NovelToon NovelToon
Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Pantaskah Aku Mencintai Seorang Polisi?

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Terlarang / Mengubah Takdir
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

Menghuni penjara kelas kakap bukanlah hal tersulit bagi Marysa. Yang benar-benar menghancurkannya adalah kenyataan bahwa pria yang memborgol tangannya adalah Herry, cinta masa lalunya yang kini menjabat sebagai kapten polisi dan ironisnya, Herry sama sekali tidak mengingatnya. dan bahkan terdengar jika Herry akan segera menikah.

​Memilih mati daripada terus tersiksa oleh ingatan, sang Ratu Mafia mengatur pelarian besar dari Negara aslinya Korea menuju ke negara tropis, Indonesia. Rambut panjangnya dipangkas pendek, kemewahannya ditanggalkan, dan kini ia menyamar sebagai Tania, seorang tukang sapu jalanan yang tak kasatmata.

​Namun, kedamaian barunya terusik ketika jalanan mempertemukannya dengan Rangga. Pria playboy yang terbiasa berganti-ganti Wanita itu mendadak penasaran setengah mati pada sosok Tania, yang dingin.

Akankah samaran Marysa terbongkar saat seorang playboy itu mulai tulus mencintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Gemes!

...

Cahaya fajar yang pucat merayap perlahan menembus celah gorden ruang perawatan VIP, memotong keremangan kamar yang sepanjang malam diselimuti hawa dingin pendingin ruangan. Bunyi teratur dari monitor jantung di dekat ranjang ayah Rangga masih terdengar konstan, menjadi satu-satunya melodi yang menemani kesunyian pagi.

Tania terbangun terlebih dahulu. Jiwanya yang terlatih dalam kewaspadaan tinggi membuat kelopak matanya terbuka sepenuhnya dalam satu kedipan tanpa rasa kantuk yang tersisa. Dia menegakkan kepalanya perlahan dari atas lipatan tangan, merasakan otot lehernya sedikit kaku akibat posisi tidur yang tidak ideal.

Namun, gerakan tubuhnya mendadak terhenti. Alisnya yang tipis menyengkrit halus saat sepasang mata kelamnya menangkap sosok pria jangkung yang meringkuk di kursi sebelah.

Rangga masih terlelap. Pria itu tidur dengan posisi yang sama persis dengannya semalam. membaringkan kepala di atas lengan di pinggiran ranjang besi, menghadap langsung ke arahnya. Jarak mereka begitu dekat hingga embusan napas hangat Rangga yang teratur bisa terasa di kulit tangan Tania.

Tania menatap wajah itu dalam diam. Rasa penasaran yang ganjil mendadak merayap di benak seorang Marysa. Alih-alih langsung bangkit berdiri dan pergi seperti kebiasaan dinginnya, dia justru kembali menurunkan kepalanya perlahan. Dia membaringkan pipinya di atas lipatan lengan, menyejajarkan tatapannya dengan wajah Rangga yang masih terpejam.

Tangan kanan Tania terangkat perlahan. Gerakannya sangat lambat, seolah-olah sedang mengendap-endap di dalam misi rahasia. Jemarinya yang ramping bergerak menyingkirkan beberapa helai poni rambut hitam Rangga yang berantakan, yang menutupi dahi dan sebagian alisnya.Tania mengamati setiap detail guratan wajah pria di hadapannya.

Kenapa jika sedang tertidur, dia sama sekali tidak terlihat seperti pria playboy bajingan yang dibicarakan orang-orang di pasar? batin Tania.

Dalam ketidaksadarannya, ketengilan dan senyum menyebalkan yang biasa dipamerkan Rangga menguap tanpa sisa. Garis wajahnya tampak melunak, memancarkan ekspresi yang begitu polos, lelah, dan jujur tipe wajah seorang anak laki-laki yang memikul beban berat dunia di pundaknya tanpa pernah mengeluh. Ada kehangatan murni yang memancar dari sana, sesuatu yang belum pernah ditemui Tania di dunia lamanya yang dipenuhi para pengkhianat berjas mewah.

Tangan Tania masih tertahan di posisinya, sejari jaraknya dari pelipis Rangga, ketika tiba-tiba sepasang mata sipit di hadapannya bergerak kecil. Beberapa detik kemudian, kedua mata Rangga terbuka perlahan.

Mereka berdua sama-sama terdiam.

Waktu seolah membeku di dalam kamar putih itu. Tidak ada yang bergerak, tidak ada yang menarik diri. Jarak yang menyisakan keintiman ganjil membuat detak jantung Rangga mendadak melompat gila-gilaan di dalam dadanya. Pria jangkung itu langsung tersadar sepenuhnya begitu melihat wajah porselen Tania berada tepat di depan matanya, dengan jemari ramping wanita itu yang masih melayang di dekat rambutnya.

Sudut bibir Rangga berkedut hebat. Ada dorongan kuat dari dalam hatinya untuk melepaskan senyuman lebar, Namun, dia menahan sekuat tenaga otot-otot wajahnya. Dia tidak ingin merusak suasana magis yang langka ini. Dia takut jika dia tertawa atau bersuara kencang, dinding es Tania akan kembali naik dan wanita itu akan menjauh darinya.

Tania kembali menyengkritkan alisnya, menatap lurus ke dalam manik mata sipit Rangga yang tampak berkilau diterpa cahaya fajar. Entahlah, di tengah keheningan yang intens itu, tiba-tiba saja ada sebuah pertanyaan random yang ingin lolos dari bibirnya. Sesuatu yang berada di luar nalar logisnya sebagai bos Mafia.

"Berapa umurmu?" tanya Tania, suaranya terdengar pelan, kaku, dan rendah.

Rangga terdiam sejenak, matanya berkedip tidak percaya. Kenapa tiba-tiba menanyakan umur dalam posisi sedekat ini? Tania bener-bener random sekali, batin Rangga, rasa geli dan gemas mendadak membuncah di dadanya. Menurutnya, kelakuan kaku wanita di hadapannya ini justru terlihat sangat lucu dan menggemaskan.

Rangga membetulkan posisi kepalanya sedikit tanpa menjauh, lalu menjawab dengan suara serak khas orang baru bangun tidur. "Aku 28 tahun, Neng. Kamu sendiri?"

Tania menjawab langsung tanpa jeda, "26 tahun."

Dia menatap mata Rangga selama dua detik lagi, seolah sedang memproses angka-angka tersebut di dalam otaknya. Setelah itu, dengan gerakan kaku, Tania menegakkan tubuhnya, duduk tegak di atas kursi besi dan memutuskan kontak visual yang intim tadi.

"Kamu tidak nampak seperti orang berumur 28 tahun," ucap Tania datar, merapikan kaos oversize hitamnya yang agak kusut. "Kamu terlihat lebih muda. Seperti anak-anak."

Setelah melontarkan kalimat yang terdengar jujur namun kaku itu, Tania langsung bangkit berdiri dari kursinya. Dia mengambil tas kecilnya dengan gerakan efisien. "Saya akan kembali ke kontrakan sekarang. Harus mandi dan bersiap untuk bekerja."

Rangga ikut menegakkan tubuhnya, duduk di pinggiran ranjang sambil meregangkan punggungnya yang pegal. Dia menatap punggung tegak Tania yang mulai melangkah menuju pintu kamar. "Iya, Neng. Hati-hati di jalan, ya. Nanti tak susul ke pos penjagaan setelah aku pamit sama perawat."

Tania tidak berbalik, dia hanya mengangkat tangan kanannya sebentar sebagai tanda bahwa dia mendengar, sebelum akhirnya membuka pintu kayu tebal itu dan menghilang di balik lorong putih rumah sakit.

Begitu pintu tertutup rapat dan langkah kaki Tania tidak lagi terdengar, pertahanan Rangga runtuh. Pria jangkung itu tidak bisa lagi menahan emosinya. Dia melepaskan senyuman lebarnya, lalu tertawa ringan sendirian di dalam kamar yang sunyi. Dia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan, merasakan pipinya yang masih terasa panas terbakar.

"Gemes..." gumam Rangga pelan, sisa tawanya masih menggantung di sudut bibirnya. Rasa sesak dan bersalah akibat kejadian di pos ronda itu seolah menguap begitu saja, digantikan oleh letupan kebahagiaan baru yang membuat jiwanya yang kasat kusut kembali bertenaga

...

Di belahan kota yang berbeda, atmosfer yang jauh lebih formal dan dingin menyelimuti sebuah kompleks gedung serbaguna berarsitektur kolonial di kawasan elite Jakarta Pusat.

Mobil sedan mewah hitam yang membawa Kapten Herry perlahan berhenti di depan lobi utama yang megah. Hari ini adalah jadwal resmi bagi Herry untuk melakukan survei lokasi tempat pelaksanaan pesta pernikahan VIP-nya bersama Jessica Hwang Won. Berdasarkan kesepakatan tingkat tinggi antara keluarga Han dan pihak protokoler militer, acara pernikahan tersebut akan mengambil nuansa barat yang sangat elegan, megah, dan steril dari gangguan publik sebuah konsep yang secara penuh diminta oleh Jessica demi menjaga gengsi keluarganya di mata para kolega internasional.

Herry melangkah keluar dari mobil, mengenakan kemeja formal putih dengan jas hitam yang membalut tubuh tegapnya dengan sempurna. Sifat diktator dan dinginnya sebagai perwira elit kepolisian terpancar kuat dari setiap langkah kakinya di atas lantai marmer yang mengkilap.

Di sebelahnya, Jessica berjalan dengan anggun, menggandeng lengan kiri Herry sembari mendengarkan penjelasan dari beberapa perwakilan wedding organizer lokal yang mendampingi mereka. Wanita itu tampak sangat antusias, menunjuk ke arah pilar-pilar besar dan langit-langit gedung yang dihiasi lampu kristal mewah.

Namun, di balik penampilannya yang tenang dan patuh, pikiran Herry berada di tempat yang sama sekali berbeda. Pikirannya benar-benar campur aduk, dilingkupi oleh kegelapan emosi yang semakin menekan dadanya.

Saat matanya menatap hamparan karpet merah dan dekorasi bunga putih yang elegan di dalam aula besar tersebut, yang terbayang di kepala Herry bukanlah momen sakral pernikahannya dengan Jessica. Insting liarnya justru terus-menerus memutar ulang rekaman memori tentang Marysa, tatapan mata tajam sang ratu mafia saat mereka saling berhadapan di ruang interogasi Seoul, dan bayangan sekilas rambut cokelat pendek wanita penyapu jalanan waktu itu.

Herry mengepalkan tangan kanannya yang tersembunyi di dalam saku celana. Rasa frustrasi yang dingin merayap di sela-sela tulang rusuknya. Dia tahu dia sedang berdiri di atas panggung sandiwara pernikahan yang mewah, namun jiwanya yang dipenuhi obsesi gelap menolak untuk tunduk.

Di bawah langit Jakarta yang gerah ini, pencariannya terus berjalan di bawah permukaan, menanti saat yang tepat di mana seluruh kebohongan ini akan hancur berantakan.

...

1
falea sezi
kenapa alurnya lambat thor
kikyoooo: Alurnya emang sengaja dibikin slow burn, biar pondasi karakter sama dunia-nya mateng dulu. Nanti pas konflik gede masuk, impact-nya baru kerasa. Sabar ya...


tapi kalau memang ganggu next bikin yang penting penting aja....😌😇😇
total 1 replies
falea sezi
🤣🤣 rangga pasti kepikiran anu nya buat gantiin rokok🤣🤣
falea sezi
🤣🤣 tania oh tania 🤣 lu uda gk di harepin ma cowok. matre itu kapten sombong😒 uda lupain. masih aja. lu. penasaran lu itu g di ingat sekali. lagi jasa lu g di ingat amnesia lah konon tp ma cwek kaya dia nikahin kan bangke
falea sezi
🤣🤣 tania lu cocok ma rangga deh dripada kapten g tau diri yg matre itu🤣
falea sezi
kenapa muter doank sih thor
kikyoooo: mutèr gimana kak? maaf
total 1 replies
falea sezi
sebel liat kapten sok ganteng gk tau diri😒
falea sezi
moga aja ma rangga aja
falea sezi
gantengnya mas rangga🤣 ma rangga aja lahh biar miskin bukan tunangan orang yg gk tau Terima kasih😒
falea sezi
lanjut donk bkin si neng di taksir cogan 😒 sebel liat polisi sok cakep uda nikah aja ma anak komandan mu itu🤣 abis itu ingatan balik nyesel lu pria g tau diri🤭
falea sezi
nikah aja sana 😒 biar si neng ma cogan di Indonesia aja🤭
falea sezi
😕 nyesek amat sih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!