NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CBD 29

Pagi itu Zhao Lee bangun lebih awal.

Semalam ia mendapat telepon dari orang misterius yang berisi ancaman. Zhao Lee duduk di tepi kasur dan memandang wajah Layla, tangannya mengepal kuat. Ia menghela nafas, kemudian tersenyum tipis,

"Perburuan dimulai. Kali ini, bukan aku yang memburu... melainkan mereka yang akhirnya berani keluar dari persembunyian." ucap Zhao Lee.

Zhao Lee bangkit dari tempat duduk, ia melangkah keluar kamar membiarkan Layla yang masih tertidur lelap.

Zhao Lee memberi pesan kepada bibi Tari, "Jangan biarkan dia keluar dari rumah ini," ucap Zhao Lee.

Raut wajah bibi Tari nampak khawatir..

"Apa ada yang salah, Tuan?"

Zhao Lee tak menjawab. Ia mengambil ponsel di sakunya lalu menelpon seseorang.

"Perketat keamanan rumah ini," ucap Zhao Lee singkat di telepon. Telepon terputus...

Zhao Lee melangkah masuk mobil. Di dalam mobil ia bergumam dengan dirinya sendiri,

"Dia akan datang sebentar lagi."

Tersenyum tipis.

Beberapa saat kemudian Zhao Lee tiba di kediaman utama, ia datang menemui Sechpia.

Seperti biasa calon tunangannya itu menyambut Zhao Lee dengan manja.

"Aku tau kau sibuk. Tapi jangan sampai melupakan aku," ucap Sechpia.

Zhao Lee melihat ke arah Sechpia dengan tatapan lembut.

"Sayang, kita tunda dulu pertunangan kita,"

Raut wajah Sechpia nampak khawatir.

"Apa ada sesuatu yang salah?"

"Aku kembali mendapat ancaman, kali ini lewat telepon," ucap Zhao Lee serius.

"Apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Sechpia.

"Tidak, biarkan ini jadi urusan ku," ucap Zhao Lee.

Sechpia terdiam sejenak, tangannya mengepal kemudian kembali bertanya....

"Apa alasan mereka mengancam mu?"

"Aku belum punya bukti untuk memastikannya," ucap Zhao Lee.

"Bersabarlah. Setelah ini selesai semua akan baik-baik saja," ucap Zhao Lee tersenyum lembut dan memegang tangan Sechpia.

Sechpia memeluk manja Zhao Lee...

"Kumohon berhati-hatilah," ucap Sechpia lirih.

Kediaman Layla...

Sore itu Zhao Lee mempersiapkan segalanya dengan matang. Perburuan akan segera di mulai.

"Dengar Layla, jangan pernah lepaskan perlengkapan keselamatan diri ini dari tubuh mu. Jangan lepaskan juga ransel darurat itu dari punggung mu," ucap Zhao Lee tenang sambil memakaikannya ke Layla.

"Ini terlalu berlebihan, kita hanya pergi berburu bukan perperang," dengus Layla. Bibirnya mengerucut menunjukan ketidaksukaan.

Zhao Lee menatap Layla dengan serius. Seolah ia tau sesuatu.

"Kita tidak tau apa yang akan terjadi nantinya, Layla," ucap Zhao Lee.

"Bukankah hutan belakang rumah itu tempat pribadimu." kata Layla heran.

"Aku hanya berjaga-jaga," ucap Zhao Lee.

"Pakai jam ini juga, jangan pernah lepaskan ini. Hutannya cukup luas aku tak ingin kau tersesat,'' kata Zhao Lee serius. Ia memasang pelacak di jam itu.

Saat itu Layla seperti sedang memakai benteng berjalan. Zhao Lee sendiri telah siap memakai rompi anti pelurunya dan perlengkapan yang lengkap.

Layla bergumam sendiri...

"Apa-apaan sih berlebihan deh,"

Sebelum perburuan di mulai Zhao Lee terlebih dahulu mencoba senapan Laras panjangnya.

"DOR!!"

"DOR!!"

Dentuman senapan memecah kesunyian mulut hutan belakang rumah.

Layla tanpa sadar menutup telinganya.

Peluru itu melesat membelah udara, lalu menghantam tepat sasaran. Target bergerak itu langsung terjatuh tanpa sempat mengubah arah.

Layla yang melihat bakat Zhao Lee berdecak kagum.

"Wah..Jago tembak rupanya," gumam Layla dalam hati.

Beberapa pengawal juga sudah bersiap mengikuti perburuan kali ini. Layla melihat salah satu pengawal yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Namun masker yang menutupi sebagian wajah pengawal itu membuat Layla ragu dengan dugaannya.

Mereka menuju hutan dengan mobil Jeep. Kondisi hutan yang asri dan udara yang sejuk membuat Layla sangat menikmati berjalannya kali ini.

Saat malam mereka mendirikan tenda di tengah hutan, Zhao Lee membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh melawan dinginnya udara malam di hutan.

Layla yang tadinya duduk di samping Zhao Lee tiba-tiba berdiri tanpa aba-aba.

"Mau kemana?" tanya Zhao Lee.

''Buang air kecil," ucap Layla malu-malu.

"Aku antar."

"Tidak aku bisa sendiri."

"Jangan keras kepala, Layla. Bisa jadi di dalam sana ada serigala yang muncul dan menerkam mu"

"Tch di pikir aku itu bodoh apa. Mana ada serigala di sini." gumam Layla.

"Iya benar serigalanya itu anda, Tuan." ucap Layla.

Zhao Lee tertawa kecil.

"Itu berarti aku serigala yang baik karena aku mau menikahi mu. Aku rasa di luaran sana tidak ada laki-laki yang betah menghadapi sikap keras kepala mu, Layla"

"Tch pernikahan kita hanya kontrak bisnis"

Zhao Lee tersenyum. Berkata dalam hati..

"Tapi itu cukup untuk membuatmu tetap berada di sisiku hingga detik ini"

Kemudian mereka masuk hutan untuk mencari toilet darurat. Meski Layla sudah menolak untuk diantar, tapi Zhao Lee tetap kekeuh terhadap pendiriannya.

Saat Layla sedang sendirian terpisah jarak beberapa pohon dari Zhao Lee. Terdengar suara ranting yang patah. Ia merasa ada yang membuntutinya dari belakang. Ia berpikir itu adalah Zhao Lee. Layla menengok ke belakang untuk memastikan.

"Zhao Lee, apa itu kamu?"

Layla mengeryitkan dahi. Ia tidak menemukan siapapun di belakangnya. Ia hanya menemukan kondisi hutan yang gelap dan minim cahaya.

Tiba-tiba...

"BUG!"

Pukulan keras dari seseorang mendarat di kepala Layla dan membuatnya pingsan.

Lima menit....Sepuluh menit...Layla tak kunjung kembali. Suasana hutan mendadak terasa terlalu sunyi. Naluri Zhao Lee langsung berteriak bahwa sesuatu telah terjadi. Zhao Lee mengangkat senapan meningkatkan kewaspadaan

Kemudian...

''BUG!!''

Zhao Lee di sergap dari belakang. Orang itu berhasil membuat Zhao Lee pingsan dan merebut senapannya.

Kondisi Layla...

Di atas tanah datar, di bawah ketinggian 15 meter, Layla tergeletak tak sadarkan diri. Untungnya tidak ada luka yang serius yang di alami Layla, hanya terdapat beberapa luka gores di tubuhnya.

Zhao Lee terbangun dari pingsannya, samar-samar ia mendengar langkah kaki. Siluet bayangan seseorang nampak jelas dari balik pohon. Kemudian laki-laki misterius itu muncul dari sana dan berdiri di hadapannya. Menatap tajam ke arah Zhao Lee penuh arti.

Zhao Lee segera berdiri meningkatkan kewaspadaannya. Ia melihat beberapa pengawal sudah tergeletak di lumpuhkan. Beberapa senapan mereka masih tergenggam, tetapi tak satu pun sempat ditembakkan.

Ponsel Zhao Lee berdering, ia menerima telepon dari paman Chen. Buru-buru ia mengangkat telepon itu sambil waspada.

"Ada penyusup di antara kalian, waspadalah," ucap paman Chen di telepon.

"Aku tau, aku sedang menghadapinya," bisik Zhao Lee kemudian menutup telepon.

Setelah mendengar itu Paman Chen menyiapkan bala bantuan.

Saat ini Zhao Lee sedang berhadapan dengan dalang di balik surat ancaman yang ia terima selama ini.

Zhao Lee berbisik, "Laporan status Layla,"

Kemudian dari micro headset itu terdengar suara robot yang menjelaskan dimana lokasi Layla berada dan status kesehatannya,

"Lokasi terakhir aktif. 286 meter arah timur laut. Detak jantung stabil."

Zhao Lee menghela nafas lega..

"Layla baik-baik saja,'' kata Zhao Lee dalam hati.

Beberapa saat kemudian Layla tersadar. Ia sudah di tempat yang berbeda dari sebelumnya. Tubuhnya kotor dan terasa perih serta kaki yang terkilir. Layla gemetar ketakutan, ini pertama kalinya ia sendirian di hutan yang gelap. Layla memandang langit dan sekitarnya. Ia kebingungan di mana ia berada.

Ia menangis, seketika ia ingat ransel yang di berikan Zhao Lee kepadanya. Ia melihat sekitar mencari ransel itu terjatuh. Tapat berada 10 meter dari sisi kanannya ransel itu berada. Setiap kali menyeret tubuhnya, rasa nyeri menusuk pergelangan kaki. Namun ia terus bergerak menuju ransel itu, seolah benda itu adalah satu-satunya harapan untuk bertahan hidup.

Layla merogoh ransel itu dalam-dalam, ia menemukan telepon satelit di sana. Ada catatan kecil petunjuk penggunaan. Ternyata telepon satelit itu terhubung dengan paman Chen. Dengan panik ia menjelaskan keadaannya kepada paman Chen.

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
Alia Chans
Layla kok di pecat sih... apa jangan " difitnah ya🤔😣😣
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Layla. Ini sudah kehendak takdir
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pastinya saat rapat dia masih memikirkan bagaimana cara membuat Laila takluk dan tunduk padanya
Europa.
sengaja dibuka lah tu
bener² keinginan author yang dicurahkan ke tulisan loh gaa🤭🤭
Lenny Utami: enggak kak aku masih polos kok
total 1 replies
Europa.
langsung disuruh masangin loh yaa/Doge/
Europa.
uluhh uluhh sok cuek banget. padahal dalam hati udah pengen mau meluk layla🤭🤭
Europa.
apakah akan langsung dinikahi? mengingat keinginannya yang sempat ia ucapkan kepada paman yang🤔
Europa.
sudah kuduga tawaran mencurigakan itu akan membawanya kesana/Doge/
Europa.
art yang ngurusin kehidupan pribadi majikan? gaji lumayan? hmm agak mencurigakan ya lowongannya?/Doge//Doge/
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!