NovelToon NovelToon
Sofía dan CEO Mafianya

Sofía dan CEO Mafianya

Status: tamat
Genre:Mafia / Selingkuh / Enemy to Lovers / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: lopez ibarra

Sofía hanyalah gadis yatim piatu yang berjuang hidup di New York—kuliah sambil bekerja sebagai resepsionis, tanpa keluarga, tanpa sandaran. Sampai satu malam di sebuah pesta mewah, ia berpapasan dengan Alejandro: CEO miliarder yang tampan, dingin, dan menyimpan satu rahasia mematikan—ia pemimpin mafia Rusia yang ditakuti seluruh dunia hitam.

Pria yang tak percaya cinta itu tiba-tiba menginginkan Sofía menjadi miliknya seorang. Namun di balik gairah dan kemewahan yang memabukkan, tersembunyi pengkhianatan, kecemburuan, dan sebuah tragedi yang akan menghancurkan segalanya.

Ketika takdir melemparkannya jatuh, Sofía menemukan kebenaran yang mengguncang: ia bukan sekadar gadis miskin, melainkan putri yang hilang dari sebuah dinasti mafia berkuasa. Dan di sanalah ia bertemu Fernando Valentini—sang "Bestia", raja dunia hitam yang kejam sekaligus pemilik imperium bisnis yang tak tersentuh. Seorang pria yang bersumpah takkan pernah lagi mencintai... sampai ia bertemu perempuan yang mampu meruntuhkan setiap tembok di hatinya.

Di antara dua raja dunia hitam yang sama-sama berbahaya, di antara cinta, dendam, dan darah, Sofía harus memilih. Tapi dalam dunia tempat kekuasaan adalah segalanya dan nyawa bisa lenyap dalam sekejap, apakah cinta sejati sanggup bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lopez ibarra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

POV Alejandro

Sofía tertidur pulas, jadi aku keluar dan bertemu Bruno.

"Semua orang sudah pulang, tinggal kita saja. Ayo istirahat sebentar. Kau yang membawa Sofi?" tanya Bruno.

"Ya, tak usah khawatir," jawabku.

Bruno pergi. Aku masuk lagi dan mencoba membangunkan Sofía, tapi mustahil. Tidurnya terlalu nyenyak. Kuselimuti tubuhnya, lalu kubawa ke kamarku di klub. Sebenarnya aku tahu mana kamarnya, tapi aku ingin dia berada di dekatku. Aku mandi, lalu keluar untuk menerima beberapa telepon supaya tak membangunkannya.

* * *

POV Sofía

Aku terbangun dengan sedikit bingung. Aku tak tahu ada di mana. Kutatap tubuhku sendiri, tertutup selimut, tapi aku benar-benar telanjang. Ingatan itu pun berdatangan ke benakku.

Tidak… apa yang sudah kulakukan?

Aku mencoba bangkit, tapi rasa nyeri di perut dan bagian intimku memaksaku duduk kembali di tepi ranjang. Dengan susah payah aku berdiri dan mencari sesuatu untuk kupakai di lemari. Aku hanya menemukan beberapa kaus yang panjangnya seperti gaun di tubuhku. Kubuka salah satu pintu dan ternyata itu kamar mandi. Aku masuk, mandi, memakai kaus pria itu, lalu bersiap keluar. Aku melihat ke segala arah, tapi tak ada siapa-siapa, jadi aku keluar secepat kilat menuju kamarku.

Aku tiba, mengunci pintu, dan seperti sudah kuduga, Carol tak ada. Dia pasti sedang bersama seorang pria atau di kolam renang. Yah, aku tak mau ambil pusing. Aku berganti pakaian, mencari koperku. Aku tak berniat tinggal semenit pun lebih lama di sini. Kuambil semua barangku dan keluar dari klub. Aku naik taksi lalu menelepon Carol.

"Sofía, syukurlah kau menelepon. Aku mencari-carimu dari tadi, kau di mana?" tanya Carol.

"Carol, tolong sampaikan permintaan maafku pada Bruno dan katakan aku harus pergi lebih awal," pintaku.

"Tapi katakan padaku, ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Carol.

"Nanti kujelaskan. Tidak ada yang serius. Nikmati sisa pestamu dan jangan khawatir. Sampai jumpa," jawabku.

Kuputuskan sambungan telepon, turun dari taksi, dan masuk ke apartemen. Aku mandi lalu berbaring di ranjang. Tak lama kemudian aku tertidur.

* * *

POV Alejandro

Aku menyelesaikan teleponku dan masuk ke kamar, berharap melihat wanita cantik yang tadi terbaring di sana. Tapi betapa terkejutnya aku, dia sudah menghilang. Kusuruh anak buahku mencarinya ke seluruh penjuru klub.

"Bos, lima belas menit lalu Nona itu terlihat keluar dari klub dan naik taksi membawa sebuah koper," lapor pengawalku.

"Baik, terima kasih. Selidiki semua tentangnya secepat mungkin," perintahku.

"Segera, Bos. Permisi," ujarnya.

Pengawalku pergi.

Kenapa Sofía-ku yang cantik pergi begitu saja? Tapi apa pun caranya, kau akan menjadi milikku, dan siapa pun yang menghalangiku akan kulenyapkan.

Aku sedang mengemasi pakaianku. Aku harus pergi, banyak urusan yang menungguku. Sejujurnya, aku hanya menunda kepergianku demi dia. Saat aku hampir selesai memasukkan barang-barang ke koper, aku sadar sehelai kausku hilang. Saat itulah aku berpikir dia pasti telah memakainya. Aku tersenyum lalu pulang ke rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!