Meidina Mayangsari tak menyangka akan terjebak dalam kehidupan Presdir yang begitu arogan, dia menjadi asisten pribadi.
di kelilingi oleh pria pria tampan, siapa yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya? nikmati ceritanya dan ingat ini novel 21++++
seoson 2
Samuel harus menerima kenyataan pahit karena kecelakaan yang di alami, tapi dia bersyukur wanita yang di cintainya tetap berada di sisinya.
akankah mereka bersama kita lanjutkan baca ceritanya cuzz.... tetap dengan21++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
apa yang terjadi?
pesawat itu sudah hampir seharian mengudara, bahkan mereka hanya transit untuk mengisi bahan bakar.
sedang di California keadaan makin tak terkendali di saat yang bersamaan, mobil Ron juga mengalami kecelakaan parah.
Fred yang tau pun langsung meminta anak buahnya menyebar untuk menyelidikinya kecelakaan yang menimpa Ron.
Widya pun tak bisa berpikir jernih, karena kejadian-kejadian beruntun yang menimpa keluarganya itu.
Arnold dan Mei pun langsung bergegas ke rumah sakit saat sampai di negara itu.
bahkan Arnold minta untuk pengawalan khusus, apalagi Fred baru saja memberitahu tentang keadaan Ron.
mereka pun langsung menuju ke ruangan rawat Neji dan Sam, karena Mei masih belum tau apa yang terjadi dengan Ron.
"Widya bagaimana keadaan Neji dan Sam," tanya Mei yang baru datang.
bukan mendapatkan sebuah jawaban, Mei malah mendapatkan tamparan keras dari Widya.
"sudah puas kamu membuat kacau keluarga ini!" bentak Widya.
Mei pun hanya diam mematung, sedang Arnold langsung menarik Widya yang sudah keterlaluan.
"Widya sadarlah, dia bukan sahabat mu tapi mertuamu, ingat itu!" sarkas Arnold.
Mei pun langsung menerobos masuk dan melihat dua bocah itu sedang membaca buku di ranjang.
Mei pun berlari dan memeluk keduanya, "kalian tak apa-apa sayang?" tanya Mei sambil menciumi wajah kedua bocah itu.
"mommy sudah pulang, kami merindukan mu mommy," kata Sam.
"mommy juga merindukan kalian bertiga, oh ya Daddy tidak kesini?" tanya Mei.
"Daddy sedang keluar kota, tapi katanya tadi dia akan pulang secepatnya, saat aku dengar mama Widya menelponnya," jelas Sam.
"sebenarnya kalian Kenapa sampai bisa masuk ke rumah sakit?".
"aku terlalu merindukan mommy, tapi kak Sam keracunan makanan," adu Neji.
"kok bisa, bukankah makanan Sam sudah di buat khusus oleh Nani?"
"tapi ada sekertaris Daddy yang belum tau, dan dia mengirimkan makanan padaku atas perintah Daddy, ternyata makanan itu menggandung jamur," jawab Sam.
"oh baiklah, kalau begitu mommy keluar sebentar ya, untuk bertanya pada dokter," pamit Mei.
sedang di luar ruangan, Arnold sudah menarik Widya ke tempat sepi, dia tak mengira reaksi Widya begitu berlebihan.
"aku tak suka cara mu seperti tadi?" kesal Arnold.
"kenapa? kamu sudah mulai mencintai wanita itu, kenapa terus membelanya," jawab Widya dengan nada tinggi.
"diam! cukup aku sudah mengabaikannya selama ini, sekali lagi aku dengar kamu menjelekkan Mei, aku akan membuat perhitungan dengan mu, ingat itu," ancam Arnold.
Widya pun hanya bisa menangis, Fred tak mengira jika Arnold begitu melindungi Mei.
"jika tuan muda saja seperti itu, bagaimana aku bisa mengatakan pada nyonya besar tentang kecelakaan tuan besar Ron," gumam Fred tanpa sadar.
Mei yang ingin bertanya pun terdiam, dia tak menyangka akan mendengar itu dari Fred.
"apa maksudmu dengan kecelakaan suamiku?" lirih Mei yang syok.
Fred pun berbalik dan kaget melihat Mei di depannya dengan air mata yang sudah jatuh.
"maaf Nyonya ...."
Mei pun berlari menuju ke ruang unit gawat darurat dan mencari keberadaan Ron, dia salah telah memilih pergi dari sisi pria itu.
"suster apa ada korban kecelakaan atas nama Ronald Reagan Carter?" tanya Mei pada resepsionis.
"masih di ruang operasi nyonya," jawab suster itu.
Mei pun terduduk lemas, tubuhnya seakan tak memiliki daya apapun saat ini.
"Ronald!" panggil Mei histeris.
Avi pun memeluk wanita itu agar tenang, bagaimana pun Ron sedang berjuang di ruang operasi.
berita tentang kecelakaan Ron begitu cepat menyebar, bahkan wartawan langsung berkumpul di depan rumah sakit saat ini, dan seseorang tertawa senang saat melihat berita yang begitu menghebohkan itu.
"lihatlah kamu akan segera mati menyusul kakak mu yang gila itu," gumamnya.
Mei pun memilih menunggu Ron sadar, Avi datang untuk mengajaknya pulang.
"nyonya, tuan muda Sam sudah di ijinkan pulang, apa nyonya ingin pulang bersamanya, dan juga melihat bayi nyonya," tawar Avi.
Mei pun melihat Avi dan mengusap air matanya, dia pun berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka.
"ayo kita pulang, Arnold aku titip Daddy padamu ya, dan selalu beri kabar padaku," kata Mei sambil tersenyum menyembunyikan semua luka dan kesedihan di hatinya.
Mei pun langsung memeluk Sam dan Neji, "sekarang ayo pulang, mommy akan membuatkan makan malam spesial untuk kalian," kata Mei sambil tersenyum di depan kedua bocah itu.
"iya mommy," jawab keduanya senang.
Mei pun mengulurkan tangannya pada Widya, sedang Widya hanya melihatnya tanpa mau berkomentar.
"lebih baik temani Arnold, jika ada masalah selesaikan Widya, kamu tau jika Ron tak menyukai pertengkaran kalian bukan, aku bicara bukan sebagai sahabat mu, tapi sebagai istri Daddy," kata Mei tegas.
Widya pun merasa begitu sedih, sejenak dia lupa daratan dan cemburu begitu besar pada sahabatnya itu.
"maafkan aku ...."
"tidak perlu ada yang di maafkan, cukup berbaikan dengan suamimu," jawab Mei tersenyum pada Widya.
Mei pun pergi bersama kedua bocah itu, sedang Widya berlari ke tempat Arnold berada.
saat melihat suaminya, Widya pun langsung memeluk Arnold begitu erat.
"maafkan aku, sesaat aku lupa jika kamu hanya mencintaiku, aku terpengaruh omongan seseorang hingga aku lupa siapa Mei bagiku," kata Widya dengan tangisnya.
Arnold pun melepaskan pelukan istrinya itu, "kamu tau bagaimana kita menghadapi semua masalah yang kita hadapi selama ini, dan dia adalah orang yang mewujudkan impian kita, hingga kita bisa memiliki Neji," kata Arnold.
Widya pun mengangguk dan keduanya pun kembali berpelukan erat.
Fred dan Bram pun menyaksikan kedua orang pun ikut tersentuh, apalagi Fred tau bagaimana dulu. keduanya begitu senang saat program bayi tabung dan ibu pengganti itu sukses.
Ron yang awalnya menentang keputusan Mei, karena menginggat kondisi wanita itu pun tak bisa berbuat apa-apa.
Ron pun kalah oleh permohonan tulus istrinya itu untuk menjadi ibu pengganti, dan juga dia tak bisa terus mendengar Widya yang setiap malam menyalahkan dirinya yang tak bisa memberi momongan pada Arnold dan keluarga Carter.
Mei pun hamil setelah dua tahun Samuel lahir, bahkan saat kehamilannya itu Arnold dan Widya begitu menjaganya.
bahkan Mei pernah di bawa Ron Kabur, karena pasangan itu terus ingin bersama Mei dan Ron tak bisa berduaan dengan istrinya itu.
Fred tak mengira jika seorang wanita bisa membawa begitu banyak kebahagiaan untuk keluarga itu.
"kamu menangis bos, ya Tuhan seorang Fredy Guarin menangis, itu sangat menakjubkan," ejek Bram.
"tutup mulutmu, aku hanya menginggat sebuah cerita lama yang sedih," jawab Fred menatap tajam pria di depannya itu.
Bram pun tau jika wanita seperti Mei itu, adalah orang yang mendahulukan kebahagiaan orang lain, baru memikirkan dirinya.
itulah kenapa bisa seorang wanita bisa begitu berpengaruh seperti ini.
"aku tak menyangka akan melihat semua drama ini, dan itu berasal dari gadis jutek yang pernah aku temui dulu," batin Bram tersenyum geli.
sukses.....semangat
mksh
sukses....semangat
mksh
biar kebuka kedok widya,,,
Dan mei bisa balikan dgn david
ron jg penjahat
orang baik mah harusnya gak nyulik kek gt, mey jelas punya keluarga malah diculik.
parah gilak
coba dia ga bawa pergi si mei, david jelas berubah baik kok.
maling treak maling ini mah namanya