NovelToon NovelToon
THE AGENTS : Perburuan Aset

THE AGENTS : Perburuan Aset

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Thriller / Mata-mata/Agen
Popularitas:35.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Sequel Kembalinya Sang Agen Rahasia & Heroes

Zyan kembali menjalani misi. Kali ini akan menjadi misi terakhirnya, mencari keberadaan Arkan, juniornya.

Siapa sangka kembalinya pria itu ke lapangan malah menemukan konspirasi sejumlah petinggi menggagas Project Black Lock. Diam-diam mereka mengembangkan virus yang diberi nama Regalis-V.

Ada enam target yang sedang dibidik untuk memproduksi Regalis-V. Salah satunya adalah Arsela, anak presiden.

Ketegangan semakin bertambah ketika Zyan tahu target terakhir adalah anaknya sendiri.

Bersama dengan Arkan, pria itu berjibaku, berusaha menyelamatkan target dan menghancurkan Black Lock.

Dalam aksinya, mereka mendapatkan bantuan dari seorang agen tambahan.

Siapakah agen tersebut?

Jangan lupa ikuti medsosku di
FB : Khairunnisa (Ichageul)
IG : ichageul9563
TT : @novelme @ichageul21
Threads : Ichageul

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Operasi Pengalihan

Saat mendekati lounge, Lyra terkejut ketika melihat petugas di sampingnya jatuh pingsan. Sergio yang sedari tadi mengikuti mereka memukul tengkuk pria itu hingga tak sadarkan diri. Setelahnya Sergio mengajak Lyra melarikan diri.

“Cepat lakukan check-in,” titah Sergio sambil meninggalkan koridor lounge.

“Tapi kalau aku tidak naik, tetap saja statusku akan tercatat sebagai no-show.”

“Tenang saja. Aku punya kenalan yang bisa mengurus itu. Cepat lakukan, waktu kita tidak banyak. Anak buah Arman bisa tiba kapan saja.”

Lyra segera menuju konter untuk melakukan check-in. Pesawatnya sendiri akan terbang sekitar setengah jam lagi. Usai melakukan check-in, Sergio segera membawa Lyra pergi dari bandara.

Sementara itu, anak buah Arman sedang menuju bandara menggunakan dua kendaraan. Namun perjalanan mereka terhambat di beberapa titik.

Ada yang ditutup karena sedang melakukan perbaikan jalan, ada juga yang terjebak kemacetan karena pertengkaran yang terjadi antar pengemudi ketika mobil mereka bersenggolan.

Tentu saja semua itu karena ulah Sergio. Dia menghubungi beberapa temannya yang bisa dimintai bantuan. Akibatnya perjalanan menjadi lebih lambat. Mereka tiba di bandara lima menit sebelum pesawat tinggal landas.

Melihat ada enam pria berjas hitam memasuki bandara, seorang petugas pengumpul troli yang melihat itu segera mendorong troli yang cukup panjang ke enam orang tersebut. Langkah mereka tertahan akibat rangkaian troli yang menghalangi jalan.

“Cepat singkirkan ini!” hardik salah satu petugas.

“Maaf.”

Sang petugas langsung mendorong trolinya hingga jalan kembali terbuka. Keenam orang tersebut segera menuju pintu keberangkatan. Langkah mereka tertahan oleh petugas di sana.

“Kalian mau ke mana?”

“Kami ingin menemui salah satu penumpang.”

“Penerbangan nomor berapa?”

“Saya tidak tahu, yang pasti dia naik Sky Airways tujuan Barquisimeto.”

“Mohon maaf, pesawat Sky Airways baru saja tinggal landas.”

“Sial!” maki pria berjas hitam itu. Dia langsung menghubungi Arman, mengabarkan kegagalan mereka mencegah kepergian Lyra.

Sementara itu, di tempat lain yang tidak terlalu jauh, Kael sedang mengawasi keenam orang tersebut. Setelah Lyra berhasil keluar dari bandara dengan selamat, sekarang giliran Arsela yang bergerak. Pria itu segera menghubungi Erik. “Waktunya Arsela keluar.”

Setelah mendapat perintah dari Kael, Arsela langsung bergerak. Wanita itu menuju kedai kopi yang ada di bandara. Erik mengikutinya dari belakang dengan langkah pelan agar tidak terlihat mencurigakan.

Sambil membawa dua cup kopi di tangannya, Arsela keluar dari kedai. Tanpa sengaja kepalanya menoleh, memperlihatkan wajahnya agar tertangkap kamera CCTV.

Arsela hanya menolehkan wajahnya sekilas tapi sudah cukup membuatnya tertangkap kamera. Setelahnya dia kembali berjalan meninggalkan tempat tersebut.

Pancingan yang dilakukan Arsela berhasil. Wajahnya yang tertangkap rekaman CCTV bandara langsung terkirim pada Arman. Pria itu langsung menghubungi enam anak buahnya yang masih berada di sana.

Keenam pria itu langsung berpencar mencari keberadaan Arsela.

Melihat pihak lawan sudah mulai bergerak, Kael memerintah agen yang menyamar sebagai Arsela bersiap.

Saat Arsela dan Erik hendak menuju lounge yang ada di lantai dua, keduanya langsung disergap oleh anak buah Arman.

Erik yang bertugas menjaga keselamatan Arsela langsung melawan. Tiga agen yang berada tak jauh dari mereka segera membantu.

Di tengah perkelahian, salah satu pria berjas hitam menarik tangan Arsela. Pria itu menyeret Arsela menjauh dari sana. Di dekat tangga, Kael sudah menunggunya.

Pertarungan di antara keduanya segera terjadi. Dengan isyarat kepala, Kael meminta Arsela sedikit menjauh.

Kael menunduk ketika sebuah tendangan mengarah padanya. Dia berjongkok sambil menyapukan kakinya. Pria yang menyerangnya terjatuh ketika kakinya terkena sapuan.

Baru saja punggungnya mendarat di lantai, sebuah tendangan mengenai wajahnya dengan cukup kencang.

Tubuh pria itu meluncur di lantai hingga kepalanya membentur tembok di belakangnya. Dia berusaha untuk bangun sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri.

Arsela yang sejak tadi memperhatikan perkelahian itu, terkejut ketika seseorang meraih tangannya dan menyeretnya pergi.

Pegangan pria itu terlepas ketika tendangan Kael mengenai tangannya. Tanpa ampun Kael langsung menghajarnya.

Tubuh pria itu terkapar tidak berdaya setelah mendapat pukulan dan tendangan dari Kael. Satu rekannya yang sudah berhasil bangun bermaksud membantu. Namun pria itu kembali dibuat jatuh tersungkur oleh tendangan Kael.

Setelah berhasil membuat dua pria itu tidak berdaya, Kael langsung menarik tangan Arsela. Mereka segera meninggalkan koridor lounge. Keduanya terus berlari menerobos lalu lalang penumpang di bandara.

Keduanya sengaja menuju antrian penumpang yang cukup padat. Di sana, Arsela bertukar tempat dengan agen yang menyamar sebagai dirinya.

Arsela menyerahkan jaket dan topi yang dikenakannya. Kael memasangkan kupluk ke kepala Arsela kemudian membawanya keluar dari bandara.

Kael sengaja memilih jalur yang tidak terjangkau kamera CCTV.

Di koridor lounge, Erik dan tiga rekannya yang sudah berhasil mengalahkan orang suruhan Arman segera meninggalkan tempat tersebut. Mereka bergegas meninggalkan bandara melewati area yang tidak terdapat kamera CCTV.

Sementara itu, agen yang menyamar sebagai Arsela berjalan melewati boarding gate bersama empat pria yang merupakan rekannya sendiri. Keduanya segera menuju pesawat tujuan Jakarta.

Arman yang mengetahui kalau Arsela sudah berhasil melewati boarding gate langsung menghubungi orang-orang suruhannya. Dengan langkah tertatih keenam orang tersebut segera menuju boarding gate.

Berkat campur tangan petinggi bandara yang berada di bawah pengaruh Arman, keenam orang itu akhirnya diizinkan memasuki area keberangkatan dan berlari menuju garbarata.

Keenamnya berlari cepat melewati lorong tertutup yang langsung menghubungkan terminal dengan pintu pesawat atau garbarata. Ketika jarak mereka hanya tinggal beberapa meter lagi, pramugari sudah menutup pintu pesawat.

Langkah mereka terhenti begitu saja. Dengan napas terengah, salah satunya menghubungi Arman dan melaporkan kegagalan mereka mencegah Arsela pulang ke Indonesia.

Sementara Arman sedang meluapkan kekesalannya pada anak buahnya yang tidak becus bekerja, Kael sudah melajukan kendaraannya, membawa Arsela menuju safe house. Di belakang mereka, kendaraan yang ditumpangi Erik dan tiga personel lainnya melaju kencang.

Arsela melirik Kael yang mengemudi di sampingnya. Kacamata hitam yang dikenakan Kael semakin membuat pria itu terlihat semakin gagah dan berwibawa. Tanpa dapat ditahan, jantung Arsela berdetak lebih cepat dari biasanya.

Mobil yang dikendarai Kael akhirnya tiba di safe house. Begitu memasuki safe house, dilihatnya Lyra sudah sampai bersama Sergio.

“Apa semua aman?” tanya Kenzo.

“Ya.”

“Tidak ada yang mengikuti?”

“Tidak ada.”

“Bagus. Lyra, Sela, kalian istirahatlah di kamar. Erik, ikut denganku!”

Kenzo berjalan lebih dulu menuju ruang kerja. Bukan hanya Erik, tapi Kael, Sergio dan Hector juga mengikuti Kenzo ke sana.

“Penjagaan Arsela kali ini harus lebih ketat. Tim Elang harus berada satu kilometer dari sini.”

“Siap.”

“Siapkan personel untuk berjaga di dekat jalur pelarian.”

“Baik.”

“Tempatkan dua personel untuk berjaga di pos dan lima personel yang berpatroli. Tapi personel yang berpatroli tidak boleh terlihat seperti petugas. Mereka harus menyamar agar tidak terlihat mencurigakan.”

“Siap.”

“Keselamatan Arsela menjadi tanggung jawabmu. Aku dan Kael ada hal lain yang harus dikerjakan.”

“Siap.”

“Lakukan sekarang!”

Erik memberikan hormatnya dulu sebelum meninggalkan ruangan. Sekarang hanya tinggal Kael, Hector dan Sergio saja yang ada di sana. Kenzo mengajaknya duduk untuk membicarakan rencana selanjutnya.

“Aku baru saja mendapat informasi dari Armin. Timur Sasembayev dan Priya Kapoor sedang dalam perjalanan menuju Verentis.

Timur mendapat tawaran beasiswa di Royal University of Verentis. Priya mendapat tawaran pekerjaan di St. Helena University Hospital dan juga beasiswa untuk program fellowship.”

“Kapan mereka tiba di sini?”

“Timur diperkirakan tiba besok jam 10.20. Sementara Priya tiba sore harinya jam 16.05.”

“Kalau begitu kita harus bergerak cepat,” ujar Sergio.

“Ya. Kael, tugasmu menjemput Timur dan soal Priya aku serahkan padamu,” Kenzo melihat pada Sergio.

Kompak Kael dan Sergio mengangkat jempol masing-masing.

***

Jangan lupa komen yang banyak ya🤗

1
Eka Burjo
deg deg an aaaaa
🏃🏃🏃🏃
tehNci
Pastinya takut, bingung dan degdegan, capek juga. Pertama kali menginjakkan kaki di negara ini, malah dapet hal tak terduga, diburu orang dan tiba² disuruh ngikutin petunjuk orang tak dikenal
Safitri Agus
pastinya bingung,takut,🤭
Safitri Agus
ngapain noleh sih kan jadi ketahuan
Maure Nia
jantung aku pasti rasanya kayak mau lompat...gemetar udah pasti😔
Ria alia
Ikut deg2n ini mak 🤦‍♀️ kalo jdi c timur ya pasti was2 takut mak 😭
Carlina Carlina
hayu jngn smpe k tangkep timur💪💪💪🏃🏃🏃
Carlina Carlina
dah terkencing" sambil lari thor k',lo aku jd timur🤭🤭😂😂😂😂😂😂🤗🤗🤗🤗
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cape lahir batin Bun 😭😭😭😭
Carlina Carlina
semoga tdk afa kendala yg sulit dan d lancarkan smua misi nya🤲🤲🙏🙏
Teti Usmayanti
thorr, sy baca sambil tahan nafas keluarkhan pelan pelan. huft.. bnr2 daebak thorr 😍😍👍👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
semoga kamu selamat.... do'aQ menyertai Mur ✊🏻✊🏻✊🏻✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
Q temenin larinya ya Kael 🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
kaboorrr Timur 🏃🏼🏃🏼🏃🏼🏃🏼
huhah huhah huhahhhhhh🫣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ya taulah....wong Kael adalah dewa penyelamat mu Timur....makanya kamu harus percaya padanya ☺️
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
wahh Kael pasti ekstra ketas jaga matanya biar gk ngedip.....agar buruannya gk hilang jejak .....takut ke duluan sama anak buah Arman /Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
drama ngecoh musuh di mulai ✊🏻
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tahan nafas di mulai🤭.....segera kencangkan tali pengaman buat jantung biar berfungsi sesuai kodratnya.....jangan sesekali berpaling.... fokus pada bacaan ...jangan sampe tertangkap sama anak buah Arman kalo reader gugup 🫣....takut jadi sasaran bila gk berhasil tangkap Timur balik arah nangkap Qt 😭
Euis Sri
cemas takut capek
Munas Tuti
aduuh kok tegang teruss yak, kpn santainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!