sebuah kisah dua orang asing yang ditakdirkan menjadi keluarga. tanpa tau bahwa pertemuan mereka akan mengubah segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zean amora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 28
kring!!
bel pulang sekolah berbunyi...
"Oy, Faris " teriak Arine
"buset. kaget njir. apaan? "jawab Faris.
" Faris jadi ga ke rumah zean? "
"owala, jadilah. masa ga jadi" jawab Faris.
"emm.. eh cenayang. itu,.. di web ujian dan forum s-"
ucap Faris, tapi belum sempat menyelesaikan kalimatnya Arine sudah memotongnya.
"suuuttttt. inget, rahasiain ini. jangan sampai bocor dulu. kasihan dia" ucap Arine.
"hm, bener juga si. iya dah"
setelah itu, mereka berjalan beriringan meninggalkan sekolah. sambil melewati beberapa siswa dan siswi yang sedang heboh.
oh ya, berita kematian ayahnya zean sudah diberitahukan pada pihak sekolah. bahkan mereka berencana untuk ke rumah zean jika situasinya sedikit mereda.
...
"terima kasih" ucap zean pada beberapa tamu yang turut berduka untuk ayahnya.
zean membereskan beberapa gelas yang sudah kosong dan berencana ingin memasak untuk makan malam. tapi tiba-tiba..
"zean" suara dari halaman luar.
zean menghentikan aktivitas nya dan pergi ke arah suara. dapat ia lihat, temannya ada disana.
dia tersenyum melihat mereka.
hehe, ucap Faris dan Arine.
"ayo masuk" ucap zean.
mereka pun masuk ke dalam ruang tamu.
"zean, apa kau baik-baik saja? " tanya Arine.
"ah, iya🥲" pasalnya zean, matanya bengkak dan acak acakan begitu.
"zean. gue turut berduka ya buat lu. sorry gue gabisa bantu kemarin buat pemakaman paman. gue baru tau pagi ini. dan itu juga berkat cenayang ini" jelas Faris.
"sialan kau Faris" balas Arine karena dikatakan cenayang.
zean hanya tersenyum kecil dan mengangguk.
"owh ya zean. ini ada sedikit bingkisan dari kita. jangan ditolak, kita sudah susah payah nyari di alfamart" ucap Arine
"ga perlu begini kalian. tapi, terima kasih" balas zean.
Faris ikut merasa sedih melihat keadaan temannya ini.
"ey zean! lu harus kuat. jan gini,.. lu ga sendirian, ada kami. kami akan selalu mendukung lu" Faris.
"huh... iya" jawabnya sambil menunduk.
setelah itu, mereka berbincang bincang.
Arine mengatakan jika sekolah sudah tahu keadaan nya. Ia juga memberi tahu bahwa Zean telah mendapatkan izin untuk tidak masuk sekolah selama tiga hari.
. .
tak terasa langit sudah mulai malam.
"waduhh. dan mau gelap aja nih" ucap Faris tiba-tiba.
"eh, iya nih. dh mau gelap" balas Arine.
"zean. kita izin pamit ya zean"
"iya. jangan sedih. istirahat yang teratur. " sambung Faris sambil menepuk pelan pundak zean.
"hem, iya" jawab zean
"yauda kita pulang dulu. bye"
bye,... merekapun meninggalkan halaman rumah zean.
....
Disisi lain...
Gavin duduk di sebuah sofa bersama teman temannya di salah satu ruangan. anggap saja basecamp mereka.
"Gav, mereka nanya soal tawaran mereka tuh" ucap Ariel.
Gavin yang ingin mengeluarkan kartunya, berhenti. dan tersenyum,.
"Heh. terima" plashh, bersamaan dengan kartu As yang ia keluarkan.
teman temannya saling melihat satu sama lain.
"lu yakin Gav? kalau bokap lu tau, atau nyokap lu bilang ke-" tanya nathan tapi terpotong.
"Gue ga peduli. atur aja, tentuin taruhan yang menarik" ucap Gavin fokus ke depan.
'ck. gila. nih Gavin kambuh lagi kayaknya' batin bian.
"O-oke. gue bakal bilang ke mereka" jawab tian.
mereka tidak terlalu khawatir soal kalah dan menang. mereka akan selalu mendukung Gavin. hanya saja, ia mengkhawatirkan Gavin sendiri. percaya tidak percaya, Gavin memiliki,....