NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Perjalanan 2, Bagian 2: Raja yang Menghilang) Bangkitnya Energi Sihirku

Aku dan Nicola Nova terus bertahan di dalam pengapnya atmosfer sel bawah tanah Eldiana. Kami menghitung setiap detak detik sirkulasi waktu yang merayap lambat, menanti dengan sabar agar target tenggat waktu dua minggu yang telah kami tetapkan bisa cepat tersampaikan dengan sempurna.

"Besok... Tepat pada saat sasis waktu yang ditentukan itu tiba, kita akan menghancurkan seisi tempat jahanam ini sampai rata dengan tanah... Aku menjaminnya dengan seluruh nama kerajaanku..." Ucapku lirih kepada Nova, sembari membiarkan sepasang mata ungu menyalaku memancarkan hasrat tempur yang luar biasa membara pekat.

"Ya... Kau bener-bener tepat, Miko...! Kita... Kita berdua secara mutlak akan segera menghirup udara kebebasan... Pasti...!" Jawab Nova penuh dengan kapasitas rasa percaya diri yang luar biasa kokoh menatap lurus wajah manusianya.

Aku berjalan melangkah pelan mendekati jeruji besi pembatas, menatap tajam ke arah koridor luar pos penjagaan musuh.

"Pagi ini, mari kita jalani sirkulasi rutinitas dengan normal dan kasual saja seperti biasanya... Tetapi besok subuh... Tepat menjelang momentum faksi matahari terbit menyembul di ufuk timur, kita luncurkan operasi badai penghancuran tempat jahanam ini...!" Ucapku tegas sembari mengulas sebilah senyuman seringai licik yang teramat pekat dari bibir manusiaku yang ramping.

Namun sialan parah, seolah tidak puas dengan kebiadaban tempo hari, hari ini faksi ksatria penjaga Eldiana tetap saja menyeret raga manusiaku keluar dari sel murni untuk disiksa kembali. Aku dipaksa melangkah masuk kembali ke dalam Ruang Interogasi Khusus. Di dalam ruangan pengap berbau anyir tersebut, tubuh kasualku mulai dihantam, disiksa habis-habisan, bahkan dilecehkan secara tak senonoh berulang kali sama persis seperti kejadian biadab sebelumnya.

Sepanjang proses penyiksaan maut tersebut, aku terpaksa mengerahkan seluruh kontrol kekuatan batin raganya agar tidak tersulut emosi jiwa dan menggila meledakkan kekuatanku detik itu juga. Aku tahu betul, menumpahkan amarah sekarang adalah tindakan konyol karena esok subuh adalah momentum hari H yang paling pas. Di sela-sela hantaman algojo musuh, pasokan energi mana inti di dalam ragaku bener-bener sedang berproses pulih sepenuhnya. Sekarang jelas bukanlah waktu yang tepat untuk meluncurkan serangan balik, karena sirkulasi manaku emang bener-bener belum pulih 100% sempurna.

Hingga akhirnya, setelah para algojo Eldiana merasa puas meluapkan kegilaan mereka, tubuh manusiaku yang ramping kembali didepak, diseret pulang dimasukkan ke dalam sel tahanan pada sore harinya.

Kondisi fisik kasualku kali ini bener-bener dirundung oleh sebaran luka robek yang teramat sangat jauh lebih parah, hancur, dan mengenaskan daripada siksaan hari-hari sebelumnya.

Kedua belah pergelangan tanganku bener-bener dipotong putus secara kejam hingga mencapai batas sikut lengan.

Tidak berhenti sampai di situ, helai daun telinga sebelah kiriku juga diiris putus menggunakan pisau gerigi baja, bersanding dengan jajaran gigiku yang dicopot paksa dicabut satu per satu menggunakan tang besi hingga mulutku bersimbah darah.

Realitas fakta perlakuan aliansi musuh ini bener-bener teramat sangat tidak manusiawi, keji, pekat, dan sangat tidak pantas untuk dicontoh oleh peradaban mana pun di planet ini.

"Cihh... Sialan parah... Menyebalkan nan menjijikkan sekali rasanya jika harus terus-menerus diginiin lagi oleh barisan kecoak Eldiana... Kurang ajar banget..." Ucapku kesal setengah mati menahan geram.

SRETTT... CHRRKK...

Seiring dengan kalimat kekesalanku, aku langsung mengaktifkan sirkulasi energi bayangan milikku murni untuk menyembuhkan kembali raga manusiaku.

Dalam kurun waktu satu milidetik, potongan sikut lengan tangan, irisan daun telinga, hingga struktur gigi yang copot seketika langsung bertransformasi tumbuh memanjang kembali, merajut sel-sel daging baru yang mulus sempurna tanpa menyisakan sebilah pun bekas luka cacat siksaan musuh!

"Miko... Kita... Kita berdua besok subuh bener-bener fiks akan keluar meloloskan diri dari tempat jahanam ini, kan...?" Ucap Nicola Nova berbisik lirih, meluncurkan pertanyaan murni untuk memastikan kembali draf rencana pelarian kami.

Aku menolehkan pandangan wajah rampingku ke arah postur mungilnya, mengulas sebilah senyuman hangat, lalu menjawab pertanyaannya dengan nada suara yang teramat tenang nan santai.

"Iya... Tenang dan simpan rapat kepanikan batinmu itu, Nova... Kita berdua bersumpah pasti akan bebas dari jeruji besi ini esok pagi, aku menjaminnya seutuhnya kepadamu..." Ucapku lembut sembari mengulurkan tangan manusiaku murni untuk mengelus pelan puncak kepala Nicola Nova penuh kasih sayang keluarga.

Setelah atmosfer batin Nova kembali stabil, kami berdua pun duduk merapat di sudut gelap sel, kembali membahas detail draf eksekusi rencana pelarian dari dalam ruangan jeruji besi ini. Kami menyusun peta sabotase secara jeli, karena malam yang pekat ini bener-bener merupakan lembaran malam terakhir bagi eksistensi kami mendekam di dalam tempat kurungan Eldiana.

Hingga akhirnya, tirai malam yang teramat sunyi pun resmi tiba menyelimuti seisi kompleks kastil penjara bawah tanah. Di saat seluruh faksi tawanan luar bersanding dengan barisan ksatria penjaga musuh telah resmi tertidur pulas tak sadarkan diri, aku bener-bener sama sekali tidak mengistirahatkan raga manusiaku untuk tidur sepenuhnya seperti makhluk fana yang lain.

Setengah dari kapasitas indra sensorik dungeunku tetap dipasang aktif dalam mode siaga penuh, menjaga area sekitar perimeter sel bersanding dengan sirkulasi kalkulasi otak buminya yang terus berdenyut konstan menunggu hingga momentum detik-detik saat faksi matahari akan segera terbit menyingsing.

Tepat di saat sasis waktu subuh fajar pagi resmi tiba merayap senyap...

"Bssttt... Nova, ayo bangun, Nova..." Bisikku teramat lirih membangunkan tubuh mungil Nicola Nova yang masih tampak tertidur pulas akibat didera kelelahan mental yang luar biasa pekat pasca-menyaksikan interogasi berdarah kemarin.

"Hehemm... Nova imut... Ayo bangun secepatnya, Nova..." Panggilku kembali sembari menggoyang pelan pundaknya.

"Hmm...? K-Kenapa, Miko...?" Nicola Nova melenguh pendek, perlahan membuka sepasang kelopak matanya sembari mengucek-ucek matanya yang masih dirundung rasa kantuk.

"Apakah... Apakah kurasi waktunya bener-bener sudah saatnya tiba, hah...?" Tanya dia memastikan fokusnya.

"Iya... waktunya sudah bener-bener tepat 100% matang... Detik ini juga, saatnya bagi kita berdua untuk berjalan bebas meloloskan diri keluar dari penjara ini...!" Jawabku berbisik lirih penuh dengan karisma tirani.

"Iya, Miko... Ayo... Mari kita hancurkan dan ratakan seisi tempat jahanam ini sampai hancur lebur...!" Ucap Nicola Nova menyahut dengan nada suara setengah bersemangat, berusaha memulihkan kesadaran otaknya yang baru saja bangun tidur.

"Tentu saja... Itu adalah hal yang teramat sangat wajib untuk kita lakukan malam ini..." Jawabku sembari menarik napas panjang, menstabilkan koordinat energi di dalam dada.

Aku melangkahkan kaki maju satu langkah tegap, berdiri tegak lurus di tengah ruangan sel kegelapan. Sepasang mata ungu menyalaku berkilat dingin melepaskan riak energi kegelapan purba yang teramat pekat.

"Baiklah... Seluruh parameter logistik telah terpenuhi... Saatnya faksi kita memulai jalannya roda pertempuran... Operasi Penghancuran Altar Resmi Dimulai...!!! Kapasitas Kekuatan Bayangan Absolut... Diaktifkan...!!! Mode skill Glitch Human... Dinyalakan...!!!" Ucapku berteriak lirih sembari bibir manusiaku menyunggingkan sebilah senyuman seringai tiran yang teramat sangat puas nan mengerikan.

DEGGG... CHRRRKKK... WITZZZ...!

"[Draf Instruksi Mutlak Diterima oleh Sistem Inti! Mode Skill Glitch Human Resmi Dinyalakan secara Absolut! Kapasitas Aliran Output Energi Sihir Mana di dalam Wadah Tubuh Meningkat Pesat dari Skala 100/1000% Melonjak Tajam Menembus Batas Limitasi Menjadi 1000/1000% Penuh Sempurna...!!!]" Ucap gema desingan gelombang suara sistem suara digital mekanis orisinil di dalam kepalaku.

WUSHHHZZZZZ...!

Detik itu juga, sekujur raga manusia rampingku yang semula berwujud fisik biasa, seketika langsung bertransformasi drastis melebur mengalami rekonstruksi mutlak, berubah seutuhnya menjadi sesosok manifestasi wujud makhluk Bayangan Kegelapan Purba yang full hitam pekat bersanding dengan corak pendaran radiasi aura agak keunguan yang teramat sangat padat nan mengerikan! Jika karakteristik wujud raga Sang Dewa Galaxy murni bertumpu memproyeksikan cahaya suci putih yang berbentuk siluet menyerupai manusia, maka penampakan wujudku detik ini adalah kebalikannya: sesosok Entitas Kegelapan Sejati tak kasatmata yang bunder memanifestasikan diri membentuk raga manusia bayangan, lengkap dengan penampakan sebaris rongga mulut yang dipenuhi oleh jajaran gigi taring tajam yang mengerikan, serta sepasang mata ungu menyala dingin yang memancarkan aura tirani kasta tertinggi!

"Baiklah, Nova... Konfigurasi energi milikku resmi pulih total... Ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk meluncurkan pembantaian..." Ucapku mengeluarkan desis nada suara yang teramat sangat berat bergaung tak stabil, memancarkan efek suara mekanis glitch digital yang menekan jiwa, sambil tersenyum licik.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!