NovelToon NovelToon
Di Balik Cadar Hannah

Di Balik Cadar Hannah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:628
Nilai: 5
Nama Author: Ri7

Hannah adalah wanita bercadar yang menyimpan masa lalu kelam. Pertemuannya kembali dengan Faz, lelaki yang pernah menolongnya, membuat cinta tumbuh hingga mereka hampir bertunangan.

Namun sebuah rahasia membuat mereka tak bisa bersama. Saat Hannah harus merelakan cintanya, Arif—lelaki yang diam-diam telah lama mencintainya—datang membawa sebuah lamaran.

Di antara cinta, luka, dan takdir, Hannah harus menentukan jalan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ri7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Empat Hari Tanpa Kabar

Sudah empat hari Hannah menghilang tanpa kabar. Ponselnya tidak bisa dihubungi, sementara pesan-pesan yang dikirimkan Farah tak kunjung mendapat balasan.

Bukan hanya Hannah, apartemen Riri pun kosong. Farah sempat mendatangi tempat itu, tetapi tidak menemukan siapa pun. Ia yakin Hannah pergi bersama Riri. Namun, ke mana mereka pergi? Mengapa keduanya seolah sengaja menghilang tanpa memberi kabar?

Karena tidak tahu harus mencari ke mana lagi, Farah akhirnya memutuskan mendatangi rumah Faz. Barangkali laki-laki itu mengetahui sesuatu tentang Hannah.

Sudah tiga kali Farah menekan bel, tetapi tak ada jawaban. Ia mulai berpikir bahwa Faz juga sedang tidak berada di rumah. Saat hendak berbalik dan meninggalkan tempat itu, tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.

“Ada apa, Far?” tanya Faz.

Farah menoleh. Seketika perhatiannya tertuju pada wajah Faz yang tampak pucat. Laki-laki itu terlihat jauh lebih lemah daripada biasanya.

“Kak Faz baik-baik saja?” tanyanya khawatir.

Faz mengangguk pelan. “Aku baik-baik saja. Masuk, Far.”

Farah mengikuti Faz masuk ke dalam rumah. Sementara Farah duduk di ruang tamu, Faz berjalan menuju dapur untuk mengambilkan minuman.

Sebenarnya, kondisi Faz sedang tidak baik-baik saja. Rasa sakit yang beberapa waktu terakhir kerap mengganggunya kembali kambuh tadi. Namun, setelah meminum obat, rasa sakit itu sedikit mereda. Ia berusaha bersikap biasa saja, seolah tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Faz meletakkan segelas minuman di hadapan Farah, kemudian duduk di seberangnya.

“Ada masalah apa, Far? Sepertinya kamu sedang mencari seseorang.”

Farah menghela napas sebelum menjawab.

“Kak Faz, apa Kak Hannah sempat menghubungi Kakak?”

Faz menggeleng. “Tidak. Memangnya kenapa?”

“Sudah empat hari Kak Hannah tidak bisa dihubungi. Apartemennya kosong, dan aku juga tidak tahu dia pergi ke mana.” Farah menatap Faz dengan penuh harap. “Sebenarnya ada apa, Kak? Apa ini ada hubungannya dengan pemotretan kemarin? Apa kita tidak jadi melanjutkan proyek itu?”

Faz terdiam sesaat. Bayangan pemotretan terakhir bersama Hannah kembali melintas di benaknya.

“Aku juga tidak tahu, Far. Mungkin Hannah sedang punya masalah dan butuh waktu untuk sendiri.”

“Tapi, kalau memang ada masalah, kenapa dia tidak bilang apa-apa? Setidaknya dia bisa mengabariku.”

Faz tidak langsung menjawab. Ia sendiri mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sejak terakhir kali mereka bertemu, Hannah memang tidak menghubunginya. Awalnya, ia mengira perempuan itu sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Namun, setelah mendengar cerita Farah, ia mulai mengkhawatirkannya.

“Kamu tidak tahu rumah Hannah?” tanya Faz kemudian.

Farah menggeleng. “Yang aku tahu cuma apartemen Kak Riri. Dia sahabat dekat Kak Hannah.”

“Oh, Riri.” Faz mengangguk kecil. “Aku pernah bertemu dengannya.”

“Aku sudah menghubungi Kak Riri juga, tapi belum dibalas.” Farah meraih ponselnya, lalu memeriksa layar sekali lagi.

Tak lama kemudian, suara notifikasi terdengar.

Farah segera membuka pesan yang masuk. Matanya membesar, lalu wajahnya berubah cerah.

“Eh, Kak Riri membalas!”

Faz yang sejak tadi duduk bersandar langsung menegakkan tubuhnya. “Apa katanya?”

Farah membaca pesan itu dengan saksama.

“Aku dan Hannah sedang di vila, Far. Kalau kamu mau menyusul, nanti aku kirimkan lokasi.”

“Alhamdulillah.” Farah mengembuskan napas lega. “Ternyata Kak Hannah bersama Kak Riri di vila.”

Ia segera mengetik balasan.

“Iya, Kak. Aku menyusul sekarang. Tolong kirim lokasinya, ya.”

Belum sempat Farah meletakkan ponselnya, Faz sudah berdiri dari tempat duduk.

“Aku ikut.”

Farah mendongak. “Kak Faz mau ikut juga?”

“Iya. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.”

“Kalau begitu, aku keluar dulu. Aku tunggu di mobil.”

Farah beranjak menuju pintu. Faz menyusul setelah mengambil kunci mobilnya.

Tak lama kemudian, keduanya meninggalkan rumah dengan mobil masing-masing. Sepanjang perjalanan, pikiran Faz dipenuhi berbagai pertanyaan tentang Hannah. Ada rasa lega karena akhirnya mengetahui keberadaannya, tetapi rasa khawatir itu belum benar-benar hilang.

Mengapa Hannah sampai harus pergi tanpa kabar selama empat hari?

Dan yang lebih mengganggunya, apakah kepergian itu ada hubungannya dengan kejadian saat pemotretan terakhir mereka?

Faz menggenggam kemudi sedikit lebih erat. Ia hanya berharap Hannah baik-baik saja.

Sesampainya di vila, Farah segera turun dari mobil. Matanya menyapu halaman, mencari sosok Hannah yang sudah berhari-hari membuatnya khawatir. Faz menyusul beberapa saat kemudian.

Namun, sebelum mereka sempat mengetuk pintu, pintu vila itu terbuka dari dalam.

Riri berdiri di ambang pintu. Wajahnya terlihat tenang, tetapi ada sesuatu dalam sorot matanya yang membuat Farah mengurungkan niat untuk langsung bertanya.

"Kamu datang dengan Faz?" Tanya Riri sedikit terkejut tatkala melihat Faz dibelakang Farah.

“Oh iya kak, kebetulan tadi aku di rumah Kak Faz.” Farah bertanya cepat.

"Aku ingin sekalian ikut." Sahut Faz cepat.

"Kak Hannah ada di dalam?" Tanya Farah.

Riri tidak langsung menjawab. Ia justru melirik ke arah Faz, lalu kembali menatap Farah.

“Masuk dulu,” ucapnya pelan.

Farah mengerutkan kening. “Kenapa, Kak? Hannah baik-baik saja, kan?”

Riri menarik napas panjang, seolah sedang menimbang sesuatu yang sulit untuk diungkapkan. Kemudian, ia bergeser, memberi jalan kepada mereka.

Farah melangkah masuk dengan Faz tepat di belakangnya. Namun, baru beberapa langkah, keduanya mendadak berhenti.

1
naar0rrrr
lanjutt yaa kakk, semangatt💪 jangan lupa mampir cs ku yakk/Smile/
naar0rrrr
Hannah kayak nya bingung mau jawab apa ya..
naar0rrrr
kenapa faz nya gak jujur ya?
naar0rrrr
lanjuttt kakk, semngatttt
naar0rrrr
di ingetinn dongg, lanjutt yaa kaaa
naar0rrrr
lanjutttt thorrrrr
Putry Chan
kmu ingin mempertemukan hannna Dengan masa lalu nya apakah mereka ini gak tau
Putry Chan
berdoa dulu insyaallah aman kok
Putry Chan
faz itu masa lalu Hannah btw mampir ya ke novel ku
Putry Chan
Hannah kamu knp
Putry Chan
Hannah kamu kenal dia
aefpe fp
mampir juga ya...sesama pemula ini😍
jinggaarundari
yahhhh gantung.... lanjut terus kaa😍😍
jinggaarundari
ya ampun Hannah...
jinggaarundari
Faz cek lagi ke RS bikin dejavuu akuu, baru awal udh deep 🫠
semangat terus kaa😍😍
Renjana
pertemuan dengan siapa tu?🤭
R: dengan masa lalu 🤭
total 1 replies
Renjana
bagus kak,
semangat nulis
mampir juga di karyaku Rotinya Manis, Rin😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!