NovelToon NovelToon
Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Jadi Ibu Pengganti Demi Anak-anakku

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Suami Tak Berguna / Selingkuh
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Quoari

Hanis memiliki empat orang anak Yang masih kecil, namun suaminya sedang menganggur. Demi anak anaknya bisa makan dan bersekolah maka Hanis rela menjadi ibu pengganti. Ia menyewakan rahimnya pada Sean, seorang pria kaya yang istrinya divonis mandul. Namun, keajaiban terjadi, saat Hanis sudah positif mengandung anak Sean, sang istri sah juga dinyatakan hamil

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Quoari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jinny Hamil

Hanis, Jinny dan Sean tengah berada di dalam mobil. Berada pada perjalanan menuju ke rumah sakit setelah sarapan pagi bersama. 

Jinny duduk di samping Sean yang mengemudi, sementara Hanis duduk di belakang sendirian. Memandang ke luar jendela, menikmati pemandangan jalan pagi hari yang padat aktivitas warga. Ada orang-orang yang hendak berangkat bekerja, ada anak-anak berseragam hendak berangkat sekolah.

Di kepalanya, Hanis membayangkan anaknya juga sedang berjalan memakai seragam kecil menuju sekolahnya. Memikirkan kira-kira bekal apa yang dibawakan Rino untuk Seno hari ini. Apakah anak itu akan dibawai buah pisang yang dibalut kulit lumpia dan karamel lagi?

Tak terasa, tiba-tiba mobil sudah berbelok memasuki pelataran rumah sakit. Ini adalah rumah sakit yang sama dengan yang mereka kunjungi bulan lalu, namun kini tujuannya berbeda.

“Sudah sampai, ayo turun.” Sean melepaskan sabuk pengaman dan membuka pintu di sampingnya. Pria itu tampak bersemangat sekali.

“Sabar, ini pakai sandal dulu,” ucap Jinny, memasang sepatu sandalnya yang ia lepas selama dalam perjalanan.

Hanis lebih dahulu turun meski ragu-ragu. Namun ia tidak langsung berjalan di belakang Sean melainkan tetap menunggu Jinny turun, barulah setelahnya berjalan bersama Jinny.

Jadilah Sean di depan, dan dua wanita itu mengekor, hingga mereka sampai di meja resepsionis. Sean mundur, membiarkan dua wanita yang akan berkonsultasi dan diperiksa dengan dokter mendaftarkan nama masing-masing.

Di saat itulah, Sean sadar bahwa Hanis terdaftar sebagai istri Rino. Maka jika anak mereka lahir nanti, akan terdaftar sebagai anak Hanis dan Rino. Sean harus segera mencari cara agar anak yang dilahirkan akan bisa sah menjadi anaknya dan Jinny di mata hukum.

Sean duduk dengan gelisah di kursi ruang tunggu. Membuka ponselnya, mengulir layar untuk mencari kontak kuasa hukum kepercayaan keluarga dan perusahaannya. Sepertinya ia memerlukan bantuan untuk itu.

Jinny telah menyelesaikan pendaftaran singkatnya. Meninggalkan Hanis dan duduk di samping Sean.

“Kenapa?” tanya Jinny yang melihat wajah kusut suaminya.

“Ini kita perlu cari cara biar waktu lahir anaknya bisa langsung jadi anak kandung kita secara hukum, bukan anak Hanis dan suaminya,” bisik Sean.

“Itu nanti aku aturkan. Kamu tenang saja,” sahut Jinny menenangkan. 

Hanis sudah selesai dan ikut duduk di samping Jinny. Sedikit bingung dan khawatir. Meski ini kehamilan kelima, namun kali pertama ia periksa ke dokter di rumah sakit. Biasanya hanya ke puskesmas atau bidan.

Lima belas menit berlalu, dan akhirnya nama Jinny dipanggil, “atas nama Ibu Jinny, Bapak Sean. Harap masuk ke ruang periksa tiga.”

“Bentar ya, Nis,” pamit Jinny, menyambar tas tangannya dan masuk ke ruang periksa, diikuti oleh Sean di belakangnya.

“Selamat pagi, Bu, Pak,” sapa sang dokter begitu pintu ruang periksa dibuka. “Bulan lalu tidak kontrol ya?”

“Pagi, Dok. Ah iya. Saya bulan lalu di luar negeri, jadi tidak kontrol. Obat juga jadi berhenti,” jawab Jinny sambil mendudukkan diri.

“Ya sudah tidak apa-apa. Kita periksa dulu, apa ada keluhan?”

Jinny berpindah ke ranjang periksa. Suster membantu menyingkap pakaiannya dan memberikan gel pada permukaan kulitnya.

Dokter bangkit, meraih transduser dan memposisikan di perut Jinny. Ia mengamati layar monitor. “Bu, terakhir menstruasi kapan?”

“Bulan lalu, ini sudah terlambat tiga harian.”

“Ini ibu hamil… ini kantung kehamilannya…”

Mata Sean membelalak. Meski tak melihat ke layar monitor karena mengira ini hanya sesi kontrol kesehatan biasa, namun Sean mendengar semuanya.

Jika berita ini datang bulan lalu atau sebelumnya, ia pasti akan sangat bahagia dan bersyukur. Tapi ini terjadi sekarang. Setelah Jinny sebulan penuh berada di luar negeri, dan usia kandungannya adalah empat minggu.

...****************...

1
falea sezi
egois ini sean🤣 dan lu masih mau ma istri yg bekas di obok2 mantan pcrnya menjijikkan
falea sezi
🤣goblok istri bekas aja mau
Quoari: Terlalu baik sih 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!