NovelToon NovelToon
THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

THE ELITE OF UNDERGROUND SOCIETY

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:581
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

Dendam masa lalu menuntut balas. Seorang musuh besar mengincar putri tunggal sepasang pembunuh bayaran legendaris gadis yang telah dilatih menjadi "Ratu Kematian". Namun, rencana itu membentur dinding tebal. Peladen data sekolah elite SMA Garuda Bangsa dilindungi enkripsi militer ketat, menyembunyikan identitas sang target di balik kabut digital.

sementara target baru memulai tahun ajaran baru, sistem mendeteksi enam siswi baru di kelas X-A yang datanya terkunci total. Demi memastikan dendamnya terbalas, sang musuh nekat menculik keenam gadis itu.

Disekap di dalam palka kapal kargo yang gulita, enam gadis asing berbalut almamater merah marun ini terpaksa menekan ego mereka. Insting predator mereka menyatu, mengubah tempat penyekapan menjadi ladang pembantaian demi merebut kembali kebebasan. Malam itu, adalah awal mula The Elite akan terbentuk.

apakah Mereka mampu mempertahankan the elite karna status mereka yang cukup tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tamu di lajur depan 2

Di lajur tengah kelas, meja nomor tiga, Miya Fynezayn yang sedang sibuk mengetik jadwal belajar di tablet elektroniknya sempat menghentikan gerakan jemarinya selama sejenak. Dari balik helai rambut pirang ikalnya yang ditata rapi dalam kepangan Prancis, mata birunya melirik tajam ke arah barisan depan kelas. "Berisik banget sih anak kelas dua berandalan ini, mengganggu konsentrasi gue aja," gumam Miya dengan logat asing penutur bahasa Inggris Eropanya yang sangat kental dan penuh wibawa. Dia menoleh ke arah Fyrline Zyornaland di sampingnya yang hanya tersenyum manis penuh kepalsuan sembari pura-pura tetap fokus membaca buku sastra tebalnya tanpa berniat ikut campur.

Nadine yang merasa diabaikan sepenuhnya oleh Gava langsung melipat kedua tangannya di dada dengan raut wajah yang sangat kesal dan cemburu. "Kamu sebenarnya kenal dia dari mana sih, Azrint? Kenapa anak berandalan seperti dia bisa tahu nama depan kamu?"

"Gak kenal. Cuma sejenis berandalan jalanan yang kurang kerjaan dan hobi melompati pagar sekolah karena gak punya sopan santun," jawab Azrint pendek, menghempaskan majalah modenya ke atas meja kayu dengan satu ketukan keras yang sengaja ditujukan untuk mengakhiri interaksi tersebut.

Gava Ernando justru tertawa terkekeh mendengar sindiran tajam dari Azrint. Suara tawa keringnya terdengar begitu bergaung penuh dominasi seorang pemimpin dunia atas. Dia justru kian memajukan posisi tubuh bidangnya, menatap lurus ke dalam manik mata karamel Azrint dengan pandangan yang sarat akan janji obsesi yang gelap. "Gak apa-apa kalau lo mau bilang gak kenal atau menganggap gue gak ada sekarang, Azrint. Nama depan lo udah aman tersimpan di dalam memori gue. Dan seberapa kuat pun bokap lo mencoba menyembunyikan atau mengunci seluruh data latar belakang lo di sistem komputer sekolah... gue bersumpah akan tetap menemukan jalan untuk masuk dan mengacaukan hidup normal lo di kelas ini."

Azrint Breynerlanz menyipitkan sepasang matanya yang tajam, darah mafianya mendadak bergetar samar mendengar tantangan terselubung dari pria kelas dua di depannya. Ada ketegangan psikologis yang mendidih di antara mereka berdua. Azrint tahu bahwa dia harus mempertahankan topeng normalnya demi keselamatan operasi keluarganya, namun keliaran insting murni dari Gava Ernando terus mendesak benteng pertahanannya dengan cara yang tidak biasa.

"Lo gak tahu apa-apa tentang siapa gue atau bagaimana dunia gue bekerja, Gava Ernando. Jadi, jangan sengaja cari penyakit yang gak bisa disembuhkan oleh uang bokap lo," bisik Azrint dengan nada suara manjanya yang berubah menjadi sebeku es di kutub, memberikan peringatan terakhir yang sangat kaku.

"Gue justru sangat suka dengan jenis penyakit yang berbahaya, Manis. Terutama kalau penawarnya ada di sepasang mata sewarna madu pekat milik lo ini," balas Gava rendah, suaranya sarat akan intrik fiksi remaja yang gelap. Pria tegap itu kemudian berdiri dari kursinya dengan satu gerakan tubuh yang konstan dan efisien. Sebelum berbalik pergi, jemari besarnya bergerak berani menepuk puncak kepala Azrint sekilas sebuah gestur posesif yang membuat bando mutiara putih Azrint sedikit bergetar sebelum akhirnya Gava melangkah lebar keluar meninggalkan ruang kelas X-A dengan langkah santai, mengunci retakan pertama dari topeng normal Azrint di hari yang sunyi itu.

Suara bel panjang penanda berakhirnya jam pelajaran terakhir hari Selasa menggema ke seluruh sudut kompleks SMA Internasional Garuda Bangsa. Di barisan paling belakang kelas X-A, Aleyna Rossalind langsung menyambar tas ransel kulitnya yang dipenuhi coretan grafiti jalanan dengan satu sentakan kasar. Dia meregangkan otot bahunya yang terasa kaku karena seharian terkurung di dalam ruangan berpendingin udara yang membosankan.

"El, lo mau langsung balik ke bengkel The Black Vipers sore ini?" tanya Camellia Putri sembari merapikan hiasan gantungan kunci boneka beruang di tas merah mudanya dengan gerakan imut yang biasa. Wajah baby face-nya tampak polos, sangat kontras dengan sisa daya gawai modifikasi di balik roknya yang masih sibuk menyalin enkripsi data kelas.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!