NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pihak Ketiga / Beda Usia
Popularitas:42.1k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alana Xaviera merasa seperti sosok yang terasing ketika pacarnya, Zergan Alexander, selalu terjebak dalam kesibukan pekerjaan.

‎Kecewa dan lapar akan perhatian, dia membuat keputusan nekad yang akan mengubah segalanya - menjadikan Zen Regantara, pria berusia tiga tahun lebih muda yang dia temui karena insiden tidak sengaja sebagai pacar cadangan.

‎"Jadi, statusku ini apa?" tanya Zen.

‎"Pacar cadangan." jawab Alana, tegas.

‎Awalnya semua berjalan normal, hingga ketika konflik antara hati dan pikiran Alana memuncak, dia harus membuat pilihan sulit.


‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 13 : TCB

Alana terdiam selama beberapa saat dengan tatapan tertuju pada wajah Zen yang nampak begitu serius, namun setelahnya dia tertawa dan menganggap ucapan Zen hanya sebagai sebuah lelucon.

"Apanya yang lucu," protes Zen saat melihat Alana yang terus menertawakannya.

"Jelas lucu lah," Alana menutupi mulutnya dengan punggung tangan, berusaha untuk meredam tawanya. "Zergan saja yang sudah berusia tiga puluh tahun masih memilih fokus pada karirnya, apalagi kamu yang masih muda dan baru lulus kuliah."

"Sebaiknya kamu simpan saja kata-kata itu untuk nanti, saat kamu sudah menemukan wanita yang kamu cintai." kali ini tawanya sudah benar-benar meredam, digantikan oleh senyum getir setiap kali dia teringat akan Zergan.

Alana melangkahkan kakinya mendekat ke arah Zen yang masih memilih untuk diam setelah Alana menganggap ucapannya hanya sebuah candaan. Zen memang mulai memiliki perasaan pada Alana, tapi dia tidak ingin memaksakan perasaannya untuk sekarang ini. Apalagi dia tahu Alana masih sangat mencintai kekasihnya, yaitu Zergan.

"Ayo pulang, ini sudah hampir jam delapan. Takutnya nanti mama menelfon Cindy dan menanyakan tentang keberadaanku." ajak Alana.

Zen menatap punggung Alana yang semakin menjauh seiring dengan langkah wanita itu. Wanita yang kamu cintai? Ya, wanita itu memang sudah ada, dan sekarang ada didepan matanya.

-

-

-

"Besok sore aku jemput, aku mau kenalin kamu ke teman-temanku."

Seperti hari-hari sebelumnya, Zen memarkirkan mobilnya di dekat gerbang rumah Alana seperti apa yang Alana perintahkan. Alana tidak ingin ada yang melihatnya pergi dengan seorang pria. Bahkan satpam yang berjaga di rumahnya pun Alana sogok supaya tutup mulut dan tidak menceritakan jika sering melihatnya pulang dan dijemput oleh Zen.

Alana mengangguk kecil, "Sampai ketemu besok."

Tatapan Zen mengiringi langkah Alana sampai wanita itu memasuki pintu gerbang yang sudah dibuka sedikit oleh satpam yang berjaga. Sebenarnya dia ingin turun dan mengantarkan Alana masuk, namun Alana selalu menolak dan memintanya untuk tidak ikut turun demi berjaga-jaga supaya orang tuanya tidak mengetahui hubungan mereka.

Sementara itu, Amara yang mendengar kepulangan putrinya pun segera meninggalkan ruang tengah dimana dia sedang menonton televisi bersama dengan suaminya.

"Alana." panggil Amara, menghentikan langkah Alana yang baru saja menginjakkan kakinya di anak tangga pertama.

"Ya, Ma." sahut Alana, memutar tubuhnya cepat.

Amara memperhatikan penampilan Alana dari ujung kaki hingga ujung kepala. "Kamu dari mana saja? Kok pulang-pulang bawa buket bunga?"

"Kan tadi siang Mama sendiri yang kasih izin aku pergi keluar sama Cindy, kok sekarang malah nanya dari mana sih," Alana memprotes.

"Tapi Mama perhatiin kamu tuh akhir-akhir ini sedikit berbeda dari biasanya." ungkap Amara, mengutarakan sikap berbeda yang ditunjukkan oleh putrinya beberapa hari belakangan ini. "Zergan sedang ada diluar kota, tapi kamu sering pergi keluar dan pulang-pulang selalu bawa hadiah. Dan wajah kamu, kamu tuh suka senyum-senyum sendiri kayak orang lagi jatuh cinta."

Alana tertawa kecil, dia tidak boleh membuat mamanya semakin curiga. "Terus aku harus gimana, Ma? Harus nangis-nangis karena Zergan jarang datang?"

"Ya nggak gitu, Al. Cuma---"

"Udah-udah. Aku capek, Ma. Aku mau naik ke kamar dulu, lagian sebentar lagi Zergan pasti telefon." Alana membalikkan tubuhnya dan mulai melangkahkan kakinya menaiki anak tangga. Hari ini dia benar-benar lelah setelah pergi dengan Zen dan Cindy.

Beberapa saat setelah Alana selesai membersihkan diri, Zergan menelfonnya hanya untuk sekedar menanyakan kabar dan mengatakan jika kekasihnya itu sangat merindukannya. Dulu, kata-kata manis seperti itu memang begitu sangat berkesan, tapi sekarang Alana merasa sudah mulai jengah.

-

-

-

‎Sesuai janji yang dibuatnya semalam, Zen menjemput Alana didepan gerbang rumahnya dan membawanya ke outdoor kafe yang terletak di pinggir jalan raya. Tempat itu dulu sering dia kunjungi bersama dengan teman-teman SMA-nya saat ingin melepas penat.

‎‎Tak lama kemudian, dua pria yang tampak akrab datang mendekat dengan langkah cepat.

‎‎"Zen!" seru Dion, pria berkacamata tebal. Di sebelahnya, Arga yang lebih pendiam hanya tersenyum dan mengangguk, matanya kemudian terarah ke arah Alana yang berdiri di samping Zen.

‎"Ini... pacar?" tanya Dion dengan tatapan yang penuh keingintahuan, menatap Zen dan Alana bergantian.

‎‎"Bukan. Cuma teman." Zen menjawab lebih dulu, suaranya tenang tapi tegas. Dia memalingkan wajah sejenak ke Alana, seolah-olah ingin memastikan Alana tidak keberatan dengan jawaban yang dia berikan.

‎‎Bibir Alana membentuk senyum lembut, tersenyum ramah pada dua teman yang Zen kenalkan. Namun dibalik senyuman itu, sebuah keraguan kecil muncul di benak Alana. Untuk apa Zen membawanya kesana jika hanya memperkenalkannya sebagai teman. Biasanya pria akan merasa bangga jika memperkenalkan wanita yang diajaknya bertemu dengan teman-temannya sebagai kekasih.

‎"Kamu mau pesan apa?"

‎‎Suara Zen yang tiba-tiba membuat Alana terkejut. Dia menatap Zen yang duduk disebelahnya. Sementara Dion dan Arga sudah duduk di depan mereka dan sedang melihat buku menu.

"Aku---"

"Zen...!"

Mereka langsung menoleh kesamping saat mendengar suara seorang wanita memanggil nama Zen. Jessica, wanita yang dulu menjadi primadona sekolah dan tidak pernah kapok mengejar-ngejar cinta Zen meskipun sudah berkali-kali ditolak, kini sedang melambaikan tangan ke arah mereka dengan senyuman merekah diwajahnya.

"Zen. Ini beneran kamu kan," mata Jessica berbinar melihat pria yang dulu dia idolakan kini sedang berdiri di hadapannya.

"Hei, Jess. Tambah cantik dan seksi aja," Zen mengedipkan sebelah matanya, membalas pelukan Jessica saat wanita itu memeluknya.

"Aku kangen banget loh sama kamu," ucap Jessica dengan nada manja, melingkarkan tangannya di lengan Zen. "Eh, kita duduk disana aja yuk berdua." tunjuknya pada bangku yang masih kosong.

Zen mengangguk, menoleh pada Alana yang masih duduk, "Kamu disini dulu sama mereka ya, aku ada urusan sebentar sama Jessica."

"Tap-tapi Zen---"

Alana hendak memprotes, tapi Zen sudah lebih dulu pergi meninggalkannya disana bersama dengan Dion dan Arga. Zen duduk di bangku lain bersama dengan Jessica.

Dari tempatnya duduk, Alana terus memperhatikan interaksi keduanya. Bagaimana mereka tertawa, bercanda, membuat Alana merasakan sesuatu yang salah didalam dirinya. Mengapa dia tidak suka melihat kedekatan Zen dengan Jessica?

Alana menggelengkan kepalanya pelan, mencoba menyangkal apa yang tengah dia rasakan sekarang. "Tidak, aku tidak mungkin cemburu. Zen hanya pacar cadanganku, aku tidak mungkin benar-benar jatuh cinta padanya."

-

-

-

Bersambung....

1
Zuri
yg kamu lewatkan banyak Zergan. karena kamu hanya fokus pada dirimu sendiri🤧
Zuri
mantanmu itu lohh Lana🤧
Zuri
oohhh kok udahann /Grin//Grin/
Zuri
tangan sakit tak menghalangi untuk raba meraba, remas meremas🤣
Zuri
akhirnya ketemuuu🥹
Zuri
yg kamu sebut rendahan itu udah kamu coblos berkal kali loh🤧
D_wiwied
tebakanmu bener Al, zergan biang keroknya
Khusnul Khotimah
aduhh kenapa mbak Mina bilang KLO diajak kakaknya Zen.
s moga zergan tidak cari keberadaan zen
markona
ini jg mulut nya mba mina GK bisa semua sekali menyembunyikan sesuatu mulutnya rombeng bgt jangan jangan mba mina ini naksir bgt ke zergan, pecat aj Alana itu pembantu mu mulut GK bisa dijaga, heran dan km Alana pura pura aj GK tau masalah ini ke zergan apa lg NT klu zergan ingin cari tau tentang Zen ke km, disitu lah bisa km curiga,
lia juliati
biarin aja orng jahat kerna karna trus d bayar tunai
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
mana suasana nya mendukung lagi ya zen.berduan,hujan pula.hemmmmmm....
POV setan 😈"lanjutkan, jangan berhenti"


Emang ada yang kamu lewatkan gan degan alias zergan.yaitu tentang kemungkinan terkecil dari setiap kejadian.harusnya,kamu pastiin mayat nya zen.kalo blm lihat dengan mata,kepala,pundak dan kaki.jangan lgsg menyimpulkan Zen udah end.
Resa05
wah ngga sabar nih tungguin cerita selanjutnya
Bunda HB
ART ember mulut e apa2 bilang sama zearga .bilang aja gk tau.art nya pecat aja gk guna. 🤭🤭
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
ingat zergan! siapa menanam, bakal memanenn, jika kamu menanam bunga lateng, jangan harap akan memanen mawar. jadi jangan salahkan zen sama Alana, jika akan mengirimmu masuk hotel prodeo wkwkw
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Awalnya aku cium-ciuman
Akhirnya aku peluk-pelukan
Tak sadar aku dirayu setan
Tak sadar aku ku kebablasan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Dangdutann dulu gaes..Ben tambah semangat goyangnya 💃🤣
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
yaeelahhh zen zen, sudah macam orang kelaparan saja 🤣 Tangan sakit tak menghalangi kegiatan jamah, menyesap dan meremat 🤦‍♀️ yang sakit tangannya penting itunya tak sakit, gass lahhh wkwkw
Khusnul Khotimah
baca bab ini q baca pelan pelan ikut berdebar jantungku....🤭
🔥Violetta🔥: 😁😁😁😁😁
total 1 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Pertemuan yang kuimpikan
Kini jadi kenyataan
Pertemuan yang kudambakan
Ternyata bukan khayalan
Sakit karena perpisahan
Kini telah terobati
Kebahagiaan yang hilang
Kini kembali lagi...nyanyi sek Ben nggak oleng wkwkwkwk
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™: kita mah anak buahnya Mr crab yang mata duitan 🤣🤣
total 6 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
wah wah wah kamu meremehkan karina..zergan! demi anak, seorang ibu bisa melakukan apa saja. meskipun nyawa taruhannya..jadi jangan main2 dengan sosok yang di panggil ibu.
ALURRA KHAI BACHTIAR 💅
Mereka yang ketemu, aku yang deg-deg serrrrrr. Lana, cerita juga ya, kalo kamu positip.serius dech, doi pasti seneng banget.


Di episode ini aku hawatir sama Karina well.serius, zergan kek psikopat.halalin semua cara buat dapetin keinginannya.
🔥Violetta🔥: Minta didemo si Ntoon 😅😅
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!