Seorang pemuda dari Klan Lin, Lin Huang mencoba mencari jalannya sendiri di tengah keputusannya. Hingga suatu hari, kejadian tak terduga yang dia alami justru menjadi titik balik baginya untuk hidup di tempat yang hanya peduli pada kekuatan ini... Apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Pecah
Long Jiao murka menembus batas. Dia tidak lagi menahan diri. Tangan kanannya bergerak mencengkeram udara, memadatkan cakar naga energi raksasa berwarna hitam legam berukuran ratusan meter yang meluncur deras, mencoba meremukkan tubuh Huang beserta formasi pelindung akademi sekaligus.
BOOM!
Sebelum cakar itu menyentuh Huang, Penatua Jiu sudah melangkah maju. Dengan lambaian lengan bajunya yang longgar, seberkas pedang Qi transparan berukuran raksasa tebas memotong, membelah cakar naga energi tersebut menjadi dua bagian hingga meledak di udara menjadi percikan api hitam.
"Long Jiao! Ini adalah wilayah Akademi Empat Jagat, bukan halaman belakang istanamu di Benua Barat!" Penatua Jiu mendengus dingin, aura Transformasi Dewa miliknya mengunci pergerakan sang Raja Naga. "Jika kau ingin berperang, aku, si tua Jiu, tidak keberatan mencabut beberapa lusin sisik nagamu hari ini!"
"Jiu Tua! Kau pikir aku datang ke sini tanpa persiapan?!" Long Jiao menyeringai bengis.
HUMMM... HUMMM...
Ruang hampa di kiri dan kanan armada kapal perang tiba-tiba terbelah. Dari dalam retakan spasial tersebut, muncul dua sosok berjubah hitam dengan aura yang tidak kalah mengerikan dari Long Jiao. Salah satunya adalah seorang pria kurus kering dengan lambang gagak darah raksasa di punggungnya—Ketua Tertinggi Faksi Gagak Hitam. Sosok lainnya adalah seorang wanita tua dengan tatapan kejam yang mengenakan zirah perang khas Jenderal Utama Pasukan Gorgon.
Tiga master Ranah Transformasi Dewa kini berdiri mengepung garda depan akademi!
"Hari ini, akademi harus menyerahkan Lin Huang, atau seluruh tempat ini akan menjadi pemakaman massal!" Ketua Gagak Hitam bersuara, suaranya mendesis memicu bulu kuduk merinding.
Melihat situasi yang di ambang kehancuran ini, beberapa tetua korup di dalam barisan akademi mulai berteriak panik, mendesak Kepala Akademi untuk segera mengorbankan Huang demi kedamaian.
Namun, di tengah kepungan tiga raksasa dunia kultivasi itu, Lin Huang justru melangkah maju melewati Penatua Jiu. Jiwa Nascent Asura di dalam Dantiannya bergetar hebat, menyalurkan darah ungu keemasan dari sumsum tulang barunya ke seluruh jaringan tubuh. Aura Huang mendadak berubah secara kualitatif
(WENG!)
Tekanan superioritas ras Asura Kuno menyebar luas. Tiga kapal perang magis milik Klan Naga Kegelapan mendadak bergetar hebat; binatang-bintang naga peliharaan yang menarik kapal-kapal tersebut tiba-tiba melengking ketakutan dan berlutut di atas geladak, menolak untuk mematuhi perintah akibat penindasan hierarki darah Asura yang absolut.
Bahkan Long Jiao dan dua master Transformasi Dewa lainnya merasakan jantung mereka berdegup kencang sesaat akibat tekanan mental kuno tersebut.
"Kalian bertiga menginginkan kepalaku?" Huang mengangkat tangan kanannya ke langit, sebuah senyuman dingin terukir di wajah tampannya. "Kalau begitu, mari kita lihat apakah armada kalian sanggup bertahan dari teknik pertamaku setelah menembus Ranah Jiwa Nascent."
Huang mengepalkan tangannya. Di bawah dorongan energi Jiwa Nascent Asura murni yang baru saja ditempa oleh petir kesengsaraan surgawi, Kitab Pembalik Surga Sembilan Putaran meledak pada tingkat ekstrim yang belum pernah dicapai oleh siapa pun di masa modern.
"Tinju Pembalik Surga: Bentuk Gabungan—Sembilan Putaran Ketiadaan Asura!"
BOOOOOOOOOOMMMMMMMM!
Langit malam di atas mereka mendadak pecah total. Proyeksi ilusi raksasa dewa iblis Asura bertangan empat setinggi ribuan meter muncul dengan keagungan yang luar biasa masif di belakang punggung Huang. Keempat tangan raksasa itu bergerak serentak, meninju lurus ke arah tiga kapal perang magis di depan mereka.
Pukulan ini tidak lagi membawa Qi biasa, melainkan hukum daya hancur murni yang menguapkan ruang hampa, memicu badai petir ungu yang merobek seluruh formasi pertahanan kapal perang dalam sekejap mata.
"Apa?! Kekuatan macam apa ini?!" Long Jiao terbelalak ngeri, buru-buru menyilangkan kedua tangannya untuk memadatkan perisai naga pelindung tertinggi seketika.
Benturan kolosal yang akan menentukan arah masa depan Benua Pusat dan Barat pun meledak dengan hebatnya di atas langit gerbang gunung Akademi Empat Jagat.
BOOOOOOOOOOMMMMMMMM!
Ledakan energi kosmik itu begitu dahsyat hingga memancarkan kilatan cahaya ungu yang sanggup menerangi langit malam dalam radius ratusan mil. Gelombang kejutnya menyapu awan hitam, merobek atmosfer, dan menciptakan gempa spasial yang membuat tiga kapal perang magis Klan Naga Kegelapan berguncang hebat bagai daun kering di tengah badai sejati.
Tinjuan kolosal dari proyeksi raksasa Asura bertangan empat itu menghantam langsung perisai pelindung armada musuh.
KRETEK... PYARRR!
Formasi pertahanan tingkat tinggi yang menyelimuti dua kapal perang di sisi kiri dan kanan pecah berkeping-keping dalam hitungan detik. Di bawah tatapan horor ribuan prajurit Iblis di atas geladak, tinju energi ungu-hitam itu meremukkan lambung kapal yang terbuat dari kayu besi purba, mematahkan tiang-tiang layar magis, dan meledakkan inti energi kapal hingga hancur berantakan.
Dua armada raksasa itu terbakar hebat dan jatuh bebas dari langit bagai dua meteor raksasa yang runtuh.
Di garis depan, Long Jiao, Ketua Faksi Gagak Hitam, dan Jenderal Wanita Gorgon harus menyatukan kekuatan Transformasi Dewa mereka untuk menahan hantaman utama yang mengarah ke kapal induk.
DUMMM!
Ketiga master agung itu terdorong mundur puluhan langkah di atas geladak, wajah mereka memerah menahan tekanan. Jenderal Wanita Gorgon bahkan memuntahkan seteguk darah segar karena zirah pelindungnya retak seribu akibat rembesan daya hancur Ketiadaan Asura.
"Satu tinjuan... dari seorang bocah Jiwa Nascent Tingkat Awal... sanggup mengguncang tiga master Transformasi Dewa sekaligus?!" Ketua Faksi Gagak Hitam berteriak histeris, sepasang matanya dipenuhi kengerian yang tak terbendung.
Aura dominasi ras yang dipancarkan Lin Huang benar-benar merusak hukum logika kultivasi modern. Itu bukan lagi sekadar akumulasi Qi, melainkan penindasan hukum alam tingkat tinggi yang dibawa oleh Sumsum Tulang Asura Sejati.
Di seberang medan perang, Lin Huang berdiri tegak di udara, napasnya sedikit memburu namun sepasang mata ungunya tetap menyala dengan kilat sedingin es. Di dalam Dantiannya, Jiwa Nascent Asura kecil berkepala dua dan bertangan empat tampak duduk bersila dengan stabil, menyerap sisa-sisa energi petir surgawi dari atmosfer untuk memulihkan kapasitas energinya dalam sekejap.
Di bawah sokongan sumsum tulang barunya, kecepatan regenerasi Huang saat ini sudah setara dengan monster purba berumur ribuan tahun.
Penatua Jiu yang berada di sampingnya menurunkan pedang Qi-nya, lalu meneguk araknya dengan tawa puas yang tertahan. "Bocah sialan... kau benar-benar tidak menyisakan panggung sedikit pun untuk gurumu ini."
"Kepala Akademi! Para Tetua!" Lin Huang berseru, suaranya yang berat dan berwibawa bergema melintasi ribuan murid akademi di bawah. "Utang darah masa lalu keluarga saya, dan masa depan akademi ini, tidak akan pernah diselesaikan dengan kompromi. Hari ini, saya, Lin Huang, akan membersihkan gerbang gunung dari cacing-cacing Benua Barat!"
Mendengar seruan yang membakar jiwa itu, ketakutan di hati para murid akademi seketika lenyap, berganti dengan sorak-sorai yang mengguncang langit. Bahkan beberapa tetua inti yang tadinya beraliansi dengan faksi Iblis kini gemetaran, buru-buru menarik diri dari garis depan karena takut menjadi sasaran amarah Huang berikutnya.
"Lin Huang! Jangan kau pikir kau sudah menang!" Long Jiao meraung murka, wajah naganya mendistorsi penuh kegilaan. Kehilangan putra mahkota dan hancurnya dua kapal perang terbaiknya adalah penghinaan terbesar dalam sejarah Klan Naga Kegelapan. "Aku akan membakar seluruh esensi darah nagaku untuk menyeretmu ke neraka!"
Tato lingkaran hitam di dahi Long Jiao meledak, memancarkan lahar hitam pekat yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Dia siap melepaskan Wujud Naga Kegelapan Sejati tingkat Transformasi Dewa untuk pertarungan hidup-mati.
Namun, tepat ketika situasi di ambang kehancuran total, ruang di atas kapal induk naga tiba-tiba membeku.
(WENG...)