NovelToon NovelToon
Dear Khadijah

Dear Khadijah

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:242.6k
Nilai: 5
Nama Author: AYSEL

Di pertemukan oleh waktu, di persatukan oleh takdir.
Namun, di pisahkan oleh ketamakkan.

Aishleen Khadijah dan Albiru Adityawarman.

Dua insan berbeda karakter, awal pertemuannya begitu unik.
Diam-diam saling mengagumi dan melangitkan nama masing-masing dalam doa.
Hingga pada akhirnya dipersatukan oleh takdir.
Saat kebahagiaan tengah menyelimuti keduanya, mereka harus terpisah oleh ketamakkan.

Takdir buruk apa yang memaksa mereka harus berpisah?
Akankah takdir baik menyertai keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYSEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pria pemberani.

...30. Pria pemberani...

Biru.

“Pa! Buruan mandi, terus sholat subuh! Kok malah baca koran, sih!”

“Acha, mana? Mbaak! Lihatin Acha udah bangun belum? Suruh mandi sekalian!”

“Barid kemana? nggak ada di kamarnya, dia! Bocah itu nggak lagi mendaki apa touring, 'kan?!”

Biru melirik jam dinding. Masih pukul 04.00 dini hari, tapi suara Senja telah mampir jelas ke indra pendengarannya. Matanya sedikit berat untuk terbuka. Bagaimana tidak, selesai berbincang dengan Awan semalam sampai pukul 2 pagi, tiba-tiba Barid muncul lalu mengajaknya bermain game online karena adiknya juga tidak bisa tidur. Ia baru memejamkan mata setelah dua kali putaran permainan mengalahkan Barid.

“Astaga! Ini anak dicariin ternyata tidur disini!” Senja menyibakkan selimut, mematikan AC kamar lalu membuka tirai kamar.

Kesal karena tidurnya terganggu, Barid menggeliat dan menggerutu. “Ah, Mama! Barid masih ngantuk banget, Ma....”

“Bangun, bangun! Nanti tidurnya dilanjutkan di pesawat, ini udah jam berapa kalian masih belum siap juga nanti kita ketinggalan pesawat!" ujar Senja.

Barid menendang kaki Biru yang masih meringkuk. “Yang mau punya acara siapa yang ribet siapa!” gerutu Barid lagi. Akhirnya Barid mengalah bangun lalu pergi ke kamarnya sendiri untuk bersiap.

“Abang, masih belum mau bangun juga?!” tanya Senja.

“Lima menit lagi, Ma....”

Senja menarik paksa tangan Biru sampai Biru dalam posisi duduk. “Nggak ada lima menit, Abang sendiri yang pesan tiket pesawatnya pagi-pagi! Bangun, mandi!” kata Senja. “Kita juga masih harus mampir ke studio jemput Kha, bukan?”

Mendengar ucapan Senja. Biru langsung beranjak dari ranjang lalu melompat ke kamar mandi.

*****

Tepat pukul 06.00, ke 6 orang yang namanya tercantum pada e-tiket sudah berkumpul di Bandara. Hanya Kha dan Senja yang berwajah cerah, sisanya masih dalam keadaan sayu dan menahan kantuk. Apalagi Barid dan Barsha yang sejak masuk keruang tunggu tadi telah mengambil posisi bersebelahan untuk tidur.

Kha nampak canggung berdiri diantara Awan dan Senja. Sesekali ia melempar senyum melihat interaksi Awan dan Senja yang tak luput dari cek-cok ringan.

“Kha, hanya bawa ini?” Senja menunjuk tas jinjing bawaan Kha.

“Iya, Tante. Nggak bawa banyak barang,”

“Iyalah! Mama aja yang rempong! Lihat, kita cuma ber lima tapi bawaannya udah kaya se-Rt, Mama bawa apa memangnya? Itu nanti masuk nggak ke bagasinya?" ujar Awan menunjuk koper-koper bawaan Senja.

“Udah, Pa! Mama udah hitung dan timbang semua beratnya, satu orang 20 kg bagasi pasti masuk." Awan bertepuk tangan. Menertawakan sekaligus takjub dengan Senja yang selalu teliti dalam hal apapun.

30 menit sebelum keberangkatan, panggilan boarding terdengar. Biru dan Awan membantu Senja menggeret koper, sedangkan Barid menggendong Barsha diatas punggungnya.

Beberapa langkah kedepan, Biru berhenti. Menengok kebelakang, melihat Kha yang berjalan seorang diri dibelakang rombongan.

“Kenapa, Mas? Ada yang tertinggal?” tanya Kha.

“Kamu, Kha. Kamu yang tertinggal. Kalau kamu ketinggalan aku mau lamar siapa?”

“Ish! Receh!” Kha memicingkan mata sembari berjalan mendahului Biru.

...🌼🌼🌼🌼🌼...

Khadijah.

Suatu penghargaan tersendiri bagi Kha dapat pulang ke kampung halaman bersama orang-orang yang juga akan mengunjungi rumahnya. Sampai detik itu, Kha belum terlalu percaya diri tentang maksud dan tujuan keluarga Biru berkunjung ke Jogja. Apakah hanya sekedar memenuhi panggilan Azzam atau ada maksud lain.

Kha berjalan beriringan bersama Senja. Perempuan berbadan mungil yang sudah kalah tinggi dengan anak-anaknya itu menggandeng erat tangan Kha. Senja memperlakukan Kha begitu lembut, sama persis seperti memperlakukan ketiga anaknya.

“Kha, duduk samping Tante, ya... Mau duduk dekat jendela?” Senja mempersilakan Kha untuk melewatinya agar ia dapat duduk dekat jendela.

Dibangku seberang, Biru duduk bersama Barsha yang masih memasang mode mata lelah. Barsha merebahkan kepalanya di bahu bidang Biru, terlihat manja dan sangat nyaman. Sedangkan Barid dan Awan duduk tepat didepan Biru.

“Kha... Tante boleh tanya?"

Kha sedikit terkejut. “I-iya, Tante. Silahkan,”

“Menurut, Kha... Biru gimana? Jawabnya selain baik ya....” goda Senja.

Kha meringis, menampilkan barisan gigi putihnya. “Tapi Mas Biru memang baik, Tante,” jawab Kha malu.

“Kalau baik sih, Tante juga tahu,” seloroh Senja. “Mungkin ada satu dua hal sikap Biru yang pernah melukai perasaan, Kha, maafkan anak Tante, ya...,”

“Dari kecil, Biru memang seperti itu. Dingin dan acuh terhadap orang-orang baru. Padahal aslinya, Biru itu anak yang paling perhatian dirumah, dia sayang banget sama adik-adiknya,”

“Oh, Iya. Tante belum minta maaf soal di wisuda Barid waktu itu, Kha pasti kaget lihat kita kayak gitu. Maafin Tante sama Barid, ya.”

Kha menanggapi obrolan Senja dengan senyuman, anggukan kepala sampai gelengan. Ia sangat menghargai Senja yang dapat berbicara nyaman dengannya. Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 1 jam mereka habiskan bersama untuk bertukar pendapat tentang pekerjaan, tentang Biru dan kedua adiknya, tentang dunia pernikahan yang dinilai Senja tidak melulu soal kebahagiaan.

Kha bahkan mengutip ucapan Senja lalu di ketik pada ponselnya.

Kebahagiaan dalam pernikahan adalah satu titik yang harus diperjuangkan. Terkadang untuk mencapai titik itu, kita harus melewati jutaan air mata, ratusan rintangan, bahkan sebagian lain harus berdarah terlebih dahulu.

Entah seperti apa gambaran tentang pernikahan. Yang ia lihat, selama ini Abi dan Umminya selalu hidup rukun. Tak pernah terlibat pertengkaran maupun perbedaan pendapat. Atau mungkin juga kedua orang tua Kha yang begitu pintar menutup rapat permasalahan rumah tangga mereka.

No one knows.

*****

Keluar dari Bandar udara internasional Adisutjipto, mereka disambut dua buah mobil MPV premium. Barid masuk ke mobil dimana Senja dan Awan berada, mobil yang akan membawa mereka langsung ke hotel. Sedangkan Kha ikut bersama mobil kedua, bersama Biru dan Barsha. Sebelum menyusul Awan dan Senja, Biru akan mengantarkan Kha kerumahnya terlebih dahulu.

“Kha, kasih tahu alamat lengkap kamu ke Pak sopirnya,” pinta Biru.

Kha menyampaikan alamat lengkap rumahnya kepada sopir sesuai permintaan Biru.

“Belakang Hyatt Reg*ncy Sleman nggih, Mbak?”

“Betul, Pak,”

Setelahnya, Kha naik ke mobil disusul oleh Barsha lalu Biru.

“Acha boleh duduk sama Kak Kha, nggak?” tanya Barsha dengan sikap yang begitu menggemaskan.

“Boleh, sini duduk sama aku. Acha boleh panggil Teteh aja,” ujar Kha. Ia sedikit kaku mendengan Barsha memanggil dirinya dengan sebutan kakak.

“Emang Kak Kha... Eh maksud aku, Teteh Kha orang Sunda? Biasanya orang Sunda yang dipanggil Teteh,”

“Abiku orang Bandung, Cha... Jadi adik-adikku suka panggil aku, Teteh.” Barsha membulatkan mulut sembari mengangguk.

Tak jauh dari bandara, jarak kerumah Kha hanya memerlukan sekitar 30 menit, itu saja jalanan kota tengah dipadati pejalan kaki yang menikmati car free day. Ia sengaja tak memberi kabar kepulangannya kepada Azzam maupun Alsea, meski Alsea menanyakan terus pasal kepulangan dirinya. Azzam dan Alsea pun belum tahu jika Biru benar-benar menyanggupi panggilan Azzam untuk datang ke Jogja membawa serta orang tuanya.

Kha sengaja berhenti didepan kantor percetakan Abinya, ia tahu betul jika di jam seperti ini, Azzam dan Syamier adiknya telah berada dikantor. Betul saja, saat mobil memasuki parkiran kantor, Kha melihat Azzam tengah berdiri didepan kantor bersama Pakde Arsean, kakak dari Umminya.

Kha turun dari mobil untuk mengejutkan dua pria yang sedang terlibat obrolan serius.

“Assalamualaikum Abi, Ayah Sean....” Kha berlari menghampiri Azzam, memeluk pria jangkung itu kemudian menyalami Pakde Arsean.

“Masya Allah, tabarakallah... Kamu jadi pulang, Teh?” Abi mengecup lembut kening Kha. Sesaat setelahnya, pandangan Azzam teralih pada pemuda berkaos dan bertopi serba hitam turun dari mobil.

“Kamu pulang sama siapa, Kha?” tanya Arsean pada Kha.

Kha tersenyum. Mencebikkan bibir, lalu ia arahkan pada Azzam. Azzam melirik Biru lalu beradu pandang dengan Pakde Arsean.

“Aku sebut dia pria pemberani!” ucap Azzam. “Berani menyanggupi tantanganku.”

1
Siti Dede
Jahatnya Bariid
Ita Yuhana
nyesek q bacanya 😭😭😭😭
Ita Yuhana
pedes banget itu mulut barid
Ita Yuhana
kayaknya sama" ada rasa nich .... asyik lanjut kk
Najwa Najwa
😭😭😭😭😭
NUR NAZEERAH: Najwa-Najwa
total 1 replies
Qin one
lihat judulnya, penasaran
baca bab awal,mulai tertarik
baca bab 2,mulai suka
q lanjut baca ya kak author, makasih 🙏😉
Bunga Dwi Femina
kadang heran aku sama yg novelnya bagus yg baca cuman sedikit,yg tulisannya amburadul malah dapet milestone,semangat ya kak ditunggu novel2 berikutnya
Bunga Dwi Femina
barid lebih cocok JD anaknya Jihan,sama2 ambisius,kalo biru malah kek senja...santaiiiii
Firzanah Ghassani
sangat puas sama endingnya. alurnya pun gk begitu berat. trima kaaih thor
RosE
Bagus banget ceritanya... q sampai nangis bacanya 🥺 thanks ya Thor, sudah menyuguhkan cerita yg lain dari yang lain... sampai marathon bacanya, penasaran gimana cerita selanjutnya... semangat terus berkarya ya... 💪❤️
Eka Suryati
Kha wanita soliha
Eka Suryati
Awal kisahmu dimulai Kha
Eka Suryati
Wanita anggun nan soleha
Eka Suryati
Kha....senang sekali
Eka Suryati
Aamiin
Eka Suryati
absen, komen dan Next
Eka Suryati
Next
Eka Suryati
Keren kok Kha
Eka Suryati
Muslimah sesungguhnya
Eka Suryati
Tidak.mengenal pacaran👍🏻👌🏻💪🏻💪🏻
karena akan ada tahap yang namanya ta'aruf
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!