NovelToon NovelToon
Marriage Order

Marriage Order

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: viviani

IG : @authorviviani

Warning!

Kisah ini akan menguras emosi, jiwa, dan raga sampai ke kehidupan nyata.

Aku Sheryl. Kehidupan yang penuh aturan membuatku muak. Bayangkan saja, orang tuaku mengatur seluruh kepentingan yang berkaitan dengan hidupku. Tak terkecuali dalam hal mendapatkan pasangan hidup. Aku tidak bisa memilih. Perjodohan tidak bisa dihindari. Perintah menikah sudah semakin dekat di usiaku yang ke 25 ini. Hingga aku tidak sadar melakukan sebuah kesalahan dan menghancurkan segala mimpi yang sudah terancang dengan indah. Mungkinkah aku memilih masa depanku sendiri atau nyatanya Tuhan malah berkehendak lain?


"Ke mana hatimu akan berlabuh, Sheryl?" –Baruna–


"Mungkinkah Sheryl akan berpaling kepadaku?" –Reynand–

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Indira

Malam itu menjadi malam yang sangat indah bagiku. Semua keluarga dan teman berkumpul semua. Rencana yang dirancang oleh Kak Baruna sukses membuat semua orang bahagia termasuk aku. Kami makan malam bersama di sebuah gazebo yang letaknya tidak jauh dari sebuah kolam renang di halaman belakang.

"Aku baru tahu kalau kalian bisa nge-band." Aku menatap wajah para lelaki matang yang baru saja memainkan alat musik itu.

"Ah itu cerita lama Sher. Nge-band waktu awal-awal kuliah. Iseng aja terus jadi suka manggung. Emangnya si Reza gak pernah ngomong?" Kak Daniel menoleh ke arah Kak Reza.

"Enggak."

"Iya pokoknya sudah lama. Mau dibahas gimana juga sebenernya udah gak pantes dan malu juga sih," tambah Kak Reza.

"Ya pokoknya terima kasih buat semua yang udah bantu gue hari ini." Kak Baruna tersenyum menatap kedua temannya.

Aku menatap Kak Baruna. Senyumku mengembang memperhatikannya. Lelaki ini yang nanti akan menjadi suamiku. Sosok yang sekarang menjadi sempurna di mataku. Dia masih terus bersenda gurau dengan Kak Reza dan Kak Daniel sambil memakan hidangan makan malamnya.

"Sayang, kok makanannya gak dimakan?" tanya Kak Baruna mengalihkan pandangannya ke arahku.

"Eh iya ... aku jadi keterusan perhatikan kalian yang kalau sudah bertemu jadi akrab banget."

"Iya maaf ya kalau merasa dicuekin. Soalnya jarang-jarang bisa kumpul seperti ini. Kamu ngobrol sama Indira dan Dita aja tuh di sebelah sana pasti lebih nyambung." Kak Baruna menunjuk kedua orang wanita itu dengan lirikan matanya.

"Kamu sedang mengusirku, sayang?"

"Enggak. Aku kan cuma kasih saran."

Aku merengut dan memalingkan muka. Bibirku mengerucut kesal.

"Aduh jangan marah dong. Kalau marah tambah jelek." Kak Baruna mengacak-acak rambutku.

"Yah berantakan deh rambutku. Iseng banget sih kamu." Aku mencubit kedua belah pipi Kak Baruna gemas.

Kak Baruna mengaduh mengusap kedua belah pipinya kesakitan. Aku tersenyum senang mengerjainya yang dibalas dengan senyum manisnya yang tidak bisa kutolak.

Aku beranjak meninggalkan obrolan para lelaki itu lalu bergabung dengan Kak Dita dan Indira yang sedang asik mengobrol sambil membawa piring makananku.

"Kak boleh gabung gak?" Aku meletakkan piringku di meja.

"Ya boleh dong. Tokoh utama malam ini jangan menempel terus sama Baruna nanti yang lain jadi obat nyamuk," seloroh Kak Dita tertawa.

"Iya lagian apa asiknya kumpul mengobrol sama lelaki-lelaki itu? Pasti gak nyambung," tambah Indira.

"Hahaha .... Kamu bisa aja Dir," sahutku tertawa.

"Aduh kok gue enek banget ya Dit? Pusing kepala gue," keluh Indira tiba-tiba.

"Lo telat makan kali Dir. Terakhir makan jam berapa?"

"Enggak. Gue makan kayak biasanya. Aduh gue gak tahan, gue ke toilet dulu ya." Indira menutup mulut dengan tangannya berlari menuju toilet yang letaknya tidak jauh dari gazebo tempat kami duduk.

"Sher kamu susul Dira sana, takutnya kenapa-kenapa." Kak Dita menyuruhku.

Aku beranjak dari tempat dudukku menyusul Indira ke toilet. Mencuci kedua tanganku dan wajahku di sebuah wastafel. Terdengar suara Indira yang sedang memuntahkan seluruh isi perutnya di dalam toilet. Suara itu terus terdengar selama beberapa menit kemudian hilang. Begitu hening sehingga membuatku penasaran. Aku pun mengetuk pintu toilet ragu.

"Dir, Kamu lagi ngapain?" tanyaku.

Suasana hening, tidak ada jawaban. Aku mulai panik. Aku mencoba membuka handel pintu tapi pintunya terkunci. Aku memanggilnya sekali lagi, menggedor pintu toilet itu.

"Dir! Dira! Jangan bercanda. Jawab aku!"

Masih hening tidak ada jawaban. Aku mengeluarkan ponselku dan menelepon Kak Reza. Tidak beberapa lama dia menjawab teleponku.

"Kakak, Dira sepertinya pingsan. Dia ada di dalam toilet yang terkunci. Aku menggedor pintunya tapi dia tidak menjawab. Bagaimana ini?!" kataku panik.

"Kamu tetap di situ. Aku akan ambil kunci cadangan."

"Iya Kak."

Beberapa menit kemudian ketiga lelaki itu datang. Kak Reza mencoba membuka pintu dengan kunci cadangan yang ia bawa. Pintu terbuka. Indira sudah terbaring tidak beraturan di lantai. Dia tidak sadarkan diri tetapi masih bernapas.

"Dira!" teriak Kak Daniel segera mengangkat tubuh istrinya itu.

"Bawa ke rumah sakit," ujar Kak Reza.

Daniel bersama Kak Reza lalu membawa Indira ke dalam mobil dan melaju langsung ke sebuah rumah sakit yang terletak tidak jauh dari rumahku.

"Aku ikut," kataku.

"Ya sudah bareng aku saja," sahut Kak Baruna.

"Aku juga ikut ya," tambah Kak Dita.

"Kabarin Mama ya Nak." Mama menatapku khawatir.

Aku mengangguk mengiyakan lalu pamit kepada keluargaku dan keluarga Kak Baruna. Mobil yang dikendarai Kak Baruna pun melaju dengan cepat.

Sepuluh menit kemudian kami tiba di rumah sakit. Kami berjalan beriringan masuk ke dalam ruang tunggu IGD.

"Niel, bagaimana keadaannya Dira?" tanya Kak Baruna saat bertemu dengan Kak Daniel di depan pintu kamar periksa IGD.

"Sedang diperiksa dokter," sahut Kak Daniel pelan. Raut wajahnya terlihat sedih.

Tiba-tiba terdengar nada dering ponsel yang berasal dari tas Indira. Kak Daniel melihat ke layar ponsel milik istrinya itu. Matanya membulat dan raut wajahnya pun ikut berubah saat melihat siapa yang menghubungi istrinya. Dia pun menjawab telepon itu.

"Untuk apa Kakak menelepon Dira, hah?!" ujarnya ketus.

Aku mendengar suara Kak Daniel yang marah-marah entah karena apa. Dia menjauh mencari tempat yang sepi untuk menerima teleponnya sedangkan kami berempat duduk di ruang tunggu IGD menunggu dokter yang memeriksa Indira.

Selang beberapa lama Kak Daniel muncul dengan wajahnya yang kesal. Sorot matanya menunjukkan kemarahan.

"Lo kenapa Niel?" tanya Kak Reza.

"Gue lagi kesel sama kakaknya si Dira. Suka timbul dan tenggelam. Dulu dia deket banget sama Dira. Sampai gue juga jadi akrab sama dia. Tapi sejak kami merencanakan untuk menikah sampe sekarang, dia tiba-tiba menjauh dan hilang begitu aja. Terus barusan telepon nanyain keadaan adiknya. Heran gue," keluh Kak Daniel.

"Ya udahlah gak usah dipikirin. Lo mikirin Dira aja sekarang gimana," hibur Kak Reza.

"Iya gue enggak mau ambil pusing sebenernya tapi Dira yang keingetan terus sama dia. Ya namanya saudara dekat. Bentar lagi juga orangnya ke sini."

"Keluarga nyonya Indira," panggil seorang perawat dari balik pintu.

Kak Daniel segera menghampiri perawat tersebut masuk ke dalam ruangan.

Deg!

Jantungku berdetak kencang memikirkan kemungkinan yang terjadi. Aku menyadari sesuatu. Mungkinkah Kakak yang dimaksud adalah Pak Reynand?

"Sayang raut wajah kamu jadi serius banget?" tanya Kak Baruna.

Aku menoleh, "Kak apa Pak Reynand itu punya adik?"

"Aku gak tahu sampai sejauh itu sih. Kenapa tiba-tiba ...." Kak Baruna tidak melanjutkan kata-katanya. Matanya menatap lurus ke depan.

Aku menoleh ke arah Kak Baruna mengernyitkan keningku heran karena tiba-tiba dia diam menatap sosok pria yang berdiri di hadapannya.

Laki-laki bertubuh tinggi itu berdiri di hadapan kami. Dia masih mengenakan kemeja kerjanya. Dia Pak Reynand.

1
Inayah Riyadi
yang jadi tokoh utama cowo nya Baruna apa Rey sih. sebenar nya
kavena ayunda
kasian bgt lu bar makan aja itu jalang😂😂
kavena ayunda
seril uda kayak.pelacur sana sini mau😂😂 dasar jalang sok.baik
kavena ayunda
murahan
kavena ayunda
g suka bgt temen kayak wildan temen makan temen
kavena ayunda
sok pinter tp.bodoh bgt
syafitri
sebel dengan tingkah sheryl, gak mau sama baruna tpi nggak nolak di ajak fitting baju, klo memang gak mau tolak dengan tegas jangan plinplan
Pandacuan: he em harusnya gitu ya ka, tapi ini Sheryl yg memang begitu
total 1 replies
BlackPurple
wuahhh ending yg indah, triiiiiiiiimakasih novelny, sukses slalu ya smua urusan dilancarkan.....💖💖
Pandacuan: sama2. makasih ka sudah membaca 🥰
total 1 replies
Lutfi Ariyani
ending yg manis ka🤗semoga samawa ya rey-sher.. sebenarnya pengen liat klo Baruna gagal move on lagi,biar Dy tersiksa sama perasaannya#senyum devil😁.. terimakasih ka atas cerita indahnya,semoga bertemu dengan cerita indah lainnya secepatnya 😉
Pandacuan: amiin. waduh kasian donk baruna kalo gagal move on terus nti ceritanya gak selesai2 😄😄😄. ditunggu aja ya cerita lainnya 😉
total 1 replies
kitty
waow dpt berapa bab td..eh tp knpa end, ada extra part nya kah?blom ada reynand junior
Pandacuan: apanya dpt brp bab? ya mmg sudah seharusnya end. terlalu panjang nti bosan.
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Aamiin.. rajin2 menanam benih ya Ren ,produksi masal 😬😬
Pandacuan: wkwkwk. amiiin
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
berat ya Rey
Pandacuan: mikirnya jauh bgt
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
goll.. goll. goll.. semoga benihnya tumbuh subur ya Rey
Pandacuan: pakai pupuk cinta biar benihnya bagus 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
hareudang2
Pandacuan: mandi ka
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
kenapa grogi sih Rey, td di ballroom pede aja mesra2an
Pandacuan: tetep grogi rasanya bagi dia
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
lah kan ada juga tuh punya istri tapi belok juga
Pandacuan: oiya bnr 😄
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
cewek impian lu kayak mana ,Han?
Pandacuan: han sukanya yang pinter 😄
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
ditunda dulu ya Rey mpnya 😀😀😀😅😅
Pandacuan: malam ke dua 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
gapapa Rey, coba dulu di London sebulan duabulan itung2 honeymoon
baru balik lagi ke Indonesia
Pandacuan: rey berpikir keras 🤣
total 1 replies
꧁☬𝕸𝖔𝖔𝖓𝖑𝖎𝖌𝖍𝖙☬꧂
Alhamdulillah semoga kelahiran nya nanti lancar
Pandacuan: amiiin
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!