Biyanna Loralie Avacyn adalah gadis remaja yang tidak suka diatur. Anna, orang sering memangilnya itu. Anna memiliki satu orang sahabat yakni Ellerose Naselin Jasney yang sama sama suka kebebasan.
Namun tak disangka tak diduga tiba tiba orang tua kedua gadis itu menjodohkan mereka dengan anak sahabat mereka karena sudah tak sanggup lagi untuk menjaga kedua anaknya yang suka kabur kaburan.
Mereka adalah Xiaotian Charis Livian dan Albiru Sky Geovander yang ternyata musuh bebuyutan dua sahabat itu.
Gimana kehidupan mereka kedepannya?
kita saksikan kisah ceritanya di "Menikahi Musuhku".
Selamat membaca, , ,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mella Flowers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12
...~•Happy Reading•~...
......................
Suasana kediaman Avacyn seketika menjadi tegang saat Anna tak sengaja mengeluarkan nada tinggi di hadapan sang mommy.
Bertepatan dengan itu Jeric datang.
"Biyanna, siapa yang ngajarin kamu berbicara tinggi di depan mommy kamu". Pekik Jeric emosi.
Anna menundukkan kepala merasa bersalah. "Sorry, Anna gak sengaja".
"Raise your head". Ucap sang Daddy tegas.
Kepala Anna mendongak, pertama yang dia lihat adalah wajah sang mommy yang menyambutnya dengan senyuman.
"sorry mom, Anna gak bermaksud buat bentak mommy". lirih Anna.
Mommy Arra tak menanggapi, dia hanya mengelus kepala anaknya agar lebih tenang. Arra yakin saat ini anaknya sedang overthinking yang sangat tinggi.
"Calm down, honey". Ucapnya kepada Jeric, sang suami.
Suasana hening untuk sesaat, mungkin setengah jam ada.
"Kamu tahu apa kesalahan kamu Biyanna?".
Gadis itu diam, dirinya tahu kemana arah tujuan pertanyaan sang Daddy.
"Daddy memang jarang ada dirumah, jarang bertamu kamu tapi bukan Daddy tidak tahu apa yang kamu lakukan". Lanjut Daddy Jeric yang membuat Anna bertambah paham apa yang akan mereka bahas.
Kepala Anna mengangguk. "Anna paham".
"Apa?". Bukan Jeric yang menjawab melainkan Nayarra.
"Anna pergi tanpa pamit, pindah sekolah tanpa mengabari mommy sama Daddy dan balapan". Ucap Anna dengan perkataan akhir sangat pelan.
"Poin 1 dan 2 oke, poin terakhir".
Bibir Anna mengerucut. "Cuma cari kesenangan dad gak lebih".
Jeric mendelik menatap anaknya tajam. "Apa yang sudah Daddy katakan sebelumnya?".
"Melakukan apapun boleh tapi tidak berhubungan dengan DB dan balap liar". Lirih Anna.
"Lalu?".
"Anna gabut dad".
Pasangan itu menghela nafas panjang. "Sayang banyak yang bisa kalian lakukan untuk mencari kesenangan".
"Anna tahu, tapi malam itu tak kepikiran lain".
"Next". Jeda Jeric. "Kenapa kamu pilih Indonesia?". Tanyanya mulai serius.
Kepala Anna menggeleng dengan bahu terangkat. "Hanya random and negara itu yang belum Anna jelajahi". Jawab Anna apa adanya.
"Banyaknya negara yang kamu kunjungi tidak membuat kamu pindah sekolah Anna, pasti ada hal lain". kekeh Jeric karena dia tahu ada sesuatu yang anaknya sembunyikan.
"Tak tahu dad, hanya random". Jawab Anna jujur. "Bahkan aku dan Rose pernah bertanya itu tapi tak ada jawabannya". Lanjutnya.
Pasangan itu saling bertatapan seperti sedang berkomunikasi, hal itu membuat Anna kebingungan.
"Ada apa?". Tanya Anna bingung menatap orang tuanya secara bergantian.
Dia yakin mereka menyembunyikan sesuatu yang tak dia ketahui.
"Kamu akan tahu nanti". Jeric mengecek ponsel. "Daddy ada kerjaan, kita lanjut nanti". lanjut Jeric berdiri dari tempat duduk.
Sebelum pergi, Jeric mengulurkan tangannya ke arah sang istri sebagai kode.
"Mommy ke ruang kerja Daddy kamu dulu, mommy tahu kamu capek. sebaiknya istirahat and turun pas makan malam nanti".
"Em, baiklah mom".
Anna pergi ke atas menuju kamarnya sedangkan Arra berjalan menyusul sang suami.
Dikamar.
Anna yang terus kebingungan seperti tak mendapat jawaban seketika mengubungi Rose. Namun anak itu tak kunjung menjawab membuat Anna bertambah penasaran.
"Mandi dulu lah". Gumam Anna, tapi sebelum pergi dia mengirim pesan kepada rose untuk menghubungi nya karena ada hal yang ingin disampaikan.
Tidak sampai 30 menit Anna keluar dari kamar mandi. Dia berjalan ke arah tempat tidur mengecek ponsel nya belom juga ada jawaban.
"Kemana sih nih anak".
Jari jemari tangannya mencari nomer telpon kediaman Jasney.
Tut tut tut tut.
BRAK
"SIALAN".
...~•Bersambung•~...