NovelToon NovelToon
Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Mak'e Dirayu

takut jatuh cinta kepada suami sendiri?


lalu bagai mana jika ternyata adik dari suamimu adalah mantan kekasih yang pernah membuatmu takut untuk jatuh cinta?

Apa yang akan Sandira Wulandari lakukan jika akhirnya ia jatuh cinta dengan Erlangga pradygta yang tak lain adalah suaminya sendiri?

Lalu bagaimana sikap Dira saat mengetahui Dewangga Pradypta Hermawan masih begitu mencintainya?

Kita simak yuk kisah cinta segitiga antara Chef Elang,Dira dan Dewa. Akankah mereka mendapatkan kebahagiaan mereka masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak'e Dirayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

duapuluh sembilan

Setelah tiba diapartement, Elang menidurkan Dira diatas ranjangnya.

Ketika hendak beranjak,tangan Elang dicekal oleh Dira.

Gadis itu membuka matanya yang terlihat sayu "Tuan chef mau kemana?"

Elang kembali duduk disamping Dira "Ada apa?" tanyanya mengusap lembut kepala gadis itu.

"Aku masih muda,kulitku masih kencang, jadi, aku lebih baik dari pada tante itu kan?" Ucapnya membuat Elang kembali tertawa.

"Memangnya kau ingin berlomba kecantikan untuk apa?"

Dira mengerucutkan bibirnya "kau tau tuan, bagai mana rasa nya dibanding-bandingkan? hem? Aku...aku..." Dira memperlihatkan raut wajahnya yang sedih.

"Kau mabuk, tidurlah" Elang menyelimuti tubuh Dira hingga batas dada.

Namun,Dira kembali membukanya. "Panas" ucapnya kemudian mengibaskan tangannya sebagai kipas.

Elang beranjak hendak menyalakan AC, namun tangannya ditarik kembali oleh Dira.

"Bagai mana jika aku terjatuh?" ucapan Dira membuat Elang mengerutkan keningnya kedalam. " Bagai mana jika aku jatuh cinta padamu?" Dira melanjutkan ucapannya.

"Akan ku nyalakan AC nya" Elang akan kembali beranjak,namun lagi-lagi Dira menarik tangannya. Dan tarikan kini lebih kuat,hingga membuat Elang hampir terjatuh diatasnya kalau dia tidak dengan sigap menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan.

Dua pasang mata itu saling manatap, seolah ada kilatan bara tersimpan didalamnya.

Elang seperti terlena dan tanpa sadar mendekatkan wajahnya,hingga bibir keduanya menyatu "Kau yang merayuku" ucapnya kemudian mendorong tubuh Dira.

Perlahan tapi pasti, mereka saling membutuhkan satu sama lain.Saling menyentuh,saling merengkuh.

Bersatu dalam satu ikatan tali yang tak kasat mata,menjadikan keduanya terbuai dalam keindahan dan kenikmatan dalam setiap sentuhan lembut.

***

Sorot cahaya matahari menyusup kedalam kamar,menyusuri selah gorden yang tak tertutup rapat.

Dira masih hanyut kedalam mimpinya, sedangkan Elang yang sudah terjaga, masih setia memeluk tubuh polos istrinya dari belakang.

Merasa terusik,Dira mengerjapkan kedua matanya. Ia memperhatikan sekitar dengan posisinya yang masih memunggungi Elang.

Elang yang berada dibelakangnya tidak tinggal diam,ia terus saja menciumi pundak Dira yang terbuka, semakin naik keatas hingga tengkuk membuat Dira merasa geli.

Dira yang menyadari apa yang dilakukan Elang pada tubuhnya,Dira menggoyangkan pundaknya agar Elang berhenti menciuminya.

"Kau sudah bangun?" Tanya Elang kemudian.

Dira mengangguk kemudian memijit pangkal hidungnya,karna merasa pening pada kepalanya. "Kepalaku rasanya mau pecah" gumamnya.

"Tetaplah disini,aku akan membuatkan sarapan" Elang beranjak dengan hanya mengenakan celana boxernya menuju dapur.

Dira hanya melirik sekilas, kemudian ia juga akan beranjak "Kenapa tubuh sakit semua?" Dira membuka selimutnya "Aaaah...!!!" betapa kagetnya dia saat melihat tubuh polosnya dan penuh dengan tanda merah.

Dira segera berlari dan dengan cepat ia masuk kedalam kamar mandi.

Terbelalak kaget saat Dira memandang tubuhnya pada pantulan dicermin "Apa yang terjadi semalam?" tanyanya pada diri sendiri sambil menyentuh tubuhnya yang berwarna merah yang Dira yakini adalah perbuatan Elang.

Sekelebat ingatannya tentang kejadian malam tadi membuat Dira merasa takut dan malu. Apa yang akan ia lakukan jika bertemu dengan Elang nanti?.

Dira ingat betapa liarnya dia malam tadi, wajahnya memerah jika mengingat bagai mana agresifnya dia saat melakukan itu bersama Elang.

Bahkan ia ingat betul saat mengatakan agar Elang melakukannya lebih keras. Ya Tuhan... Dira menutup wajahnya sendiri saat mengingat hal itu.Apa lagi Elang menurti keinginanya malam tadi.

Elang tidak pernah melakukan hal itu saat menyentuh Dira, karna setiap kali menyentuhnya,Elang selalu menjaga kenyamanan Dira.

Dan jika membuat hickey paling hanya satu atau dua, tapi kenapa kini ada banyak sekali hickey pada tubuh Dira? bahkan dipunggungnya pun ada.

Setelah membersihkan tubuhnya,Dira keluar dengan penampilan yang lebih segar,walau masih ada guratan merah diwajahnya. Nampak malu jika harus bertatap wajah dengan Elang.

Ia keluar dari kamar,dan kemudian menuju dapur saat telinganya mendengar ada suara dari sana.

Lebih dekat lagi,tercium aroma lezat dari sana, membuat cacing-cacing diperutnya seakan berdemo untuk diberikan makanan.

Pemandangan pagi yang jarang bahkan belum pernah ia lihat. Melihat sosok Chef Elang memasak didapurnya.

Walau Elang adalah seorang Chef,ia tidak pernah memasak dirumah,bahkan sama sekali tak pernah menyentuh peralatan memasak setelah ia menikah.

Tapi pagi ini, Dira melihat sosok Chef Elang tengah sibuk dengan spatulanya. Apa lagi punggung lebar dan terlihat kokoh begitu jelas terlihat,karna Chef Elang memasak dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer saja.

"Hapus tu ilernya" ucap Elang yang tanpa Dira sadari sudah ada disampingnya, menyajikan hidangan didepan Dira.

"Siapa juga" elaknya,namun tangannya juga reflek mengusap bibirnya sendiri,namun tertipu,karna memang Dira tidak ngiler.

Elang terkekeh melihat tingkah Dira,apa lagi dengan pipinya yang masih terlihat memerah. "Makan lah" Elang menggeser piring agar lebih dekat dengan Dira.

"Pasta?" ucap Dira agak ragu saat melihat makanan didepannya, Dia memang tidak terlalu suka makanan asing.

Elang mengangguk "Cobalah" Elang berbalik untuk mengambikan air putih didalam kulkas.

"Ada angin apa? tumben sekali kau memasak dirumah?" Bukannya memakan makanannya, Dira malah sibuk memperhatikan gerakan Elang yang sedang mengambilkannya minum.

Elang kembali dengan dua gelas air putih, kemudian duduk disamping Dira. Gadis itu masih memandanginya,seakan mencari sesuatu yang membuat Elang berbeda pagi ini.

Dan tanpa Dira sadari,Elang sudah menyodorkan garpu yang sudah berlilitkan pasta disana "Aaa..." ucapnya,membuat Dira reflek membuka mulutnya.

Dira mengunyah makanan itu yang biasa nya akan ia keluarkan lagi karna Dira yang tak suka dengan makanan seperti itu. Namun kali ini berbeda, dengan perlahan Dira merasai pasta yang ada dimulutnya "Waaaahhh.... enak" Ucapnya dengan wajah berbunga-bunga."Jadi ada angin apa yang membuat tuan chef memasak dirumah" Dira merebut garpu Elang kemudian menyantap makanannya sendiri.

"Ada angin senang" jawab Elang "Pelan-pelan" Elang menyodorkan gelas berisi air pada Dira, dan kemudian diminum oleh gadis itu. "Kau suka?"

"Tentu saja,ini pasta terenak yang pernah ku makan" jawab Dira antusias.

"Kau senang?" Tanya Elang lagi dan Dira mengangguk mantap dengan jawabannya "Kalau begitu katakan lagi" ucapan Elang membuat Dira bingung hingga membuat gadis itu terlihat berfikir.

"Apa?" tanya Dira kemudian karna tak mendapat jawaban atas apa maksud Elang yang memintanya untuk mengatakan sesuatu yang tak diketahuinya.

"Katakan apa yang kamu ucapkan semalam"

Ah...Dira ingat, dia bilang kalau dia sudah jatuh cinta pada pria didepannya ini. Tapi Dira tidak akan mengakuinya.

"Memangnya apa yang aku katakan tadi malam?" Dira masih berusaha mengelak.

"Kau lupa? ingin ku ulangi lagi kejadian malam tadi agar kau ingat?" Elang mencondongkan tubuhnya menggoda Dira.

"Ah...aku kan mabuk semalam...mana ada ucapan orang mabuk yang akan diingat setelah mereka sadar" Masih berusaha mengelak dan mendorong dada Elang dengan Telunjuknya agar pria itu menjauh darinya.

Sungguh, berdekatan dengan pria ini bisa membuat Dira spot jantung. Apa lagi dengan penampilan Elang yang sedang bertelanjang dada kali ini, terlihat sekali kotak-kotak enam yang ada di perutnya, membuat Dira semakin gelagapan.

Dira yang memperhatikan tubuh putih suaminya itu tiba-tiba merasa panas pada wajahnya, saat mendapati ada beberapa tanda kemerahan pada tubuh Elang, ditambah lagi ada bekas gigitan pada leher pria itu.

Ya Tuhan...apa yang Dira lakukan semalam...

1
Hary Nengsih
gak pernah bosen entah dh berapa kali baca
차니 Chani🇰🇷: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
cowettttttt
aku baca ini yg kedua kali nya ...bagus banget ngangenin konflik ny ringan bngt dan pokonya sweet gt
차니 Chani🇰🇷: hai kak, salam kenal. jika berkenan saya penulis novel Chef seleb bergaya Korsel, kalau suka yg ada nuansa Korea, kuliner, dan budaya Korsel 😊 saya penulis pemula, masih banyak belajar, boleh dikasih saran & dukungannya ya💜terima kasih🙏
total 1 replies
Yuli Ani
Kecewa
Yuli Ani
Buruk
Qaisaa Nazarudin
Alhamdulillah Happy Ending..good job thor,Semoga sehat selalu,dan teruskan berkarya..⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣 Rasain tuh,Sengaja ya menggoda mama Mary..😂😂😜
Qaisaa Nazarudin
Ia setahu ku Dokter dan Chef itu selalu sibuk 24x7 jam dengan kerjaannya,Tapi aku heran Chef Elang masih sempat2 nya dia gonta ganti pacar,Kapan waktunya pacaran??🤔🤔😅
Qaisaa Nazarudin
Apa Mary dengan suaminya sudah bercerai? Kenapa mereka gak sejalan,Suaminya mau memisahkan anak dengan menantu,sedangkan Mary menyatukan mereka,Yang benar tuh yg mana? Bingung kan aku?
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,Makanya Nyonya Mariam menggunakan cara licik biar Dira bisa menjadi mantu nya..🤣🤣👍👍
Qaisaa Nazarudin
Mama nya sendiri kali ya,Pengen anaknya nikah..
Qaisaa Nazarudin
Lha ternyata laki bini Toh...🤔🤔
pink magenta
nah seharusnya sebelum masuk ke sini di kasih keterangan dulu dibab sebelumnya misal flashback off atau apapun biar pembaca bisa ngerti dan tidak mengacaukan imajinasi ini masa sekarang atau masa lampau. makasih thor 🙏
Imelda Oktaria
udah tamat ya kak😁
Imelda Oktaria
sweet banget
Covid 19
Luar biasa
Frida Arlini
bahagianya dira dan elang
Andara Reni
sangat bagus ceritanya , aku suka
Arik Kristinawati
saya kurang setuju thorr...cara omong Elang begitu...bnar enak cara mncintainya....tpi g ska klo pas ada tlpon mnjauh dr Dira,ksannya sda yg d tutupin...lgsung angkat knpankan dah suami istri...ksih tggal sdikit tu Elang biar dia ju2r ttg sglanya...baik mntan2nya,pkerjaannta...jgn hy mnuntut Dira itu ini
Arik Kristinawati
sya suka Dira memanggil chef pd suaminya....tdk mghilangkan rasa hormatnya....ya sesekali pggil sayang itu wajar
Arik Kristinawati
smoga dg lyra....kan lyra hy pgntar minuman mgkin msih virginlah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!