NovelToon NovelToon
SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Tampan)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:521.4k
Nilai: 5
Nama Author: Windii Riya FinoLa

Hai, ini adalah karya emak yang keempat. Semoga kalian pada suka, bahkan lebih dari novel emak yg ketiga.

Adzilla Rahma harus menelan pil pahit setiap hari karena memiliki suami yang pelit dan perhitungan.

Suara bentakan dari suaminya adalah makanan Adzilla setiap hari.

Hingga di pernikahan nya yang ke 7 tahun, dengan mata dan telinganya sendiri menyaksikan mertua dan suaminya menghina ayahnya membuat ia murka.

Sakit hati dan emosi yang sudah lama di pendam ia ungkapkan dan tak memberi ampun bagi siapa saja yang telah menghina ayah nya.

Perpisahan tak terelakkan lagi, ia memulai menata hati dan hidupnya yang terbuang sia-sia selama ini.

Sampai ia bertemu dengan seseorang yang beberapa kali membantu nya di masa pernikahan nya dahulu.

Dia, pria muda penjual Kebab yang ternyata ada hati padanya sedari menjadi istri orang mampu mengobati luka, mampu mengembalikan dirinya yang dahulu.

Bagaimana kelanjutan ceritanya?
Ikuti terus kisah cinta Adzilla di SETITIK CAHAYA (Janda Kesayangan Berondong Narsis)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Aku akan mendapatkan mu lagi

Sedari pagi Adzilla sudah bertandang di rumah sepupu yang paling dekat dengannya, Andre. Andre adalah anak dari adik laki-laki ayah Yusuf.

Satria dan Sania sedang asyik bermain bersama para cucu lain nya. Sedang dirinya membantu persiapan apa saja yang hendak di bawa ke rumah calon istri Andre.

Keluarga Adzilla pun ikut berbondong-bondong ke rumah calon istri Andre untuk menyaksikan akad hingga acara panggih dan balangan suruh.

Upacara panggih yaitu prosesi dimulai dengan datangnya calon mempelai pria dan rombongan ke kediaman calon mempelai perempuan, yang berhenti di depan pintu masuk rumah. Pada sisi rombongan mempelai laki-laki, ada 2 orang lelaki muda atau 2 orang ibu membawa masing-masing serangkaian bunga yang disebut kembar mayang.

Sedangkan upacara balangan suruh adalah Kedua mempelai akan saling melempari ikatan daun sirih yang diisi kapur sirih dan diikat benang. Kedua mempelai saling melempar sambil tersenyum, mempelai laki-laki mengarahkan lemparannya ke arah dada mempelai perempuan, dan mempelai perempuan meleparnya ke arah paha mempelai laki-laki. Menurut kepercayaan kuno, daun sirih punya daya untuk mengusir roh jahat dalam diri masing-masing calon mempelai.

...****...

Malam hari usai Maghrib, Adzilla duduk bersama dengan Andre dan istri sepupunya itu juga kedua anaknya. Tak lama kemudian dua sepupu laki-lakinya yang lain ikut berkumpul.

"Bang Andre pulang dari merantau langsung nikah saja." celetuk Adzilla membuat para sepupu tertawa.

"Iya, lah kau, dek. Abang pulang merantau dengarnya kau cerai terus mau nikah, eh sudah batal saja."

Giliran Adzilla yang menjadi bahan tawa membuat wanita itu merengut. "Kami enggak jodoh, bang." Kemudian Adzilla beralih menatap istri Andre.

"Kok mau lah kakak sama bang Andre? sudah tua pun, dia." pasalnya istri Andre masih berumur 21 tahun sedang Andre sudah 29 tahun.

"Halah, aku ini bukan tua tapi perkasa. Lah calon mu? berondong malah batalin nikah lagi."

Adzilla mencebik namun ia tak marah justru ikut tertawa kemudia pandangan nya tak sengaja bertemu dengan seseorang yang tak ingin dijumpai, Askar.

DEG

Ekor matanya melirik ke seseorang disebelah Askar. Ya, dia adalah Mentari. Adzilla pun terpaksa tersenyum kemudian ikut mengobrol kembali. Ia sangat berusaha agar kedua anaknya tak melihat Askar di pesta resepsi pernikahan itu.

Sempat merasa bingung mengapa Askar dan Mentari ada di tempat yang sama kemudia tersadar jika istri Andre adalah teman sekolah Askar.

Ternyata kau sudah menerima Mentari, As. Syukurlah, hanya tinggal aku berusaha menata hati.

"Dek, nanti nyanyi ya? sudah lama kau gak pernah nyanyi lagi semenjak sudah nikah." celetuk Andre yang tahu suara merdu Adzilla.

"Ogah, malu." Tolak Adzilla karena ada Askar disana. Ya, dulu Bari tak menyukai Adzilla menjadi pusat perhatian sehingga melarang hal-hal yang disukai Adzilla.

"Haruslah, gak perlu nyanyian kita dulu. Yang sekarang viral saja. Pecah seribu."

"Apa bedanya sama lagu kita Jaran goyang, abang?" tanya Adzilla sewot membuat semua orang di satu meja itu tertawa.

...****...

Di meja tak jauh dari meja Adzilla tampak Askar terus memerhatikan mantan tunangan nya itu. Helaan nafas Askar berulangkali untuk menetralkan hati nya.

"Ayo kita ke pengantin nya ucapin selamat untuk mereka." ajak salah satu teman Askar langsung membuat mereka serempak berdiri.

Mereka berjalan menuju dimana pengantin itu duduk bersama dengan Adzilla. Semua teman Askar tahu jika Adzilla adalah mantan tunangan dari teman mereka berbeda dengan sepupu-sepupu Adzilla karena tak hadir di acara itu dan baik Adzilla atau ayah Yusuf tak menunjukkan siapa orang yang melamar Adzilla.

Askar tahu jika Adzilla merasa tak nyaman ketika teman-teman nya menyapa wanita yang masih bertahtah di hatinya itu.

"As, nanti nyanyi ya." pinta pengantin wanita yang tak lain teman sekolahnya, Tami.

Ia hanya mengangguk karena selalu saja diminta bernyanyi jika salah satu teman nya menikah.

Tatapan nya dengan Adzilla bertemu. Sangat jelas tatapan wanita itu sama terlukanya dengan dirinya tetapi sekali lagi, ia tak lagi dapat membujuk wanita itu agar tetap bersama.

Mata teduh itu masih sama, masih menenangkan hatinya. Rasa itu masih sama, masih mencintai pemilik mata teduh itu.

"Sudah makan, As?" tanya Adzilla.

"Kenapa? mau ambilkan makanan untuk ku?" pancing nya. Sering sekali ia bertanya pada diri sendiri, apakah hanya karena tak mendapat restu membuat Adzilla memutuskan hubungan mereka?

"Mentari bisa melayani mu lebih baik dari ku."

Jawaban Adzilla membuat raut wajah Askar menjadi datar. Bahkan ia tak perduli jika Mentari sudah merangkul di lengan nya.

Askar pun melangkahkan kaki menuju meja prasmanan mengambil nasi, lauk pauk, dan sayur yang di sediakan ahli bait.

"As, ini minum mu. Kau lupa bawa tadi." ucap Mentari membuat ekor mata Askar melirik Adzilla tengah memalingkan wajah setelah melihat Mentari menyerahkan segelas air minum untuknya.

"Makasih."

Beberapa saat kemudian, seperti permintaan mempelai wanita. Askar dan beberapa teman pria nya naik ke pentas. Kali ini giliran nya bernyanyi mengawali teman-teman yang hendak bernyanyi juga.

*Duhai kekasih pujaan yang slalu dihati

Aku menunggumu

Engkau gadis yang slalu hadir dalam mimpiku

Disetiap tidurku*

Matanya tertuju pada wanita yang sedang menatapnya kemudian menunduk.

Dengarkanlah

Aku cinta

Ingin aku

Selalu menjaga dirimu

Menemani disetiap waktu

Benar, lagu ini sangat menyampaikan keinginanya.

Dengarlah puisi yang akan aku berikan

Ungkapan hatiku

Tiada lain yang bisa ku berikan oh

Hanyalah cintaku ye

Andai Adzilla tahu, dirinya begitu tersiksa dengan rasa ini. Rasa yang harus ia layukan ketika sedang mekar.

Dengarlah sayangku

Tiada yang lain saat ini

Engkaulah yang ada dihati

Engkaulah yang ada dihati

...***...

Usai bernyanyi, Mentari mengajaknya pulang namun Askar bergeming karena ingin melihat Adzilla lebih lama.

Dan kedua anak wanita itu. Ah, Askar hampir melupakan kedua anak itu karena terlalu larut dalam patah hati akibat ibunya.

Pandangan matanya mengelilingi tempat acara namun matanya tak menangkap kedua anak itu.

Mungkin sudah tidur.

Dahinya mengerut ketika melihat Adzilla ikut naik ke atas pentas bersama kedua pengantin nya itu bahkan wanita itu memegang mic.

Apa Adzilla akan nyanyi?

Askar terkekeh melihat Adzilla merengut karena seperti dipaksa oleh mempelai pria yang baru diketahui ternyata sepupu wanita itu.

Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu

Tapi kini ku sadar ku diantara kalian

Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Deg

Waktu seakan terhenti ketika Adzilla menyanyikan lagu tersebut. Seakan keadaan hanya fokus pada Askar dan Adzilla saja saat itu.

Ku akui ku sangat sangat mengharapkanmu

Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa

Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Askar terus saja diam menatap Adzilla yang bernyanyi di pentas sana.

Lupakan aku kembali padanya

Aku bukan siapa siapa untukmu

Ku cintaimu tak berarti bahwa

Ku harus memilikimu slamanya

Askar menggeleng ketika Adzilla menyanyikan pada bait itu seakan menguruhnya untuk melupakan wanita itu, dan apa maksud kalimat itu? kembali pada siapa?

Kemudian ia menoleh ke arah samping terlihat Mentari masih saja merangkul lengan nya. Ia tepis tangan Mentari. Kini ia mengetahui maksud Adzilla mengapa setiap ketemu selalu mengaitkan dengan Mentari.

*Kau salah paham, sayang. Baiklah, aku akan mendapatkan mu lagi.

❤️

TBC*

1
Siti Masitah
dasar reza mokondo
Rizky Rahma Aulia Akbar
Lumayan
Rizky Rahma Aulia Akbar
Luar biasa
Jade Meamoure
bagus banget Thor
Qta Aini
sy ada mak, punya kenalan kl sm orang lain duh ringan tangan membantu, apapun itu mau uang atau tenaga tp sm anak istri pelitnya minta ampun sampai utk nambah pemasukan sang istri rela jd ojek, tukang urut, buruh cuci dan gosok baju tetangga...
Nadja 🎀
btw suka bgt ceritanya suami brondong gk bertele-tele mantap!
Kalsum
kasihan mentari ..berikan jodoh buat mentari yg bisa menerima ap adanya thooor
Kalsum
alhamdulillah selamat
Kalsum
lama amat hr h nya thoor
Kalsum
yg nyesal ma emaknya bari
Kalsum
💪💪💪💪💪
Kalsum
semangat bang azka kejar janda💪💪💪
Kalsum
7thn bertahan.alhamdulillah udh di talak
Kalsum
semangat azka kejar jodoh mu
Ocanya gava
Luar biasa
Siti Romlah
gimana ya kalo di dunia nyata apa ada yg seperti di dunia novel. Tabrak lelaki tuk nikahi dirinya, padahal cinta ma lelaki lain danasih berlanjut.
kerbau saja tidak begitu to
Asngadah Baruharjo
terhura 😭😭😭
Asngadah Baruharjo
waduuuuhhhhhhhhhh
Asngadah Baruharjo
siap 2 ke kondangan 🤣🤣🤣
Asngadah Baruharjo
ibu mertua kaya gitu di sambal goreng sajo🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!