NovelToon NovelToon
Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Ketika Pamanmu Menjadi Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Duda / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: Bae Lla

Dua hari sebelum pernikahan, kabar menyakitkan datang untuk Dera. Calon suami yang dia anggap baik dan begitu setia, kabur setelah meniduri anak orang.

Dia terpuruk, tetapi takdir berkata lain. Dera harus menikah dengan paman calon suaminya, demi menutupi aib keluarga. Ingin kabur, tetapi dia tidak bisa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bae Lla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Cemburu?

Dera sudah berada di kamar. Dia bingung dengan dirinya sendiri. Dera yakin belum mencintai Daren, tetapi kecewa ketika pria itu malah membela wanita lain.

Menatap langit-langit kamar, Dera meninju udara. Kekesalan yang menumpuk di dalam hati, semakin bertambah. Apalagi ketika Daren tak mengejarnya, bahkan tidak mengirim pesan juga. Apa dia mengharapkan itu? Antahlah, Dera bingung dengan pikirannya sendiri.

Merasa lelah dan mengantuk, Dera berniat untuk memejamkan mata sebentar. Kepalanya pun terasa pusing, mungkin karena menahan amarah tadi.

“Berharap setelah bangun, aku gak gini lagi.”

**

Jam lima sore Dera baru bangun. Yang awalnya hanya ingin tidur sebentar, malah kebablasan. Segera dia masuk kamar mandi, mencuci muka agar terlihat segar. Mengingat dia belum memasak makanan, Dera berniat untuk turun. Wanita itu disambut hangat oleh pelayan, banyak yang menawarkan diri untuk membantunya, tetapi Dera segera menolak.

“Maaf, Nyonya, kalau mengganggu.” Tiba-tiba Reva sudah berdiri di sampingnya. Gadis muda itu mengambil sayur dan mencucinya.

“Ya, Reva? Ada apa?” tanya Dera dengan dahi berkerut. Melihat raut wajah serius Reva, membuatnya bingung.

“Apa Nyonya sedang ada masalah? Tidak keluar dari kamar setelah kembali dari kantor Tuan, bahkan tidak makan siang juga,” cerocos Reva. Sungguh, Dera bahagia diperhatikan oleh gadis itu.

“Nggak, kok, Rev. Aku cuma lelah, makanya inisiatif buat tidur. Eh, malah kebablasan,” kekeh Dera.

“Oh, begitu. Baiklah, Nyonya.”

Lalu tak ada lagi percakapan di antara keduanya. Dera sibuk memasukkan bumbu-bumbu halus, sedangkan Reva memotong sayur.

**

Daren baru kembali ketika jarum pendek menunjuk ke angka delapan. Wajahnya kusut, terlihat sangat kelelahan. Dengan lemas Daren menjatuhkan tubuhnya di sofa, pria itu meletakkan tas kerja di meja bundar sofa ruang utama.

Sosok yang dia rindukan ada di sofa satunya, tengah menonton TV sambil ngemil kerupuk. Namun, entah sengaja atau tidak, Dera tak melihat Daren yang sudah pulang. Jarak yang cukup dekat antara mereka, tidak mungkin membuat Dera tak melihat kehadirannya.

“Dera,” panggil Daren. Dia sudah mendudukkan tubuhnya.

“Hmm.” Hanya deheman yang keluar dari mulut Dera. Mata wanita itu tetap fokus pada layar yang menampilkan sinetron seru.

Melihat reaksi Dera yang seperti itu. Daren bisa menebak kalau istrinya tengah marah. Menghembuskan napas lelah, Daren berpindah tempat jadi di samping Dera. Sengaja ingin mencari kesempatan dalam kesempitan. Saat akan meraih tangan Dera, sang empu lebih dulu beranjak dari sana. Wajahnya masih datar.

“Dera.” Daren ikut beranjak, menaiki tangga menuju kamar mereka.

Berada dalam satu ruangan, keadaan tetap hening. Daren masih berpikir kalimat apa yang akan dia lontarkan, sedangkan dirinya tak pandai membujuk orang yang sedang merajuk.

“Der.”

“Hmm.”

“Kamu udah makan?” tanya Daren.

“Udah,” jawab Dera singkat.

“Oh.”

“Hmm.

Hening kembali. Daren yang sudah sangat frustrasi, akhirnya menyerah.

“Kamu ingin aku memecat Elena? Baiklah, kalau begitu aku akan memecatnya.” Daren membuka suara, membuat Dera langsung menoleh padanya.

“Benaran? Serius?” tanya Dera.

Daren mengangguk pasrah.

“Yes! Rasain kamu cewek sok hebat!”

Dera begitu bahagia. Meskipun ada sedikit rasa kasihan, tetapi harga dirinya sudah diinjak-injak oleh Elena.

“Karena masalah siang tadi, kamu sampai merajuk begini. Apa kamu cemburu?”

Dera bungkam. Kepalanya menunduk, dia juga bingung dengan perasaannya. Intinya, Dera tidak suka Daren membela wanita lain, apalagi seperti Elena. Apakah itu bisa disebut cemburu?

Akhirnya dia menjawab, “Aku tidak tahu.”

 **

Ketemu besok guys😁

1
Nur Syamsi
😭😭😭😭😭 sesak bacanya thor
Nur Syamsi
klaw kita berbuat dg hati yg tulus maka hasilnya jg berbuah manis ....menang Zakiranya
Nur Syamsi
beda mmang klaw niat yg tulus dpda niat yg tulus....
Nur Syamsi
iya sebaiknya dijelasin semua ke Zakiranya spya dia Tdk salah faham, ap lagi ttg perjodohan yg papamu inginkan
Nur Syamsi
Arfannya jg hubungin Zakira dg kata" begitu pdhal sudah nikah, knpa bukan pd waktu belum tunangan,
Nur Syamsi
author jga bikin cerita anak kembarnya jatuh cinta ma lelaki yg sama, kita yg baca jdi sedih untuk Kiranya 😥😥😥
Nur Syamsi
ni ortu Arfan jga, Tdk nanya Arfannya siapa yg disukai anaknya...
Nur Syamsi
mencintai bukan berarti memiliki Dera, baiknya Krn Befannya cepat terus terang padamu droda terlalu berharap
Nur Syamsi
beda dg Pandu, liat Vera dorong motor langsung bantuin, si Bafennta cuma kesal diatas mobil
Nur Syamsi
si Elena jangan" dianya bibit pelakor hingga menkompori istri bosnya ...
Nur Syamsi
kasih Faren bahwa dia ngirim pesan padamu....
Nur Syamsi
judes bangat, nggak mikir apa siapa yg menolongnya dr rasa malu....Krn ditinggal calon mmpelai yg kabur
Okta Liska
dera kenapa karakternya kayak sombong blagu gitu
Ari Peny
thor dera kok gitu
Ari Peny
klo gk mau bilg aja gk usah nikah beres toh yg malu jg kamu dw knp malah nyakitin yg nolong sok kecantikan sombong amat jd gadis
Ari Peny
dero gk tau trimakasih pingin nabok aja
Syahril Ramadhan
Luar biasa
Sumarni Tina
selamat datang baby twins
R'vina
Luar biasa
Hera Dita
sumpah malunya luar binasa..../Chuckle/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!