Mamanya sedang kritis, Liana menjual rumahnya untuk membayar biaya pengobatan mamanya.
Suatu ketika saat Liana baru saja selesai mentransfer uang hasil penjualan rumahnya di bank tiba-tiba dia dibius oleh seseorang , kemudian dia diikat dan dijadikan tumbal untuk menebus dosa besar yang dibuat papanya dimasalalu.
Dia dilempar kedalam pelukan pria kejam dan kasar ! pria itu memiliki status tinggi dan bukanlah seseorang yang mudah untuk dicitrakan.
Kemudian Liana disiksa perlahan dan dilecehkan atas dosa yang tidak pernah ia lakukan.
.
.
.
.
SIMAK KESERUAN CERITANYA YUK !
Jangan lupa klik favorit , like dan komen ya ♥️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencengkram erat
BOS MILYADER : Balas dendam
“ Kondisi nona Liana sudah pulih dari masa kritisnya, sejak tadi dia hanya membuka matanya, tatapan matanya hanya ada kekosongan saja . Tapi lihatlah, sekarang nona sudah mulai bereaksi saat melihat kedatangan anda , lihatlah tubuh nona bergemetar ! jika dilihat dari reaksinya sepertinya dia merasa keberadaan tuan muda adalah ancaman baginya. ” jelas sang dokter sembari membenarkan posisi kacamatanya.
Kemudian Lucas Anggara menatap tajam kearah dokter yang menangani Liana itu, Lucas Anggara mulai membuka mulutnya dan berkata dengan nada bicara remeh.
Lucas Anggara menghela nafas beratnya sejenak, kemudian berkata . “ Ancaman ? ” tanya Lucas Anggara lirih sembari mengangkat kedua sudut bibirnya , Lucas Anggara menyengirkan senyuman hina , sedangkan sorot matanya tiba-tiba beralih menatapi Liana yang terbaring menyedihkan di atas tempat tidurnya.
Liana hanya bisa menepiskan raut wajah kebencian ketika Lucas Anggara menatapnya dengan seringaian iblis. Liana ingin sekali berteriak kemudian mencabik-cabik wajah Lucas Anggara dengan tangannya , akan tetapi ia tidak bisa ! jangankan mencabik-cabik , tubuhnya sendiri saja sangat sulit ia kendalikan.
Liana hanya bisa diam.
Liana hanya bisa menyaksikan seringaian iblis Lucas Anggara !
Kemudian dokter itu mulai menjawab pertanyaan Lucas Anggara yang sebelumnya dengan nada gugup. “ Be, benar tuan muda, mungkin dikarenakan nona baru saja siuman itulah sebabnya nona hanya bisa diam , dilihat dari reaksinya nona Liana terlihat sangat ketakutan. Kemungkinan nona merasa kehadiran anda adalah ancaman baginya, bisa dibilang dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran anda. ”
“ Mungkin juga karena kejadian waktu itu. ” jelas sang dokter mulai berkeringat dingin saat menjelaskannya di hadapan Lucas Anggara.
Lucas Anggara hanya terdiam sejenak, kemudian ia menjawab ucapan sang dokter dengan entengnya. “ Tidak masalah, dia masih hidup saja itu sudah cukup bagus ! ” jawab Lucas Anggara tak berbobot sedangkan raut wajahnya terlihat sangat muram.
Kemudian Lucas Anggara berjalan perlahan mendekati Liana, sedangkan sorot mata Liana tak ada henti-hentinya menatapi raut wajah Lucas Anggara dengan tatapan kebencian.
Lucas Anggara tiba-tiba mengulurkan tangannya, kemudian ia mencengkram kedua pipi Liana dengan kasarnya sembari berkata , “ Anjing kecil yang tidak patuh, kamu benar-benar cari mati yaaa....... ? ” ucap Lucas Anggara sembari tersenyum iblis, sedangkan kedua tangannya masih menempel dan mencengkram erat kedua pipi Liana. Liana tak bisa memberontak maupun menggelengkan kepalanya, ia hanya bisa mengerutkan kedua alisnya dan menatap Lucas Anggara dengan tatapan penuh kebencian.
Cengkraman Lucas Anggara benar-benar menyakiti kedua pipinya, namun Liana tidak bisa melawannya, jangankan melawan tubuhnya saja bahkan sangat sulit ia gerakkan.
Memberontak ? mana mungkin bisa.
Liana hanya bisa memaki Lucas Anggara dalam hatinya, sedangkan sorot matanya menatap tajam kearah Lucas Anggara. Dalam hati ia mulai bergumam, “ Iblis......iblis ! ” kata itulah yang selalu Liana lontarkan dalam hatinya , mengutuki Lucas Anggara dengan segala kebencian yang ia rasakan untuk Lucas Anggara.
Lucas Anggara semakin terkejut dibuatnya, dalam kondisi yang masih lemas wanita yang ada di hadapannya itu malah begitu berani mengangkat sorot matanya menatapi dirinya begitu tajam.
Lucas Anggara mulai berusaha menahan amarahnya, akan tetapi tetap saja dia tidak bisa mengendalikan amarahnya.
Kemudian Lucas Anggara mengganti ekspresi wajahnya begitu cepat, Lucas Anggara mulai memasang raut wajah tak bersahabat ketika dirinya melihat Liana menepiskan sorot mata yang tajam padanya.
Lucas Anggara mulai terkekeh pelan, tawa itu terdengar sangat menakutkan sampai-sampai bulu kuduk Liana berdiri dibuatnya.
Kemudian Lucas Anggara berkata , “ Wanita , kau adalah wanita pertama yang begitu berani menatap wajahku dengan tatapan mata seperti ini , huh jika saja kamu adalah orang lain aku pasti akan mengeluarkan bola mata indah ini disaat itu juga . Bukankah menurutmu aku terlalu murah hati denganmu akhir-akhir ini , wanita tawananku.... ? ” ucap Lucas Anggara sembari menepiskan senyuman tipis.
Kemudian Lucas Anggara mulai melanjutkan ucapannya sekali lagi. “ Kamu benar-benar anjing kecil yang tidak patuh sayang ! ” ucap Lucas Anggara sembari menepiskan senyuman licik.
Kemudian Lucas Anggara mendekatkan wajahnya lebih dekat di telinga Liana, Lucas Anggara mulai membisikan sesuatu ditelinga Liana secara pelan. “ Anjing kecilku.... dengar ucapanku ini baik-baik. Lebih baik kamu jangan bermimpi mati dengan mudah apalagi hanya dengan memainkan trik kecilmu itu . Ingat juga satu hal ini , kau hanya diperbolehkan mati di tanganku, ditangan Lucas Anggara seorang ! ” ucap Lucas Anggara dengan nada bicara tak bersahabat, seketika Liana sangat terkejut mendengarnya, kedua matanya terbelalak lebar-lebar.
“ Hidupmu....nyawamu... semuanya akan berada dibawah kendaliku . ” ucap Lucas Anggara sembari menghembuskan nafasnya pelan-pelan menelusuri pipi Liana.
Kemudian Lucas Anggara menghentikan tindakannya sesaat.
“ Wanita..... biarkan aku memberimu sedikit pelajaran kecil hari ini karena kau sudah berani mengangkat matamu dihadapanku. Kamu masih hidup anggap saja itu bentuk kemurahan hatiku padamu ! ” bisik Lucas Anggara di telinga Liana , sedangkan kedua tangannya masih sama mencengkram erat kedua pipi Liana.
“ Jangan sekali-kali kamu menentangku, jika tidak...... maka kamu sendiri pasti akan tau konsekuensi akibat melawanku ! ” ucap Lucas Anggara dengan sorot mata tajam menatap kearah Liana.
to be continue....
AUTHOR
Selamat membaca, semoga kalian suka ya teman teman , jangan lupa LIKE nya , komen dan sarannya ya supaya autornya bisa memperbaiki dari saran saran kalian semuanya hehe.
JIKA KALIAN SUKA JANGAN LUPA BERI AKU
komentar 💬
Like 👍
Favorit ❤️
Tip ⭐
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA TEMAN-TEMAN ❤️ !!! Like dan komen kalian adalah bentuk dukungan kalian pada author☺️
udah
makasih kak, sehat terus yaa biar biasa up
amin