Arsel, pria tampan yang kini menjadi seorang pemimpin di sebuah perusahaan sukses milik keluarganya. Ia adalah pria yang memiliki 1 anak, eits walau pun begitu Arsel bukan duda loh.
Seperti alasan umum, ia terjerumus dalam ruang pertemanan yang salah.
Namun, hidupnya benar benar berubah kala ia dijodohkan oleh sang papa dengan alasan cukup umur. Betapa tidak percayanya, ternyata dirinya dijodohkan oleh wanita yang ditemuinya di toko kue miliknya dengan nama anaknya.
***
Dalam masa perevisian
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pikan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Mereka sampai diperusahaan dengan bodygard yang siap siaga. Arin takjub dengan bangunan didepan mata saat ini. Arin tidak berhenti tersenyum dan bersyukur didalam hati.
"Mas kok bawa aku?." Tanya Arin bingung, Arsel hanya diam sambil menatap Arin terus. "Kenapa mas?." Tanya Arin lagi namun apa yang didapat oleh Arin tetaplah sama, Arsel hanya diam engan menjawab satupun pertanyaan istrinya.
Arin menghembuskan nafas panjang, dia diam dan tidak bertanya untuk hal-hal lain. Pria itu berjalan mendahului sedangkan Arin hanya mengikuti dengan patuh.
Sesampainya didalam, beberapa karyawan langsung menyerbu untuk memberi salam, namun Arsel hanya diam sambil menunjukkan wajah dingin dan datarnya. Arin terdiam, dia berpikir lagi tentang suaminya.
Tidak mungkin bukan mas Arsel punya sifat ganda.?Kalimat itu terus saja membayangi pikiran Arin.
"Siapa wanita yang dibawa oleh direktur Arsel?."
"Wanita simpanan?."
"Haha kalau bener sih munafik sekali dia. Memakai busana muslim tapi simpanan orang".
Banyak cemoh dan cibiran dari beberapa karyawan. Ini pertama kali untuk Arin datang kesini, dan kali pertamanya dia dicemoh habis-habisan.
Arin yang melamun, mematung ditempat tanpa disadari Arsel sama sekali. Ia masih terus mencerna sekaligus menyakinkan hatinya yang tertusuk.
Plak
Arin terkejut karena tiba-tiba saja ada seorang wanita tinggi semampai dengan pakaian sexy yang dia kenakan dan wajah yang cantik sempurna menampar dirinya. Arin memegang pipinya yang pedas karena tamparan yang dia dapat dari wanita itu sangatlah keras.
"He pe**cur." Ujar wanita itu mencemoh Arin yang masih menahan pedas dipipi kanan nya." Kau ini beneran tuli atau pura pura ha?." Sambungnya lagi. Arin mendongakkan kepala untuk melihat siapa pelakunya
"Cih percuma kau ini pakai kerudung seperti ini kalau nyatanya kau itu wanita simpanan. Apakah tuan Arsel buta? Sampai-sampai dia harus memilih yang rendahan seperti kau. Dasar ja**ng, kau mau bertanding dengan ku ha? Sudah berapa banyak pria liar yang kau layani diluar sana? Apa gigolo juga kau layani, tidak usah munafik dengan pakaian sok tertutup seperti ini. Dasar bit*h." Cemoh Wanita itu terang-terangan mengundang karyawan lain untuk menonton pertunjukkan.
Astagfirullah. (Arin)
"Dia istriku! Ya aku buta sampai memperkerjakan wanita bodoh seperti kau! Jadi kau mengatakan aku pria liar dan gigolo? Apa kau tidak merasa bersalah? Atasi dia." Ucap Arsel tiba-tiba, semua langsung bergerak mengikuti perintah pria itu.
"Tuan Arsel tolong ampuni aku. Aku tidak tahu bahwa wanita itu adalah istrimu. Tolong ampun...".
Arin sedang menstabilkan jantungnya yang kacau akibat pembelaan suaminya dan suara teriakan wanita tersebut.
Arsel berjalan mendekati Arin. Uluran tangan itu tepat berada didepan mata Arin.
Uluran ini lagi? Semoga selalu seperti ini ya Allah. (Arin)
Arin menyaut uluran itu, Arsel ingin melangkah untuk menuju ruangan namun Arin menahan tangan suaminya.
"Hmm...m-mas a-".
"Lepaskan dia. Ingat! Tidak akan ada ampunan jika kau mengulangi ini dan untuk yang lainnya, apa kalian tidak punya pekerjaan?." Ucap Arsel ketus dan dingin, setelah itu keduanya langsung menuju ruangan direktur.
Bahkan belum sampai satu jam, berita tentang perkataan Arsel yang menyatakan bahwa Arin adalah istrinya sudah tersebar kemana-mana. Mungkin saja saat mereka pulang sudah ramai kerumunan orang didepan perusahaan.
Namun, Arin pasti tidak tahu tentang hal seperti ini. Apalagi dia bukan anak orang kaya yang selalu diliput dimana pun mereka berada.