Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.
Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.
Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.
Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Patah Hati
Melalui pergolakan batin sebelumnya, Yogi akhirnya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya saat ini. Dia tak mungkin tinggal di Jakarta sementara Wulan berada di Bali.
Yogi Berencana mencari pekerjaan baru di Bali agar ia bisa dekat dengan Wulan dan bisa menemani kekasihnya itu menjalani pengobatan. Lagi pula dia sudah lama absen dari kantor, bahkan melebihi jatah cuti yang ia dapat dari kantornya. Dia berpikir akan mendapatkan sanksi atau teguran dari atasannya.
Ketika sampai di kantor, beberapa karyawan menatapnya penuh rasa penasaran. Desas-desus tentang mempelai pria yang berbeda, santer terdengar di telinga mereka. Entah apa yang terjadi? Mereka pun tak mengerti, karena Yogi seperti menghilang ditelan bumi.
"Wah, ke mana aja nih, Pak?" Bertanya dengan santai, Gugun, salah satu rekan Yogi, tak ingin dianggap kepo dengan urusan Yogi.
Hanya senyum tipis yang terlihat di sudut bibir Yogi, tak menjawab keingintahuan Gugun dengan kata-kata.
"Pak Fikri udah datang, Gun?" Dia justru bertanya, mengabaikan pertanyaan Gugun tadi.
"Baru nyampe, Pak," jawab Gugun.
"Oke, thanks." Yogi menepuk pundak Gugun kemudian melangkah menuju ruangan bosnya.
Tok tok tok
Yogi menarik handle pintu melangkah masuk ke ruangan Fikri.
"Pagi, Pak. Maaf mengganggu ...."
Fikri terkejut dengan kemunculan Yogi di ruangannya saat ini.
"Gi, kamu sudah mulai bekerja?" tanya Fikri.
"Saya ada perlu bicara dengan Bapak. Apa Bapak sedang sibuk?" Yogi meminta izin terlebih dahulu, tak ingin mengganggu Fikri jika atasannya itu sedang banyak pekerjaan.
"Duduklah, ada masalah apa?" Fikri mempersilakan Yogi duduk di kursi yang ada di depannya.
Yogi melangkah dan menarik kursi di depan meja Fikri setelah mendapatkan izin dari bosnya.
"Apa yang ingin kamu sampaikan, Gi?" tanya Fikri setelah Yogi duduk.
"Saya mau mengajukan resign, Pak." Yogi tak berbasa-basi, langsung menyampaikan niatnya untuk mengakhiri pekerjaannya di perusahaan leasing itu.
"Kenapa resign, Gi?" Fikri terkejut mendengar permohonan Yogi. "Sebenarnya ada masalah apa? Apa ini menyangkut soal pernikahan kemarin? Kalau nggak salah ingat, laki-laki yang menjadi mempelai pria kemarin itu ... adik kamu yang manager itu, kan?" Fikri bertanya dengan penasaran.
"Hmm, ya, benar dia adik saya, Pak." Yogi membenarkan.
"Sebenarnya apa yang terjadi, Gi? Maaf, bukan saya terkesan ikut campur, hanya saja ... wedding party-mu kemarin seakan meninggalkan misteri tentang mempelai pria yang berbeda dari undangan." Fikri menyinggung soal pernikahan, karena ia juga kaget ketika datang di wedding party tapi tak melihat keberadaan Yogi di sana.
"Itu salah saya, Pak. Saya telah salah mengambil keputusan." Yogi malu menceritakan masalah yang sebenarnya pada Fikri, hingga ia enggan mengatakan hal yang sebenarnya terjadi.
"Oke, oke, lalu apa rencanamu setelah resign dari sini? Apa kamu sudah punya pekerjaan pengganti?" tanya Fikri kemudian, menyadari Yogi tak ingin menceritakan secara detail kepadanya. Mungkin terlalu privacy dan tidak bisa diketahui oleh semua orang.
"Saya akan menetap di Bali, Pak. Mungkin saya akan mencari pekerjaan di sana," sahut Yogi.
"Oh gitu? Oke lah, kamu ajukan saya surat permohonan resign kamu, nanti saya teruskan ke HRD." Fikri akhirnya menyetujui permohonan Yogi yang ingin mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini. Dia tak bisa memaksa Yogi tetap bertahan di sana, jika keinginan Yogi untuk resign sudah bulat
"Baik, Pak. Terima kasih atas pengertiannya," sahut Yogi setelah mendapatkan izin dari atasannya itu.
***
Jelang tidur, Yudha mengirimkan undangan virtual kepada orang-orang yang ia udang, termasuk ke grup divisi keuangan. Jika ke yang lain dia mengirimkan ke masing-masing orang secara pribadi, terkhusus untuk staff-nya di keuangan dia mengirimnya melalui grup WA. Sontak saja undangannya itu menghebohkan dan cepat mendapatkan reaksi dari beberapa staff-nya.
"Eh, Pak Yudha nikah?"
"Hahh?? Seriusan ini, Pak?"
"Lah, yang kemarin nikah Pak Yudha, toh? Bukan kakaknya Bapak?"
"Berarti kemarin cuti tuh Honeymoon, Pak?"
"Iiih, Pak Yudha merit nggak bilang-bilang, sih?"
"Wah, ada yang broken heart, dong? colek @Yumeee."
"Eh, iya, iihh ... Pak Yudha bukannya sama @Yumeee, ya?"
Grup WA Keuangan langsung dibanjiri pesan-pesan.
Sementara di tempat berbeda.
Ayumi baru masuk ke kamar ketika ia mendengar notif pesan yang tak henti-henti di ponselnya. Dia menduga itu notif dari peran masuk di grup, hanya saja ia tak tahu pesan dari grup mana? Karena ia punya beberapa grup WA.
Ayumi penasaran lalu segera mengambil alat komunikasinya itu. Apalagi ia melihat namanya di tag beberapa kali.
Bola mata Ayumi membeliak ketika membaca pesan dari rekan-rekan kantornya yang mengatakan Yudha menikah. Dia belum sempat membuka undangan virtual itu.
Jantungnya seketika mencelos ketika akhirnya ia membuka undangan virtual dari Yudha.
Ayumi menggigit bibirnya, seketika hatinya merasakan kecewa membaca undangan pesta pernikahan Yudha. Dalam undangan itu tampak Yudha mengenakan pakaian pengantin bersama seorang wanita cantik.
"Jadi ini alasan dia berubah sikap akhir-akhir ini? Ternyata dia sudah menikah. Tapi, kenapa? Kenapa sebelumnya ia terlihat baik sama aku? Kenapa dia terkesan perhatian sama aku? Dia sengaja mempermainkan aku?" Tak terasa air mata menetes di pipi Ayumi. Dia langsung berburuk sangka kepada Yudha, menganggap pria itu sengaja memainkan perasaannya dan membuat dirinya patah hati, padahal sebelumnya sikap Yudha sempat melambungkan angan-angannya. Menjadi kekasih Yudha, pria tampan dan juga seorang manager keuangan, siapa yang tak menginginkannya? Namun, mimpi itu harus dipendam dalam-dalam karena ternyata ada wanita lain yang kini berstatus istri Yudha.
❤️❤️❤️
Bersambung ...
apa harus melihat perbedaan usia di saat menikah ya
mau Naya lebih tua dari Yudha apa hak kamu,,toh mereka serasi ko,,
julid amat loh
seolah olah Kanaya yang salah padahal pihak keluarga Yogi dan Yudha yang bikin masalah.
besoknya anggap angin lalu. siapa tau jodoh sebenarnya udah deket
terima nasib aja ayy,positif thinking aja kalau Yudha bukan jodohmu. jangan coba2 buat nikung ya,..