NovelToon NovelToon
3 NASIB YANG SAMA

3 NASIB YANG SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:BXB / Balas Dendam
Popularitas:755
Nilai: 5
Nama Author: Kal Ipah

tiga pemuda yang sama-sama bernasib buruk sama-sama di khianati kekasih mereka dan sama-sama di anggap buruk oleh keluarga sendiri




#bl
#bxb

yang gak suka gak usah baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kal Ipah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

Di kediaman mewah keluarga Vuitton, terdengar keributan hebat. Kepanikan melanda karena si bungsu di rumah itu tiba-tiba menghilang.

Smith yang mengetahui anak semata wayangnya tidak ada di kamar sangat murka. Pria itu langsung meluapkan kemarahannya dengan memukuli beberapa anak buah yang kini sudah terkapar tak berdaya di lantai.

"Smith, hentikan! Percuma kamu memukuli mereka, Rendra tidak akan ketemu," ucap Dian, ibu dari Smith.

"Cari Rendra sampai ketemu! Kalau tidak, kalian semua tahu akibatnya!" bentak Smith dengan penuh emosi kepada anak buahnya yang lain.

Mereka semua langsung berlari tunggang-langgang untuk mencari tuan muda mereka yang menghilang entah ke mana.

"Mereka semua tidak becus menjaga Rendra!" umpat Smith, napasnya memburu menahan amarah.

"Ayah sudah memerintahkan anak buah yang lain untuk mencari Rendra," ucap Josep menimpali.

"Saya akan cari Rendra sendiri!" ketus Smith yang langsung melangkah pergi.

"Kak, anak ini gimana?" tanya Elvian.

"Kita bawa saja ke apartemen," usul Revangga.

"Benar, kita tidak mungkin meninggalkan dia sendirian di sini. Lagipula, Kakak yakin anak ini bukan dari keluarga biasa," ucap Tian.

"Maksud Kakak?" tanya Elvian bingung.

"Kakak baru ingat soal Smith. Dia bukan orang sembarangan, melainkan mafia nomor tiga di dunia. Pasti saat ini dia sedang mengerahkan semua orang untuk mencari Rendra. Jadi, kita bawa saja dia ke apartemen dulu, besok baru kita pulangkan ke rumahnya," jelas Tian.

"Lalu yang nomor satu dan dua siapa?" tanya Revangga penasaran.

"Tuan Anton dan Caesar. El, tolong angkat Rendra, Kakak mau tutup kafe dulu," pinta Tian.

"Hm," gumam Elvian.

"Biar gue aja, El," tawar Revangga yang langsung diangguki oleh Elvian.

Revangga perlahan mengangkat tubuh Rendra yang tertidur pulas untuk dibawa ke apartemen mereka.

Beberapa menit kemudian, mereka tiba di tujuan. Revangga kembali memindahkan tubuh kecil Rendra yang masih terlelap nyaman tanpa merasa terganggu sedikit pun.

Brian yang sedang bersantai di sofa langsung mengangkat alisnya heran saat melihat Revangga membawa seorang anak kecil.

"Anak siapa yang lo bawa, Revan? Lo gak nyulik anak orang, kan?" selidik Brian.

"Sembarangan! Kagaklah, ngapain juga gue nyulik anak orang, kurang kerjaan banget," gerutu Revangga.

"Terus yang lo bawa itu anak siapa?" tanya Brian lagi.

"Anak orang."

"Gue juga tahu itu anak orang, bukan anak jurig! Yang gue tanya, dia anak siapa?" sahut Brian gemas.

"Kagak tahu."

"Loh, kok bisa gak tahu?" Brian semakin bingung.

"Dia anaknya Tuan Smith. Kamu tahu, kan?" potong Tian.

"Anak Smith? Smith si mafia nomor tiga itu?" Brian memastikan, yang langsung dibalas anggukan oleh Tian.

"Kenapa bocah itu bisa ada sama kalian?" tanya Brian heran.

Tian pun menceritakan kronologi bagaimana mereka bisa menemukan Rendra.

"Kalau begitu, sebaiknya bawa pulang bocah itu sekarang aja, Kak. Takutnya kalau kita lama-lama menahan dia, kita malah dituduh menculik anaknya," saran Brian cemas.

"Benar juga. Yuk Kak, kita bawa Rendra pulang sekarang," desak Elvian.

"Nanti saja, tunggu Rendra bangun. Kasihan kalau dibangunkan paksa, takutnya dia malah pusing," putus Tian.

"Hm."

Beberapa jam ditunggu, Rendra belum juga terbangun dari tidurnya.

"Tuh bocah tidur apa latihan jadi mayat? Kok gak bangun-bangun," ucap Brian heran.

Plak!

Tian langsung menepuk bibir Brian gemas.

"Aduh, sakit, Kak!" keluh Brian sambil mengelus bibirnya yang baru saja ditepuk Tian.

"Kamu ini, ya. Orang lagi tidur malah dibilang latihan jadi mayat," tegur Tian menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Tahu tuh. Mulut kok ember banget kayak cewek," sahut Revangga ikut menyindir.

"Sudahlah, besok saja kita bawa dia pulang. Ini juga sudah malam," putus Tian menengahi.

"Tuan, saya sudah menemukan keberadaan Tuan Muda Rendra," ucap Toni, kaki kanan Smith.

Smith langsung berdiri dari kursinya dan menatap Toni dengan tajam. "Katakan."

"Firman melihat Tuan Muda berada di kafe milik Tian di dekat perusahaan Caesar. Sekarang, Tuan Muda sudah dibawa ke Apartemen XXX," lapor Toni.

"Apartemen XXX? Aku tahu tempat itu," gumam Smith, matanya menyipit.

"Tuan, apa perlu kita jemput Tuan Muda ke sana sekarang?" tanya Toni meminta instruksi.

"Tidak perlu, besok saja kita jemput. Untuk sekarang, biarkan Rendra di sana. Lagipula, ini sudah larut malam dan hujan turun sangat deras," ucap Smith bijak.

"Baik, Tuan. Saya permisi dulu, Tuan Smith," pamit Toni seraya membungkuk hormat. Smith hanya mengangguk pelan.

Setelah Toni keluar, Smith mengangkat wajahnya, menatap langit-langit ruang kerjanya yang luas. Senyum miring yang penuh arti terukir di bibirnya.

"Tian... akhirnya aku menemukanmu," bisik Smith dengan suara rendah.

Sementara itu di apartemen, Tian sedang menatap Rendra yang masih tertidur pulas di dalam kamarnya. Tanpa sadar, setetes air mata mengalir membasahi pipi Tian.

"Seandainya anakku masih hidup, pasti dia sudah sebesar kamu sekarang, Rendra," lirih Tian sambil mengelus lembut rambut hitam legam milik bocah itu. Pikiran Tian melayang ke masa lalu, memunculkan bayangan sosok pria yang pernah mengisi hatinya.

"Smith Vuitton... bagaimana kabarnya sekarang, ya? Apa dia sudah bahagia dengan istrinya? Sudah sepuluh tahun aku tidak bertemu dengannya. Pasti dia bertambah tampan... atau bertambah jahil," gumam Tian tersenyum kecut, merindukan masa-masa itu.

Cup.

Tian mengecup lembut dahi Rendra. "Selamat tidur, Rendra."

Tak lama kemudian, rasa kantuk yang berat menyerang Tian hingga akhirnya dia tertidur lelap di samping bocah kecil itu.

1
fakhri
Lanjutkan, semangat berkarya 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!