NovelToon NovelToon
Melody Untuk Galaxy

Melody Untuk Galaxy

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:606.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Konflik ringan ya, Gaes! Gak ada kisah sedih-sedih di sini. Tidak ada Valakor dan lain sebagainya 😘😘😘


"Hush ... hush! Menjauh, jangan dekat-dekat! Kamu hanya akan membuatku sial saja," celetuk Melody kepada Galaxy yang menatap dirinya dengan tatapan dingin.

Galaxy Putra Dirgantara, seorang pengusaha muda sukses yang digandrungi ribuan wanita cantik. Namun, hal itu tidak berlaku untuk Melody Indah, si penyanyi dangdut di sebuah Cafe.

Gadis itu bahkan terus menghindar dari lelaki tampan nan dingin itu. Ia merasa bahwa Galaxy hanya pembawa sial untuk dirinya.

Bagaimana bisa seperti itu? Yukk, baca cerita halu Othor yang satu ini.

Disarankan baca kisah Daniel dan Dania dulu, ya! Mommy dan Daddy-nya Galaxy Putra Dirgantara.

"Pengantin Pengganti Tuan Pemarah"

Terima kasih 😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Di dalam mobil yang ditumpangi oleh Galaxy.

Tiba-tiba mata Galaxy tertuju pada sosok Melody yang saat itu tengah di cegat oleh kedua orang laki-laki. Lalu lalang di tempat itu sebenarnya cukup ramai, hanya saja orang-orang enggan ikut campur dan menolong Melody karena salah satu dari kedua lelaki bengis itu membawa senjata dan mengancam orang-orang yang ingin ikut campur dengan urusan mereka.

"Pak-Pak! Hentikan mobilnya!" titah Galaxy sambil menepuk-nepuk jok kemudi yang di duduki oleh Pak Memet.

"Ada apa, Tuan?" Pak Memet sama sekali tidak menyadari kejadian itu. Ia tampak kebingungan ketika Galaxy tiba-tiba memintanya menghentikan mobil.

"Pak Memet, tunggu sebentar di sini!" ucap Galaxy sembari melepaskan jas yang ia kenakan. Ia membuka pintu mobilnya lalu keluar.

Pak Memet memperhatikan apa yang ingin dilakukan oleh majikannya itu dan setelah sadar, lelaki paruh baya itu pun bergegas keluar dari dalam mobil kemudian menghampiri Galaxy.

"Tuan! Tuan Galaxy, tetaplah di sini. Saya mohon," lirihnya sambil memelas.

"Gadis itu butuh pertolongan, Pak Memet. Kita tidak bisa membiarkan ia dalam bahaya. Kasihan dia," sahut Galaxy.

"Tapi, Tuan. Lelaki itu bersenjata, sementara Tuan ...." Pak Memet menghentikan ucapannya kemudian kembali menatap Galaxy dengan wajah yang tampak menyedihkan.

"Sudah, jangan dipikirkan." Galaxy tersenyum tipis sembari melenggang pergi dan meninggalkan Pak Memet yang masih terpelongo di tempat itu.

"Gawat! Jika terjadi apa-apa kepada Tuan Galaxy, bisa-bisa Tuan Daniel akan menyalakan aku yang tidak bisa melarang anaknya melakukan hal berbahaya," gumam Pak Memet dengan wajah memucat.

Sementara itu.

"Lepaskan tanganku!" tegas Melody dengan setengah berteriak karena Tino sudah mencengkram tangannya dengan erat.

"Enak saja! Apa kamu tahu, selama ini kamu sudah membuat kami kerepotan. Kami sudah lelah mencarimu ke mana-mana dan tidak mungkin kami melepaskanmu begitu saja," ucap Tino sembari menarik paksa Melody agar mengikutinya.

Tino dan temannya mencoba menaikkan Melody ke atas motor mereka. Namun, dengan sekuat tenaga Melody mencoba berontak dan ingin melepaskan diri dari cengkeraman kedua lelaki itu.

"Lepaskan aku!" bentak Melody.

"Sudah, diam!" balas Tino dengan mata melotot kepada Melody.

"Lepaskan gadis itu!"

Sontak saja, Melody dan kedua lelaki itu menoleh ke arah Galaxy yang berdiri dengan gagahnya di hadapan mereka.

"Ka-kamu?!" pekik Melody dengan wajah bingung.

"Siapa kamu! Jangan berani-berani ikut campur urusan kami!" bentak Tino dengan wajah bengis.

Galaxy tersenyum miring sembari menggulung lengan kemejanya hingga sebatas siku.

"Ayolah, Bung. Kalau ingin mencari lawan itu yang sepadan denganmu. Malulah sedikit dengan tubuhmu yang besar itu kalau hanya digunakan untuk menindas kaum yang lemah seperti gadis ini," tutur Galaxy yang berhasil membuat emosi Tino dan sahabatnya memuncak.

"Kurang ajar! Berani sekali kamu berkata seperti itu. Kamu belum tahu siapa kami!" geram Tino seraya berlari sambil mengepalkan tangan dan siap menghajar Galaxy.

Galaxy tersenyum sinis. Ia segera memasang kuda-kuda dan setelah lelaki itu memberikan serangan yang pertama, ia pun segera menangkisnya kemudian meluncurkan sebuah tinju yang mantap ke arah perut Tino.

Bugkh!

"Akh!" Tino menjerit kesakitan. Ia bahkan sampai mundur hingga beberapa langkah ke belakang sambil memeluk perutnya yang sakit.

"Kurang ajar sekali kamu!" Lagi-lagi Tino mencoba menyerang Galaxy dengan tinjuan yang bertubi-tubi.

Masih seperti yang pertama, amukan Tino saat itu sama sekali tidak mengenai tubuhnya sedikit pun, bahkan sebaliknya. Tino berkali-kali mendapatkan pukulan yang bertubi di tubuh dan wajahnya dari Galaxy.

Pak Memet yang tadinya begitu mengkhawatirkan keselamatan Galaxy, sekarang merasa sedikit lebih lega setelah melihat kelincahan Galaxy dalam melawan lelaki bertubuh besar dan berwajah bengis itu.

"Kenapa aku bisa sampai lupa bahwa Tuan Galaxy menguasai ilmu bela diri yang sangat keren," gumamnya sambil mengingat-ingat kisah dulu di mana Galaxy kecil pernah mengikuti kejuaraan karate di kancah internasional dan berhasil menjadi juara.

Sementara Melody hanya bisa menyaksikan pertemuan Galaxy dengan mata dan mulut menganga. Ia tidak tahu harus berkata apa. Apakah hari ini Galaxy tetap menjadi lelaki pembawa sial atau malah menjadi sosok penyelamat untuknya.

Tino yang kembali terjengkang dengan kondisi wajah membiru, melirik sahabatnya. Lelaki yang sejak tadi hanya ikut menyaksikan perkelahiannya sambil memegangi tangan Melody agar gadis itu tidak bisa lari ke mana-mana.

Tino memberi sebuah kode dan lelaki itu pun mengerti. Tino bangkit dengan tergopoh-gopoh, ia masih belum menyerah dan ingin menyerang Galaxy sekali lagi. Ketika Galaxy sedang bergulat bersama Tino yang sudah kewalahan, tanpa sepengetahuannya lelaki yang sedang memegang senjata tajam itu mencoba menyerang Galaxy dari belakang.

Beruntung Melody menyadari hal itu dan refleks berteriak dengan lantang. "Awas di belakangmu, Tuan!" teriak Melody.

Galaxy segera berbalik dan tepat di saat itu, senjata tajam yang dipegang oleh lelaki tersebut tengah meluncur ke arahnya. Galaxy menangkap senjata yang tinggal beberapa centi lagi akan mengenai perut six pack-nya.

Dorongan dari lelaki bengis serta ketajaman senjata itu berhasil melukai tangan Galaxy. Lelaki itu tersenyum sinis saat berhasil melukai Galaxy. Ia terus mendorong senjatanya itu lebih kuat lagi agar berhasil menembus perut Galaxy.

Sementara Galaxy masih beradu kekuatan dengan lelaki itu, Tino yang sudah kewalahan akhirnya jatuh ke tanah dengan napas yang terengah-engah.

...***...

1
Anonim
Lanjut donk
susi ana
janjinya mau ditamatkan, menunggu ni thor
Widi Nuhgraeni
lanjut Thor...semangat💪🏻
Mi Iwan
lama banget nggak up date, yaa..
Fauzy Ozay
paling sebel kalo BCA cerita lagi seru" nya,trnyata selsai bgtu ja
Wirda ChywingsQueenchez
bagus
Atik Marwati
gpp Thor tetap semangat ya
Atik Marwati
kalo aq jadi melody aq milih nikah sama gala aja udah ganteng tajir mlintir lagi...
Atik Marwati
tetep dah mata duitan...
Atik Marwati
mimpi saja kau kasim
Atik Marwati
tak kirain sombong itu punya perusahaan sendiri ternyata bawahannya gala
Atik Marwati
melody... tar kalo dah cinta dunia bagai milik berdua
Trisna Savitri
Menag banyak uiiiii
Siti Fatimah
aku tunggu lanjutannya kak
Swy Ajjh
ceritanya bagus ok bgt pokoknya
Erina Munir
😂😂😂 galaxyy ...mumpung yaak
Erina Munir
😂😂😂😂😂😂 aya2 waeee
Erina Munir
fithonah lgii..yaa...hidup kenapa seneng banget mitnah2 orang...hadèeeehhh
Erina Munir
mulai deeh biang kusut ngebigos
Ayuu Santa
Sudah sampe berganti tahun 2023 gak juga up… kayaknya mmg putus sampe disini. Sayang banget kisahnya bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!