Hadi Wijaya
"Gadis kecil, ciuman pertamamu nanti pertemuan ketiga kita." Mengandung
Adegan ***
Riana Renata
"Dasar pria gila."
Riana adalah Kristiani, dia adalah Gadis kecil yang Hadi cinta hingga saat ini, tapi sayangnya Riana hilang ingatan, kristiani tidak mengingat siapa pun selain namanya sendiri. Mereka di pertemukan kembali dalam sebuah ikatan pernikahan, yang mereka tau pernikahan itu hanya sebuah kontrak, tapi ternyata sebuah perjodohan. Hadi dan Riana sama-sama saling mencintai, walaupun mereka belum mengetahui siapa orang yang mereka nikahi. Apa Hadi akan mempertahankan istrinya, atau dia memilih tunangannya, orang yang membatalkan pernikahan hanya untuk karirnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.F, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28. Terkejut
Setelah mandi Riana langsung keluar dari kamar mandi, ia hanya berdiri di dekat kamar mandi, lalu langsung melihat ke arah suaminya yang sedang memainkan ponselnya. Hadi melihat jam di ponselnya, yang menujukan pukul 18.30 WIB, lalu ia langsung menghela nafas panjang, ia sangat kesal dengan istrinya, istrinya sudah hampir 1 jam di kamar mandi. Setelah itu Hadi melirik ke arah kamar mandi, ternyata istrinya sudah berdiri di samping pintu kamar mandi, lalu Hadi berpikir, mungkin istrinya dari tadi berdiri di situ. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk mendekat
"gadis kecil, kemarilah."
"baik om."
Riana langsung berjalan mendekati suaminya hingga ia sampai di depan suaminya. Hadi yang melihat istrinya sudah di depannya, ia langsung memberi tahu tentang keinginannya
"gadis kecil, kau tidur di ranjang yang biasa untuk menonton televisi, di kamar ini, kau tidak boleh menyentuh apa pun selain barang-barang milikmu, dan lakukan apa pun yang kau suka di kamar ini, yang penting jangan berisik, aku tidak suka ada suara saat malam."
"baik om."
"lebih baik kita turun, sekarang sudah waktunya untuk makan malam, sekalian aku akan mengenalkanmu pada adikku."
Setelah mendengar ucapan suaminya, Riana tidak percaya, pria sombong dan dingin itu, ternyata memiliki adik, lalu ia langsung menjawab ucapan suaminya
"baik om."
Hadi langsung berdiri, lalu ia langsung melangkahkan kakinya keluar dari kamar itu, di ikuti oleh istrinya, hingga ia sampai di dekat meja makan. Hadi langsung menyapa orang tuanya
"malam pah, malam mah."
"malam juga sayang."
"malam juga Hadi." jawab Delon
Riana pun langsung menyapa orang tua suaminya
"malam om, malam Tante."
"malam juga nak." jawab Delon
"malam juga sayang, kenapa memanggilnya dengan sebutan Tante?, kau harus memanggilnya dengan sebutan mamah dan papah."
Setelah mendengar ucapan ibu dari suaminya Riana menjadi sedikit canggung, lalu ia langsung mengiyakan ucapan ibu dari suaminya
"iya mah."
Hadi langsung duduk, sedangkan Riana masih saja berdiri sambil sesekali melirik ke arah setiap ruangan itu, bahkan di situ, ia tidak melihat keberadaan adik dari suaminya. Hadi langsung menyuruh istrinya untuk duduk
"duduklah, kenapa masih saja berdiri?"
"iya om."
Riana langsung menggeser kursi untuk duduk. Henny langsung mengambilkan makanan untuk suaminya, lalu menatunya, tapi ia tidak mengambilkan makanan untuk anaknya. Hadi sedikit kesal melihat ibunya yang pilih kasih
"mamah! Kenapa aku tidak di ambilkan makanan?"
"sayang, kau sudah memiliki istri, jadi kau harus belajar dewasa."
Setelah mendengar jawaban ibunya, Hadi langsung menatap istrinya dengan tatapan sinis. Riana yang di tatap oleh suaminya, ia langsung mengambilkan makanan untuk suaminya. Mereka mulai makan. Tidak lama Aldi pulang dari kampus, ia langsung mendekati meja makan hingga ia berdiri di samping Riana, lalu ia langsung menyapa kedua orang tuanya dan kakanya
"malam mah, malam pah, malam Koko."
"malam juga dek." jawab Hadi
"malam juga Aldi." jawab Delon
"malam juga sayang."
Riana langsung menengok ke arah tersebut, betapa terkejutnya ia, melihat pria yang di sebelahnya, ia adalah Aldi, pria yang ia cintai selama ini
"apa Koko adik dari pria sombong dan dingin ini, Tuhan, kenapa dunia ini begitu sempit, kenapa aku harus bertemu di situasi seperti ini, Koko mengira pasti aku adalah gadis murahan, yang rela melakukan apa saja hanya untuk uang."
Aldi langsung melihat ke arah gadis kecil yang di sampingnya, ia sangat terkejut, ternyata yang menikah kontrak dengan kakanya adalah mantan pacarnya, bahkan ia sudah berusaha untuk mencari mantan pacarnya, karena ia akan mengatakan untuk mengajaknya berpacaran lagi, tapi ternyata mantan pacarnya menjadi istri kontrak kakanya, lalu ia langsung berpikiran bahwa mantan pacarnya adalah gadis murahan yang rela melakukan apa pun hanya untuk uang
"gadis murahan, kau saat itu menolak uang dariku, tapi ternyata kau rela menikah kontrak hanya untuk uang, apa jangan-jangan semalam kau juga sudah melayani Koko sebagai seorang suami, bagaimana pun juga pernikahan kalian sah di mata negara dan di hadapan tuhan."
Riana dan Aldi masih saja terus menatap mata. Hadi yang melihat adik dan istrinya saling menatap mata, ia memutuskan untuk bertanya pada mereka berdua
"apa kalian saling kenal?"
Riana dan Aldi yang mendengar pertanyaan dari Hadi ia langsung sadar dari tatapannya, lalu mereka berdua langsung menjawab dengan berbarengan
"tidak"
Hadi dan kedua orang tuanya hanya menatapnya dengan rasa heran, kalau mereka tidak saling mengenal, mana mungkin mereka menjawabnya dengan berbarengan, tapi mereka juga tidak bisa menyimpulkan kalau Riana dan Aldi saling kenal, apa lagi Aldi yang mengatakan sudah memiliki pacar, jadi tidak mungkin Aldi mengenal Riana. Henny langsung menyuruhnya untuk berkenalan
"sayang, kalian kenalan dulu."
"baik mah." jawab Riana dan Aldi berbarengan
Mereka masih di buat bingung dengan ucapan Aldi dan Riana, karena lagi-lagi mereka berbicara berbarengan. Riana langsung berdiri, lu ia langsung mengulurkan tangannya pada mantan pacarnya. Aldi langsung menyambut uluran tangan matan pacarnya
"Riana."
"Aldi."
Setelah mereka saling mengenalkan diri, mereka langsung melepaskan jabatan tangannya. Riana langsung duduk lagi, sedangkan Aldi masih saja berdiri. Hadi langsung menyuruh adiknya untuk duduk
"duduk dek, kenapa kau hanya berdiri saja?"
"iya Koko."
Aldi langsung menggeser kursi, lalu ia langsung duduk. Henny langsung mengambilkan makanan untuk anaknya. Mereka melanjutkan makan lagi. Riana dan Aldi makan dengan sedikit canggung. Setelah 10 menit mereka menyelesaikan makan, lalu mereka makan buah untuk makanan penutup, hanya Riana yang diam, ia tidak ingin menyetuh buah yang tidak di sukai, bukan hanya tidak di sukai, tapi dia tidak bisa memakan mangga dan apel, karena Riana memiliki alergi terhadap makanan itu. Hadi yang melihat istrinya hanya diam, ia langsung menyuruh istrinya untuk memakan buah-buahan itu
"makanlah, jangan hanya diam, namanya tidak sopan."
Setelah mendengar ucapan suaminya, ia tidak ingin berbicara kalau ia alergi terhadap buah-buahan tersebut, ia langsung mengambil garpu buah. Aldi yang melihat mantan pacarnya akan memakan buah-buahan itu, ia tiba-tiba saja langsung berbicara pada mantan pacarnya, karena ia mengetahui kalau mantan pacarnya memiliki alergi terhadap buah-buahan tersebut
"jangan makan buah-buahan itu, kalau ada apa-apa koko yang repot."
Setelah mendengar ucapan dari mantan pacarnya, Riana langsung meletakkan lagi garpu buah itu, tanpa menjawab ucapan dari dari mantan pacarnya. Semua yang duduk di meja makan terkejut atas ucapan Aldi yang mengatakan hal itu, entah kenapa Aldi seolah-olah kenal dengan Riana. Henny langsung bertanya pada anaknya, kenapa anaknya mengatakan hal itu
"sayang, apa maksudmu?, kenapa kau mengatakan itu?"
Aldi diam sejenak sambil merutuki kebodohannya, karena ia bahkan mengatakan hal itu, jelas-jelas tadi ia dan mantan pacarnya mengatakan tidak kenal, tapi tiba-tiba saja ia langsung mengatakan itu, lalu ia langsung menjawab pertanyaan ibunya
"aku hanya ingin lebih dekat dengan Kaka ipar mah, walaupun Riana hanya istri kontrak, tapi tetap saja dia adalah Kaka iparku."
"baiklah sayang."
jangan lupa mampir ya 😄👍
aku lanjut mampir baca
semangat selalu🔥🔥