NovelToon NovelToon
Cinta Lelaki Biasa

Cinta Lelaki Biasa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:962k
Nilai: 4.9
Nama Author: ntaamelia

Alya Safitri gadis berusia 18 tahun itu kini harus menikah dengan laki-laki bernama Ardi Wijaya, laki-laki pilihan sang ibunda yang di gadang-gadang baik dan lemah lembut tutur katanya, mampu mengasihi dan menjaga Alya dengan sepenuh hati.

Alya menyangkal, namun rasa sakit yang ia terima dari ibu orang tercinta nya mendorong nuraninya untuk menerima tawaran ibunda nya. Meski tak ada rasa ia terpaksa mengambil langkah.

Dia mempertaruhkan hidup, cinta dan masa depan nya demi menjujung harga diri yang telah porak poranda.

Tak ayal bahwa terkadang sebuah ucapan memang lebih menyakitkan dari bilahan pisau tajam. Mampukah Alya menerima Ardi dalam kehidupan dan cinta nya? Atau Ardi hanya akan menjadi tameng balas dendam sakit hati nya?


Ini adalah novel pertama ngothor nganu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Setelah hari itu, Besok sorenya Ardi dan Alya sudah langsung pulang ke kampung halaman mereka, karena mereka sudah merasa cukup untuk meluangkan waktu berdua, akhirnya kereta kembali membawa mereka melaju dengan kencangnya, hingga mereka sampai ditempat tujuan tepat di jam setengah sepuluh malam.

Begitu sampai dirumah Ardi dan Alya langsung membersihkan badan mereka masing-masing dan naik ke atas ranjang untuk istirahat dengan saling memeluk erat.

Saking nyenyaknya, mereka sampai tak mendengar adzan Subuh pagi tadi, Alya mengerjap begitu pantulan cahaya matahari yang sudah mulai meninggi menampar jendela kamarnya.

" Astaghfirullah jam berapa ini? " Alya langsung terbangun dan meraih jam beker diatas nakas.

" Ya ampun udah jam 7, kenapa aku bisa nyenyak sekali sih sampai tak mendengar adzan Subuh tadi." Alya segera bergegas menuju kamar mandi, tanpa membangunkan Ardi .

****************

Alya sedang duduk diatas ranjang dengan menyenderkan badannya, tak lupa dia memakai bantal untuk menyangga tangannya yang sedang menjelajah sosial media dengan ponsel usang miliknya.

Alya cekikikan sendiri, begitu memandangi foto yang lewat diberanda akun sosial medianya. Ardi yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung menghampiri istrinya yang sedang asyik sendiri itu.

"Ya ampun, kenapa ganteng banget sih, lucu lagi ... uhhh jadi makin sayang." ucap Alya sambil sesekali tertawa.

"Makasih, " balas Ardi berniat menggoda istrinya.

"Dih apaansih emang aku muji Mas Ardi," sungut Alya.

"Terus Adek muji siapa? kalo bukan suami sendiri, " Ardi mulai memasang muka masamnya.

"Nih liat, aku tuh lagi muji dia tau, gantengkan?" ujar Alya dengan pipi merona , membayangkan foto orang yang ada diponselnya kini benar-benar ada dihadapannya.

Ganteng sih.

"Huh tidak sama sekali!" kilahnya.

"Ihh enak aja, gantengan dia tau dari pada Mas Ardi." ledeknya dengan menjulurkan lidah.

"Emang siapa dia? " tanya Ardi yang sama sekali tidak tau menau orang yang berada diponsel istrinya.

"Dia? dia calon suami masa depanku. " balas Alya tanpa berdosa, bahkan ia sama sekali tidak tahu bahwa kini suaminya sudah dirasuki iblis yang bernamakan api cemburu yang mulai membara.

Ardi langsung menghempaskan handuknya sembarangan dan membaringkan tubuhnya kembali diatas ranjang.

Alya begitu heran dengan tingkah Ardi hari ini, hanya bisa memandang dengan dahi yang mengkerut.

Dih kenapa sih orang ini? kesambet apa ya kemaren?

Alya mencoba membujuk Ardi yang tiba-tiba uring-uringan untuk sarapan. Namun suaminya itu benar-benar tidak mendengarkannya, Ardi malah memilih pura-pura tidur dan tak mendengarkan istrinya yang sedang berkicau ria.

"Mas Ar ngga laper apa? nanti sakit loh kalo ngga makan." bujuk Alya, ia bahkan sudah ikut membaringkan tubuhnya dan memeluk Ardi dari belakang.

"Tidak!! " balas Ardi ketus.

Alya menghela nafasnya perlahan , sabar begitu batinnya berbicara.

"Mas Ar sayang, yang ganteng, yang baik hati, suamiku tercinta." ujar Alya kembali menggoda suaminya agar lekas waras dari penyakit gilanya.

diam-diam Ardi tersenyum mendengar ocehan Alya yang sedang berusaha membujuknya.

"Bukannya gantengan dia tadi kamu bilang, "

Panggilannya sudah berubah menjadi aku kamu sekarang.

"Ihhh ngga jadi, sekarang gantengan Mas Ar, jadi ayo kita makan." ajak Alya, suaranya sudah dibuat selembut sutra.

"Tidak mau!! makan saja sana dengan calon suamimu."

Hih kenapa sih orang ini!!!

Oke, Alya kembali menarik nafasnya dan membuangnya perlahan, kali ini pasti berhasil. Ia harus mencobanya meskipun memalukan tapi akan ia lakukan agar orang yang didalam pelukannya ini kembali normal.

"Mas Ar." panggilnya dengan manja.

Kali ini Alya sudah naik keatas tubuh suaminya, entah ia ingin melakukan jurus apa.

Ardi tersenyum di balik bantalnya.

Mau apa dia?

"Kalo Mas Ar tidak mau makan yasudah, sebagai gantinya kalo kita melakukannya saja bagaimana?" ujar Alya dengan membelai tubuh Ardi supaya berbalik dan menghadapnya.

Nyatanya Ardi diam saja, ia sama sekali tidak bergerak.

"Melakukan apa maksudmu? " Ardi balik bertanya.

"Eummm... "

Alya bingung mengatakannya, jujur ia begitu malu dengan tindakkannya sendiri, jadi ia hanya mampu mengelus-elus bahu Ardi.

"Apa? " teriak Ardi. Membuat Alya berjingkrak kaget.

Kalo aja ngga lagi ngambek, udah aku pukul dia. Membuat orang jantungan saja.

"Ayolah sayang, kita melakukan yang biasa kita lakukan." ujar Alya tanpa menghentikan aktivitas tangannya.

Dan itu semua berhasil membuat Ardi berbalik, dan posisi Alya kini sudah ada diatas perut suaminya.

Lihat berhasilkan, emang cacing tuh kudu dikasih empan.

Sorak sorai seketika ramai memenuhi hati kecil Alya, seakan bergembira tuannya telah berhasil menaklukkan suami gilanya.

"Ayo apa? " tanya Ardi lagi, membuat Alya yang tadinya tersenyum, jadi keki.

"Itu loh Mas." kali ini tangan Alya sudah bergerilya ke atas dada suaminya.

Ia usap-usap perlahan, mencoba memancing pertempuran, haha memalukan bukan?

Padahal badannya masih begitu lelah dan ingin istirahat sekarang, tapi yasudahlah dari pada suaminya itu marah-marah.

"Aku sedang tidak berselera, " ucap Ardi tidak mengubah mimik wajahnya.

Cih! Sungguh menyebalkan, ingin rasanya aku cakar-cakar.

Karena kesal dan tak kunjung berhasil akhirnya Alya menghentikan aksinya. Dia berniat untuk turun dari badan Ardi.

"Ck yasudah kalo Mas nggak mau mah, aku tinggal aja." ujar Alya seraya mengangkat kakinya untuk turun dari badan suaminya.

Tapi sebelum itu Ardi meraih tangan Alya membuat Alya seketika berhenti dan menatap kearahnya.

"Kenapa? " tanyanya. Ardi langsung membalikan posisi, membuat Alya ada dalam kungkungannya.

"Baiklah, kalo Adek memaksa, kita akan melakukannya sekarang juga. "

Cih, siapa juga yang memaksa.

****************

Alya sungguh tidak mengerti sikap Ardi hari ini, ia sungguh kesal, sehabis mereka bercinta Ardi kembali memasang mode menyebalkannya. Disuruh makan tidak mau, ini itu juga tidak, sekalinya iya malah salah. Yang dibahas hanya calon suamimu, calon suamimu, lagi-lagi hanya itu, apasih maunya dia sebenarnya.

Rasanya kepalaku ingin pecah menghadapi om-om yang tingkahnya sudah seperti bocah.

"Kamu tuh kenapa sih Mas? " tanya Alya begitu Ardi keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk istirahat.

"Tidak papa, " balas Ardi singkat, namun masih dengan air muka yang tak seperti biasanya.

"Ish ngga papa tapi kaya gitu. " balas Alya cemberut.

"Yaudah aku mau tidur dikamar Ibu aja ahhh, " sambungnya.

"Iya tidur saja sana dengan calon suami gantengmu itu, huhhhhh. " Ardi langsung berbaring dan memeluk guling.

Idihhhh

"Mas ini kenapa sih dari tadi membahas itu, itu terus," balas Alya ketus.

"Iyalah, lagian dari tadi Adek tidak sadar juga. "

Sadar apa maksudnya?

"Apasih Mas kalo ngomong jangan setengah-setengah kenapa? "

Alya sudah nampak frustasi ditempatnya, bahkan tanpa sadar ia sudah menggigit selimut saking kesalnya.

"Ahhh Adek mah nggak pernah peka, "

Ya Allah ... Engkau ini menciptakan dia dari apa?

"Iya coba cerita Mas ini kenapa? jangan tiba-tiba kaya gini dong, ayolah kita kerja sama. " tiba-tiba dewi cinta menghampiri Alya, membuat mulutnya berkata dengan sangat bijaknya.

"Ya tadi pagi Adek bilang gantengan dia, terus bilang juga dia calon suami masa depan Adek, lalu Mas apa? Adek menganggap Mas apa? hahhhh??. "

ucap Ardi mengeluarkan semua kegundahan yang sedari pagi menguasai hati dan pikirannya.

Alya melongo dengan apa yang baru saja suaminya itu katakan?

Dia mencemburui aktor kesayanganku?

Hanya itu?

Alya tertawa terpingkal-pingkal ditempatnya, sungguh benar-benar diluar dugaannya. Suaminya ini hidup di zaman apasih? Sampai wajah aktor yang sangat viral dijagat maya saja dia tidak mengetahuinya.

"Jadi Mas mencemburuinya? Hahaha." Alya tergelak lagi mengingat tingkah aneh suaminya hari ini. Sampai air matanya keluar karena saking kerasnya ia tertawa. Ya menertawakan kebodohan suaminya.

"Adek jangan tertawa!!! " pekik Ardi .

"Gimana aku nggak ketawa coba, Mas ini ada ada saja. Haha. " Alya memukul mukul pahanya.

"Kenapa?" tanya Ardi, kali ini dia sudah mendudukan badannya diatas ranjang.

"Masa Mas ngga tau sih kalo dia itu aktor korea selatan, "

"Mana Mas tau, " balas Ardi dengan memonyongkan bibirnya.

"Haha, benar tidak tahu? " Alya bertanya lagi, dan dijawab anggukan oleh suaminya.

"Mas dengar baik-baik ya, dia itu Bang Lee namanya, dia idol favorit aku, bukan calon suami masa depan ku, yakali dia mau sama remahan rengginang kaya aku Mas, " ujar Alya memberitahu suaminya yang kelewat kudetnya.

"Jadi benarkan dia bukan calon suami Adek? "

"Bukanlah, suamiku hanya ada satu, yaitu kamu ." balas Alya dengan menjawil hidung mancung suaminya.

Ardi menyeringai dengan penuturan istrinya barusan. Ia jadi malu sendiri dengan tingkahnya hari ini yang begitu kekanak-kanakan.

"Baiklah kalo begitu, kita berperang lagi sekarang,"

Kan udah waras mah, kaya begindang?

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Jangan lupa tinggalkan jejak ya 😍😍😍

Ini foto Bang Lee yang lagi diliatin dedek Alya tadi pagi ❤❤❤😬

1
komalia komalia
waah siaga satu kamu mas ar
komalia komalia
semua nurun dari Amah nya
komalia komalia
jadi ingat sama kata kata anak ku,kalau lagi pc selalu bilang mah ujang ini kaya ngurus dua anak ya Mamah nya ya anak nya,hahaha
komalia komalia
🤣🤣🤣🤣si ira gesrek
komalia komalia
udah ku tebak si jomblo karatan nikah nya Pasti sama arya
komalia komalia
kasihan juga kamu ar akibat Orang mama nya jadi kamu menderita,padahal baik juga kamu ar
komalia komalia
ko tledor di rumah sendiri mandi kamar pun engga di kunci bahkan,,terus tadi engga sampai di stubuhin kan sama si arya
komalia komalia
ooh Ini juga calon suami masa depan ku.
LENY
DUH ARA BANDEL KERAS KEPALA GAK BISA DIOMONGIN
LENY
PARAH ARYA INI GILA KALI GAK MIKIR PERASAAN ISTRI IRA ORANG TUA IH AMIT2 😡
LENY
Baru jg 23 thn msh muda pak / Bu😊
LENY
TAPI ARYA SALAH BAWA ANAK ORANG TANPA PAMIT IZIN SAMA DGN CULIK ITU. DAN LAGI ARA MAU AJA DIBAWA ORANG YG GAK KENAL YA. BIASA ANAK2 DIWANTI WANTI JGN PERCATA SAMA ORANG TG BELUM KENAL.
LENY
DUA2 NYA HYPER GAK LIHAT TEMPAT& WAKTU 🙈
LENY
CANTIK NYA ARA GEMESS❤🥰
LENY
DUH ALYA GAK TAHU DIRI JG GAK LIHAT SUAMI LG KERJA DAN ORANG ANTRI MAU NYA DITURUTIN TERUS LIHAT SIKON ALYA KASIHAN SUAMI MU😱
LENY
MENGENAI RENA TERBALIK KOK PEREMPUAN YG MELAMAR LAKI2😊
Cici Mamatoni: di daerah asal suamiku..di lamongan ada adat dimana pihak wanita yg melamar duluan ke pihak pria..namanya NGGANJURI...lalu setelah itu barulah pihak pria datang ke rumah si gadis untuk menentukan hari pernikahan
total 1 replies
LENY
BENAR2 TERHARU ARDI DI DUNIA NYATA MUNGKIN HAMPIR TAK ADA ORANG SEPERTI KAMU SETIA AGAMIS BERHATI MALAIKAT😭
LENY
Ara cantik bener ❤👍👍
LENY
DUH MASAK BAYI NYA NYUSU BARENG SAMA BPK NYA JG BENER2 GILA DUNIA HALU.
LENY
Duh Alya hamil bnyk bener mau nya bikin suami susah kasihan Ardi hrs kerja kurang tidur kl kecapekkan ngantuk celaka gmn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!