NovelToon NovelToon
Sugar Daddy Dunia Kuno

Sugar Daddy Dunia Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Sugar daddy
Popularitas:51.6k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

Seorang ilmuan jenius yang meninggal di usia muda akibat kelelahan, karena memiliki tubuh yang lemah. Tidak disangka jiwanya merasuk pada seorang pria desa yang hidup sebagai petani miskin.

Orang tua baru saja mati dan dia mendapatkan jatah tanah warisan paling sedikit?

Dikenal orang yang pasif karena tidak pernah melawan?

Namun dia tidak mengeluh, dengan melihat tubuhnya yang kuat dan sehat saja dia sudah sangat bersyukur.

[ Selamat! Kamu telah terikat pada sistem Sugar Daddy ]

"Ha?!"

Dengan sistem yang aneh ini, Lin Chen mendadak menjadi Sugar Daddy zaman kuno.

"Suami, carilah istri lagi... Kami tidak kuat, huhuhu..." Istri pertama mengumpulkan keberanian nya dan menyuarakan suara hati para istri.

***
Kembali lagi di cerita author RAS(BY/AR)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Warning!!!

Setelah role play di lakukan selama beberapa waktu, Lin Chen mendorong Zhilan hingga terlentang di atas ranjang. Tangan nya menarik kedua paha mulus itu hingga melebar dan terangkat ke atas.

"S-suami..."

Zhi Zhilan menutup wajahnya malu, di atas penyinaran dua cahaya obor. Sosok tubuh dan wajah suaminya terlihat jelas, otot-otot perut dan dada yang mengkilap karena cahaya yang terpantul keringat. Entah kenapa membuat pemandangan yang semakin membuat basah.

[ Nama: Zhi Zhilan ]

[ Umur: 17 Tahun 5 bulan... ]

[ Sugar Baby: Lembut dan menggoda 88% ]

Lin Chen menatap layar hologram yang tepat berada di atas Zhilan, hanya tiga informasi. Tidak ada keterangan identitas, yang menandakan identitas nya biasa saja. Namun kualitas sugar baby nya benar-benar bagus, selain nilainya lebih tinggi. Ada juga informasi lain yang mencantumkan lembut dan menggoda.

Lin Chen menggenggam kedua nya dengan masing-masing tangan dan merem AS-nya. "Benar-benar lembut dan menggoda~ "

[ Tuan, sebenarnya sistem bisa membuat kan fitur kedap suara untuk anda. Apakah ingin mendengar nya? ]

Lin Chen tersenyum menyeringai. "Gunakan!"

"Teriak, keluarkan suara mu lebih keras Zhilan~ Suamimu sangat senang mendengar nya!"

Tangannya bergerak perlahan, seolah sedang meremas sesuatu dengan penuh kesabaran. Zhi Zhilan segera memejamkan mata, enggan menyaksikan keadaan yang membuat pipinya memanas. Sentuhan demi sentuhan itu membuat napasnya mulai tidak beraturan, sementara kehangatan yang menjalar perlahan membuat seluruh tubuhnya menegang. Ia hanya mampu menggigit bibir, berusaha menahan suara yang nyaris lolos dari tenggorokannya.

"S-suami, cukup! Jika kau terus melakukan nya lagi, suaraku akan membangun kan yang lainnya" Kedua tangan Zhilan akhirnya menahan kedua tangan Lin Chen.

Senyum Lin Chen malah menyeringai. "Sudah tidak malu lagi huh? Akhirnya tidak sabar dan ingin melihat?" Lin Chen menyingkirkan tangan Zhilan dan kembali menguleni dengan lebih kencang.

Zhilan berteriak tertahan.

"Teriak saja Zhilan, keluarkan suaramu. Suami janji tidak akan ada yang akan mendengar nya selain suami~ "

Saat gelombang kehangatan itu mencapai puncaknya, Zhi Zhilan tak lagi mampu menahan suara lirih yang lolos dari bibirnya. Tubuhnya sedikit bergetar sebelum akhirnya perlahan mengendur. Ia memejamkan mata, menarik napas panjang demi menenangkan debar di dadanya.

Lin Chen mengamatinya sejenak. Melihat wajah istrinya yang masih berusaha mengatur napas, ia hanya tersenyum tipis, seolah memastikan bahwa Zhi Zhilan telah merasa lebih nyaman.

Beberapa saat kemudian, ia kembali mendekat dengan gerakan yang tenang. Tatapan mereka saling bertemu sesaat sebelum Lin Chen meraih tangan istrinya, memberi isyarat tanpa sepatah kata. Zhi Zhilan memahami maksudnya. Dengan pipi yang masih memerah, ia mengangguk pelan, membiarkan momen itu berlanjut di balik tirai malam.

Napas Zhi Zhilan kembali tertahan ketika ia merasakan sentuhan itu hadir sekali lagi. Bahkan sebelum sempat mengangkat pandangan ke arah suaminya, tubuhnya sudah lebih dulu menegang. Sesaat kemudian, rasa asing yang bercampur nyeri perlahan menjalar, membuat jemarinya tanpa sadar mencengkeram lebih erat pada pundak suaminya. Ia menggigit bibir, berusaha menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru pertama kali ia rasakan.

"S-suami!! Apa yang kamu lakukan...!! Sakit sekali" Air mata mulai mengembun di pelupuk matanya. Dia tidak menyangka setelah kenikmatan akan ada rasa sakit, dia pikir. Bukankah dia dan suaminya telah melakukan nya? Kenapa sekarang jadi seperti ini?!

"Tahan sayang, suami akan memberikan mu kenikmatan yang lebih memuaskan lagi. Jika sakit cengkram saja bahu suami atau cakar saja~" Bisiknya lalu Lin Chen melumat bibirnya, membuat pikiran Zhilan sedikit teralihkan dari rasa sakit.

"Arghhhh, suami!!" Teriak Zhilan.

Kedua tangan itu refleks mencakar punggung Lin Chen, dan suara di benak sistem mulai terdengar. Namun, saat ini mendengarkan dan membuka hadiah sistem sangatlah menganggu kesenangan.

Lin Chen menenangkan Zhilan dengan ciuman dan kata-kata bajingan online yang langsung menenangkan hati gadis polos.

Setelah Zhilan mulai tenang, Lin Chen mulai menggoyangkan pinggulnya pelan.

"Ssst-- Suami..."

"Tidak apa-apa, enak bukan?"

Zhilan memejamkan mata. Perlahan, ketegangan yang semula memenuhi tubuhnya mulai menghilang, berganti dengan rasa hangat yang sulit dijelaskan. Semakin lama, ia mampu menyesuaikan diri dengan irama yang dibawa Lin Chen.

Melihat sang istri mulai tenang, Lin Chen mengusap punggungnya dengan lembut sambil terus memeluknya erat. Napas keduanya kian memburu, menyatu dalam keheningan malam yang hanya sesekali dipecahkan oleh suara lirih Zhilan.

Lin Chen menatap wajah yang mulai dihiasi rona merah itu. Ekspresi tersebut membuatnya enggan mengalihkan pandangan, seolah waktu berhenti hanya untuk mereka berdua.

Dengan satu gerakan mantap, ia mengangkat tubuh Zhilan ke dalam pelukannya. Zhilan yang sempat terkejut refleks merangkul leher suaminya. Ketika membuka mata, ia mendapati Lin Chen telah berdiri di sisi ranjang, sementara pelukan hangat di antara mereka tak pernah terlepas.

"S-suamihh..."

"Ssstt, jangan di tahan, suaramu indah sekali~"

Zhilan tanpa sadar merangkul leher Lin Chen semakin erat, sementara kedua kakinya ikut menguatkan pelukannya. Dalam hati ia tak mampu menyembunyikan rasa heran; meski menggendongnya sambil berdiri, Lin Chen tetap terlihat begitu mantap dan tenang, seolah keadaan itu sama sekali tidak menyulitkannya.

"Zhilan, aku sampai!!"

Lin Chen memeluk Zhilan semakin erat hingga napas keduanya perlahan kembali teratur. Zhilan merasakan kehangatan menjalar di sekujur tubuhnya, membuatnya tanpa sadar memejamkan mata sejenak sebelum kembali menatap sang suami.

Saat mata mereka bertemu, Zhilan melihat sorot mata yang dipenuhi kelembutan, namun masih menyimpan ketegasan yang membuat jantungnya berdebar.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Lin Chen mengangkatnya dari sisi ranjang dan membawanya bersandar di dekat dinding, sementara malam yang panjang masih menyisakan banyak momen yang tak perlu diungkapkan dengan kata-kata.

Melewati tengah malam bahkan hampir ayam jantan berkokok, Lin Chen masih terus berkuasa di atas ranjang seolah tenaganya tidak pernah terkuras. Pinggang nya dengan gerakan brutal yang konstan terus bergerak.

Menyiksa dengan rintihan menyedihkan, akhirnya saat hampir fajar tiba Lin Chen melepaskan tubuh dengan mata sembab dan suara yang mulai melemah itu.

Tubuh Zhilan bergetar dengan hidung memerah tersumbat banyak menangis, matanya sembab. Namun begitu suaminya akhirnya melepaskan nya, dia tidak peduli lagi dan langsung tertidur seperti pingsan.

Lin Chen mengecup kening nya dan menutupi tubuhnya dengan selimut bulu angsa yang hangat, sesuai deskripsi sistem. Tubuh Zhilan memang lembut dan menggoda, dia pikir itu hanya mencakup sikap nya saja yang lembut namun menggoda. Ternyata tubuhnya pun sama saja.

Lin Chen berdiri lalu meregangkan tubuhnya, sejujurnya dia merasa sangat berenergi dan tidak ada sedikitpun kelelahan. Kemarin malam dia langsung tertidur, padahal belum ada sampai tengah malam. Mungkinkah hadiah penguat fisik kali ini meningkatkan stamina nya?

Lin Chen memungut pakaian di lantai lalu berjalan ke luar dengan tanpa sehelai benang pun dengan bagian belalai masih tegak.

Dia melirik cucian piring di atas meja makan dan akhirnya membereskan nya dan membawanya ke ruang mandi untuk di cuci.

1
Dewiendahsetiowati
dikira ada masalah ternyata masalah Byang hajat🤣🤣
Amarilys
aku selalu menanti ceritamu kak, dari zaman chat story aku suka banget 😍
Owner MBG, Amiin: Makasih banyak 🤩😘
total 1 replies
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍👍
Hatijah Cantik
kurangi scene masalah makanan
Hatijah Cantik
Li Chen harus punya daerah kekuasaan
Rickielessta
siiippppp
Owner MBG, Amiin: Makasih kak
total 1 replies
casanova
kecil amt thor TB nya 185 cm tapi itu nya cuma 12 cm gua aja yg 160 aja 14
Owner MBG, Amiin: PAMER!!! PAMER!!! 🙄😒
total 1 replies
Rindi Zie ⍣⃝కꫝ 🎸
lin chen yg super hebat ini mkin bnyk penggemar nya deh 💪
Florence
👍
Florist
kc
Someone
👍👍
Hatijah Cantik
biar chunchua untuk j inbao saja kasian jinbao TDK punya pasangan lagipula chunchua TDK sanggup melayani Li Chen nantinya🤭
Ribka Pratisia
bagus
Owner MBG, Amiin: Makasih
total 1 replies
Ria Wahyu putri
bagus ceritanya
Owner MBG, Amiin: Thanks
total 1 replies
Hatijah Cantik
bisa2 isterinya pingsan kalo Li Chen TDK memberi kekuatan pada semua isterinya ,Thor TDK usah terlalu kuat nanti isterinya mati kalo gak kuat
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!