di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...
Akankan dia menemukan cinta tulus itu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
"Kenapa Bapak berniat ingin membantu saya, untuk mengambil kembali Perusahaan tersebut, sedangkan kita saja tidak saling mengenal sebelumnya dan baru sekarang bertemu?" tanya Asyifa.
"Ini semua karena Almarhumah Ibu Mbak yang pernah menolong saya, ketika dulu hidup saya sangat susah Mbak." jawab Riki.
"Menurut saya ini sedikit aneh saja, pasti sudah sangat lama kejadian itu terjadi kan, tapi darimana bapak bisa mengetahui, kalau saya adalah Anak dari yang sudah menolong Bapak waktu dulu itu." ucap Asyifa.
"Ya saya mengetahui hal ini, karena saya mencari tahu dan menyelidiki semua Keluarganya." sahut Riki.
"Rasanya saya tidak bisa menerimanya, menurut saya bantuan yang Bapak berikan pada saya terlalu besar Pak." ucap Asyifa.
"Mbak ini hanya bantuan kecil dari saya, di bandingkan bantuan yang Almarhumah Ibu Mbak dulu pada saya, bantuan ini tidak seberapa Mbak, kalau harta kekayaan kan masih bisa kita cari, tapi kalau nyawa tidak bisa di cari Mbak." sahut Riki.
"Huft..benar juga apa yang Bapak ucapkan itu, baiklah saya terima ini yah Pak, saya ucapkan terimakasih banyak atas bantuannya." pasrah Asyifa sambil menghembuskan nafas pelan.
"Sama-sama Mbak! kalau begitu saya langsung pamit saja, karena masih ada urusan yang lainnya di Kantor." pamit Riki.
"Baiklah!! hati-hati di jalan Pak." sahut Asyifa.
Setelah Riki keluar dan pergi dari Kontrakannya, Asyifa pun melihat ke arah Suaminya yang sedari tadi diam saja, ternyata Suaminya itu sedang melamun, entah apa yang sedang di pikirkan oleh Suaminya itu.
"Hey Hubby!! kenapa melamun seperti itu sih, hayoo sedang memikirkan apa?" tegur Asyifa seraya bertanya.
"Hmm Ay! sekarang kan kamu termasuk orang kaya yang memiliki Perusahaan sendiri, apabila kamu menginginkan Hubby pergi dari hidup kamu, maka Hubby akan pergi sekarang juga." jawab Ardan.
"Hubby tuh ngomong apaan sih, meskipun aku memiliki semua ini, tapi menurutku Hubby lah hartaku yang tak ternilai, sudahlah jangan berpikir yang macam-macam By." kesal Asyifa.
"Tapi Ay! apa kamu tidak akan malu nantinya, masa Pemimpin Perusahaan punya Suami yang miskin sepertiku?" tanya Ardan.
"Oh jadi penyebabnya adalah surat ini yang membuat Hubby berpikir, kalau aku akan pergi meninggalkan kamu begitu kan maksud kamu By, baiklah lebih baik aku merobeknya saja dan kalau perlu bakar saja sekalian surat ini, daripada aku harus kehilangan Hubby dalam hidupku." jawab Asyifa sambil emosi seraya merobek surat tersebut.
Brettt
Brettt
Ternyata Asyifa bukan hanya sekedar ngomongan saja, karena terbukti dengan Asyifa benar-benar merobek surat yang sedang di pegangnya itu, melihat hal itu membuat Ardan yang awalnya sangat kaget, tapi sedetik kemudian Ardan pun tersenyum tanpa di ketahui oleh Asyifa.
Ardan pun langsung memeluk tubuh Istrinya serta mengelus kepala Istrinya itu dengan penuh kelembutan dan Kasih Sayang.
Asyifa yang berada di pelukan Suaminya dalam seketika emosinya mereda yang sempat emosinya memuncak, karena sentuhan tangan Suaminya yang penuh kelembutan dan Kasih Sayang itu.
"Hmm maafin Hubby yah Ay! sebagai permintaan maaf nanti malam kamu harus ikut, karena Hubby di undang untuk makan malam di Rumah seseorang." pinta Ardan seraya mengajak.
"Tidak ada yang perlu di maafin kok By! aku mengerti dengan ke khawatiran yang Hubby rasakan tadi, hmm boleh deh aku ikut Hubby saja." sahut Asyifa.
"Mungkin ini memang sudah saatnya aku jujur denganmu Ay! kebetulan hari ini juga hari Ulang Tahunmu." batin Ardan.
.
.
Di Malam Hari
Sesampainya di Rumah seseorang yang mengundang Suaminya untuk makan malam membuat Asyifa sangat terkejut karena ternyata yang mengundang Suaminya itu adalah orang kaya.
"Hubby apa benar nih ini Rumahnya yang mengundang makan malam itu, Hubby tidak salah Rumah kan?" tanya Asyifa.
"Benarlah Ay! masa salah Rumah, sudah yuk langsung masuk saja ke dalam, tidak enak Tuan Rumah pasti sudah menunggu kita nih." jawab Ardan.
Ardan menggandeng Pinggang sang Istri seraya melangkah untuk masuk ke dalam Rumah, meskipun merasa heran tapi Asyifa tetap mengikuti Suaminya.
Ketika sudah berada di dalam Rumah besar tersebut, Asyifa semakin bertambah heran karena tidak ada seorang pun yang berada di dalam Rumah, padahal di meja makan sudah ada banyak makanan yang sudah tersedia di sana tiba-tiba...
"Selamat Ulang Tahun Asyifa Putri Ramadhani."
Teriak semua orang serempak yang keluar dari tempat persembunyian mereka sambil membawa Kue Tart yang lumayan besar sampai di dorong oleh dua orang.
Asyifa pun kaget dan terharu karena banyak orang yang menyayanginya, sampai-sampai air mata pun keluar dengan sendirinya.
"Mama, Papa, Adek!! kenapa kalian semua bisa berada di sini?" tanya Asyifa.
Asyifa sambil menghapus air matanya pun menghampiri Keluarga barunya dan langsung mencium Punggung tangan Mama, papa yang terakhir memeluk Alena, setelah Alena mencium Punggung tangannya Asyifa.
"Ini merupakan permintaan dari Kakak, kita semua untuk datang kesini Teh." jawab Alena.
"Benar banget tuh Teh!! ya meskipun awalnya Mama juga bingung, kenapa si Kakak meminta kita semua untuk datang ke Rumah ini, tapi ketika si Kakak bilang ingin memberikan kejutan Ulang Tahun kamu dan juga mengadakan selamatan atas keberhasilan mengakuisisi Perusahaan, ya jadi kita semua datang ke sini." sambung Mama Shinta.
"Jadi Hubby yang sudah merencanakan semua hal ini By?" tanya Asyifa.
"Hmm sudahlah jangan terlalu di pikirkan, lebih baik sekarang silahkan kamu tiup lilinnya dan jangan lupa berdoa dulu yah Ayang." jawab Ardan.
Asyifa pun menuruti permintaan dari Suaminya itu serta memejamkan matanya sesaat untuk berdoa sejenak, tak lama mata pun sudah terbuka kembali dan langsung meniup lilin yang menyala di atas Kue Tart yang lumayan besar tersebut.
Setelah lilinnya sudah padam Asyifa pun memotong Kue serta langsung memberikan potongan Kue tersebut ke Mama Shinta bukan ke Ardan yang merupakan Suaminya.
"Mama terimalah potongan Kue ini, Syifa mengucapkan terimakasih banyak, karena Mama sudah melahirkan seorang Putra yang sungguh sangat berarti dalam kehidupanku." ucap Asyifa sambil menyodorkan Kue.
Awalnya Ardan pun kaget kenapa bukan di berikan ke dirinya, tapi setelah mendengar alasan dari Istrinya itu akhirnya membuat Ardan pun langsung tersenyum.
"Eh sama-sama Teh!! Mama hanya bisa mendoakan Putra Putri Mama, semoga kehidupan kalian selalu bahagia." kaget Mama Shinta sambil menerima Kue seraya mendoakan.
"Amin Ya Robbal Alamin terimakasih Ma...
Bersambung
~ See You Next ~