NovelToon NovelToon
Calon Suamiku Adalah Dosenku

Calon Suamiku Adalah Dosenku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Seorang mahasiswa sebentar lagi akan lulus, ternyata dijodohkan oleh kedua orang tuanya dengan teman lama mereka. Sang anak sama sekali tidak setuju dengan perjodohan tersebut dan diam-diam berniat untuk membatalkannya.

Suatu hari, keduanya berpapasan di Universitas XXX. Sang pemuda ternyata adalah seorang dosen sekaligus pengasuh pondok pesantren yang ia dirikan sendiri. Sang siswi sama sekali belum mengetahui bahwa dosen tersebut adalah calon suami yang dipilihkan orang tuanya. Di kampus, ia justru merasa sangat muak dan benci kepada dosennya itu karena merasa tugas-tugas yang diberikan terlalu banyak dan menumpuk tanpa henti. Tanpa ia sadari, di balik rasa kesalnya itu, tersembunyi ikatan yang telah dirancang sejak lama oleh kedua belah pihak keluarga.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 8. Antara Hormat Sebagai Murid dan Rasa Canggung

Langkah kakiku terasa gontai meninggalkan ruang kelas yang tadi seakan menyempitkan duniaku. Di dalam dadaku, dua perasaan yang saling bertolak belakang kini berkecamuk hebat, tak kunjung menemukan jalan tengah. Di satu sisi, sebagai mahasiswi yang berdiri di hadapan seorang pendidik, rasa hormat itu muncul dengan sendirinya. Ia adalah guruku. Sosok yang berilmu, berwibawa, dan pantas kuhormati sebagaimana layaknya murid kepada pengajarnya. Namun di sisi lain... begitu terbayang wajahnya, begitu teringat pertemuan kami sebagai calon pasangan hidup, rasa canggung yang luar biasa seketika menyeruak, menumpuk di kerongkongan hingga membuatku sulit bernapas.

Aku terduduk di bangku taman kampus yang sepi, menatap daun-daun berguguran di atas tanah. Pikiranku kembali melayang pada kejadian tadi pagi. Saat ia berdiri tegak di depan kelas, suaranya terdengar tegas dan berwibawa, menjelaskan setiap materi dengan begitu runtut dan cerdas. Setiap kata yang meluncur dari bibirnya terasa begitu berharga, layak kusimak dengan penuh kekhusyukan. Sebagai murid, aku merasa kagum. Aku merasa hormat. Keunggulan dan kewibawaannya sebagai seorang pengajar begitu nyata terpancar, hingga tak ada sedikit pun keraguan dalam hatiku untuk menghormatinya sebagai guruku.

Namun... betapa beratnya hati ini ketika tahu bahwa sosok yang kuhormati itu adalah pria yang kelak akan menjadi pasangan hidupku sendiri. Pria yang bersalaman denganku dengan sopan saat perkenalan tempo hari. Pria yang menatapku lekat-lekat seakan ingin mengenali setiap sudut wajahku. Pria yang terikat janji bersama keluargaku untuk mendampingiku seumur hidup. Setiap kali terbayang hal itu, rasa hormat yang tadi kukumpulkan seketika luluh lantak digantikan oleh rasa canggung yang meluap-luap.

Bagaimana mungkin aku harus bersikap tenang di hadapannya? Bagaimana mungkin aku menatapnya dengan pandangan seorang murid biasa, padahal hatiku tahu betul ikatan apa yang mengikat kami berdua? Setiap kali ia melirik ke arahku di dalam kelas, seketika jantungku berdegup kencang tak beraturan. Aku tak tahu harus menatapnya kembali atau justru membuang muka. Jika kutatap, takut terlihat ada sesuatu yang tersembunyi di mataku. Jika kubuang muka, takut dikira aku tak sopan atau menghindar darinya. Di sanalah letak kesulitanku. Terjepit di antara dua perasaan yang sama kuatnya: ingin bersikap hormat sebagaimana mestinya seorang murid, namun tak mampu menyembunyikan rasa canggung yang meluap-luap sebagai calon istrinya.

Aku teringat bagaimana ia bersikap tadi. Ia begitu tenang. Begitu wajar. Tak sedikit pun terlihat kegugupan atau kecanggungan pada dirinya. Saat ia memanggil namaku untuk menjawab pertanyaan, suaranya terdengar biasa saja, seakan nama itu adalah nama mahasiswi lain yang tak berbeda sedikit pun. Wajahnya datar, tatapannya tajam namun netral, tak menyiratkan apa pun. Sikapnya yang begitu tenang justru membuatku semakin merasa kecil dan serba salah. Mengapa ia bisa setenang itu? Mengapa hanya akulah yang merasa dunia ini berubah semuanya?

"Apakah baginya... ikatan perjodohan ini belum berarti apa-apa selain sebuah kewajiban?" gumamku pelan pada angin yang berhembus lembut. "Sehingga ia bisa memisahkan urusan pribadi dan tugasnya dengan begitu mudahnya? Sementara aku... aku justru terjebak di tengah jalan, tak tahu harus bersikap bagaimana."

Aku menyandarkan punggungku ke batang pohon besar yang rindang, menutup mata sejenak sambil menarik napas panjang. Kubayangkan diriku harus duduk mendengarkan kuliahnya setiap hari. Kubayangkan diriku harus menatap wajahnya, mendengar suaranya, dan bersikap seakan tak ada apa-apa di antara kami. Kubayangkan betapa beratnya menjaga sikap agar tak melampaui batas, agar tak seorang pun curiga, agar tak terlihat ada perbedaan perlakuan sedikit pun. Di sanalah ujian sesungguhnya dimulai. Bukan pada perjodohannya saja, melainkan pada kemampuanku menyeimbangkan dua perasaan yang saling bertabrakan ini.

Rasa hormat itu tetap ada, teguh berdiri di tempatnya. Namun disisinya, rasa canggung itu tak kunjung pergi, selalu hadir setiap kali namanya terucap atau wajahnya terbayang. Aku harus belajar memisahkan keduanya. Di dalam kelas, ia adalah dosenku dan aku adalah muridnya. Hormatku kepadanya murni sebagai pendidik. Di luar sana... di tempat lain... biarlah urusan perasaan itu dibicarakan kelak pada tempat dan waktunya. Setidaknya itulah yang kucoba tanamkan di dalam hatiku, berusaha meyakinkan diri sendiri agar tak terus-menerus merasa serba salah dan canggung.

Meski aku tahu betapa sulitnya melakukannya. Setiap kali ia berdiri di depan sana, bagiku ia bukan sekadar dosen. Ia adalah calonku. Dan di sanalah letak kesulitanku berada—di antara rasa hormat yang wajib kusampaikan sebagai murid, dan rasa canggung yang tak sanggup kusembunyikan sebagai wanita yang kelak akan menjadi pendamping hidupnya.

bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!