Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 22 Hari Pertama kerja
Hari Senin aku bangun pagi kemudian mandi besar dan sholat subuh, mas Arya kubangunkan biar dia mandi juga, semalam kami bercinta tapi cuma satu ronde saja, takut kecapekan
Selesai sholat biasa,ku rawat rambutnya dan ku ciumi, harum, wangi dari vitamin rambut
" Dek biasanya istri jaim ke suaminya, kamu kok nggak" tanya mas Arya
" Buat apa Jaim, aku sudah bucin sama ayang dan sudah bertekuk lutut dan hidupku aku serahkan kepada Abang tapi aku posesif juga lho ,jangan sakiti hati adek" kata ku sambil mengacam.
" Terima kasih adek sayang sak Abang kan nggak pernah kenal cewek lain selain kamu" kata dia
" Abang jangan mengelak Lilis sama neneng itu bukan cewek" kata ku sarkas
" Adek cemburu sama neneng dan Lilis ya, Abang suka kalau adek cemburu,cup, cup, cup" jawab bang Arya sambil menciumi pipiku dengan gemas.
"Kamu siap siap dandan yang cantik nanti Abang antar sekarang Abang bikin sarapan dulu buat adek ratunya Abang dan kesayangannya loopi" kata mas Arya
" Abang bisa bikin sarapan?" tanyaku
" Bisa bikin sandwich isi telur dadar, kamu mau ya?" tawar dia. Aku menganguk setuju, siapa yang nggak semakin bucin dapat suami baik, perhatian dan mertua baik, walaupun nggak seganteng dan sekaya mas Arief tapi dia paket istimewa dengan loopinya yang imut dan mengemaskan.
Aku lanjut memakai body care, skincare kemudian memakai blazer baru yang kemarin di belikan mama, biasa cewek kalau dandan pasti lama, mas Arya akan mengantarkan lebih pagi kerena pertama kerja dan masih mencari alamat gedungnya.
Aku keluar kamar sudah dandan cantik, dan mas Arya di dapur sudah menyiapkan kopi dan sandwich, kami sarapan berdua sambil bercanda.
" Dek kamu,kalau pakai baju kerja lebih cantik dua kali lipat" kata mas Arya bercanda.
" Tapi masih cantikan Amelia bang dia berkulit putih dan body nya ramping cocok kalau jadi selebgram" jawabku
" Bagi Abang kamu lebih cantik sayang jangan merendah dong otakmu lebih encer, setiap manusia ada kekurangan dan kelebihannya" kata dia
"Kopi dan sandwich buatan Abang enak banget adek suka, makasih bang sarapan enaknya" kata ku
" Ini ada uang saku buat adek makan siang nanti, kan adek belum gajian" kata dia memberikan aku uang saku
" Terima kasih abangku sayang, adek jadi ingin menangis" kata ku
" Jangan menangis ini tangung jawab Abang sebagai suami memberi adek nafkah, ayo siap siap biar Abang antar" kata bang Arya
Aku bersyukur sama Alloh SWT sudah di beri suami yang hampir sempurna, karena kesempurnaan hanya milik Alloh SWT.
Sebelum berangkat, dia dengan lembut memasangkan helm untuk ku, kemudian aku di bonceng di belakangnya. Mas Arya akan langsung ke kafe selesai mengantar aku, dia bawa tas punggung yang di cangklong di depan, biar tidak ada penghalang tempat duduk kita. Aku juga bawa tas punggung yang ada laptopnya, aku cangklong di punggung, kalau di bonceng, biar bisa memeluk suami yang sudah aku cintai.
Aku duduk dibelakang, tanganku melingkar di pingangnya ku peluk dengan posesif, kepalaku bersandar di punggungnya, romantis banget, Aku jatuh cinta pada suamiku bahkan bisa di bilang jatuh cinta sejatuh jatuhnya.
Mas Arya membonceng aku dengan kecepatan sedang,membuat kau lebih nyaman.menyadarkan kepala di punggungnya
Sekitar satu jam, kami sampai di gedung perkantoran yang menjulang tinggi,namanya gedung Nusantara satu, dan kantor pak Dimas ada di lantai sepuluh yaitu PT Makmur Sejahtera,
Aku turun dari sepeda motor melepas helm, kuambil sisir di tasku kemudian kusisir rambutku biar nggak berantakan dan aku ngaca di spion sepeda motornya mas Arya
" Udah cantik sayang selamat berjuang ya" kata dia, sambil mencium keningku dan aku menyalami dia sambil ku cium punggung tangan nya
Aku masuk lobi gedung utama.dan bertanya kepada resepsionis
" Mbak aku mau ke PT Makmur Sejahtera?" tanyaku ke Resepsionis.
" Ibu bisa naik lift ke lantai sepuluh nanti ada resepsionis untuk PT Makmur Sejahtera bisa ibu tanya di sana" jawab resepsionis di lobi gedung Nusantara satu.
Aku lanjut naik lift menuju lantai sepuluh, yang merupakan kantor PT Makmur sejahtera, ternyata ada beberapa orang yang menuju lantai sepuluh, kami naik bersama.
Sampai di lantai sepuluh pintu lift membuka sendiri dan aku keluar bersama beberapa. Orang mungkin karyawan nya pak Dimas.
Aku memperkenalkan diri, pada resepsionis yang berada di sini dan ada tulisan besar PT Makmur sejahtera dan aku di persilahkan menunggu di ruang tunggu yang ada di sisi kanan lobi ,karena pak Dimas belum datang.
Aku duduk di ruang tunggu sambil menunggu pak Dimas datang, Aku lihat media sosial ku dan kulihat postingan Amelia, lagi periksa kandungan nya.kayaknya sudah berusia empat bulan lebih berarti waktu nikah usia kandungan sekitar tiga bulan, kayaknya dia lagi antri di rumah sakit.
Aku di panggil,di suruh menghadap pak Dimas dan diantarkan ke ruangan pak Dimas oleh mbak resepsionis cantik dengan name tag Novi, sampai di depan pintu ruangan direktur, mbak Novi mengetuk pintu dan kami di suruh masuk
" Silahkan duduk mbak Nadia" kata pak Dimas
Saya menganguk dan duduk di kursi yang ada didepannya pak Dimas.
" Mbak Nadia ingat sama saya?" tanya pak Dimas
" Maaf pak saya lupa tapi kayaknya saya pernah ketemu bapak ya?" tanyaku
" Kita ketemu waktu itu saya kalah tender, proyek jalan punya perintah daerah" kata pak Dimas mengingatkan
" Iya saya ingat pak waktu itu pak Arief bersama saya" jawabku
Pak Dimas tersenyum dan bilang "Saya senang anda bisa bergabung dengan PT Makmur Sejahtera tapi sementara bantu saya desain perumahan yang akan kami launcing" kata pak Dimas.
" Siap pak saya akan bekerja sungguh sungguh" jawabku
Pak Dimas memberi tugas untuk membuat desain rumah mewah,nanti di presentasikan ke calon pembeli dan mereka bisa pilih karena di sini ada tiga orang desainer rumah sitemnya rumah nya membayar dengan tunai bertahap atau dengan DP dan cicilan tiap bulan ke bank.
Selesai memberi pengarahan pak Dimas meminta asistennya untuk memberi tahu meja tempatku kerja dan menghadap bagian HRD untuk tanda tangan kontrak kerja.
Aku menghadap HRD dan tanda tangan kontrak kerja, kemudian aku duduk di mejaku mengerjakan apa yang di minta pak Dimas, sekalian aku hitung anggaran membuat rumah mewah yang katanya hanya di bangun sepuluh unit dulu.
Pak Dimas bilang, biasanya perusahan ini mengembangkan rumah sederhana atau minimalis modern, dan ini mencoba untuk membangun rumah mewah.
Perusahaan ini juga sering membeli rumah jadi dan di renovasi kemudian di jual lagi.
Aku bekerja di komputer yang ada di meja kerja ku dan tentu saja aku membuka laptop ku di meja karena aku butuh untuk melihat desain ku sebagai pertimbangan.
Nggak terasa jam istirahat datang, teman karyawan mengajak aku makan di kantin, yang ada di lantai bawah gedung ini dan aku pun makan siang, aku pesan nasi campur dan minum es jeruk di kantin ini banyak sekali pilihan makanan dan saat istirahat seperti ini sangat ramai.
Selesai makan aku membayar dengam uang yang tadi di kasih mas Arya dan masih ada lebihnya.
Bersambung.
gimana kabar Amelia n Arief...pasti kheki banget denger kalau Arya kaya 🤭🤭🤣🤣