Harap bijak dalam membaca!
Doragonshadou adalah sebuah yakuza terbesar di dunia yang dipimpin oleh Kagami Jiro. Mereka terkenal kejam dan bengis dalam meringkus penjahat.
Kagami Jiro sangat terkenal dengan keahlian bertarungnya. Ketampanannya juga membuat dirinya digandrungi dan dikejar-kejar oleh banyak wanita.
Namun siapa sangka, ada seorang gadis yang ditemuinya saat pameran karya malah menolak dirinya mentah-mentah. Perlakuan dari gadis itu sangat membuat rasa penasaran yang begitu besar untuk seorang Kagami Jiro.
"Aku adalah Kagami Jiro! Pemimpin dari Doragonshadou, dan aku akan mendapatkan apapun yang aku inginkan. Sekalipun gadis bernama Yuna yang sudah berani menolakku itu! Aku akan mendapatkanmu dan membuatku tergila-gila padaku!" itulah janji dari Kagami Jiro yang dia ikrarkan dengan penuh percaya diri.
Apakan gadis bernama Yuna itu bisa luluh oleh seorang pemimpin Doragonshadou yang begitu kejam namun mempesona itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anezaki Igarashi Ricky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelamatkan Amane
Ughh ... karena berada di dalam air, maka hasilnya sangat kurang maksimal. Kaca ini sulit sekali untuk dipecahkan!
Batin Kagami Jiro yang hanya melihat kaca itu sedikit retak saja. Lalu Kagami Jiro mulai mencobanya kembali dan melakukan hal yang sama untuk bisa memecahkan kaca itu.
Dia memejamkan matanya kembali dan mulai memfokuskan dan mengumpulkan seluruh kekuatannya pada suatu titik, yaitu pada kedua tangannya. Setelah itu Kagami Jiro mulai menekan dan mendorong kembali kaca itu. Dia mengerahkan seluruh kekuatannya dan akhirnya terdengar sesuatu.
KKRRAKK ...
BYYUURR ...
Kaca itu berhasil retak dan akhirnya pecah. Seketika air lautan mulai memasuki dan memenuhi ruang dalam mobil itu. Dengan cepat, Kagami Jiro mulai memasukkan tangannya memalui jendela mobil itu yang sudah pecah itu, lalu membuka pintu mobil itu.
Kagami Jiro mulai meraih tubuh Amane yang masih belum sadarkan diri. Perlahan Kagami Jiro mulai berenang dan membawa tubuh gadis cantik itu, dia mengerahkan seluruh kekuatannya agar secepat mungkin bisa sampai ke permukaan air.
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka berdua mulai terlihat di permukaan air laut. Dengan cepat para team penyelamat membantu mereka menaiki sebuah perahu kecil untuk membawanya ke daratan.
Amane masih belum sadarkan diri dan ini membuat Kagami Jiro segera bertindak dengan cepat tanpa menunggu team penyelamat mulai bertidak. Kagami Jiro terlihat mulai memeriksa pernapasan gadis cantik bernama Amane itu dengan menempelkan jari telunjuknya di kedua lubang hidung amane.
Untuk lebih meyakinkan lagi, Kagami Jiro mulai menyentuh bagian pinggiran leher Amane untuk memeriksa denyut nadinya. Lalu dia mencoba mendekatkan dan menempelkan telinganya pada dada gadis cantik itu untuk memastikan Amane masih bernapas.
Amane sudah terlalu lama terjebak di dalam mobil, dan juga sudah cukup banyak air yang memasuki tubuhnya. Jika sampai air itu masuk ke dalam paru-parunya itu akan sangat berbahaya.
Batin Kagami Jiro lalu mulai menekankan tangannya ke dada Amane bagian bawah sekitar dua inci. Kagami Jiro menekannya dengan cukup hati-hati dan tentu saja sudah memperkirakannya dengan sangat matang, agar tidak sampai menekan tulang rusuk gadis itu.
Kagami Jiro melakukan penekanan secara terus menerus dan begitu teratur selama kurang lebih 100 hingga 120 detik. Setelah itu Kagami Jiro mulai mengecek kembali pernapasan pada Amane, namun Amane masih belum juga bernapas.
Akhirnya Kagami Jiro memutuskan untuk memberikan napas buatan untuk gadis cantik itu. Kini Kagami Jiro mulai sedikit memiringkan kepala ke belakang dan mengangkat dagunya. Setelah itu, Kagami Jiro mulai menjepit hidung Amane hingga tertutup.
Perlahan Kagami Jiro mulai mengambil napas normal, lalu mulai menautkan mulutnya pada mulut Amane untuk membuat segel kedap udara. Kagami Jiro mulai memberikan napas buatan itu beberapa saat, namun Amane masih belum juga bernapas.
Kagami Jiro mengulangi tindakannya lagi dengan menautkan mulut keduanya kembali, hingga akhirnya kali ini dada Amane sedikit terangkat. Kagami Jiro segera menghentikkan tindakannya dan kembali menekan bagian bawah dada Amane. Hingga akhirnya Amane mulai memuntahkan cukup banyak air yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.
Setelah beberapa saat Amane mulai terbatuk-batuk lalu perlahan membuka matanya, terlihat green shappire diamond itu mulai menatap nanar Kagami Jiro. Bahkan Amane terlihat begitu ketakutan dan hampir saja mau menangis.
Kini gadis cantik itu berusaha untuk duduk, lalu menatap pemuda tampan di hadapannya itu kembali dengan rasa begitu haru. Dia menatap seorang pemuda tampan yang sekujur tubuhnya sudah sangat basah kuyub.
Tetesan air itu seperti manik-manik yang begitu indah, mulai menetes dari setiap ujung-ujung rambut tipisnya hingga membasahi dan melekat pada wajah tampan itu dan leher yang menjuntai itu
"Jiroo ..." ucap gadis cantik itu begitu lirih lalu melempar dirinya ke dalam pelukan Kagami Jiro dan menenggelamkan kepalanya pada dada bidang yang cukup kuat dan keras itu. "Aku takut sekali, Jiro. Hiks ... aku pikir aku tidak akan bisa selamat. Hiks ... aku takut sekali."
Kagami Jiro mulai mengusap rambut gadis itu dan berusaha untuk menenangkannya.
"Kau sudah bersamaku. Kau akan aman bersamaku. Jangan takut ..." ucap Kagami Jiro begitu pelan dan terdengar begitu lembut di telinga gadis bernama Amane itu. "Sekarang aku akan mengantarmu ke rumah sakit." imbuhnya.
Amane hanya mengangguk pelan dan masih ada di dalam pelukan Kagami Jiro. Kagami Jiro mulai membopong Amane yang kini sudah menjadi sedikit pucat karena mungkin kedinginan.
Kagami Jiro membawa Amane memasuki Buggati Divo miliknya lalu dia memakaian sebuah coat bersih untuk Amane. Kini Kagami Jiro mulai menghidupakan mesin mobilnya dan mulai mengemudikannya dengan laju yang cukup kencang untuk menuju sebuah rumah sakit terdekat.
"Mengapa bisa sampai terjatuh? Apa kau sedang mabuk saat itu, Amane?" Kagami Jiro membuka obrolannya kembali setelah dari tadi mereka berdua hanya terdiam.
"Aku hanya sedikit minum, tak aku sangka akan jadi seperti ini ..." ucap Amane begitu lirih.
"Huuhh ... lain kali jika mau minum ajak aku saja! Menyetir sendirian ketika sedang mabuk akan sangat berbahaya!" Kagami Jiro menyauti dengan sedikit tersenyum, entah itu sebuah ejekan atau ajakan untuk berkencan.
Namun Amane hanya menanggapinya dengan seulas senyum karena memang kondisinya sedang kurang sehat saat ini.
"Kenapa diam saja? Apa kau sudah sangat tidak kuat? Sebentar lagi kita akan segera sampai kok. Bertahanlah sedikit lagi ..." Kagami Jiro mulai mempercepat laju mobilnya karena melihat Amane yang sudah semakin pucat saat ini.
NNGGUUNGG ...
NNGFUUNGG ...
BBRRUUMM ...
...⚜⚜⚜...
Terlihat seorang gadis berambut pirang masih terbaring di atas brankar rumah sakit. Sepertinya dia baru saja terbangun dari istirahatnya. Kini dia ditemani oleh seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang sangat modis dan berpenampilan begitu elegant yang kira-kira berusia 30 tahun.
"Amane ... mengapa itu bisa terjadi, Sayang?" ucapan seperti orang yang begitu terpukul terlontar dari pria paruh baya itu.
"Maaf, Dady. Aku memang ceroboh. Menyetir dalam keadaan mabuk." ucap Amane begitu cemberut dan terlihat begitu menyesal.
"Lain kali jangan seperti ini lagi, Sayang. Ingatlah ... kamu adalah anak dady satu-satunya." ucap sang ayah langsung memeluk putri semata wayangnya itu.
"Baiklah, Dady." Amane menyauti sambil celingukan dan terlihat sedang mencari seseorang.
"Kau mencari siapa, Amane? tanya wanita paruh baya itu mengkerutnya keningnya menatap Amane kebingungan, lalu dia mulai memperhatikan sekitarnya yang memang tidak orang orang lain disini, selain mereka.
"Ak-aku ... sebenarnya ... aku sangat ingin bertemu dengan Kagami Jiro, Dady ... Momy ..."
"Kagami Jiro baru saja pulang setelah dady datang. Dia sudah menunggu disini terlalu lama tadi. Dan dia juga butuh beristirahat."
"Oh ..." ucapan pendek dari Amane yang terlihat juga menyiratkan sebuah kekecewaan.
"Apa kita boleh menanyakan sesuatu, Amane?" ucap momy begitu mencurigakan.
karyanya bagus 👍👍👍👍, ikutan ngrasain pas Yuna sebel sm Jiro
terimakasih ya author 😍😍😍😍👍👍👍👍
kenapa dari awal gk buat cerita
langgsun aja
YUNA&JIRO....
terlalu bertele_tele
padahal cuman mute² di tempat aja.niiihhh cerita....
apaka thor kekurangan ide
😤😤😤😤😤
terlalu pendek...
thorr menambahkan cerita lain
yg panjan lebarr
dan bertele_tele
sampai aku sendiri bingun
siapa MC perempuan yg sebenarnya
paling membagonkan
adalah,,,...
kemana hilang nya gadis² yg di awal
kocakkk nya lagiii
masa ada supir driver
yg lemot dan lambat macam
kura²🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bocah 16 thn pun tau cemburu....aduiii Yuna otak mu d mana...??