Di hari pernikahannya, seharusnya Leticia menikahi pria yang dicintainya, bukan pria yang terkenal memiliki sifat begitu kejam dan menyeramkan.
Dan Leticia baru menyadari, kalau semua ini permainan dari Ibu dan adik kembarnya yang sejak awal sudah memaksanya untuk memakai penutup mata saat pernikahan berlangsung.
Leticia harus menikahi calon suami sang adik kembar, dan adiknya… Leila menikahi pria yang sangat dicintai oleh Leticia.
Awalnya Letcia ingin mengajukan surat perceraian kepada Maximillan, tetapi pria itu tidak mau dan memaksanya untuk tetap mempertahankan pernikahan yang dari awal sudah salah.
Dan Leticia baru tahu kalau suaminya adalah seorang mafia kejam yang sangat posesif.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 13
“Kak Max sudah baik-baik saja?” Tanya Leticia yang baru bangun tidur, langsung menanyakan keadaan suaminya yang kini sudah rapi dengan setelan kerjanya.
“Sudah, Sayang. Buktinya aku sudah siap untuk berangkat ke kantor,” jawab pria itu yang kini menghampiri istrinya yang masih terlihat mengantuk.
“Maaf sudah membuatmu panik semalam, aku yang bersalah… karena tidak mau jujur kepadamu,” ujar Max sambil mengecup kening istrinya.
“Seharusnya aku bertanya dulu ke Kakak, ini juga salahku,” kata perempuan itu.
“Dan mulai sekarang, aku akan selalu mengingatkan Kak Max untuk makan dengan teratur. Nanti siang akan akan pergi ke kantor untuk membawakan makan siang,” lanjutnya.
“Apa kau bisa memasak?” Tanya pria itu.
Leticia menganggukkan kepalanya. “Aku yang akan memasak sendiri untuk makan siang Kak Max nanti, kali ini tidak pedas. Tapi, bolehkah aku tahu makanan kesukaan Kakak apa?” Tanyanya.
“Aku sendiri tidak tahu apa makanan kesukaan, jadi kau bisa memasak apa saja… makanan kesukaanmu juga boleh. Tapi jangan setiap hari, nanti kau akan kelelahan. Aku mengizinkanmu memasak seminggu dua kali!” Max mengusap pipi istrinya yang kini mengeluarkan rona kemerahan.
Kalau sikap Max seperti ini terus, pasti tidak akan membutuhkan waktu lama bagi Leticia cepat jatuh hati kepada suaminya sendiri. Apalagi, baru Max yang memperlakukannya seperti ini… Ashvin yang sudah menjadi kekasihnya cukup lama, tidak pernah bersikap seperti ini.
“Baiklah, aku tidak akan membantah perintah Kak Max. Tapi aku ingin di ponsel Kak Max dihidupkan alarm untuk menjadi pengingat Kakak agar tidak telat makan!” Leticia mengadahkan tangannya.
Max langsung mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada sang istri untuk mengatur alarm jam makan.
“Obatnya sudah diminum? Kata dokter diminum sehari dua kali!” Leticia baru mengingat obat yang harus diminum suaminya.
“Sudah tadi, Mabel yang mengingatkanku. Nanti aku minum lagi, setelah makan malam,” jawab pria itu.
“Aku mau mandi dulu, setelah itu aku akan mengantar Kakak sampai ke depan!” Leticia hendak turun dari tempat tidur, tetapi tangannya langsung ditahan oleh sang suami.
“Kau masih mengantuk, tadi malam kau tidur sangat larut. Lanjutkan saja tidurmu, kebetulan Mommy hari ini tidak akan ke sini… karena menemani Daddy perjalanan bisnis,” ujar Max.
“Aku tidak mengantuk…”
“Tapi matamu terlihat jelas, Sayang. Kau bisa tidur lagi, Mansion sudah ada yang mengurus dan kau bisa beristirahat semaumu. Dan ini perintah dari suamimu!” Tegas pria itu.
Leticia menganggukkan kepalanya, ia memejamkan matanya… saat Max kembali mengecup keningnya.
“Aku berangkat ke kantor, kalau mau pergi ke kantor ada Kai yang akan mengantarmu. Kabari aku saat kau hampir sampai di kantor, sehingga aku bisa menjemputmu di lobby,” pesan pria itu, sebelum melangkah ke arah pintu untuk keluar.
“Kak Max, terima kasih atas semuanya!” Seruan itu membuat langkah Max terhenti.
“Memangnya apa yang sudah aku lakukan?” Bingung pria itu.
“Rekomendasi universitas, aku sudah menentukan pilihanku. Meskipun umurku sudah terlambat untuk masuk ke bangku perkuliahan…”
“Tidak ada kata terlambat, asalkan kau mau… aku bisa melakukan apa saja untukmu. Kebetulan hari Minggu aku tidak pergi ke kantor, jadi aku akan menemani membeli keperluan untuk kuliah,” potong Max yang membuat senyuman Leticia merekah.
“Kau berhak mendapatkan pendidikan yang kau inginkan dan aku sebagai seorang suami hanya ingin mewujudkan mimpi istrinya,” pria itu tersenyum tipis dan Leticia bisa melihatnya, walau hanya sebentar.
Setelah itu, Max benar-benar keluar. Dan Leticia kini memegangi dadanya yang membuncah senang.
“Aku tidak pernah merasa sebahagia ini. Setiap kata yang diucapkan oleh Kak Max, benar-benar membuatku ingin menangis… karena merasa beruntung memiliki seseorang yang akhirnya mendukungku… bukan mencaciku, karena aku tidak boleh memiliki mimpi.”
Perempuan itu benar-benar menangis, tetapi tangisa bahagia… karena mendapatkan dukungan penuh dari suaminya. Biasanya hanya cacian yang ia dapatkan, itu juga berasal dari kedua orang tuanya.
“Ini terakhirnya aku menangis, setelah ini aku harus tertawa dan bahagia menjalani kehidupan baru ini,” Leticia memejamkan matanya, ia ingin menangis dengan puas, sebelum dirinya tertawa melihat orang-orang yang sudah menyakitinya hancur dengan perlahan.
“Ibu, Ayah, Leila dan Ashvin. Aku tidak akan memaafkan kalian! Dan aku akan membalaskan rasa sakitku ini, jauh lebih menyakitkan dari apa yang aku rasakan!”
...***...
“Kau sangat bahagia?” Tanya Ashvin kepada istrinya, setelah mereka puas berjalan-jalan dan belanja.
“Tentu saja! Sebelumnya kita diam-diam jalan berdua di belakang Leticia bodoh itu. Dan sekarang kita bisa bebas melakukan apa saja, tanpa bersembunyi lagi!” Jawab Leila dengan tawa bahagianya.
Ashvin juga ikut senang melihat istrinya bahagia, karena dari awal dirinya memang tidak pernah mencintai Leticia dan memanfaatkan uang Leticia yang memang sangat mudah dibodohi.
“Aku jadi penasaran, seperti kehidupan Leticia sekarang? Apa lebih menderita dari sebelumnya? Atau dia sekarang dijadikan pembantu di kediaman Leander,” kekeh Leila yang sangat penasaran seperti apa penderitaan kakak kembarnya.
“Untungnya aku mendengar pembicaraan Calistha Leander yang terus mengeluh putranya selalu menolak perjodohan darinya, dan aku langsung menyodorkan foto Leticia. Mungkin wajah menyedihkan Leticia membuat Maximillan merasa kasihan dan merasa kalau Leticia cocok menjadi pembantu pribadinya… jadi dia menerima Leticia,” Ashvin juga ikut tertawa bahagia, di atas penderitaan Leticia yang sebenarnya tidak ada.
“Mana Leticia juga percaya kalau yang dijodohkan dengan Maximillan adalah aku, padahal sebenarnya dia yang dibeli oleh keluarga Leander dan a kita yang menikmati uangnya,” Leila masih belum berhenti tertawa.
Uang yang didapatkan dari Calistha digunakan untuk pesta pernikahan dan bulan madu, bahkan sampai belanja juga masih ada sisa uangnya.
“Dan si bodoh itu akhirnya pergi juga, aku benar-benar muak berpura-pura mencintainya,” Ashvin menghentikan tawanya, karena sudah lelah.
Pria itu sama sekali tidak merasa bersalah atas apa yang telah ia lakukan kepada Leticia, sebab dari awal Leticia yang memang begitu bodoh.
“Katanya kau akan naik jabatan? Kapan?” Leila menatap suaminya.
“Dua bulan lagi, karena pemilik rumah sakit akan segera diganti sekitar dua bulan lagi. Tenanglah, nanti kalau aku naik jabatan… aku akan membelikanmu mobil keluaran terbaru!” Ashvin menarik pinggang istrinya untuk melanjutkan kegiatan seperti tadi malam.
Dan Leila sama sekali tidak menolak, karena tidak lama lagi dirinya akan memiliki mobil baru.
Sedangkan di waktu yang sama, Calistha menemani suaminya yang sedang mendiskusikan siapa yang akan memegang rumah sakit yang baru saja dibelinya. Daniel memang sulit ditebak, tiba-tiba saja membeli rumah sakit besar dan hal seperti ini sudah biasa bagi Calistha.
“Sayang, kenapa bingung begitu? Serahkan saja kepada menantu cantik kita, meskipun nanti yang mengurusnya adalah sepupumu… tapi nama Leticia yang menjadi pemiliknya…”
Daniel menatap istrinya yang baru saja menyarankan Leticia untuk menjadi pemilik rumah sakit yang baru dibelinya.
“Boleh juga, anggap saja sebagai hadiah pernikahan,” Daniel menyetujui usulan dari istrinya.
Diam-diam Calistha menarik sudut bibir, sebab dari informasi yang ia dapatkan dari orang suruhannya… Ashvin bekerja di rumah sakit tersebut.
Bersambung!
🌹🌹🌹☺️