NovelToon NovelToon
PENDEKAR PEDANG BERLIAN

PENDEKAR PEDANG BERLIAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Contest / Kultivasi / Pendekar / Wuxia / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aa Petruk

Teratai Putih adalah nama sebuah desa terpencil yang letaknya jauh dari pusat keramaian kota di kekaisaran Han. Meski terletak jauh dari pusat ibu kota, namun penduduk desa Teratai Putih hidup rukun dan sejahtera berkat sumber daya alam yang melimpah.

Hingga suatu saat kedamaian desa Teratai Putih terusik oleh kehadiran kelompok perampok dan pendekar aliran hitam yang datang untuk merampas harta benda seluruh warga desa.

Penduduk desa yang awalnya hidup rukun penuh dengan ketentraman, terpaksa melewati hari-hari berselimut ketakutan yang mencekam.

Chi wei adalah seorang anak petani dari desa Teratai Putih. Dia bersama dua orang sahabatnya Tao Ming dan Yan San, setiap hari menghabiskan waktunya untuk berburu. Disaat anak-anak sebayanya sibuk belajar dan berlatih ilmu bela diri, mereka bertiga akan pergi ke hutan untuk berburu hewan liar dan berbagai macam tanaman obat. Hasil dari perburuan tersebut nantinya akan mereka jual ke tengkulak yang ada di desa Teratai Putih.

Hingga suatu ketika di sebuah hutan belantara, chi wei mengalami fenomena yang merubah jalan hidupnya. Takdir hidup yang membuat dia menjadi seorang pendekar berilmu tinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aa Petruk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cha 30 - Siluman Kalajengking 2

"Wei'er, cepat kau hancurkan bola transparan itu, atau kau akan kehilangan adikmu untuk selamanya" Lung Huo bicara melalui telepati.

Namun rupanya pria berjubah hitam itu bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Lung Huo.

"hahaha...apa, kalian ingin membebaskan wanita ini?... tidak semudah itu, wanita ini adalah milikku.... hahaha."

"kalian harus mati di tanganku!"

Wush.....

Pria berjubah hitam itu langsung menyerang Lung Huo dengan kecepatan yang sangat tinggi. Namun dengan tenang Lung Huo menyambut serangan itu dengan sebelah tangannya.

Boom..... S

uara ledakan menggema di lorong tersebut seiring beradunya pukulan berkekuatan besar dari dua pendekar yang sama-sama sepuh itu.

"hmmmm.... pukulanmu lumayan juga kakek peyot. Ayo kita lanjutkan permainan kita. Bantu aku untuk sedikit meregangkan otot-ototku yang telah lama terasa kaku. Keluarkan semua jurus andalanmu, berikan sedikit keringat di tubuhku." ucap Lung Huo memprovokasi.

"jangan senang dulu tua bangka keparat, rasakan ini!..."

Boom... Boom... Boom...

Pertarungan sengitpun terjadi, ledakan demi ledakan menggema di lorong goa tersebut.

Sejenak, Chi Wei terpana menyaksikan pertarungan kelas tinggi itu. Dalam beberapa tarikan napas saja dua pendekar sepuh itu telah bertukar puluhan jurus. Namun tak satu pun dari mereka yang menunjukkan kelelahan.

Tampak jelas, Lung Huo sangat menikmati pertarungannya itu. Bahkan ia terlihat seolah sedang bermain-main. Hal itu membuat pria berjubah hitam merasa direndahkan. Ia pun menyerang Lung Huo dengan bringas dan membabi buta.

Bertarung dengan diselimuti amarah yang tak terkendali, membuat pergerakan pria berjubah hitam itu menunjukkan banyak celah. Namun, lagi-lagi Lung Huo seakan membiarkan peluang tersebut. Dia seakan sangat menikmati permaianan yang telah lama ia rindukan itu.

"apa yang sedang kau lakukan, bodoh?... cepat kau selamatkan adikmu itu." Suara Lung Huo mengagetkan Chi Wei yang mematung terpana menyaksikan pertarungan gurunya tersebut.

"Ba...baik Guru."

Wush....

Chi Wei pun langsung melesat melayang menghampiri tubuh adiknya yang terkurung dalam bola transparan yang melayang di lorong goa.

Boom.....

Chi Wei mencoba menghancurkan bola transparan tersebut menggunakan tenaga dalam.

"sial..... bola ini sangat kuat." Chi Wei bergumam saat menyadari serangannya tidak berdampak apa-apa.

"gunakan pedang berlianmu itu bodoh!" Lung Huo kembali mengingatkan muridnya itu melalui telepati.

"apa pedang berlian?..... sepertinya hari ini adalah hari keberuntunganku. hahaha." pria berjubah hitam tersebut bergumam sambil melirik ke arah Chi Wei.

Boom.....

Satu pukulan sangat keras dari Lung Huo mendarat telak di dada pria berjubah hitam hingga membuat tubuhnya terpental menghantam dinding lorong goa.

"dasar pengecut!.... cuih!" pria berjubah hitam itu seakan tidak terima atas kelengahannya sendiri.

"hahaha... dasar kakek peyot, salahmu sendiri mengalihkan perhatian dariku. Dan satu lagi yang perlu kau ingat, jangan pernah berpikir untuk merebut pusaka pedang berlian dari muridku, karena sampai kapan pun kau tidak akan pernah mampu melakukannya.hahahaha..." Lung Huo tertawa dan terus memprovokasi pendekar berjubah hitam itu.

"sombong...rasakan ini tua bangka!"

Wung.....

Tubuh pria berjubah hitam itu berubah menjadi seekor kalajengking raksasa berwarna hitam legam berekor sembilan. Sekujur tubuhnya dipenuhi bulu-bulu halus yang mengandung racun.

"Wow..... kau membuatku semakin tertarik dengan tubuh peyotmu itu." ucap Lung Huo sambil tersenyum penuh arti.

Sementara itu, di waktu yang bersamaan, Chi Wei mengeluarkan pusaka pedang berlian biru. Tanpa ba bi bu lagi ia pun langsung menggunakan senjata pusaka andalannya tersebut untuk menghancurkan bola transparan itu.

Kraaakkkk.... Bomm....

Hanya dalam satu kali serangan saja bola transparan tersebut hancur berkeping-keping. Energi yang keluar dari dalam bola transparan itu membuat tubuhChi Wei terlempar beberapa meter.

Dengan sigap, Chi Wei mampu kembali menyeimbangkan badannya dan langsung melesat menangkap tubuh Chi Meilin dan membawanya ke salah satu sudut lorong tersebut.

Setelah iti, ia membuat perisai transparan untuk melindungi tubuh mereka berdua dari ledakan-ledakan kekuatan yang diakibatkan dari pertarungan Lung Huo dengan siluman kalajengking.

"iris pergelangan tanganmu dan teteskan darahmu itu ke mulut adikmu. Lalu berikan dia 5 pil ajaib sekaligus. Tunggu beberapa saat maka kesadaran adikmu akan segera pulih." Lung Huo berbicara melalui telepati.

Chi Wei pun langsung melakukan apa yang Lung Huo perintahkan. Namun saat dia meneteskan darah dari pergelangan tangannya, Chi Wei merasa kaget karena darah yang menetes tidak berwarna merah seperti warna darah pada umumnya.

Darah tersebut berwarna biru keemasan. Hal itu menimbulkan pertanyaan besar dalam benak Chi Wei. Masih dalam keadaan heran, Chi Wei lalu mengeluarkan 5 butir ajaib dan memasukannya ke dalam mulut Chi Meilin.

Seketika itu, tubuh Chi Meilin sedikit bergetar dan mengeluarkan cahaya berwarna biru. Dari cahaya itu pula muncul kilatan-kilatan petir berwarna biru keemasan.

Setelah beberapa saat cahaya itu pun menghilang, dan secara perlahan mata Chi Meilin pun terbuka.

"kakak...." Chi Meilin langsung memeluk Chi Wei yang tengah duduk di sebelahnya.

"tenanglah Lin'er, semuanya akan baik-baik saja." Ujar Chi Wei seraya mendekap adiknya tersebut.

Sementara itu Lung Huo masih disibukkan dengan serangan-serangan ganas yang dilancarkan siluman kalajengking.

"hmmm..... sepertinya muridku sudah selesai melakukan tugasnya. Itu tandanya permainan kita harus segera diakhiri."

Wushhhh.....

Tubuh Lung Huo berubah menjadi seekor ular raksasa berwarna hijau.

Dengan cepat, ular raksasa tersebut melilit tubuh siluman kalajengking dengan sangat kuat. Terlihat siluman kalajengking itu meronta dan mencoba menyerang Lung Huo dengan sembilan ekornya.

Namun, semakin lama tubuh siluman kalajengking hitam itu semakin melemah. Hingga akhirnya kalajengking tersebut nampak kehilangan kesadarannya.

Selang beberapa saat, hal yang mengerikan pun terjadi. Ular raksasa berwarna hijau itu membuka mulutnya lebar-lebar, dan perlahan menelan bulat-bulat tubuh dari siluman kalajengking hitam.

Pemandangan itu membuat Chi Wei dan Chi Meilin berdiri mematung dengan mulut terbuka lebar.

"Huek....Huek..... uhuk...uhuk..." Chi Meilin tiba-tiba merasa mual dan memuntahkan isi perutnya.

Keanehan pun tidak cukup sampai di situ, setelah ular raksasa itu berhasil menelan seluruh tubuh siluman kalajengking hitam, saat itu dari sekujur tubuhnya keluar kepulan asap yang sangat tebal.

Setelah beberapa saat, kepulan asap itu perlahan menghilang. Lalu tiba-tiba tubuh ular raksasa berwarna hijau itu bergetar dan perlahan-lahan mulutnya terbuka lebar.

Dari dalam mulut ular raksasa itu perlahan-lahan keluar tubuh pria berjubah hitam dalam keadaan sudah tidak bernyawa, dan langsung meluncur terlempar ke lantai lorong tersebut.

Tubuh pria berjubah hitam itu dipenuhi lendir yang cukup tebal berwarna hijau. Dan kali ini, giliran Chi Wei yang tak mampu menahan sesuatu yang terdorong keluar dari dalam perutnya.

"Huek.....Huek.....uhuk...uhuk..."

Wush..... Ular raksasa berwarna hijau itu kembali berubah menjadi sosok Lung Huo.

"hahaha..... Dasar pendekar lemah, melihat yang seperti ini saja kau sudah muntah-muntah. Apa kau sudah lupa, dulu kau selalu membuat tubuh musuh-musuhmu hancur dengan isi perut yang berceceran ke tanah?" Kata Lung Huo sambil berjalan menghampiri Chi Wei dan Chi Meilin.

Chi Wei hanya mengusap-usap bibirnya yang basah tanpa bisa berkata apa-apa. Akhirnya dia pun hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.

1
Rajo kaciak
cerita nya terlalu kereen
Rajo kaciak
mantap, mudah2an hanya seorang wanita nya , karna rata2 kultivator punya bnyk istri 🤣🤣
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
John Travolta
thor ga ada update lagi kah?
dofi hendriyanto
rekomendasi
Khairul Azman Abdul Kahar
waduhhhh kenapa tidak diambil cincinnya
Bocil
cwritanya bagus thor. tapi untuk suara audionya musiknya terkalu keras jd merusak suara lainya.
Didik Setyawan
aq bingung saat bca seorang yg d'panggil pangeran it anakx jenderal,trs anakx raja/kaisar d'panggil pa y??????????????????
Didik Setyawan
tingkatan pendekar kok lucu pke bingit sich,s'tauku gelar dewa yg akhir tp nie lucu bingit.masa pendekar bumi trs dewa bumi,pendekar langit trs dewa langit.n raja Mlah yg akhir,emang gelar raja lbih tinggi drpd dewa wkwkwk,,
Roynaldi Ananda
àuthor kan lulusan pesantren tebu ireng
Roynaldi Ananda
author sialan
Hary
KAMPRET.... 🤣
Omen Aura
keren menghibur😄
Omen Aura
kopi luwak😄😄
Raditya Radi
lanjut
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt
Purwanto aza
g ada kelanjutannya
Nurhairani
jadi ngak seru.masa berahir begini ceritanya
Roni Sakroni
lanjutkan dan terima kasih...
Roni Sakroni
asyemmm tenan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!