NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Sesuai permintaan Bunda yang menginginkan aku dan Nana menginap, saat ini aku tengah berada di dapur berkutat dengan wajan dan spatula untuk memasak menu makan malam nanti.

" Ini ginikan motongnya ril? " tanya Nana menunjukkan hasil potongan wortelnya yang langsung membuatku menatapnya sambil menghela nafas pelan.

" Ini bentuk apa? " tanyaku melirik bentuk wortel yang kelebihan bagus. Kreatif sih, tapi pasti memakan waktu lama dan ku lihat hanya dapat sedikit.

" Love " jawabnya girang.

" Kenapa bentuk love? " tanyaku lagi.

" Tadi Kak Arkan pesan, katanya masakan malam ini kalau bisa pake cinta biar tambah enak. Makanya Nana bikinin sesusai keinginannya. " jelasnya membuatku memejamkan mata sejenak lalu membukanya kembali.

Arkan sialan!!

" Sudahlah. Kau kumpulkan sisa potongan wortel tadi dan masukkan kedalam panci itu! " tunjukku pada panci yang merebus air kaldu ayam serta beberapa sayuran yang ku buat tadi.

" Oke! "

Aku kembali memfokuskan pada ayam kecap buatanku. Menu hari ini hanya sup ayam, ayam kecap, capcay, tumis kangkung, dan ikan goreng.

" Aril, ada yang bisa Nana bantu lagi? " tanya Nana berdiri tegap dengan wajah polos khasnya.

Aku meliriknya sebentar lalu menganggukkan kepala. " Ada. Kau goreng ikan yang sudah ku bumbui tadi. " aku menunjuk dua ekor ikan nila yang terletak di atas meja dengan daguku.

" Oke bos! " aku tersenyum kecil saat Nana meletakkan empat jarinya di atas kening seperti menghormati pada bendera.

" Wah.. semangat sekali masaknya. Mau gue bantuin gak? Siapa tahu tambah semangat liat orang ganteng nyemplung didapur. " Dan tiba tiba entah dari mana datangnya si pria narsis ini menawarkan diri untuk membantu.

" Boleh. Kau potong kangkung yang di sana! " tunjukku pada setumpuk kangkung yang sudah ku cuci bersih di atas meja itu. Kapan lagi dapat pembantu gratis?

" Eh? Beneran di suruh? "

" Kan katanya orang ganteng nyemplung didapur bikin semangat. Jadi silahkan! " cibirku mengulangi beberapa kata yang di ucapkannya tadi.

" Berhubung gue ini pria yang baik, ganteng, sholeh dan rajin menabung. Gue dengan senang hati membantu para gadis ini untuk memasak. " ujarnya dan berjalan sok duduk di kursi mulai memotongi kangkungnya.

Serrr

" Aaa Aril minyaknya kok meletup letup gitu sih?! Ihh Nana takut!! " teriak Nana heboh saat minyak bercipratan keluar saat ikan di masukkan kedalamnya.

" Memang begitu "

" Gak usah takut na, ada Kakak Arkan disini. Sini biar Kak Arkan bantu masukin ikannya... " ucap Arkan bangkit dari kursi hendak menghampiri Nana.

" Gak usah modus!! Fokus aja ama kerjaan lo! " sarkasku menatapnya tajam. Dia pikir aku tidak tahu kalau dia memiliki seribu akal licik untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan mendekati Nana.

" Huh! Sirik aja lu! " dengan bibir menggerutu dia kembali duduk dan memotong kangkung dengan sangat kuat, sehingga menimbulkan bunyi. Tak Tak Tak. Arkan... Arkan.. Lo beneran bakal jadi adik ipar gue? Bisa bisa otakku panas tiap hari ketemu lu.

" Aril, itu ikannya gimana? " aku seketika tersadar saat Nana menggoyang lenganku takut.

" Biar gue yang goreng. Lo bantuin potongin bawang bombay, sama cabe kriting itu aja. " putusku karna tak tega melihat anak manja seperti Nana harus masuk kedalam dapur yang mungkin baru sekali seumur hidup dia datangi.

" Oke! "

Aku menggoreng ikan itu sambil sesekali membolak baliknya. Setelah selesai, aku menaruh ikan itu di atas piring yang sudah diletakkan beberapa lembar tisu untuk menyaring minyaknya.

" Awh "

Aku menoleh cepat kearah meja saat mendengar rintihan Nana. " Kenapa? " tanyaku dengan cepat menghampiri Arkan dan Nana.

" Gak sengaja keiris pisau... " cicit Nana menahan sakit, terlihat darah yang mengucur dari jari telunjuknya memang cukup banyak.

Hap

Aku dan Nana diam sambil mengerjapkan mata tak percaya. Arkan tiba tiba menarik tangan Nana lalu mengulumnya dalam mulut. Beberapa menit kemudian, dia mengeluarkannya dan menuntun Nana menuju wastafel untuk membasuh lukanya dengan air mengalir.

" Sstt "

" Tahan ya. Kita basuh dulu, baru diobati. Biar nanti gak infeksi.. " tutur Arkan lembut.

Aku menatap keduanya sambil tersenyum kecil dan pergi menuju ruang tamu untuk mengambil kotak obat. Setelah menemukannya, akupun kembali kedapur lalu meletakkanya di atas meja.

" Obati dulu lukanya, "

" Makasih ril, " tersenyum tulus lalu menarik tangan Nana. " Tahan sebentar ya " lirih Arkan dengan lembut memasangkan plester di jari telunjuk Nana.

Aku menarik kursi dan duduk menatap keduanya sambil memangku wajah dengan kedua tangan yang tertumpu di atas meja. Dan adegan selanjutnya membuatku memutar bola mata jengah. Dimana kedua sejoli itu tengah bertatap tatapan dan mulai melupakan, bahwa seorang calon pengakhir jomblo ini ada di tengah tengah mereka.

" Ekhm! Ingat zinah mata! " cibirku lalu bangkit mengambil potongan bawang Nana dan kangkung Arkan untuk ditumis. Nungguin mereka gak akan kelar, yang ada aku di jadiin obat nyamuk lagi.

Beberapa saat kemudian, semua orang kini sudah berkumpul dimeja makan dengan berbagai masakan yang tersaji diatas meja.

" Woah... ini semua kamu yang masak ril? " kagum Bunda menatap masakan itu lalu beralih menatapku.

" Di bantuin Nana sama Arkan juga bun "

" Ha? Arkan ikut bantu? Kok Bunda meragukannya ya? " dengan mata memicing tak percaya seraya menatap Arkan seolah olah menilai.

" Yee gini gini tuh bun, Arkan itu orangnya baik hati. Gak tega liat Aril sama Nana masak berdua doang, jadi apa salahnya bantuin? Arkan itu pria sejati! " ujarnya dengan bangga menepuk nepuk bidang dadanya.

" Yee bilang aja modus! "

" Itu niat kedua bun, niat pertama Arkan emang bantuin masak. " jawabnya tak menyangk cibiran sang Bunda.

" Kapan makannya bun? Nana udah laper... " keluh Nana mengelus elus perutnya yang keroncongan.

" Eh iya astaga, maaf Bunda lupa. Ya udah, kita baca doa dulu baru makan. "

Setelah membaca doa makan, kamipun mulai menyantap masakan yang ada diatas meja ditemani nasi putih kesayangan.

" Kok wortelnya bentuknya gini? " tanya Arkan menatap heran potongan wortel yang berbentuk hati itu. Aku memilih diam melanjutkan makan, biar sang pelaku yang menjelaskan.

" Tadikan Kakak suruh masak pake cinta, ya udah Nana buat wortelnya jadi bentuk love. " jawab Nana tersenyum ceria.

" Uhuk uhuk uhuk "

" Minum bun! " aku segera menuangkan air dan menyerahkannya pada Bunda saat wanita paruh baya itu kelewat kaget sampai tersedak.

" Makasih sayang.. " aku mengangguk lalu kembali menyantap makanan dalam diam. Nampaknya Arkan malam ini akan mendapatkan siraman kalbu gratis dari ibunya.

Bunda langsung memberikan tatapan tajam pada Arkan yang membuat pria itu jadi salah tingkah. " Masak pake cinta itu maksudnya masak dengan perasaan, sepenuh hati, atau secara tulus. Bukan masakannya yang dibikin bentuk seperti ini Nana sayang. " ucap Arkan menjelaskan secara pelan.

" Nana masaknya tulus kok, jadi masakannya kerasa gak rasa cintanya? " tanya Nana mengerjap erjap polos. Aku memalingkan wajahku cepat cepat menghabiskan makananku agar cepat juga pergi. Nanaku polosnya minta di jitak.

" Kerasa... kerasa banget malahan. "

" Emang rasanya gimana? "

" Kamu gak pernah ngerasain cinta? "

Menggeleng. " Enggak. Selama ini bibi gak pernah bilang kalo masak itu harus pake cinta, yang ada Nana cuma sering lihat bibi masak pake bumbu penyedap doang, gak pake rasa cinta. Emang kalo pake cinta itu bakalan tambah enak ya? " ujar Nana membuat Bunda semakin menatap tajam putra bungsunya.

" Iya " jawab Arkan singkat karna merasakan aura intimidasi dari sang Bunda.

" Oh... ya udah deh, nanti Nana suruh bibi buat masak pake cinta, biar masakan dirumah tambah enak. " gumam Nana tersenyum ceria lalu menyantap makanannya.

Dosa apa aku bisa sampai mempunyai teman polosnya yang gak ada akhlak gini?

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!