NovelToon NovelToon
Sistem Sang Raja Pahlawan

Sistem Sang Raja Pahlawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Action
Popularitas:237
Nilai: 5
Nama Author: Laten Kishi

Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.

Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok Yang Tidak Seharusnya Muncul

Keesokan Harinya…

Pukul 9:00 Malam Hari.

Tokyo Bagian Barat, Distrik Nishiyama.

Di hutan lebat yang gelap, Akira bersama dengan Lumina dan Nako sedang berjalan mencari sesuatu di hutan itu.

“Apa bener ada di dekat sini?” tanya Akira sambil berjalan bersebelahan dengan Lumina dan sedang mengikuti Nako.

“Tenang saja, Kakak bisa percaya padaku,” jawab Nako sambil sibuk menyingkirkan semak-semak yang menghalangi jalannya.

“Ohh! itu dia!” Nako tiba-tiba berhenti dan menunjuk ke depannya yang terdapat sebuah lahan yang luas dan gudang besar yang terbengkalai.

Akira dan Lumina pun ikut berhenti dan melihat dari belakang Nako.

“Tapi tidak ada seorangpun yang terlihat,” Lumina mengamati sekitar sambil memegang gagang pedangnya.

Grasak! Grasak!

Tiba-tiba terdengar suara samar dari semak-semak yang membuat mereka bertiga langsung menunduk sembunyi di balik pohon dan semak-semak disekitar mereka.

“Hei! sepertinya aku melihat sesuatu.”

Suara lelaki terdengar tak jauh dari mereka.

“Perasaanmu saja kali, lebih baik kita segera masuk, yang lain pasti sudah berkumpul.”

“Tapi aku yakin melihat sesuatu.”

“Terserah, aku duluan.”

“Oi! Tunggu!”

“…”

Akira yang sedang bersembunyi pun mengintip di balik semak semak, dan melihat dua orang lelaki memakai sebuah jubah hitam bertudung.

“Sepertinya itu mereka.” ucap Akira dengan pelan.

“Mana! Mana!” Nako dengan muka berseri-seri penasaran dan menggeser kepala Akira dengan kepalanya untuk melihat di balik semak semak.

Akira pun hanya bisa pasrah dengan Nako, Lumina yang melihat itu menarik rambut Nako dari belakang.

“Akh!”

“Kau tidak sopan.”

“Aduh! duh! i-iya maaf!.” Nako memegang tangan Lumina yang menarik rambutnya dan mencoba untuk melepasnya.

Tidak lama Lumina pun langsung melepaskannya.

“Duh… Kakak kasar sekali.” Nako cemberut sambil mengelus kepalanya yang habis ditarik karena sakit.

“Sudah, jangan berisik, yang lebih penting lakukan sesuai rencana,” ucap Akira sambil menengok ke belakang.

“Serahkan padaku!” ucap Nako.

Nako mengangkat tangannya dan muncul sebuah topi hitam, dia memakai topi itu dan memegang ujungnya lalu tersenyum sambil berkata,

“Aku terlihat.”

[Skill Antonim:Aktif]

Nako yang ada dihadapan Akira dan Lumina seketika langsung menghilang.

“Aku pergi dulu!” ucap Nako yang tidak terlihat.

Beberapa menit kemudian…

Akira dan Lumina masih menunggu sambil mengintip di balik semak-semak, namun yang mereka lihat hanya ada kesunyian sepanjang mata memandang.

“Apa dia baik-baik saja ya.” pikir Akira.

DUARR!!

Suara ledakan keras terdengar dari gudang terbengkalai bersamaan dengan terpentalnya Nako dengan wujud yang terlihat dan dia berhasil mendarat dengan aman.

Nako berkeringat dingin dan dahinya berkerut melihat ke arah gudang terbengkalai di depannya.

[Skill Mental Stability:Aktif]

Walaupun Akira dan Lumina tidak tau apa yang terjadi di dalam gudang itu, mereka berdua bisa merasakan hawa mengerikan yang sebelumnya tidak ada, keluar dari gudang itu, tetapi Akira bisa menahan dengan skillnya yang menyala otomatis.

“Akira, ini gawat, sepertinya aku dan Nako pun tidak akan bisa mengalahkan monster— tidak, lebih tepatnya iblis itu.” Lumina berkeringat dingin menatap waspada ke arah gudang terbengkalai, tangannya yang memegang erat gagang pedang terlihat gemetaran hingga suara pedangnya terdengar.

“Iblis?” pikir Akira.

[Antonim:Aktif]

Nako menggunakan Skillnya untuk membuat beberapa tornado kecil mengelilingi gudang tersebut.

“Akira, hati-hati.” ucap Lumina.

[Life Energy:Aktif]

Belum sempat bereaksi, Akira melihat Lumina langsung melesat cepat menuju ke belakang gudang itu dengan mengelilinginya lewat pepohonan agar dirinya tidak ketahuan.

DUAARR!!!

Suara keras terdengar ketika Tornado yang sebelumnya mengelilingi gudang, langsung menabrakan diri ke tengah-tengah.

Gudang tersebut ambruk bersamaan dengan debu yang menghalangi pandangan.

[Skill Antonim:aktif]

Tanpa menunggu waktu lama Nako langsung menggunakan kekuatannya untuk membuat sebuah pedang besar dengan panjang 3 meter yang melayang di udara.

WUSSHH!

Pedang itu melesat cepat ke arah gedung yang sudah ambruk, disaat yang sama, Lumina sudah berada tepat di posisi yang berlawanan dengan Nako dan ikut melesat cepat ke arah gudang sambil bersiap untuk menghunuskan pedangnya.

SRINGGG!!!

“?!”

Lumina dan Nako dibuat terkejut ketika serangan mereka berhasil ditahan sesuatu dari debu yang menghalangi pandangan.

FWOOOSH!

Debu itu menghilang seperti ditiup angin kencang dari tengah-tengah dan memperlihatkan pedang besar Nako dan tebasan pedang Lumina di tahan oleh iblis dengan tangan menyilang, seolah itu bukan masalah iblis itu tak menunjukan ekspresi sama sekali.

Iblis itu berwujud seperti wanita muda berambut hitam panjang, matanya berwarna merah pekat dengan pupil mata yang terlihat lurus tajam, memiliki kulit yang sama dengan manusia dan memakai pakaian serba hitam, selain itu yang paling mencolok adalah sayap hitam di belakang punggungnya.

KRATAKK!

Pedang besar Nako dan pedang Lumina yang ditahannya, dihancurkan hanya dengan genggamannya.

Mata Lumina membulat melihat pedangnya hancur, iblis itu tersenyum lebar dengan mata sinis menatap ke arah Lumina.

Lumina yang ditatap merasa kaku, seperti ditahan sesuatu sehingga ia tidak bisa bergerak sedikitpun.

Iblis itu langsung mencoba meraih leher Lumina, Lumina yang tidak bisa bergerak hanya bisa menggertakan giginya dan melihat tangan iblis itu tinggal sejengkal dari lehernya.

[Skill Freeze:Aktif]

SRRHHH!!

KRAKK!!

Dari hutan, Akira menggunakan Spellnya, es menjalar keluar hutan dan membekukan setengah badan iblis itu hingga menghentikan pergerakannya.

[Skill Antonim:Aktif]

Dengan cepat Nako menggunakan Skill untuk memindahkan Lumina ke dekatnya.

“Terimakasih,” Lumina berkeringat dingin dan masih gemetaran sambil memegang gagang pedang yang bilahnya sudah hancur.

“Bukan masalah.” Nako tersenyum merinding menatap ke arah iblis di hadapannya yang masih membeku.

KRATAK!!

Es yang membekukan iblis itu dengan mudah dihancurkannya hanya dengan sedikit gerakan.

“Hihihi! Lemah sekali! Apa benar kau Raja Pahlawan?” Iblis itu tertawa cekikikan dengan tersenyum lebar sambil menatap tajam ke arah Akira diserta niat membunuh yang menusuk.

Akira yang menatap ke arah iblis itu berkeringat dingin, karena ia sedang melihat status iblis itu yang ditunjukan oleh sistem.

[Bos Monster:Jendral Iblis ke 10

Nama:

Umur:???

Level:??? > 300 (Terkena Batasan)

Tingkat Bahaya:S

STR:????

DEF:????

DEX:????

INT:????

Skill:

(Anda Tidak Bisa Melihat Karena Terkena Batasan Otoritas)]

“Kalau selemah ini sih… akan mudah mengalahkanmu, Hihihihi!” Iblis itu tertawa cekikikan sambil tersenyum lebar.

Tidak lama iblis itu mengangkat satu tangannya kedepan, mengarah ke arah Akira.

“Kalau begitu, matilah!”

KRAK! TRAAANGG!

“Hmm?” Senyum Iblis itu menghilang saat mengamati sekelilingnya dan melihat rantai keluar dari tanah yang mengikat tangan dan kakinya seolah mencoba menariknya kebawah, namun itu tidak membuatnya bergerak sedikitpun dan tetap mengarahkan tangannya ke arah Akira.

TRANGG!!!

Lumina melesat cepat ke iblis itu dan menebas lehernya, namun itu tidak menggores iblis itu sedikit pun, justru pedangnya yang patah, iblis itu langsung menatap Lumina dengan tatapan tanpa semangat.

[Skill Antonim:Aktif]

Muncul beberapa pedang melayang di sekitar Lumina yang dibuat oleh Nako, dengan cepat Lumina langsung mengambilnya dan menebas leher iblis itu.

TRANGG!!!

Pedangnya patah, ia mengambilnya lagi.

TRANGG!!!

Patah, ia mengambilnya lagi.

TRANGG!!

Patah, ia mengambil yang baru, mengulanginya secara terus menerus, lagi, lagi, dan lagi secara cepat, namun—

“Lemah.” Iblis itu menatap sinis ke arah Lumina, dan hanya dengan sedikit gerakan, rantai yang mengikatnya langsung hancur.

Dengan cepat, iblis itu mengarahkan telapak tangannya yang terbuka ke arah perut Lumina.

“Kalian mengganggu.”

DHUARRR!

Angin kencang dan kuat keluar dari telapak tangan iblis itu dan mendorong Lumina jauh kebelakang menabrak Nako dan menabrak beberapa pohon di belakangnya.

“Nah~ karena sudah selesai, mari kita lanjutka—”

DHUARR!

Pedang besar dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar bilahnya 2 meter muncul dari atas langit dan jatuh tepat di atas iblis itu.

KRAAKK! TRAKK!

Namun itu tidak melukai iblis itu dan dengan mudah dia menghancurkannya.

“Hah… dasar, padahal sudah kalah.” ucap iblis itu sambil membersihkan debu-debu kotor dipakaiannya.

Saat sedang sibuk sendiri iblis itu merasakan sesuatu dan melihat ke arah Akira.

“Hmm? Burung?” Iblis itu melihat Shuko yang sedang terbang di depan Akira yang separuh wajahnya terlihat tertutup bayangan.

“Apa kau sudah menyerah sampai memanggil seekor burung?” Iblis itu tersenyum mengejek.

“Apa kau tau? Saat aku bermain game, aku pernah hampir kalah, tapi saat itu, seperti ada sesuatu yang menolongku.”

“Hmm?” Iblis itu kebingungan mendengar pernyataan Akira.

[Skill Synthesis:Aktif]

[Red Flame+Heal+Familiar Tier(1) Shuko]

[Synthesis Tersembunyi Ditemukan]

[Synthesis Berhasil]

[Familiar Tier(1) Shuko berevolusi menjadi Familiar Tier(9) Phoenix Shuko]

“A-apa itu?!” Mata Iblis itu membulat melihat ke arah Shuko yang membesar dengan wujud api.

Panas apinya tidak membakar pohon disekitar. tapi iblis itu merasakan panas yang membakar walau tidak bersentuhan dengan apinya.

FWOSH!

Sekarang tinggi Shuko sekitar 4 meter dengan bentangan sayapnya dari ujung kiri sampai kanan sekitar 15 meter, membuat udara disekitarnya bertiup kencang hingga pohon-pohon terlihat bengkok.

[Peringatan!] [Peringatan!] [Peringatan!]

[Tier Familiar Terlalu Tinggi]

[Pinalti diterapkan]

[Familiar Shuko tidak sepenuhnya terwujud]

[Pemanggilan berikutnya hanya berlaku satu kali sehari]

[Familiar Shuko hanya bisa bertahan selama 30 detik]

“Majulah, lemah.” Akira berdiri tegak menatap ke arah Iblis didepannya dengan tatapan merendahkan.

Iblis itu menggertakan giginya hingga urat-urat diwajahnya terlihat jelas.

WOSSHHH!!

Sesuatu yang besar berwarna hitam keluar mengelilingi tubuh iblis itu seperti sebuah aura.

“Akan ku buat kau menyesal karena bersikap sombong!”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!