Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
(Braaakk!!) Ayra mendobrak pintu kamar Agra sambil membawa bukusan nasi goreng ditangannya.
"Kodok kodok kodok..!" Teriak Agra dan Andra, mereka terkejut dan melompat hingga pilus yang sedang mereka makan berhamburan ke udara.
"Astagfirullahaladzim Adeekkk..! Ngagetin banget sih!" teriak Agra sambil mengelus-elus dadanya.
"Apa-apaan sih kamu, mau bikin Abang mati muda ya!" seru Andra dengan nafas yang tersengal-sengal.
Setelah pulang dari taman, Andra merasa hatinya sangat kacau, dia mengajak Agra menonton film di kamar Agra untuk sekedar menenangkan hatinya.
Ayra berjalan mendekati Agra dan Andra yang sedang duduk lesehan di lantai.
"Bang Agra, tolong periksa jantung Ayra sekarang," pinta Ayra sambil duduk mendekati Agra.
"Haahh? Apaan sih kamu, kenapa tiba-tiba minta periksa jantung," tanya Agra terkejut.
"Kayanya Ayra sakit jantung," jawab Ayra sambil meraih tangan Agra dan menempelkan ke dadanya.
"Jangan sembarangan kalau ngomong!" seru Andra.
"Kamu nggak usah aneh-aneh dek. Yang ada kita yang jantungan, gara-gara kamu dobrak pintu sembarangan.," ucap Agra kesal.
"Ih beneran bang, rasain deh, detaknya kenceng banget kan," ucap Ayra panik.
"Emangnya kamu habis ngapain?" tanya Agra.
"Tadi Ayra lihat Arsen pake singlet, terus dada Ayra jadi berdetak kenceng banget. Ayra takut. Cepetan Abang periksa jantung Ayra," jawab Ayra.
"Bwahahaha.." Agra dan Andra tertawa terbahak-bahak, sampai Agra berguling di lantai.
(Pletakk) Andra menjitak kepala Ayra gemas,
"Aww.. Sakit Abangg!" teriak Ayra sambil mengelus-elus kepalanya yang sakit.
"Itu bukan sakit jantung, itu artinya Kamu tertarik sama Arsen," jelas Andra.
"Hahh, maksudnya gimana?" tanya Ayra bingung.
"Haiish Adekku masih polos ternyata," ucap Andra.
"Apaan sih Bang! Kalau ngomong yang jelas dong, jangan bertele-tele. Ini beneran jantung Ayra rasanya mau copot tahuu, kalau Ayra sakit jantung beneran gimana? Kalau Ayra mat.. Emmb," Agra membekap mulut Ayra yang tidak berhenti bicara.
"Nggak Akan!" Tegas Agra.
"Emmb..mmm," suara Ayra tertahan karena mulutnya masih dibekap oleh Agra.
"Itu artinya kamu suka sama Arsen," ucap Andra.
"Hahhh.. Nggak mungkin!!" seru Ayra sembari melepaskan tangan Agra dari mulutnya.
"Kok ya nggak percaya, dibilangin sama yang berpengalaman," ucap Andra .
"Helehh, berpengalaman apaan, pacar aja nggak punya," ejek Ayra.
"Eiiitts.. Nggak punya pacar bukan berarti nggak pernah jatuh cinta ya," ucap Andra.
"Jadi siapa?" Tanya Ayra dan Agra bersamaan.
"KEPO!" Seru Andra singkat.
Agra dan Ayra masih terus bertanya siapa orang yang kakaknya sukai. Namun, Andra enggan untuk memberitahu. Mereka gemas, lalu Ayra menggelitiki Andra dan disusul oleh Agra. Andra tertawa terbahak-bahak hingga hampir menangis.
SKIP
Ayra sedang duduk bersama Jojo dan keanu ditepi lapangan basket, mereka menonton Dave, Darren dan Arsen bermain basket.
Ayra memperhatikan Arsen sambil berfikir, apakah benar dia menyukai Arsen.
Lalu dia melihat Niken menghampiri Arsen sambil membawa sebotol minuman.
Tampak Arsen tidak memperdulikan Niken, dia melengos dan tidak sengaja pandangan mata mereka bertemu.
Ayra sangat gugup dan salah tingkah, saat Arsen berjalan menuju kearahnya, Ayra langsung lari ke toilet, membuat Jojo, Keanu dan Arsen bingung dengan tingkah Ayra.
Padahal Arsen hanya ingin menghampiri Keanu, hendak bertanya tentang tugas kelompok yang diberikan oleh Pak Supri.
Hari ini Ayra sengaja menghindari Arsen, dia tidak tahu mengapa dirinya merasa malu dan grogi setiap Arsen memandangnya. Setiap kali mereka tidak sengaja bertemu, pasti Ayra akan langsung melarikan diri, entah itu di kantin, di perpustakaan maupun di lapangan. Bahkan saat di dalam kelas pun, Ayra sengaja berpindah tempat duduk di samping Darren, agar dia sedikit menjauh dari Arsen.
Arsen menyadari jika Ayra sedang menghindarinya, dia bingung karena tidak tahu apa kesalahannya. Bahkan, biasanya jika mereka punya masalah pasti Ayra akan mengajaknya bertengkar.
"Sebenernya dia itu kenapa? " bantin Arsen bertanya-tanya.
Saat pulang sekolah Ayra disuruh ke ruangan Pak Eko, dia mendapat hukuman lagi karena telah merusakan kacamata Pak eko. Saat dia sedang berlari menghindari Arsen, dia tidak sengaja menabrak Pak Eko yang sedang berjalan dari arah berlawanan, membuat kacamata Pak Eko jatuh dan terinjak olehnya.
Sore ini hujan cukup deras, sialnya ban motor Ayra tiba-tiba kempes. Dia tepaksa menunggu taksi di halte dekat sekolah, tidak mungkin ada yang dimintai tumpangan, karena semua murid sudah pulang termasuk keempat sahabatnya
Dia duduk sendiri sambil melipatkan kedua tangannya di dada karena kedinginan.
Dari gerbang sekolah Arsen melihat Ayra sedang duduk sendirian di halte. Dia memutuskan untuk menghampirinya sekaligus ingin bertanya, mengapa Ayra menghindarinya.
Arsen melajukan motornya mendekati Ayra dengan memakai jas hujan.
Ayra terkejut melihat Arsen berhenti didepannya dan mendekatinya yang sedang duduk. Arsen melepas helm dan juga jas hujannya lalu duduk disamping Ayra.
Rasanya saat ini Ayra ingin berlari. Namun, dia urungkan karena sedang hujan lebat.
Ayra hanya diam membisu sambil terus menghadap lurus ke kedepan menutupi kegugupannya.
Karena merasa di abaikan, Arsen mencubit pipi Ayra gemas membuat Ayra berteriak sembari melepaskan tangan Arsen dari pipinya.
"Aww..! Sakit Kampreet!" teriak Ayra kesal.
"Kenapa lo dari tadi diem bae? Lo nggak lihat ada orang disini?" tanya Arsen kesal.
"Mon maap mas, emang situ orang?" ejek Ayra. Membuat Arsen semakin gemas. Saat dia hendak mencubit pipi Ayra lagi, Ayra menangkisnya dengan cepat.
Arsen melihat Ayra sedikit menggigil, dia segera melepaskan jaketnya dan memakaikan ke tubuh Ayra. Ayra terkejut, awalnya dia menolak, tetapi Arsen terus memaksanya, dengan terpaksa Ayra pun patuh.
"Lo Kenapa hari ini ngehindarin gue? Lo ada masalah sama gue?" tanya Arsen dengan wajah datarnya.
"Ng.. Nggak," jawab Ayra gugup sembari mengalihkan pandanganya ke samping.
Kini kepala Arsen mengikuti kemanapun gerak kepala Ayra, membuat wajah mereka berhadapan sangat dekat.
"Ya Allah, ini anak mau buat gue jantungan atau gimana," batin Ayra dengan hati yang sudah tidak karuan.
Arsen semakin mendekatkan wajahnya ke wajah imut Ayra. Dia menatap mata Ayra dalam-dalam mencari sebuah kejujuran dimata Ayra. Saat ini wajah mereka hanya berjarak sepuluh senti meter. Membuat wajah Ayra memerah seperti kepiting rebus, Ayra membelalakan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Melihat ekspresi Ayra yang menggemaskan membuat Arsen ingin mencium Ayra saat ini juga.
"Astaga, gue udah nggak kuat lagi!" batin Ayra.
Ayra mendorong tubuh Arsen cukup kuat, membuat Arsen terhuyung kebelakang hampir terjatuh. Dengan sigap Ayra menarik dasi Arsen dengan kuat, tubuh Arsen terdorong ke depan sehingga wajah Arsen menabrak bibir mungil Ayra.
(Cup) Ayra tidak sengaja mencium pipi Arsen. Mereka berdua terkejut, dengan apa yang baru saja terjadi. Lalu Ayra menjauhkan wajahnya dari wajah Arsen.
"Ya Gustiii, rasanya gue mau mati aja sekarang," batin Ayra frustasi.
"Ma maaf gue nggak sengaja," ucap Ayra gugup. Dia berdiri hendak melangkah pergi. Namun, tangannya di tarik oleh Arsen.
"Gue anterin," ucap Arsen. Ayra hanya diam menuruti perkataan Arsen.
Arsen menyuruh Ayra untuk memakai jas hujan nya. Namun, Ayra menolak. Ayra malah menyuruh Arsen yang memakai jas hujan dan dia memakai jaket Arsen.
"Pakai nggak!" Arsen memaksa.
"Nggak, lo aja yang pake, biar nggak basah, " tolak Ayra.
"Nggak apa-apa, yang penting lo nggak basah , biar nggak sakit!" Arsen terus memaksa.
(Blush) wajah Ayra memerah.
"Tuh kan wajah lo udah merah, cepetan pake!" seru Arsen.
"I.. Iya iya," ucap Ayra seraya mengambil jas hujan di tangan Arsen.
"Biar gue pakein!" tegas Arsen.
"Nggak mau, gue bisa pakai sendiri," tolak Ayra.
"Sstt.. Diem! Nurut aja kenapa, mau gue cium! " tegas Arsen.
(Blush) wajah Ayra kembali memerah, dia sangat malu dengan ucapan Arsen. Ayra berhasil dibuat mati kutu oleh Arsen saat ini.
Arsen mulai memakaikan celana jas hujan pada Ayra, lalu dia memakaikan atasannya, Saat Arsen hendak memakaikan tudung kepala ke kepala Ayra, dia memperhatikan wajah cantik Ayra. Ayra tampak menggemaskan baginya.
"Bundaa, Arsen boleh cium anak orang nggak sih," batin Arsen tersiksa.
Setelah memakaikan jas hujan, dia memakaikan helm ke kepala Ayra.
Ayra naik ke jok motor belakang dengan tangannya memegang lutut. Arsen melihatnya gemas, dia menarik tangan Ayra dan membimbingnya untuk memeluk pinggangnya erat. Ayra hanya patuh karena Arsen selalu mengancam akan menciumnya jika Ayra tidak mau menuruti perintahnya.
Sesampai dirumah, Ayra menyuruh Arsen untuk masuk dan berganti pakaian. Karena dia tidak ingin Arsen sakit, jika terus memakai pakaian yang sudah basah kuyub.
Ayra meminjamkan Baju dan celana milik Agra untuk Arsen pakai. Setelah berganti pakaian dia mengajak Arsen untuk makan bersama sembari menunggu hujan reda.
Tiga puluh menit kemudian hujan pun reda, Arsen langsung pamit pulang karena sudah hampir malam.
Kini Ayra duduk di atas tempat tidurnya sambil memegangi bibirnya, dia tersenyum geli mengingat saat dia tidak sengaja mencium pipi Arsen.
Dia sudah menyadari bahwa dia menyukai Arsen. Namun, seketika dia menggalau, saat melihat foto Caesar kecil, dia merasa bersalah karena dia menganggap telah menghianati janjinya pada Caesar.
"Maafin Rara, Caesar," ucapnya pada foto Caesar kecil.
Sementara di kamar Arsen, tampak Arsen sedang berbaring diatas tempat tidur sambil mengelus-elus pipinya dan memandangi foto dirinya bersama Ayra saat di Museum waktu itu.
Dia tersenyum senang mengingat saat Ayra tidak sengaja mencium pipinya, dia juga membayangkan wajah imut Ayra yang menggemaskan.
"Ayra," ucapnya sambil tersenyum.
📽To be continue🎞
hai bang!