NovelToon NovelToon
Istri Pengganti Yang Terluka

Istri Pengganti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Balas Dendam
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Dua jam sebelum akad, Devon tiba-tiba dijebak masuk penjara. Demi harga diri keluarga, Liam terpaksa turun tangan menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Mira Hazelya.

​Namun, malam pertama yang seharusnya indah justru berubah menjadi neraka. Liam murka saat mendapati fakta bahwa istri barunya ternyata sudah tidak lagi perawan!

​"Kau memanfaatkanku?! Kau menjebakku untuk menjadi penanggung jawab dosa orang lain?!" bentak Liam penuh amarah, siap melayangkan talak.

​Tepat sebelum Liam melangkah pergi, sebuah rahasia besar terbongkar. Noda di tubuh Mira bukan karena ia wanita murahan, melainkan bukti pengorbanan berdarah demi menyelamatkan keluarga Liam dari kehancuran.

​Saat rasa benci dalam semalam berubah menjadi rasa bersalah yang mencekik dada, sanggupkah Liam menyembuhkan luka di hati Mira? Sementara di kampus, mereka harus bersandiwara seolah tidak saling kenal!

Kita Simak Yuk Kisah Selanjutnya Di Novel => Istri Pengganti Yang Terluka.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Ruang kerja privat itu mendadak kehilangan seluruh pasokan udaranya. Kertas-kertas dokumen investigasi rahasia yang berserakan di atas lantai marmer seolah memancarkan aura kelam, menuntut pertanggungjawaban atas ketidaktahuan yang berujung kekejaman.

Liam Oliver masih mematung di tempatnya berdiri. Tubuh tegapnya yang biasa memancarkan dominasi mutlak kini tampak kaku, layu oleh hantaman kenyataan yang terlalu biadab untuk dicerna oleh akal sehatnya.

Jemari tangannya yang mengepal kuat mulai bergetar hebat, bukan lagi karena amarah yang membakar ego prianya, melainkan karena rasa sesal yang teramat pekat yang mendadak meluap dari dasar dadanya.

"Diculik... disekap selama tiga hari... diperkosa secara paksa oleh musuh bisnis keluarga Oliver..."

Kata-kata dari lembar laporan medis forensik itu terus berputar-putar di dalam kepalanya, menjelma menjadi suara-suara gaib yang menertawakan kedangkalan logikanya. Setiap kalimat tuduhan keji yang beberapa menit lalu ia lontarkan kepada Mira di atas ranjang kini berbalik arah, menyerang batinnya sendiri bagai rentetan peluru tajam.

"Wanita penipu."

"Tidak berharga untuk bersanding dengan keluarga Oliver."

"Tempat penampungan aib."

"Ugh..." Liam mengerang rendah, tangannya bergerak mencengkeram rambut hitamnya sendiri dengan kasar.

Napasnya memburu, pendek-pendek dan terasa sangat mencekik. Dada bidangnya naik turun dengan ritme yang kacau. Untuk pertama kalinya, sang pewaris takhta Oliver Group yang berdarah dingin itu merasakan bagaimana rasanya dunia runtuh dalam hitungan detik.

Papa Bramantyo yang duduk di kursi kebesarannya hanya bisa memandang putranya dengan tatapan yang sarat akan kepedihan mendalam. Air mata perlahan mengalir di pipi pria paruh baya yang telah memakan banyak asam garam kehidupan itu.

"Malam itu... malam tanggal 14 Oktober, seharusnya menjadi malam kematian kakakmu, Devon," suara Papa Bramantyo terdengar begitu lirih, bergetar menahan beban rasa bersalah yang selama ini dipikulnya sendiri.

"Musuh kita telah merancang skenario pembunuhan yang sempurna di perbatasan. Devon sudah melangkah menuju jebakan itu. Tapi Mira... anak perempuan dari sahabat lama Papa yang tidak tahu apa-apa soal kekejaman dunia bisnis kita, secara tidak sengaja mendengar rencana pembunuhan tersebut saat berada di lokasi yang sama."

Papa Bramantyo menjeda kalimatnya, terbatuk kecil menahan sesak di dadanya sebelum melanjutkan, "Dia tahu risikonya. Dia tahu dia bisa mati. Tapi demi menyelamatkan Devon, demi mencegah keluarga Oliver runtuh dalam duka, Mira sengaja menabrakkan mobilnya, memancing perhatian para pembunuh bayaran itu agar mengejarnya. Dia menukar nyawanya... menukar kehormatannya, agar kakakmu bisa tetap hidup dan berdiri memimpin korporasi kita saat ini!"

DEG.

Jantung Liam berdesir aneh. Rasa sakit yang teramat sangat menjalar ke seluruh pembuluh darahnya. Skenario yang selama ini ia agungkan, bahwa Mira adalah wanita licik yang mendekati kakaknya demi harta, hancur lebur tanpa sisa.

Mira Hazelya bukanlah seorang penjahat. Dia adalah perisai berdarah yang menampung seluruh kutukan dan kebencian yang seharusnya mengarah pada keluarga Oliver.

"Lalu... kenapa dia harus memakai cadar, Pa?" tanya Liam, suara baritonnya yang biasa tegas kini terdengar parau, pecah oleh emosi yang tertahan di tenggorokan.

"Trauma, Liam! Trauma yang sangat hebat!" bentak Papa Bramantyo dengan sisa kekuatannya, menatap Liam dengan kilat mata yang tajam. "Setelah diselamatkan dari gudang terkutuk itu, Mira tidak bisa melihat wajah pria asing. Dia akan menjerit histeris jika ada kulit pria yang menyentuhnya. Kain cadar itu adalah perlindungan terakhirnya, benteng pertahanan psikologisnya agar dia merasa aman dari dunia luar yang telah menghancurkannya!"

Papa Bramantyo perlahan bangkit dari kursinya, melangkah dengan bertumpu pada tongkat kayunya hingga berdiri tepat di hadapan Liam.

"Dia setuju menikah kontrak denganmu bukan karena dia menginginkan posisinya sebagai nyonya Oliver. Dia melakukannya karena Papa yang memohon, Liam. Papa memohon agar dia mau berada di bawah perlindungan hukum nama besar kita, agar musuh bisnis kita tidak bisa menyentuhnya lagi. Dan dia berjanji untuk diam, menutup rapat mulutnya tentang malam kelam itu, agar harga diri Devon dan nama baik Oliver Group tetap berdiri tegak di mata publik!"

"Dan kau..." Papa Bramantyo menunjuk dada bidang Liam dengan jarinya yang bergetar. "Kau yang tidak tahu apa-apa, justru merenggut paksa cadarnya, membentaknya, dan menghakiminya sebagai wanita kotor di malam pertama kalian! Kau tahu apa yang baru saja kau lakukan? Kau baru saja menusuk kembali luka yang belum sempat mengering di dalam jiwanya!"

Setiap kata dari Papanya terasa seperti tamparan fisik yang mendarat telak di wajah tampan Liam. Keangkuhan yang selama ini ia banggakan runtuh total, menjelma menjadi rasa hina yang teramat sangat pada dirinya sendiri.

Bayangan Mira yang tergugu di sudut ranjang kembali terlintas dengan begitu jelas di pelupuk mata Liam.

Ia teringat bagaimana wanita itu memeluk lututnya sendiri, bagaimana sepasang mata bulatnya yang indah menatapnya dengan tatapan memohon, bukan memohon ampun karena bersalah, melainkan memohon agar Liam berhenti menyiksanya dengan kata-kata kejam yang membangkitkan memori neraka masa lalunya.

"Aku... apa yang sudah kulakukan?" batin Liam, kedua tangannya yang mengepal kini melemas, jatuh tak berdaya di sisi tubuhnya.

Rasa penyesalan yang teramat besar merayap naik, mencekik sanubari Liam hingga ia merasa menjadi makhluk paling menjijikkan di atas muka bumi ini. Pria yang terbiasa mengatur strategi bisnis bernilai triliunan rupiah itu kini mendadak linglung, tidak tahu harus berbuat apa untuk menebus dosa besarnya.

Tanpa sepatah kata pun lagi, Liam memutar tubuhnya dengan cepat. Gerakannya yang dinamis dan penuh urgensi membuat jas abu-abunya sedikit terkibas. Aura dinginnya kini telah menguap, berganti menjadi kepanikan dan kecemasan yang luar biasa seorang pria yang takut kehilangan kesempatan untuk meminta maaf.

Liam melangkah lebar, setengah berlari memotong ruang kerja menuju pintu keluar. Ia memutar kenop pintu kayu jati tebal itu dengan sentakan kuat, lalu bergegas kembali menyusuri koridor penthouse yang sepi menuju kamar pengantin mereka.

Langkah kakinya yang berat berdentum di atas lantai marmer, seirama dengan detak jantungnya yang kian berpacu gila. Di dalam benaknya hanya ada satu nama yang terus menggema - Mira Hazelya.

Pria yang awalnya berniat pergi meninggalkan hotel malam itu, kini justru berlari kembali dengan seluruh jiwa dan raga yang dipenuhi oleh rasa bersalah yang tak bertepi, bersiap untuk bersujud di hadapan wanita suci yang telah ia hancurkan hatinya.

...----------------...

To Be Continue ....

1
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
cemburu tanda cinta ...❤️
marah tandanya sayang 🤗
Arkan kamu sudah lupa dengan perjanjian itu 🤸🏼‍♀️😅
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Eva Karmita
makanya jangan so nolak kamu Arkan jadi pusing sendiri kan 😤🤣🤣🤣
Eva Karmita
seriyus mau nanya apa nama pu nya di ganti ...??
padahal bagus Liam
Eva Karmita
kenapa namanya di ganti otor yg tadinya Liam kenapa berubah jadi Arkana. 🤔🤔🤔
Riana Utami
puasssss
makanya jangan sok berkuasa 🫤🫤
Lovita BM
kq jd Arkan Oliver namanya, bukanya Liam Oliver ????
Eva Karmita
lanjut otor semangat 🔥💪🥰
Lovita BM
luar biasa
Lovita BM
👍👍👍👍👍💪
Eva Karmita
kita lihat apakah liam mampu merebut hati Mira
Eva Karmita
ya Allah kasihan Mira jadi korban penculikan dan pemerkosaan 🥺
Eva Karmita
percuma menjelaskan Mira lebih baik kamu diam ... biarkan waktu yang berbicara
Eva Karmita
Liam edan main talak" aja ...awas aja nanti kamu menyesal 🥺
Dibalik Senja
Lebih baik diem mira biarkan liam dngn asumsinya krn wlupun kau membela diri dia tdk akan percaya ...talak sdh diucapkan dan mira pasti akan pergi liam tnpa dimintapun
Dibalik Senja
Tdak apa2 dicerai sdh bkn jdohnya jngn dtangisi lebih baik begitu dr pd setiap hari disiksa dan direndahkan....CEO gemblung mainya kekerasan tnpa tau permasalahan merasa pnya dinasti diluar angkasa sungguh awak gemess
N Wage
apa maksud dr paragraf "Di sana,di atas seprai putih bersih yang tertutup beberapa kelopak mawar,tidak ada tanda2 kesucian yang biasanya dst..."

emangnya seperti apa?
N Wage
bukan altar KK...meja akad😊
Lovita BM
👍👍👍💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!