Della Puspita gadis cantik 18 Tahun,harus kehilangan kesuciannya karna direnggut paksa oleh seseorang yang sudah dianggapnya sebagai saudara sendiri.
Masa depan dan cita-citanya hancur.
Menikah di usia dini terpaksa harus dia jalani.
(jangan lupa terus dukung author ya....!!)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon melisa d'angel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Disaat bersamaan sebuah mobil BMW berwarna hitam juga memasuki pekarangan.
Tidak lain pengendaranya adalah Alvand.
Dari dalam mobil Alvand melihat seorang pria memakai seragam SMA sedang memberikan sebuah buket bunga pada Della.
Dia ingat, pria itu adalah orang yang memukulnya diparkiran kantor waktu itu.
Alvand langsung memarkir mobilnya ke garasi dengan pelan, setelah itu dia keluar dari mobilnya.
Saat Alvand keluar dari mobil, dia melihat sepasang mata penuh kebencian telah memandangnya.
Terlihat Ronald menatap Alvand dengan tatapan sinis penuh rasa dendam sambil mengepalkan tangannya.
Tanpa ragu Alvand berjalan melewati Ronald.
Alvand membalas tatapan Ronald, tapi tidak menunjukkan ekspresi apapun.
Alvand sadar betul bahwa pria didepannya itu masih ingin menghancurkan wajahnya seperti yang dia lakukan waktu itu..
Kemudian Alvand mengalihkan pandangannya pada Della dan keempat sahabatnya.
Alvand ingat kalau mereka adalah sahabat Della yang waktu itu ketemu di Cafe.
Teman-teman Della tersenyum penuh kekaguman melihat ketampanan Alvand.
Dalam hati mereka berkata.
"Beruntung sekali Della punya suami seperti Alvand. "
Alvand membalas tersenyum pada teman-teman Della.
Setelah itu dia berjalan memasuki rumah.
Sedangkan Ronald masih menatapnya penuh amarah.
"B*jing*n itu, ingin sekali aku menghancurka wajahnya saat ini juga. "
gumam Ronald dalam hati.
Setelah Alvand masuk kedalam, Della kembali bicara pada Ronald.
"Ronald sebaik nya kamu pulang saja, aku merasa tidak enak dengan Bu Ningsih mertuaku.
Tidak sepantasnya aku menerima tamu laki-laki dirumah ini.. "
"Tapi kamu terima dulu permintaan maaf ku..!
Setelah itu aku akan pergi.. "
"Maaf untuk saat ini aku belum bisa menerima permintaan maafmu.
Hati ku sudah terlanjur sakit karena ucapanmu. Sekarang pergi lah... !"
Ronald merasa kecewa mendengar jawaban Della, tapi dia mencoba untuk mengerti.
"Baik lah Dell, aku akan selalu menunggu saat kau mau memafkan ku. Kalau begitu aku pamit dulu.
Sekali lagi aku minta maaf .."
Kemudian Ronald pergi meninggalkan Della dan teman-temannya.
Teman-teman Della langsung memeluknya.
"Loe yang sabar ya Dell.
Semoga loe tetap tegar dalam melewati ujian ini.
Kita do'ain semoga badai ini cepat berlalu." ucap Intan.
"Makasi guys, karena kalian aku jadi merasa lebih baik sekarang..."
Giliran Della membalas pelukan teman-temannya.
Dari balkon lantai atas, Alvand mengamati kejadian dibawah sana.
Dia melihat Ronald pergi dan Della berpelukan dengan teman-temannya.
Diluar rumah Della mengajak ke empat sahabatnya itu ke area belakang rumah. Disana terdapat sebuah gazebo,berdominasi material kayu.
Bagian dalamnya dilengkapi kasur kecil untuk bersantai.
Della dan teman-temannya bersantai disana.
"Dell, udah berapa bulan usia kandungan loe..?" tanya intan pada Della.
"Udah 4 bulan ntan.. "
"Oh pantasan ya perut loe udah keliatan.
Semoga bayinya tetap sehat ya sampai lahir.. "
"Semoga saja.. "
Sejenak Della terdiam, dan kemudian kembali berbicara.
"Tapi entah mengapa saat ini aku masih belum bisa menerima kehadiran anak ini.
Setiap hari aku menyesal mengapa dari awal aku tidak aborsi saja... "
"Huusst.. jangan ngomong gitu Dell.. ?
nggak baik.
Mungkin loe belum ngerasain aja kehadiran bayi yang sekarang ada di rahim loe itu.
Gue yakin deh,nanti setelah loe ngerasain janin loe nendang-nendang di dalam perut, loe pasti akan merasa ada ikatan dengan dia..
Pasti akan ada rasa cinta yang begitu besar, sampai loe merasa nggak sabar menunggu kelahirannya kedunia. Percaya deh sama gue.. " Ujar Sindy.
"Ah loe kayak udah berpengalaman aja Sin, tau dari mana .?
Emang loe pernah hamil..? " tanya Lala.
"Kakak gue yang udah punya anak bilang gitu.. " jawab Sindy.
Della tersenyum melihat kedua sahabatnya itu.
Dalam hatinya Della berharap "semoga saja.. "
Setelah satu jam asik ngobrol, akhirnya ke empat sahabat Della itu pamit pulang.
Della mengantarnya sampai kedepan pagar rumah.
Setelah sahabatnya pergi Della juga kembali masuk kedalam.
*******
Gimana Monica dibenci sama orang yang Kamu sukai,itu Obsesi bukan Cinta Monica🙄🙄