Isyana meminta Arya agar menjadi kekasih pura-puranya, tapi Arya justru mencintai Isyana dengan tulus. Seperti apakah pengorbanan cinta keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nolasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Kedua pasangan itu masih sibuk memasak makanan masing masing. Sesekali para pelayan menyemangati mereka. Diantara mereka pun ada yang mengambil gambar menggunakan HP.
"Ayo Dion semangat!!!"teriak Rara sambil bertepuk tangan.
"Semangat calon suamiku!!"teriak Isyan tak mau kalah.
"Ayo tuan dan nona waktu kalian tinggal satu jam lagi"ujar kepala pelayan.
"Dion itu apinya jangan kegedean nanti ayamnya gosong"seru Rara.
"Oh ya lupa..."ujar Dion lalu mengecilkan api kompor.
"Itu tumis jamurnya kasih saus tiram biar gurih"perintah Isyan.
"Oke.."jawab Arya lalu menuangkan satu sachet saus tiram dan mengaduk tumis jamurnyam
"Ehh..tuan arya tidak boleh mencicipi"tegur kepala pelayan.
Arya menepuk dahinya karena lupa dengan aturan mainnya.
Satu jam berlalu.
"Tiga."
"Dua."
"Satu."
"Stop."
Kepala pelayan meniup peluit tanda waktu masak sudah berakhir. Pelayan yang lain bertepuk tangan dengan ramai. Kedua pasangan itu saling berpelukan erat tanda lega karena masakan mereka matang tepat waktu.
"Baiklah tuan dan nona..ini saatnya penjurian. Silahkan para pelayan mengambil makanannya secukupnya saja lalu cicipi dan beri nilai"ujar kepala pelayan.
Lalu para pelayan memegang piring dan sendok masing-masing bersiap untuk mencicipi makanan yang ada didepan mereka. Satu persatu mengambil sedikit makanan dan mencicipinya. kedua pasangan itu memasang wajah tegang karena makanan mereka sednag dinilai. Jelas saja mereka tegang karena mereka sama sekali tidak mencicipi masakan mereka sendiri. Lalu para pelayan menulis di secarik kertas nama tim yang menurut mereka masakannya paling enak.
"Ini nggak dikasih komentar apa gitu?"celetuk Dion.
"Iya biar kita tahu kekurangan masakan kita apa"tambah Arya.
"Baiklah tuan..menurut saya masakan kalian rasanya tidak terlalu buruk padahal tidak dicicipi sama sekali. Masakannya juga matang sempurna"ujar kepala pelayan.
Para pelayan mengumpulkan kertas yang mereka pegang lalu kepala pelayan menghitung poin terbanyak.
"Baiklah saya akan umumkan pemenangnya"ujar kepala pelayan.
"Yang menang hadiahnya apa?"tanya Rara.
Para pelayan saling berpandangan karena memang mereka tidak menyiapkan hadiah.
"Oh aku tau. Gini aja yang kalah nanti bantuin pelayan bersihin dapur. Gimana?"ujar Isyan.
"Wah ide bagus nona. Terima kasih loh Nona Isyan memang pengertian"ujar kepala pelayan.
"Okee siap!"ujar Dion.
"Baiklah pemenangnya adalah...."
Dua pasangan itu saling berpegangan tangan dan memejamkan mata bersiap mendengar nama pemenangnya.
"Tuan Arya dan Nona Isyan"teriak kepala pelayan disambut tepuk tangan semua pelayan.
"Yeee..kita menang"ujar Arya dan Isyan bersamaan sambil berpelukan erat.
Dion dan Rara terlihat sedikit sedih karena kalah dalam perlombaan ini.
"Kan kita kompak"seru Arya
"Ayolah Dion, Rara, ini cuma lomba abal-abal. Apa kalian nggak mau makan masakan kalian sendiri? Aku laper nih"gerutu Isyan memegangi perutnya.
"Ya silahkan tuan dan nona makan siang. Kami ambilkan piring sebentar"ujar kepala pelayan lalu pergi dengan para pelayan.
Lalu dua pelayan kembali membawa air minum serta piring dan sendok.
"Jangan lupa habis ini bersihin dapur ya calon adik ipar dan adikku"goda Arya.
"Seneng banget ngejek orang"gerutu Dion.
Lalu mereka pun makan bersama sembari bercanda. Setelah selesai makan, Rara dan Dion pergi ke dapur untuk membantu pelayan membersihkan dapur karena mereka kalah dalam pertandingan. Setelah selesai membersihkan dapur mereka berdua menyusul Arya dan Isyan yang sedang bersantai di ruang TV.
"Nah Dion dan Rara aku tahu kalian capek karena habis bersihin dapur. Ini aku tadi beli es buah di depan komplek nih"ujar Isyan menyodorkan dua mangkok es buah.
"Wih sepupuku pengertian banget sih jadi sayang deh"ujar Dion agak lebay.
"Apaan sih Yon lebay banget"ujar Isyan menyebikkan bibir.
Hari ini mereka pun menghabiskan waktu bersama dengan kebahagiaan. Saat jam menunjukkan pukul sembilan malam, Arya dan Rara pamit pulang.
"Yon orang tua kita kapan pulang dari Amerika sih?"tanya Isyan.
"Eemm katanya sih minggu depan. Biasa mereka pasti masih kangen opa sama oma"ujar Dion.
"Ya aku juga kangen opa sama oma"ujar Isyan.
"Aku ada ide. Gimana kalo honeymoon kita ke Amerika aja. Katanya akhir bulan Shawn Mendes bakal ngadain konser di Los Angles. Kita bisa dong nonton konser bareng"ujar Dion.
"Serius kamu?"tanya Isyan.
"Serius dong. Biar sekalian kita jenguk keluarga kita yang ada di Amerika"terang Dion.
"Wah ide bagus tuh. Pinter juga sepupu aku ini"ujar isyan mengelus kepala Dion.
Bener katamu ketika km mewanti2 ak saat ingin baca PC1. Rasanya seperti membaca kepolosanmu aku. hahaha
secara garis besar alurnya bagus. ada dua konflik besar. satu tentang Rio yg aku pikir awalnya dia jd antagoinis smp akhir dan kedua tentang kecelakaan. ini diluar ekspektsiku sebenarnya.
Adegan detail di PC1 ini menurutku predictable bgt. terutama bagian keuwu2annya. Sering menemukan yg sama.
Lebihnya, aku seneng sma detail latarnya. juga karakter2 kocaknya. scene stealer di sini adalah Dion dan Rara.
uahh. berpisah lagi ini
aku ngiri sama kata2nya.
ga bisa aku bilang hal2 manis ke orang2 yang aku syang. sedih aku
sultan makin sultan aja
kak mampir dong di ceritaku. mampir mampir maampir pokoknya.
klo g mampir tak jitak.
wkakakakkakak
ngakak dulu deh
cringe bgt. hahahahha
apa coba ujiannya. aku takut ni masa lalu mereke yg mengejarnya. soalnya si Irfan(klo g salah) kan ngilang tiba2 toh.
iihhh. .
atau apa
td aku kira si Dion ini yg bakal jd judul. dia yg berkorban untuk Arya dan Isyan
its seems like someone give you some encourage, warm and save feeling in the same time.
the beginning of every thing