NovelToon NovelToon
Cinta Rasa COVID-19

Cinta Rasa COVID-19

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: ruby kejora

Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.

Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.

Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps.29 Ramuan Cyara

Keesokan harinya Cyara berangkat ke Rumah Sakit Medika Wiyata. Kebetulan ia dapat shift pagi. Dia membawa lima botol ramuan dalam sakunya untuk diberikan pada Elias. Ia memakai perlengkapan APD, masker, sarung tangan, dan face shield seperti biasanya sebelum masuk ke ruangan pasien.

Cyara memasuki ruangan tempat Elias dirawat.

"Akhirnya kau datang, Cyara. Aku sudah lama menunggumu."

"Menunggu ramuan ku, maksudmu ?"

"Lebih tepatnya dua-duanya."

"Apakah kau membawanya ?"

Cyara melihat ke sekeliling, ada pasien terinfeksi lainnya yang memperhatikan.

"Elias... aku membawa lima botol. Aku akan menaruh ramuannya di laci meja mu. Jika kau mampu minum lima botol dalam sehari, itu akan mempercepat kesembuhan mu. Jika tidak mampu tidak apa-apa." kata Cyara membuka laci dan menaruh ramuan ke dalamnya.

"Bagaiman jika habis ?"

"Apa ? Kau sanggup menghabiskannya ? Jika habis aku akan membawakan mu lagi besok."

"Apakah ada efek sampingnya ?"

"Ada, kau akan merasakan pusing yang hebat setelah meminumnya. Dan kondisimu akan berangsur-angsur membaik setelah efek dari pusingnya menghilang."

"Jika berakibat fatal, aku akan menuntut mu."

"Kalau begitu aku ambil saja." kata Cyara membuka laci akan mengambil kembali ramuannya.

"Aku bercanda Cyara. Aku tidak sedikitpun meragukan kemampuanmu."

"Baiklah minum sekarang, mumpung tidak ada yang memperhatikan." kata Cyara mengambil satu botol dan membukanya untuk Elias.

Elias meminum ramuan Cyara dan menyerahkan kembali botol kosongnya pada Cyara yang segera ia masukkan dalam saku.

"Rasanya tidak enak." kata Elias kemudian meminum air mineral di mejanya.

"Semua obat tidak ada yang enak. Ingat pesanku jangan sampai siapapun tahu akan hal ini." kata Cyara berjalan meninggalkan Elias.

"Kau mau kemana Cyara, aku masih ingin bicara denganmu."

"Sebentar lagi akan ada dokter yang akan berkunjung ke sini. Aku juga harus masuk ke ruang pasien umum. Aku harus ganti APD lagi setelah keluar dari ruangan ini."

"Aku kira kau akan menemaniku di sini."

"Aku harus kembali bekerja dan nanti sebelum pulang aku akan mampir kesini lagi. Aku pergi dulu." pamit Cyara meninggalkan Elias.

Sesaat kemudian Elias merasa kepalanya terasa berat dan pusing sekali, hingga akhirnya ia menyandarkan kepalanya di bantal. Ia melihat beberapa perawat yang masuk dan mengecek suhu tubuhnya, namun matanya sangatlah berat untuk di buka.

Siang hari Elias terbangun karena merasakan berkeringat banyak. Ia mengambil air mineral yang disediakan di meja, kemudian mengambil dua botol ramuan dan menenggaknya sampai habis.

Pusing yang sangat hebat kembali melanda, dan membuatnya kembali tertidur. Dalam tidur ia teringat semua mantan yang mengutuknya dan meminta pertanggung jawaban atas perlakuannya selama ini.

"Hanya mimpi... apakah memang mungkin Tuhan menegurku melalui sakit ini agar aku ingat akan dosa di masa lalu ku ?"

Elias merasa haus dan mengambil air mineral lagi. Ia mengambil dua botol ramuan dan meminumnya sampai habis dan menaruh kembali botol kosongnya ke dalam laci.

"Lagi-lagi kepalaku pusing hebat. Mungkin ini detoks terhadap corona virus, aku akan menahan rasa pusingnya." kata Elias memegang kepalanya dan mengingat kesalahan yang pernah ia lakukan di masa lalu.

"Bagaimana aku menghapus dan menebus dosa itu, Tuhan ? Aku harap Kau mau memaafkan ku dan memberiku kesempatan untuk memperbaikinya." gumam Elias penuh sesal.

Cyara masuk ke ruangan Elias dan melihat wajahnya yang muram.

"Kenapa kau sedih begitu ?"

"Kau sudah selesai bekerja ?"

"Iya aku mampir sebentar sebelum pulang. Kenapa... aku melihat mu gelisah ?"

"Cyara aku sadar sekarang aku telah melakukan kesalahan di masa lalu. Aku telah mempermainkan hati banyak wanita. Apakah menurutmu ini hukumanku ?"

"Apa yang kau bicarakan, aku tidak mengerti."

"Aku menyadarinya sekarang. Aku juga minta maaf padamu karena telah menyakitimu. Aku egois tidak memikirkan perasaanmu. Kau mau memaafkan ku ?"

"Aku sudah memaafkan mu saat itu juga walaupun aku tidak bilang padamu."

Cyara melihat Elias benar-benar telah menyesali perbuatannya, yang terlihat dari sorot matanya. Tatapan matanya tidak lagi angkuh seperti dulu, namun menjadi tatapan mata yang lembut.

"Semua orang punya masa lalu dan punya kesalahan. Kau harus tetap melangkah maju. Yang terpenting sekarang kau sembuh dulu, tidak usah memikirkan hal lainnya."

Elias memandang Cyara dengan hangat.

Perpisahan telah membuatmu semakin dewasa. Aku tak menyangka jika hatimu kini menjadi seluas samudera. Kau bukan lagi Cyara yang pernah ku kenal, kata Elias dalam hati.

" Ada apa memandang ku begitu, apakah aku terlihat aneh dengan memakai perlengkapan ini ?"

"Tidak, aku ingin berterima kasih padamu karena telah memaafkan ku dan merawat ku. Aku akan membalasnya nanti."

"Tidak perlu. Ini memang tugas seorang perawat. Jadi apa kau merasa baikan setelah minum ramuan dariku ?" tanya Cyara mengalihkan topik pembicaraan dan mengambil botol kosong di laci lalu memasukkan ke saku bajunya.

"Elias... aku sungguh tak menyangka, kau serius telah menghabiskan empat botol ramuan dariku."

"Aku berkeringat banyak setelah meminumnya, dan aku merasakan nafasku plong serta demamku menurun. Bawakan aku lagi ramuan mu besok."

"Biar aku cek suhu tubuhmu sekarang," kata Cyara mengambil termometer digital dan mengukur suhu Elias, "suhu mu 38 derajat."

"Berarti ramuan mu memang mujarab, Cyara. Demam ku kemarin empat puluh derajat."

"Aku akan membawakan nya lagi untukmu besok. Mungkin besok suhu mu akan normal setelah meminumnya. Aku pulang dulu ya."

"Cyara... aku ingin bicara banyak padamu."

"Iya...kita akan bertemu lagi besok."

"Mungkin tidak sekarang, nanti setelah aku sembuh." kata Elias melihat Cyara yang sudah pergi dari ruangannya.

Malam hari perawat masuk ke ruangan tempat Elias dirawat, dan kembali memeriksanya.

"Demamnya sudah turun, Pak. 37,9 derajat. Cepat sekali turunnya bila dibandingkan dengan pasien lainnya. Apakah Bapak meminum suplemen tambahan selain obat pemberian dari Rumah Sakit ?"

"Tidak suster, saya minum obat yang sama dengan obat yang diberikan ke pasien lainnya."

"Jika besok suhu tubuh ku normal dan dinyatakan sembuh, apa boleh kembali pulang ke rumah ?"

"Biasanya virus akan mati dalam jangka waktu empat belas hari. Selama ini belum ada kasus yang kurang dari tujuh hari sembuh total."

"Jadi meskipun sudah sembuh, masih harus dikarantina di sini sampai dua minggu ?"

"Kami tidak bisa menjawabnya sekarang. Nanti akan dilakukan pengecekan ulang sebelum dinyatakan sembuh. Jika terjadi hal luar biasa seperti itu, kami akan tanyakan terlebih dahulu kepada dokter yang menangani pasien bersangkutan."

Perawat keluar dari ruangan meninggalkan Elias dan pasien terjangkit corona lainnya.

Kini Elias bisa tenang dan tak lagi gelisah, karena ia merasakan tubuhnya kembali bugar walaupun belum seratus persen fit. Tapi dia yakin akan segera keluar dari tempat yang seperti penjara baginya, yang membuatnya terkurung dan tidak bisa kemana-mana.

Elias mulai mengobrol dengan pasien lain di ruangan yang sama dengannya. Mereka saling menyemangati satu sama lain.

1
©heezyyy ®ich
/Heart/
©heezyyy ®ich
Go!go!🔥
©heezyyy ®ich
semangat!
©heezyyy ®ich
/Good/
©heezyyy ®ich
/Drool/
©heezyyy ®ich
/Heart//Heart/
Mat Grobak
👍👍👍
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gak Rela Tamat neh cerita.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
🌻Ruby Kejora: Siap kk... Terima kasih dukungannya kak😘😘
total 5 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
wah kyak,y Author nulis sambil nyanyi neh🤓🤭
🌻Ruby Kejora: Tahu z kk.... Klo sambil nyanyi🤭
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Tasya perusak cerita Novel🤭eh salah
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
🌻Ruby Kejora: Makasii kaka saf...❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Banyak kata tertulis d sini
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
🌻Ruby Kejora: Makasii banyak kk... ❤️❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
gk kerasa udah ikutin Cerita lewat suara Pimoy, ampe episode ini pengen baca tp, entar hilang rasa penasranku. jd baca sambil tunggu suara si imut deh👍.

maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢: entar nunggu yg satu ini kelar dulu.✌️😉
total 2 replies
mialika
mampir thor
🌻Ruby Kejora: Makasii kk❤️❤️
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
ciuuu cweeet bingit seh
gemessss😁
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
kyak,y ak udah kena virus covid 19 neh, dan terisolasi tepat pd Novel ini.
👍
Lilis Afrini
kakak aku mampir...
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
waktuku habis, tepat pd titik rasa penasaran yg tinggi.
_ _ _
🌻Ruby Kejora: Iya kak... Semoga hilang penasaran nya tar

.
total 1 replies
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Author, kau membawa
pikiran ku terhantut.
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
Fandy bkn cinta hanya ter'Obsesi semata.😔
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
𝐬𝐚𝐟𝐫𝐢𝐚𝐭𝐢
penasaran buatku tk sabar nunggu Pimoy Up d Ab.
🤫
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!