepaskannya karna malu.
"Cyra minta maaf saja yang tulus langsung lewat telpon jangan kirim pesan, agak kurang sopan jika membatalkannya lewat pesan," kata Geral
"Ya sudah nanti Cyra telpon untuk minta maaf," kata Cyra
Aku akan berusaha jadi laki-laki baik untuk kamu walau gak bisa sebaik anak pemilik pesantren batin Geral
"Kita mau di sini sampai besok atau langsung ke apartemen?" tanya Geral
"Di sini saja, besok pagi baru ke apartemen," kata Cyra
"Kak Geral lapar gak? Cyra ambilin ya!" ucap Cyra
Geral mengangguk.
*
*
jangan lupa like, komen dan votenya, masukin juga ke favorit ya biar nanti kalau saya up ada notifikasinya.
Terima kasih
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍