NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

[NIKAH KONTRAK]❗
[OBSESI] ❗
[DARK ROMANCE] ❗

start proses : Juni 2026-Ongoing

by Leni Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 28

Layla mengurung diri di kamar, ia duduk di lantai tatami dengan matanya yang sembab. Kata-kata terakhir yang di ucapkan Bennedict masih membekas di ingatan Layla. Kalimat itu seolah-olah menghantuinya setiap waktu.

Zhao Lee berdiri dekat di balik pintu kamar Layla dan berkata...

"Layla, ijinkan aku masuk," ucap Zhao Lee lembut, ia membawa nampan berisi makanan dan obat.

"Pergilah, aku tidak ingin di ganggu," ucap Layla lirih.

Zhao Lee menghela nafas panjang lalu membuka pintu dengan keras.

"Sampai kapan kau akan terus murung begini Layla?" ucap Zhao Lee tegas.

"Bahkan malam ini kau tak menyentuh dan meminum obat mu, Layla. Haruskah aku yang menyuapi mu?" ucap Zhao Lee. Rasa kesal bercampur khawatir menyelimuti Zhao Lee.

Zhao Lee mengambil nafas panjang,

"Layla... ada kabar dari lapas." ucap Zhao Lee pelan.

Layla langsung mengangkat wajahnya.

"Apa maksudmu?" tanya Layla.

Zhao Lee terdiam beberapa detik sebelum menjawab pelan.

"Bennedict meninggal." ucap Zhao Lee.

"Lupakan dia Layla, dia sudah tenang di alam sana,'' ucap Zhao Lee.

"Depresi berat mendorongnya membuat keputusan ekstrim di balik jeruji besi penjara yang dingin," ucap Zhao Lee.

"Tidak, dia bukan orang yang seperti itu," Layla tidak percaya.

"Apa kau yakin, Layla?" tanya Zhao Lee.

Layla ingat sorot mata Bennedict yang gelap waktu itu.

Layla tertunduk lesu, air matanya kembali jatuh menetes.

Zhao Lee meletakan nampan itu lalu memeluk Layla sambil mengusap lembut punggung Layla.

"Ini bukan salah mu, Layla," ucap Zhao Lee.

Layla hanya menangis.

"Cuaca malam ini cerah, mau jalan-jalan bersama ku?" kata Zhao Lee lembut.

Layla menggeleng.

"Ada sesuatu yang indah ingin aku tunjukkan pada mu." ucap Zhao Lee.

Layla menggeleng kembali.

"Aku bukan sedang diskusi Layla," ucap Zhao Lee lembut sedikit mengintimidasi.

Malam itu Zhao Lee dan Layla berjalan berdua di bawah sinar rembulan dan bintang-bintang.

Zhao Lee merangkul pinggang Layla dengan mesra, tatapannya seakan tak ingin berpaling melihat Layla yang berjalan menunduk.

"Singkirkan tangan mu dari dari pinggang ku, Zhao Lee,'' ucap Layla tegas.

"Aku hanya menjagamu, Layla," ucap Zhao Lee lembut.

Layla mengeryitkan dahi..

"Pembohong!" ujar Layla dalam hati.

"Dimana kita?" tanya Layla.

Zhao Lee tersenyum manis...

"Bisa di bilang halaman belakang rumah,''

Layla agak terkejut...

"Dia bahkan punya taman hutan pribadi di belakang rumahnya," kata Layla dalam hati.

"Aku membangun ini untuk hobi berburu ku, namun beberapa tahun belakangan aku sudah jarang ke sini lagi. Pekerjaan membuat ku sibuk.'' ucap Zhao Lee.

Layla hanya diam..

"Mau ikut berburu, Layla. Aku rasa akan mendapat tangkapan besar kali ini. Kita bisa menjumpai hewan-hewan unik di hutan ini." ucap Zhao Lee.

Layla menggelengkan kepala..

"Kalau begitu ini perintah, tidak ada kata menolak," ucap Zhao Lee

Kemudian beberapa saat kemudian mereka sampai di suatu ladang bunga hortensia putih di tengah hutan itu, bunga itu memancarkan warna perak yang indah di bawah sinar bulan.

Layla terpana melihat kecantikan di setiap sinar kelopak bunga itu.

"Mau turun, Layla?" Zhao Lee mengulurkan tangannya. Ia sudah maju lebih dulu turun ke bawah.

Seolah di hipnotis, Layla refleks menyambut tangan Zhao Lee tanpa ragu. Zhao Lee tersenyum melihat ekspresi wajah Layla.

Kemudian mereka duduk di kursi panjang yang ada di sana. Zhao Lee membuka kotak bekal yang ia bawa sedari tadi.

"Makanlah Layla,'' ucap Zhao Lee

Layla melirik kotak bekal itu..

"Haruskah aku yang menyuapi mu?" Zhao Lee tersenyum.

Kemudian Layla makan dan menghabiskan semua isi kotak bekal itu. Zhao Lee kembali tersenyum, misinya sukses untuk membuat Layla makan.

"Katakan padaku Zhao Lee, apa kau terlibat dalam kasus Bennedict?''

"Menurutmu bagaimana?" Zhao Lee tersenyum tipis.

Layla menatap tajam ke arah Zhao Lee, ingin rasanya ia menampar wajah tampan itu...

"Ada yang menantang ku bermain bidak catur Layla. Aku hanya menerima tantangan itu. Aku hanya memastikan bidak itu tidak sampai menyentuh, mu" ucap Zhao Lee tenang.

"Mengapa anda begitu brengsek, saya benci anda," ucap Layla tegas.

"Apa kau tau? Aku melakukan semua ini hanya untuk melindungi mu, Layla," ucap Zhao Lee.

"Melindungi dari apa?! Justru ancaman saya adalah anda, Tuan Zhao Lee yang terhormat," Layla menekankan kalimat terakhir dengan rasa kesal.

Zhao Lee tersenyum tipis.

"Sudah saatnya kita kembali, Layla," ucap Zhao Lee tenang.

Zhao Lee mengulurkan tangannya kembali, namun kali ini Layla menolak.

"Saya bisa jalan sendiri,'' ucap Layla tegas. Zhao Lee hanya tersenyum.

Zhao Lee melirik ke sekeliling, ia meningkatkan kewaspadaannya. Pistol di balik jaketnya siap ia kenakan sewaktu-waktu.

Zhao Lee menghela nafas panjang..

"Kapan mereka akan berhenti menganggu ku. Aku sudah muak," ucap Zhao Lee dalam hati.

Kemudian mereka berjalan pulang.

Zhao Lee merangkul kembali pinggang Layla.

"Apa yang anda lakukan, Tuan,'' ucap Layla ketus.

"Aku hanya berjaga, Layla. Aku sudah mencampurkan obatmu ke dalam makan malam tadi. Aku tahu kalau kuberikan langsung, kau pasti tidak akan meminumnya," ucap Zhao Lee sambil tersenyum.

Layla kembali mentap tajam mata Zhao Lee.

"Bukan obat yang aneh-aneh, itu hanya obat yang kamu konsumsi akhir-akhir ini, Layla. Beberapa hari ini kamu melewatkan jam minum obat mu, kan. Aku hanya membantu," ucap Zhao Lee.

Tak lama kemudian, kelopak mata Layla terasa semakin berat. Tubuhnya kehilangan tenaga hingga tak mampu lagi menopang dirinya.

Zhao Lee menangkap tubuh Layla sebelum terjatuh, lalu menggendongnya kembali ke kamar.

Dengan hati-hati ia membaringkan Layla di atas kasur dan menarik selimut hingga menutupi tubuhnya.

Zhao Lee kemudian berbaring di sisi lain ranjang. Ia tidak memejamkan mata. Dalam gelap, tatapannya terus tertuju pada wajah Layla yang akhirnya tertidur lelap.

Perlahan ia menyelipkan sehelai rambut yang menutupi wajah Layla ke belakang telinganya.

"Selamat malam, Layla," bisiknya pelan.

Di luar kamar, angin malam kembali berembus pelan. Namun Zhao Lee tahu, selama musuh-musuhnya belum benar-benar lenyap, tidak ada satu malam pun yang benar-benar tenang.

*"*"*"*"*"**"

1
Lenny Utami
terimakasih support nya...😭
Tulisan__mawar
Lanjut semangat.
Tulisan__mawar
Layla kamu sangat baik🥹
Tulisan__mawar
Kak soal jalan ceritanya aku suka, tapi terlalu panjang paragraf nya kak.
Tulisan__mawar
Bullying ini namanya. benar itu, mereka hanya iri padamu.
Tulisan__mawar
Ngeselin emang punya mertua nggak tahu malu gitu. kasian loh anak-anaknya, Itu cucu-cucu mu buk.
Tulisan__mawar
Itu memang benar, akhir-akhir ini terasa sangat panas, sangat panas bahkan.
onimaru rascall
up 10 bab di hari Sabtu nanti aku gift kopi🤫🤫🤫
Lenny Utami: hiikkkkssss😭
total 3 replies
Lenny Utami
sudah bagus tapi harus banyak belajar lagi, semangat untuk diriku. aku bangga pada aku
Lenny Utami
terimakasih koreksinya
Lenny Utami
iya...💪
The_D
pelajari lagi dialog tag yah
Nova Indriyani
Semangat /Angry/
Lenny Utami: terimakasih atas dukungannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!