NovelToon NovelToon
Veterinary Love

Veterinary Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Perjodohan / Idola sekolah
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Inayusrina

Farra dan Barra adalah murid kelas 3 SMK Kesehatan Hewan dari dua keluarga penguasa industri kesehatan hewan Indonesia—keluarga Barra pemilik Saputra Pet Hospitals (rumah sakit hewan terbesar), sedangkan keluarga Farra pemilik Aurelie Vet Medicine (produsen obat hewan terbesar).

​Dua bulan sebelum Ujian Nasional, hidup mereka berubah total saat dipaksa menikah demi memenuhi janji masa lalu Opa dan Oma mereka. Enggan memicu skandal dan demi fokus lulus UN, keduanya sepakat menikah diam-diam dengan dua aturan ketat: menjadi suami-istri di rumah, tetapi berpura-pura asing saat di sekolah.

​Tinggal serumah sambil menyembunyikan status pernikahan dari teman-teman sekolah ternyata memicu berbagai canggung, kecemburuan, dan drama praktik lapangan. Di tengah tekanan Ujian Nasional dan ego masing-masing, persaingan dingin di antara mereka perlahan berganti menjadi benih cinta yang tak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inayusrina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Sinar fajar perlahan merayap masuk menembus celah gorden penthouse suite, menyinari dua sejoli yang masih berbalut selimut tebal. Farra menjadi yang pertama membuka mata. Namun, begitu ia mencoba menggerakkan tubuhnya, rasa pegal dan linu seketika menjalar di seluruh persendiannya, terutama di area pinggang dan paha. Efek gempuran gairah Barra semalaman setelah sekian lama "berpuasa" benar-benar membuat tubuhnya terasa lemas tak berdaya.

​Merasakan pergerakan di sampingnya, Barra terbangun. Wajah tegapnya tampak begitu segar dan penuh pendar kebahagiaan. Melihat Farra yang meringis pelan sambil memegangi pinggangnya, rasa bersalah bercampur gemas menyelimuti hati Barra.

​"Pegal banget ya, Sayang?" bisik Barra lembut, mengusap pelipis Farra yang basah oleh peluh tipis lalu mengecup keningnya lama. "Maaf ya... semalam aku terlalu emosional dan kangen banget sama kamu."

​Farra hanya bisa mengangguk pasrah dengan wajah memerah. Ia bahkan tak sanggup untuk sekadar bangkit berdiri. Melihat kondisi istrinya yang tak berdaya, Barra tanpa ragu mengambil alih semuanya. Dengan penuh kelembutan, Barra menggendong Farra menuju kamar mandi, memandikannya dengan air hangat yang menenangkan otot-otot kaku, mengeringkan tubuhnya dengan handuk lembut, hingga memakaikan baju hamil yang nyaman untuk sang istri. Tak berhenti di situ, Barra juga memesan sarapan room service dan menyuapi Farra telaten hingga habis.

​Setelah merasa cukup segar dan menyelesaikan proses check-out dari hotel, Barra menuntun Farra menuju mobil. Agenda mereka hari ini adalah berburu perlengkapan untuk calon bayi kembar laki-laki mereka yang sudah menginjak usia enam bulan kehamilan.

​Mobil mereka meluncur menuju salah satu pusat perbelanjaan paling mewah di pusat kota. Begitu memasuki baby store premium di mall tersebut, mata Farra langsung berbinar bahagia. Rasa pegal di tubuhnya seolah menguap begitu saja saat melihat deretan pakaian bayi mungil, stroler ganda yang elegan, boks bayi bernuansa kayu premium, hingga berbagai mainan edukatif.

​Farra berbelanja dengan sangat antusias. Dari baju-baju bayi bernuansa biru dan abu-abu, perlengkapan mandi, hingga perlengkapan sterilisasi botol, semuanya masuk ke dalam daftar belanjaan. Melihat jumlah belanjaan yang kian menumpuk hingga tak mungkin diangkut dengan kendaraan pribadi, Barra langsung menghampiri manajer store.

​Dengan menggunakan kartu kredit tanpa batas miliknya, Barra menyelesaikan pembayaran dan meminta pihak mall untuk langsung mengirimkan seluruh barang belanjaan tersebut menggunakan layanan kargo khusus menuju rumah mereka.

​Puas berkeliling mall, perut Farra mendadak berbunyi nyaring. Ia menghentikan langkahnya di depan sebuah restoran Nasi Padang gourmet bernuansa eksklusif di dalam mall.

​"Barra... si kembar mendadak ngidam rendang sama gulai tunjang restoran ini," panggil Farra sambil memegangi lengan suaminya dengan tatapan memohon.

​Barra tersenyum tipis, mengusap kepala Farra. "Apapun buat Mama dan si kembar."

​Mereka pun masuk dan menikmati makan siang bersama. Farra menyantap hidangan khas Minang berbumu rempah pekat itu dengan sangat lahap, membuat Barra yang duduk di hadapannya tak berhenti tersenyum bahagia melihat selera makan istrinya yang kembali pulih.

​Sore harinya, mereka tiba di rumah. Tak lama berselang, kurir dari mall datang mengantarkan berdus-dus barang belanjaan perlengkapan bayi yang langsung ditata rapi oleh para asisten rumah tangga di kamar khusus calon buah hati mereka.

​Setelah beristirahat sejenak, Barra dan Farra berkumpul di ruang tengah. Libur cuti akademis pascakecelakaan telah usai, dan esok hari—hari Senin—adalah perdana bagi mereka untuk kembali melangkah ke kampus Kedokteran Hewan Universitas Indonesia.

​Sambil bersandar di dada bidang Barra, Farra merapikan tas kuliah, buku catatan, serta alat tulis mereka. Barra dengan penuh kasih membantu memasukkan botol air hangat dan suplemen kehamilan Farra ke dalam tas. Kini, dengan gugurnya rumor jahat, hancurnya ancaman Vanessa yang mendekam di penjara, serta kehadiran calon anak kembar yang kian membesar, Farra dan Barra siap menyambut esok hari dengan penuh percaya diri dan kebahagiaan yang utuh.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!